WhatsApp Icon
BAZNAS kota Singkawang Bantu Korban Kebakaran di Setapuk Besar

SINGKAWANG - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Singkawang menunjukkan wujud kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah. BAZNAS menyalurkan bantuan paket sembako kepada Ibu Kartini, warga Jalan Ma'had Usman, Kelurahan Setapuk Besar, yang rumahnya ludes terbakar. Senin (12/10/2026)

Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Singkawang, H. Mahmudi, S.Ag, didampingi oleh para relawan zakat BAZNAS Kota Singkawang di lokasi kediaman korban.

Kebakaran yang menimpa rumah Ibu Kartini menyisakan duka mendalam. Sebagai bentuk respon cepat terhadap musibah tersebut, BAZNAS hadir untuk memberikan dukungan moril dan bantuan kebutuhan pokok.

Ketua BAZNAS Kota Singkawang, H. Mahmudi, S.Ag menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzaki yang harus segera disalurkan kepada mereka yang membutuhkan, terutama korban musibah.

"Ini adalah salah satu tugas dan fungsi BAZNAS, yaitu hadir di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Musibah kebakaran yang dialami Ibu Kartini adalah duka kita bersama. Semoga bantuan sembako ini dapat sedikit meringankan beban beliau dan keluarga. Kami juga mendoakan agar Ibu Kartini diberikan ketabahan dan kesabaran menghadapi cobaan ini," ujar H. Mahmudi.

Lebih lanjut, H. Mahmudi mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Singkawang yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kota Singkawang.

"Terima kasih kepada para muzaki. Berkat zakat, infak, dan sedekah yang Anda titipkan, kami bisa bergerak cepat membantu sesama. Mari terus kita kuatkan kepedulian dan solidaritas sosial di Kota Singkawang," tambahnya.

Sementara itu, Ibu Kartini menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BAZNAS Kota Singkawang yang telah peduli dan datang langsung memberikan bantuan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program BAZNAS Kota Singkawang Peduli yang fokus pada penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan.

15/10/2026 | Kontributor: Andini
BAZNAS Sanggau Salurkan Dana Fidyah kepada 23 Fakir Miskin

SANGGAU — BAZNAS Kabupaten Sanggau menyalurkan dana fidyah kepada 23 orang fakir miskin di sekitar Kota Sanggau. Penyaluran berlangsung di Gedung Kantor BAZNAS Kabupaten Sanggau, Selasa, 29 September 2026.

Dana yang disalurkan merupakan fidyah dari beberapa muzaki yang menunaikan kewajiban fidyah melalui BAZNAS Kabupaten Sanggau pada bulan Ramadan lalu. Dana tersebut kemudian dihimpun dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid.

Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp300.000, dengan total dana fidyah yang disalurkan mencapai Rp6.900.000. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian untuk membantu meringankan kebutuhan masyarakat fakir miskin.

Kegiatan penyaluran turut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sanggau, yang memberikan sambutan sekaligus pembinaan. Hadir pula Ketua, Komisioner, dan staf BAZNAS Kabupaten Sanggau.

Melalui penyaluran dana fidyah ini, BAZNAS Kabupaten Sanggau memastikan amanah yang dititipkan oleh para muzaki dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran melalui UPZ Masjid juga menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan manfaat dana fidyah agar dapat diterima oleh masyarakat yang tepat.

BAZNAS Kabupaten Sanggau terus berkomitmen untuk mengelola dan menyalurkan dana keagamaan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

08/10/2026 | Kontributor: Andini
BAZNAS Kabupaten Sanggau Salurkan Bantuan kepada 36 Petugas Fardhu Kifayah

SANGGAU, 12 Agustus 2026 — BAZNAS Kabupaten Sanggau menyalurkan bantuan kepada 36 petugas fardhu kifayah sebagai bentuk kepedulian terhadap para mustahik yang turut menjalankan tugas sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.

Kegiatan penyaluran bantuan berlangsung di Gedung BAZNAS Kabupaten Sanggau pada Rabu, 12 Agustus 2026. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp500.000, sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai Rp18.000.000.

Bantuan tersebut diberikan untuk membantu meringankan kebutuhan sehari-hari para petugas fardhu kifayah. Dalam penyaluran ini, penerima bantuan termasuk dalam kategori fi sabilillah, sebagai salah satu kelompok yang berhak menerima zakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sanggau, Bapak H. Nasri H. Rajali, S.Ag., perwakilan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag), penyelenggara zakat dan wakaf, serta Ketua, komisioner, dan staf BAZNAS Kabupaten Sanggau.

Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kabupaten Sanggau dalam mendistribusikan dana zakat kepada masyarakat yang berhak menerima. Dukungan kepada petugas fardhu kifayah diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka sekaligus mendukung keberlangsungan pelayanan sosial dan keagamaan di lingkungan masyarakat.

Melalui penyaluran tersebut, BAZNAS Kabupaten Sanggau terus berkomitmen agar dana zakat dapat memberikan manfaat dan membantu meringankan kebutuhan para mustahik secara tepat sasaran.

06/10/2026 | Kontributor: Andini
BAZNAS Singkawang Paparkan Inovasi Fiqih Zakat untuk Kesehatan dalam Workshop ADINKES

Singkawang – BAZNAS Kota Singkawang menjadi narasumber dalam kegiatan Penguatan Kemitraan Strategis OPD Non-Dinkes, Swasta/CSR, dan Dana Desa untuk Pencegahan dan Pengendalian AIDS, TBC, dan Malaria (ATM) yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dinas Kesehatan (ADINKES) di Dayang Resort Singkawang.

Selasa (29/9/2026)

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan se-Kalimantan Barat, Kepala Puskesmas, serta sejumlah mitra di bidang kesehatan. Kegiatan dibuka oleh Wakil Wali Kota Singkawang, Muhammadin, S.E., M.H.

Dalam sambutannya, Muhammadin menyampaikan apresiasi terhadap peran BAZNAS Kota Singkawang sebagai salah satu mitra strategis Pemerintah Kota Singkawang dalam mendukung upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.

“BAZNAS adalah organisasi yang dibentuk pemerintah dan telah terbukti menjadi salah satu mitra penting Pemkot dalam pengentasan kemiskinan ekstrem, mulai dari bantuan RTLH hingga bantuan modal usaha bagi dhuafa. Kolaborasi dengan Dinas Kesehatan dalam penanganan TBC ini merupakan langkah maju,” ujar Muhammadin.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Singkawang, Malik Moh Said, memaparkan kontribusi BAZNAS dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit menular, khususnya tuberkulosis (TBC).

Malik menjelaskan bahwa dukungan BAZNAS tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan ekonomi, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“BAZNAS Kota Singkawang telah berkontribusi melalui penyaluran bantuan sembako dan nutrisi berupa beras, telur, susu, dan vitamin bagi penderita TBC. Selain itu, kami juga mendukung upaya penanggulangan stunting serta pengadaan jamban sehat bagi keluarga tidak mampu sebagai bagian dari upaya pencegahan penularan TBC,” jelas Malik.

Menurutnya, program tersebut dilaksanakan dengan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan zakat, termasuk Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014, serta Peraturan BAZNAS Nomor 3 Tahun 2018 tentang Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat.

Dalam forum tersebut, BAZNAS Kota Singkawang juga memperkenalkan konsep Fiqih Zakat untuk Kesehatan, sebagai pendekatan dalam mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat untuk mendukung kebutuhan kesehatan mustahik.

Malik menjelaskan, konsep tersebut dikembangkan dengan pendekatan Maqashid Syariah, khususnya prinsip Hifzhun Nafs atau menjaga jiwa.

“Pasien TBC yang berasal dari keluarga fakir miskin dan membutuhkan dukungan nutrisi untuk menunjang kepatuhan menjalani pengobatan selama enam bulan dapat menjadi bagian dari penerima manfaat zakat sesuai ketentuan asnaf. Begitu juga keluarga tidak mampu yang membutuhkan jamban sehat untuk mengurangi risiko penularan penyakit,” paparnya.

Pendekatan tersebut, lanjut Malik, menjadi bagian dari upaya BAZNAS untuk memastikan pendistribusian zakat tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan ekonomi, tetapi juga mendukung keberlangsungan hidup dan kualitas kesehatan masyarakat yang membutuhkan.

Dalam diskusi workshop, model kolaborasi antara BAZNAS dengan sektor kesehatan juga menjadi salah satu perhatian peserta. Melalui mekanisme by name by address, Dinas Kesehatan dan Puskesmas dapat menyediakan data calon penerima manfaat, sementara BAZNAS melakukan verifikasi sesuai ketentuan mustahik serta menyalurkan bantuan sesuai program yang tersedia.

Ke depan, BAZNAS Kota Singkawang merencanakan penguatan program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi pasien TBC dengan sasaran 50–100 pasien per tahun. Selain itu, direncanakan pengembangan program Rumah Sehat melalui perbaikan sirkulasi udara, pembangunan 30 jamban sehat, serta penguatan integrasi data antara sistem informasi BAZNAS dan data kesehatan yang dikelola Dinas Kesehatan.

Melalui penguatan kemitraan tersebut, BAZNAS Kota Singkawang berharap kolaborasi dengan pemerintah daerah dan sektor kesehatan dapat terus dikembangkan untuk membantu masyarakat kurang mampu sekaligus mendukung upaya pencegahan dan pengendalian TBC di Kota Singkawang.

Kegiatan workshop ini menjadi salah satu ruang untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam penanganan persoalan kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan sosial dan ekonomi.

30/09/2026 | Kontributor: Andini
BAZNAS Kalbar dan Yayasan Generasi Harapan Khatulistiwa Hadirkan Akses Air Bersih melalui SARI-KASI di Masjid Baitul Makmur.

PONTIANAK — Upaya menghadirkan akses air bersih terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat bersama Yayasan Generasi Harapan Khatulistiwa (GEN-HK) menghadirkan Program Air Bersih melalui penyerahan alat filter air SARI-KASI kepada Masjid Baitul Makmur, Kampung Bansir, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak. 25 September 2026

Penyerahan alat filter air tersebut menjadi bagian dari sinergi dalam mendukung ketersediaan air bersih bagi jamaah masjid dan masyarakat di lingkungan sekitar. Kehadiran SARI-KASI diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan serta mendukung kebutuhan air bersih di kawasan tersebut.

Kegiatan penyerahan dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, Jaki Azmi dan Ali Rohman, Lurah Bansir Laut Yusuf Panyungan, Ketua Pengurus Masjid Baitul Makmur, jajaran Ketua RW dan RT setempat, serta unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

SARI-KASI merupakan teknologi filter air yang dirancang untuk membantu menghasilkan air yang lebih jernih dan bersih. Teknologi ini menggabungkan Synthetic Fabric Filter (SF) dengan sistem Ultrafiltrasi (UF) modifikasi dan tidak menggunakan bahan kimia dalam proses penyaringannya.

Dengan ditempatkannya fasilitas SARI-KASI di Masjid Baitul Makmur, air bersih tidak hanya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan jamaah, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar masjid.

Lurah Bansir Laut, Yusuf Panyungan, menyambut baik hadirnya program air bersih tersebut. Dukungan dari pemerintah kelurahan, pengurus masjid, masyarakat, serta unsur terkait diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan dan perawatan fasilitas agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Kolaborasi BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan Yayasan GEN-HK melalui Program Air Bersih SARI-KASI menjadi salah satu bentuk ikhtiar bersama dalam menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat. Tidak hanya menyediakan fasilitas, program ini juga mendorong pemanfaatan sumber daya yang dapat menunjang kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

28/09/2026 | Kontributor: Andini

Berita Terbaru

Audiensi BAZNAS Provinsi Kalbar dan UMP Perkuat Sinergi Literasi Zakat di Lingkungan Kampus
Audiensi BAZNAS Provinsi Kalbar dan UMP Perkuat Sinergi Literasi Zakat di Lingkungan Kampus
Pontianak - Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melakukan audiensi ke Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP) dalam rangka mempererat silaturahmi sekaligus membangun sinergi program untuk kemaslahatan umat, khususnya dalam penguatan literasi zakat di lingkungan kampus. Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si memperkenalkan jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan menyampaikan bahwa audiensi tersebut bertujuan membuka ruang kolaborasi bersama UMP. “Niat kami untuk silaturahmi dan mungkin ada beberapa hal yang bisa kita sinergikan antara BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan UMP,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pertemuan ini membahas sinergi program sekaligus kolaborasi branding kemaslahatan umat melalui penguatan literasi zakat di kalangan akademisi. “Mohon untuk kalangan kampus dapat membantu meliterasikan zakat di lingkungan kampus agar pemahaman masyarakat terhadap zakat semakin meningkat,” tambahnya. Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak, Heriansyah, S.H., S.H.I., M.Pd menyambut baik audiensi tersebut dan mengaku bangga atas kunjungan BAZNAS Provinsi Kalbar ke UMP. Ia menjelaskan bahwa UMP memiliki unit pengembangan kemuhammadiyahan serta terus mendorong pengelolaan dana umat agar tepat sasaran dan memiliki dampak sosial yang luas. “Kami sangat ingin bagaimana pengelolaan dana umat ini sesuai sasaran dan memiliki dampak sosial yang lebih luas. Yang terpenting adalah sinergi dan saling memberikan dampak,” ungkapnya. Heriansyah juga menyoroti pentingnya keterbukaan, transparansi, dan penguatan jaringan dalam pengelolaan dana umat agar potensi yang ada dapat dimaksimalkan. Sementara itu, Pimpinan Bagian SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.B.A menjelaskan bahwa saat ini BAZNAS Provinsi Kalbar sedang melakukan roadshow ke berbagai OPD, biro, badan, hingga perguruan tinggi untuk memperkuat kolaborasi dan optimalisasi UPZ. Ia menegaskan bahwa BAZNAS hadir bukan hanya sebagai lembaga penghimpun dana, tetapi juga sebagai regulator dan orkestrator yang memastikan pengelolaan zakat berjalan sesuai regulasi. “Kami ingin mencari simpul atau benang merah untuk kolaborasi dan sinergitas. BAZNAS dibantu oleh UPZ dan LAZ untuk bersama-sama memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat,” jelasnya. Ali Rohman juga memperkenalkan program Sahabat Zema yang melibatkan generasi muda untuk membantu penguatan UPZ, serta platform digital fundraising dengan program-program tematik yang sedang dibangun oleh BAZNAS Provinsi Kalbar. Dalam kesempatan itu, Manto dari Universitas Muhammadiyah Pontianak menjelaskan bahwa Kantor Layanan LAZISMU di lingkungan Muhammadiyah memiliki otoritas tersendiri dan rutin menyampaikan laporan kepada pihak rektorat dan Lazismu wilayah. Sementara itu, Ufi dari UMP menyampaikan pentingnya menghadirkan wadah pelaporan program zakat agar dapat meningkatkan Indeks Zakat Nasional (IZN), sekaligus memperluas sosialisasi zakat kepada masyarakat. Pimpinan Bidang Perencanaan Keuangan dan Pelaporan BAZNAS Provinsi Kalbar, Luthfiah, M.Pd.I turut memperkenalkan layanan CS AI BAZNAS Provinsi Kalbar yang digunakan untuk membantu literasi zakat kepada masyarakat.
BERITA26/05/2026 | Helmi Anshari
Audiensi ke BPJS Ketenagakerjaan, BAZNAS Kalbar Perkuat Optimalisasi UPZ
Audiensi ke BPJS Ketenagakerjaan, BAZNAS Kalbar Perkuat Optimalisasi UPZ
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melakukan audiensi ke BPJS Ketenagakerjaan sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus membangun sinergi program sosial dan optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Dalam pertemuan tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si menyampaikan bahwa audiensi ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan BPJS Ketenagakerjaan. “Kami hadir untuk bersilaturahmi dengan BPJS Ketenagakerjaan sekaligus membahas apa saja yang bisa dikolaborasikan bersama. Selain itu, kami juga ingin mengoptimalkan UPZ agar kebermanfaatannya semakin luas,” ujarnya. Sementara itu, Pimpinan Bagian SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.B.A menjelaskan bahwa fokus utama BAZNAS Provinsi Kalbar saat ini adalah penguatan program dan kolaborasi lintas sektor. Ia menyampaikan bahwa paradigma masyarakat terhadap BAZNAS yang hanya berfokus pada penghimpunan dana perlu diubah menjadi lembaga kolaboratif yang membangun banyak kebermanfaatan. “Paradigma bahwa BAZNAS hanya collecting ingin kami ubah menjadi collabs. Kami memiliki program-program tematik yang manfaatnya dapat dikembalikan kepada UPZ terkait sehingga kebermanfaatannya bisa langsung dirasakan,” jelasnya. Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Suhuri Ali menyambut baik audiensi tersebut dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara BPJS Ketenagakerjaan dan BAZNAS Provinsi Kalbar. Ia menyampaikan bahwa BAZNAS Provinsi Kalbar dapat dilibatkan dalam berbagai forum bersama perusahaan agar informasi mengenai program zakat, infak, dan sedekah dapat tersampaikan secara lebih luas kepada dunia usaha. “BAZNAS Provinsi Kalbar bisa hadir dalam kegiatan bersama perusahaan-perusahaan. Kami siap menyediakan ruang bagi BAZNAS untuk menjadi pembicara dalam forum-forum perusahaan,” ungkapnya.
BERITA25/05/2026 | Helmi Anshari
Wisata Qur’an Pedalaman Hadir di Sanggau dan Landak, Tebar Ilmu dan Kepedulian
Wisata Qur’an Pedalaman Hadir di Sanggau dan Landak, Tebar Ilmu dan Kepedulian
Pontianak – Semangat syiar Islam dan kepedulian sosial kembali digaungkan melalui kegiatan Wisata Qur’an Pedalaman yang dilaksanakan pada 14 Mei 2026 di tiga titik wilayah pedalaman Kalimantan Barat. Program ini merupakan kolaborasi antara Baitul Maal Ashqaf, Sajada Digital Agency, dan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Masjid Darussalam yang berada di Desa Mengkiang Kabupaten Sanggau, Masjid At-Takwa berada di Kabupaten Landak, serta Masjid Ashqaf yang berada di Dusun Ibul, Desa Sebangki, Kabupaten Landak. Selain menghadirkan majelis ilmu dan syiar Al-Qur’an, kegiatan ini juga diisi dengan pendistribusian bantuan sembako, mushaf Al-Qur’an, serta buku Sirah Nabawiyah kepada masyarakat di wilayah pedalaman. Masyarakat tampak antusias menghadiri kegiatan tersebut. Dari anak-anak hingga orang tua datang dengan penuh semangat untuk mengikuti rangkaian majelis ilmu yang diselenggarakan. Kehangatan dan kebersamaan terasa di setiap lokasi kegiatan, menjadi bukti bahwa semangat mencintai Al-Qur’an terus tumbuh di tengah masyarakat pedalaman Kalimantan Barat. Program ini menjadi salah satu upaya menghadirkan dakwah yang lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus memperkuat kepedulian sosial melalui bantuan yang langsung menyentuh kebutuhan warga.
BERITA25/05/2026 | Helmi Anshari
Kalbar Bersuara untuk Palestina, FOZ Gelar Aksi Doa dan Solidaritas Kemanusiaan
Kalbar Bersuara untuk Palestina, FOZ Gelar Aksi Doa dan Solidaritas Kemanusiaan
Pontianak – Semangat solidaritas kemanusiaan untuk Palestina kembali digaungkan di Kalimantan Barat. Pada Jumat (22/5/2026), berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam Forum Zakat (FOZ) Wilayah Kalimantan Barat menggelar kegiatan bertajuk “Aksi Berisik Serentak: Kawal Kepulangan Aktivis Kemanusiaan Delegasi Indonesia dan Terus Bersuara untuk Palestina” di Masjid Raya Mujahidin Pontianak. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap para aktivis kemanusiaan serta jurnalis internasional, termasuk delegasi dari Indonesia, yang sebelumnya dilaporkan mengalami penahanan saat menjalankan misi kemanusiaan untuk Palestina. Ketua Forum Zakat Kalimantan Barat, Nurhayati menyampaikan bahwa meskipun para aktivis dikabarkan telah dibebaskan, gerakan solidaritas dan pengawalan terhadap isu kemanusiaan Palestina harus terus dilakukan. “Kami akan terus mengawal perkembangan ini dan tetap menyuarakan dukungan hingga seluruh aktivis dan jurnalis Indonesia dapat kembali ke tanah air dengan aman,” ujarnya. Aksi yang berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat tersebut diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari doa bersama untuk keselamatan para relawan kemanusiaan dan masyarakat Palestina, aksi tanda tangan dukungan, hingga kampanye kemanusiaan melalui booth campaign yang bertujuan mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kondisi di Palestina. Melalui kegiatan ini, Forum Zakat Wilayah Kalimantan Barat juga menyampaikan sejumlah tujuan utama gerakan, di antaranya memperkuat opini publik terkait tragedi kemanusiaan di Palestina, membangun solidaritas bersama gerakan zakat di Indonesia, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam aksi kemanusiaan, serta memperluas penyebaran informasi melalui media dan media sosial agar isu Gaza tetap menjadi perhatian publik. Kegiatan tersebut turut melibatkan berbagai lembaga dan organisasi lintas sektor, di antaranya BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, Majelis Ulama Indonesia, Komite Nasional untuk Rakyat Palestina, Masjid Raya Mujahidin Pontianak, serta komunitas Pemuda Peduli Palestina. Melalui doa dan aksi solidaritas yang dilakukan bersama, masyarakat Kalimantan Barat berharap perjuangan kemanusiaan untuk Palestina terus mendapatkan perhatian serta seluruh relawan dan aktivis kemanusiaan diberikan keselamatan dan kekuatan dalam menjalankan misi kemanusiaan.
BERITA22/05/2026 | Helmi Anshari
Optimalisasi UPZ Jadi Fokus Audiensi BAZNAS Kalbar ke Biro Organisasi Kalbar
Optimalisasi UPZ Jadi Fokus Audiensi BAZNAS Kalbar ke Biro Organisasi Kalbar
Pontianak – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Barat melakukan audiensi ke Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memperkuat sinergi program serta optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Audiensi tersebut disambut langsung oleh Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Kalbar, Dini Eka Wahyuni beserta jajaran. Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil mengucapkan terima kasih atas sambutan dan kesediaan menerima audiensi dari BAZNAS Provinsi Kalbar. “Semoga ada beberapa program yang dapat disinergikan bersama, dan kami mohon doa serta dukungan agar program-program yang sedang kami bangun dapat berjalan dengan baik,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Bagian SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman menjelaskan terkait lingkup wilayah kerja BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat serta pentingnya optimalisasi UPZ. Ia menegaskan bahwa optimalisasi UPZ bukan hanya berfokus pada pengumpulan zakat, melainkan membangun kolaborasi dan kebermanfaatan di lingkungan masing-masing UPZ. “Optimalisasi ini bukan collecting, tetapi collab. Kami hadir untuk menyamakan persepsi dan membangun sinergi agar manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas,” jelasnya. Ali Rohman juga memaparkan bahwa BAZNAS Provinsi Kalbar tengah membangun dashboard program tematik yang dapat membantu penyelesaian persoalan sosial sesuai fokus masing-masing UPZ. Selain itu, ia menyampaikan bahwa BAZNAS Provinsi Kalbar telah melakukan penandatanganan MoU bersama Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Pontianak terkait pengentasan persoalan perceraian yang angkanya mencapai ribuan kasus setiap tahunnya. Sementara itu, Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Kalbar, Dini Eka Wahyuni menjelaskan bahwa Biro Organisasi terdiri dari sembilan biro dan saat ini mendukung himbauan Gubernur Kalbar terkait pembentukan UPZ di setiap biro. Ia juga menyampaikan bahwa publikasi terkait payroll ASN perlu diperkuat untuk meningkatkan trust dan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat. “Hal terkait payroll ASN seharusnya bisa dipublikasikan untuk mendapatkan trust kepada masyarakat,” ujarnya. Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Kalbar, Jaki Azmi turut memperkenalkan sejumlah program prioritas BAZNAS Provinsi Kalbar seperti Optimalisasi UPZ, Sahabat Zema, serta Forum Tumpuk Tengah. Menurutnya, program-program tersebut dihadirkan agar UPZ mampu membantu menyelesaikan persoalan sosial di lingkungan masing-masing. Sementara itu, Pimpinan Bidang Perencanaan Keuangan dan Pelaporan BAZNAS Provinsi Kalbar, Luthfiah menjelaskan bahwa program payroll ASN telah dikembalikan dalam bentuk penyaluran beasiswa bagi ASN golongan II ke bawah. Audiensi berlangsung hangat dan penuh diskusi terkait peluang kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Kalbar dengan Biro Organisasi dalam mendukung penguatan tata kelola zakat, peningkatan transparansi, serta pengentasan persoalan sosial di Kalimantan Barat.
BERITA22/05/2026 | Helmi Anshari
Berjuang di Tengah Sakit dan Kesulitan Hidup, BAZNAS Kalbar Salurkan Bantuan Kepada Bapak Sabri
Berjuang di Tengah Sakit dan Kesulitan Hidup, BAZNAS Kalbar Salurkan Bantuan Kepada Bapak Sabri
Pontianak – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan santunan kemanusiaan kepada Bapak Sabri, seorang Ibnu Sabil asal Kalimantan Utara yang saat ini tinggal di Jalan Parit Aim 1, Perumahan Trans Kalimantan, Kecamatan Sungai Ambawang. Bapak Sabri diketahui mengalami sakit ambeien stadium 4 yang telah dideritanya sejak tahun 2018. Kondisi tersebut membuat dirinya tidak mampu lagi melakukan pekerjaan berat untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dalam keterangannya, Sabri menceritakan perjalanan hidup yang penuh ujian. Ia pernah bekerja sebagai muadzin di Masjid An-Nur Kalimantan Utara dan berjuang membesarkan keluarga di tengah keterbatasan ekonomi. Namun, kondisi kesehatan yang semakin menurun membuat dirinya kesulitan bekerja. Ia sempat mencoba berbagai pekerjaan kasar seperti memulung kardus, mengangkut arang, hingga kerja kayu cerocok demi bertahan hidup. Sayangnya, pekerjaan berat tersebut justru membuat penyakit yang dideritanya semakin parah. Sabri juga mengaku mengalami persoalan rumah tangga yang berat hingga membuat dirinya sempat kehilangan harapan hidup. Meski demikian, ia bersyukur masih diberikan kesempatan untuk bertahan demi anaknya yang menjadi penyemangat hidupnya. Dengan kondisi ekonomi yang semakin sulit, Sabri akhirnya merantau ke Kalimantan Barat untuk mencari pekerjaan. Namun harapan tersebut belum berjalan sesuai keinginan. Saat ini dirinya menunggak biaya kontrakan selama dua bulan dan berkeinginan untuk kembali pulang ke Tarakan menemui ibunya. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Provinsi Kalbar hadir memberikan santunan sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu kebutuhan dasar Bapak Sabri sekaligus meringankan beban hidup yang tengah dihadapinya. BAZNAS Provinsi Kalbar terus berkomitmen menghadirkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi, sakit menahun, maupun para Ibnu Sabil yang membutuhkan pertolongan dan perhatian bersama.
BERITA21/05/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Provinsi Kalbar Dengan PTA Pontianak Teken MoU Pemenuhan Hak-hak Perempuan dan Anak Pasca Perceraian
BAZNAS Provinsi Kalbar Dengan PTA Pontianak Teken MoU Pemenuhan Hak-hak Perempuan dan Anak Pasca Perceraian
Pontianak – Pontianak – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Barat bersama Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Pontianak resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait Pemenuhan Hak-hak Perempuan dan Anak Pasca Perceraian di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (19/5/2026). Program tersebut menjadi pilot project atau percontohan nasional dalam upaya penguatan perlindungan perempuan dan anak pasca perceraian melalui kolaborasi antara lembaga peradilan dan lembaga zakat. Ketua Kamar Agama Mahkamah Agung RI, Dr. H. Yasardin mengapresiasi langkah progresif yang dilakukan PTA Pontianak bersama BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat. “Kerja sama ini bukan sekadar seremoni administratif, tetapi menjadi ikhtiar kemanusiaan dalam memperkuat akses keadilan bagi kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak pasca perceraian,” ujarnya saat menghadiri kegiatan secara virtual. Ia menegaskan bahwa Mahkamah Agung terus mendorong transformasi peradilan modern yang tidak hanya berorientasi pada digitalisasi layanan, namun juga menghadirkan keadilan substantif yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara PTA Pontianak dan BAZNAS Kalbar sejalan dengan semangat reformasi peradilan dalam memperluas perlindungan hukum bagi perempuan, anak, masyarakat miskin, serta kelompok rentan lainnya. Yasardin berharap program tersebut dapat diimplementasikan secara konkret, terukur, dan berkelanjutan sehingga mampu menjadi role model nasional dalam penguatan perlindungan perempuan dan anak pasca perceraian di Indonesia. Melalui kerja sama ini, BAZNAS Provinsi Kalbar bersama PTA Pontianak berkomitmen menghadirkan dukungan sosial, pendampingan, serta penguatan pemberdayaan bagi perempuan dan anak yang terdampak perceraian, agar mereka tetap mendapatkan perlindungan dan kesempatan untuk melanjutkan kehidupan dengan lebih baik.
BERITA20/05/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Provinsi Kalbar Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Siswi MI Bawari Pontianak
BAZNAS Provinsi Kalbar Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Siswi MI Bawari Pontianak
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan Bantuan Pendidikan kepada Deska Aulia, siswi kelas 4 MI Bawari Pontianak, melalui dukungan pada bidang pendidikan . Bantuan tersebut diberikan untuk membantu Deska agar tetap dapat mengikuti kegiatan belajar dan ujian sekolah. Sebelumnya, pihak keluarga mengalami kesulitan ekonomi sehingga belum mampu melunasi biaya sekolah. Ibu Deska, Yulia, menceritakan bahwa selama kurang lebih tujuh tahun dirinya bersama keluarga tinggal menumpang di rumah orang lain. Sang suami hanya bekerja serabutan membantu pemilik rumah tempat mereka tinggal. “Kadang suami saya bantu-bantu dan diberi upah sekitar 60 sampai 80 ribu rupiah. Alhamdulillah bisa buat beli beras, Indomie, dan telur untuk makan sehari-hari,” ujarnya. Yulia sendiri sehari-hari berada di rumah untuk mengurus anak bungsunya yang masih berusia tiga tahun. Ia memiliki tiga orang anak yang semuanya masih membutuhkan biaya pendidikan dan kebutuhan sehari-hari. Anak pertamanya saat ini duduk di kelas 5 sekolah negeri, sementara Deska, anak keduanya, harus bersekolah di sekolah swasta karena tidak lolos saat mendaftar di sekolah negeri bersama kakaknya. “Waktu masuk sekolah dulu Alhamdulillah dapat bantuan potongan biaya dari pemerintah dan sekolah, jadi uang masuk bisa dicicil. Tapi sekarang tidak ada bantuan lagi selain BPJS gratis,” jelasnya. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat Yulia kesulitan membayar SPP sekolah Deska. Bahkan untuk membeli buku dan LKS, terkadang ia harus menunggu memiliki uang terlebih dahulu. “Kalau ada uang baru bisa fotokopi LKS, kalau tidak ada terpaksa anak saya menyalin di buku,” katanya. Ia mengaku sempat khawatir karena salah satu syarat mengikuti ulangan sekolah adalah melunasi SPP. Namun karena takut tidak mampu membayar jika meminjam uang, Yulia akhirnya mengajukan bantuan kepada BAZNAS Provinsi Kalbar. Melalui program bantuan pendidikan, BAZNAS Provinsi Kalbar hadir membantu pembayaran SPP Deska Aulia agar ia dapat terus melanjutkan pendidikan tanpa hambatan. Yulia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Saya sangat berterima kasih telah membantu pembayaran uang sekolah anak saya. Bantuan ini sangat membantu kami. Mudah-mudahan Allah membalas semua kebaikan bapak dan ibu yang sudah membantu, diberikan kesehatan dan dilancarkan rezekinya,” ungkapnya penuh haru. BAZNAS Provinsi Kalbar berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga serta memberikan semangat bagi Deska untuk terus belajar dan meraih cita-citanya.
BERITA19/05/2026 | Helmi Anshari
Audiensi BAZNAS Kalbar ke Kanwil KEMENKUM Kalbar Dorong Optimalisasi UPZ
Audiensi BAZNAS Kalbar ke Kanwil KEMENKUM Kalbar Dorong Optimalisasi UPZ
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melakukan audiensi ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memperkuat sinergi program, optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta meningkatkan literasi zakat di lingkungan instansi pemerintahan. Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.SI menyampaikan bahwa audiensi tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi yang lebih luas antara BAZNAS dan Kemenkum Kalbar. “Ada beberapa hal yang akan kami kolaborasikan. Tugas kami adalah membantu pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan. Kami hadir untuk penguatan dan optimalisasi UPZ, dan kedepannya diharapkan akan ada sinergi antara Kemenkum dan BAZNAS,” ujarnya. Pimpinan Bagian SDM Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.B.A menjelaskan bahwa BAZNAS menjalankan tugas sesuai amanah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan Peraturan BAZNAS. Ia menyampaikan bahwa BAZNAS Provinsi Kalbar terus mendorong optimalisasi pengumpulan zakat melalui UPZ dengan pendekatan kolaboratif. “Kami hadir bukan untuk collect, tetapi untuk collab. Kami ingin membantu terkait pengumpulan zakat dan penguatan program sosial. BAZNAS merupakan filantropi plat merah yang diatur dalam undang-undang untuk membantu masyarakat,” jelasnya. Ali Rohman juga menjelaskan bahwa program payroll ASN yang dijalankan BAZNAS dikembalikan 100 persen kepada ASN golongan II ke bawah melalui berbagai bantuan sosial dan pendidikan. Ia turut mengingatkan bahwa zakat juga dapat mengurangi pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara itu, Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Kalbar, Jaki Azmi, S.E menyampaikan bahwa BAZNAS memiliki fleksibilitas dalam membantu masyarakat, terutama untuk kebutuhan mendesak di luar skema bantuan bencana alam yang diakomodasi APBD. Ia menambahkan bahwa berdasarkan Peraturan BAZNAS, dana zakat wajib disalurkan paling lambat 30 hari setelah diterima. Selain itu, BAZNAS Provinsi Kalbar juga sedang membangun dashboard digital yang akan menampilkan program-program tematik dari setiap UPZ. “Potensi zakat di Kalbar mencapai 2,345 triliun rupiah. Karena itu, UPZ harus diperkuat agar mampu membantu menyelesaikan persoalan yang ada di lingkungan masing-masing,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Jaki Azmi juga memperkenalkan program Sahabat Zema yang bertujuan membantu UPZ dalam pengumpulan dan pelaporan zakat di wilayah masing-masing. Saat ini BAZNAS Provinsi Kalbar juga telah berkolaborasi bersama 16 LAZ se-Kalimantan Barat. Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iswardani, SE.I menegaskan bahwa zakat merupakan kewajiban umat Islam yang sejajar dengan ibadah sholat, puasa, dan haji. Ia berharap Kemenkum Kalbar dapat berkolaborasi dalam literasi zakat dan sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai platform yang dimiliki. “Kemenkum bisa berkolaborasi terkait literasi zakat atau sosialisasi yang masuk dalam dashboard Kemenkum sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS,” ungkapnya. Selain itu, Iswardani juga mendorong agar UPZ Kemenkum diperpanjang sehingga hasil pengumpulan zakat dapat disalurkan kepada delapan golongan asnaf, termasuk masyarakat yang membutuhkan di lingkungan Kemenkum. Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kementerian Hukum Kalbar, Farida, S.Pt., S.A.P., M.Si menyambut baik audiensi tersebut dan mengapresiasi langkah BAZNAS Provinsi Kalbar dalam membangun kolaborasi lintas sektor. “Ini merupakan himbauan yang bagus karena kami memiliki banyak lembaga dan organisasi perangkat yang dapat berkolaborasi bersama. Terkait dashboard yang telah disampaikan, kami sangat menyambut baik dan akan kami sampaikan kepada Bapak Kakanwil,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya memiliki Pos Bantuan Hukum (Posbankum) yang dapat menjadi sarana untuk mendukung kolaborasi bersama BAZNAS. Sementara itu, Kakanwil Kemenkum Provinsi Kalbar, Jonny Pesta Simamora, S.IP menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung program-program BAZNAS, termasuk penguatan UPZ dan sosialisasi zakat. “Kami siap untuk bekerja sama dan mendukung UPZ. Kami juga tertarik pada masyarakat yang belum berdaya secara hukum untuk dapat dikolaborasikan bersama BAZNAS,” katanya. Ia juga menilai BAZNAS dapat menjadi mitra strategis dalam membantu pengelolaan sosial masyarakat di lapangan. Pada kesempatan yang sama, Badar dari Kemenkum Provinsi Kalbar menyarankan agar dalam kegiatan sosialisasi zakat nantinya BAZNAS turut menghadirkan motivator agar penyampaian materi lebih menarik dan mudah diterima masyarakat.
BERITA18/05/2026 | Helmi Anshari
Gerakan Sosial Bedah Rumah Kubu Raya Libatkan Pemerintah, Swasta, dan Organisasi
Gerakan Sosial Bedah Rumah Kubu Raya Libatkan Pemerintah, Swasta, dan Organisasi
Kubu Raya – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menggelar Rapat Kolaborasi Bedah Rumah Penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dengan mengusung jargon “1 Kolaborasi 1000 Harapan” pada Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah, lembaga sosial, organisasi profesi, perbankan, hingga pelaku usaha sebagai bentuk sinergi bersama dalam mempercepat penanganan rumah tidak layak huni di Kabupaten Kubu Raya. Dalam pemaparannya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah menyampaikan bahwa berdasarkan data pemetaan kawasan kumuh dan perumahan tahun 2025, sejumlah wilayah seperti Sungai Raya, Ambawang, dan Rasau Jaya masih memiliki persoalan RTLH yang perlu menjadi perhatian bersama. Disebutkan pula bahwa berdasarkan data BPS Kubu Raya tahun 2026 terdapat sekitar 21.435 keluarga desil 1–4 yang tinggal di rumah tidak layak huni. Sementara data dari Dinas PUPR mencatat terdapat 12.928 rumah yang masuk kategori RTLH. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya selama ini telah melakukan berbagai intervensi program, baik melalui dana APBN dengan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), maupun melalui APBD Kabupaten Kubu Raya dan dukungan Pemerintah Provinsi. Namun demikian, masih diperlukan kolaborasi yang lebih luas untuk mempercepat penanganan rumah tidak layak huni. “Kami menawarkan konsep kolaborasi yang melibatkan berbagai unsur, termasuk lembaga sosial keagamaan, organisasi profesi, ASN, dan pihak swasta agar percepatan penanganan RTLH dapat terlaksana lebih optimal,” disampaikan dalam forum tersebut. Output yang diharapkan dari program ini adalah percepatan penurunan RTLH yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara turun-temurun. Sementara itu, Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, S.E., M.Sos.. dalam arahannya menyampaikan bahwa pertemuan tersebut bukan hanya sekadar rapat, tetapi juga menjadi bentuk silaturahmi dan langkah awal pembentukan kepanitiaan penanganan RTLH. Sujiwo menjelaskan bahwa Kabupaten Kubu Raya sejauh ini telah merehabilitasi lebih dari 20 ribu rumah tidak layak huni melalui berbagai program pemerintah. Namun masih terdapat persoalan besar, khususnya rumah-rumah warga yang berada di bantaran Sungai Kapuas yang masuk kawasan jalur hijau sehingga tidak dapat diintervensi menggunakan APBD karena terbentur regulasi. “Di satu sisi, wilayah tersebut merupakan kantong-kantong kemiskinan masyarakat Kubu Raya. Mudah-mudahan di masa kepemimpinan saya rumah-rumah yang sangat tidak layak huni bisa kita selesaikan,” ujarnya. Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iswardani, SE.I menyampaikan bahwa persoalan RTLH merupakan masalah sosial yang harus diselesaikan secara bersama-sama. “Kita harus mencari solusi untuk saudara-saudara kita yang nasibnya belum seberuntung kita. BAZNAS saat ini sedang membangun platform fundraising, sehingga program RTLH ini nantinya bisa dimasukkan ke dalam dashboard dan dikeroyok bersama-sama oleh BAZNAS, LAZ, dan berbagai pihak lainnya,” katanya. Ia juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan dokumentasi rumah-rumah prioritas yang akan dimasukkan ke dalam dashboard secara transparan. Dukungan juga datang dari Bank Kalbar yang menyatakan kesiapan untuk ikut terlibat dalam program bedah rumah tersebut. “Kami siap mendukung dan menggaungkan program mulia ini hingga ke kantor pusat agar peran Bank Kalbar dalam membantu masyarakat semakin besar,” ujar perwakilan Bank Kalbar. Perwakilan PGRI Kubu Raya turut menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Dengan jumlah anggota ribuan ASN dan non-ASN, PGRI berkomitmen mengajak anggotanya untuk ikut peduli terhadap masyarakat kurang mampu tanpa membedakan suku maupun agama. Senada dengan itu, KORPRI Kubu Raya juga menyatakan siap membantu, termasuk apabila dibutuhkan tenaga relawan dalam pelaksanaan program bedah rumah. Dukungan serupa disampaikan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kubu Raya yang menyebut pihaknya sangat memahami kondisi masyarakat di desa-desa dan siap mendukung program penanganan RTLH. Sementara itu, Inspektorat Kubu Raya mengingatkan pentingnya tata kelola dan pengawasan dalam pelaksanaan program agar tetap sesuai regulasi. Disampaikan bahwa apabila program bersumber murni dari pihak swasta, maka kepanitiaannya juga harus berasal dari unsur swasta dan tidak melibatkan ASN maupun pejabat pemerintah. Dalam forum tersebut, pelaku usaha Hendro juga menyatakan kesiapannya untuk membantu dan mendukung pembentukan perkumpulan sosial bedah rumah sebagai bagian dari gerakan bersama membantu masyarakat miskin di Kabupaten Kubu Raya. Melalui semangat “1 Kolaborasi 1000 Harapan”, seluruh pihak berharap program penanganan rumah tidak layak huni di Kabupaten Kubu Raya dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan memberikan harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan
BERITA13/05/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi ke BPKP Kalbar, Perkuat Sinergi Tata Kelola dan Optimalisasi Zakat
BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi ke BPKP Kalbar, Perkuat Sinergi Tata Kelola dan Optimalisasi Zakat
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melakukan audiensi ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Barat sebagai upaya memperkuat sinergi, tata kelola, serta optimalisasi pengelolaan zakat di Kalimantan Barat. Audiensi tersebut dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.SI bersama jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar dan disambut oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalbar, Rudy M. Harahap beserta jajaran. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.SI memperkenalkan struktur kepengurusan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat sekaligus menyampaikan harapan agar terjalin sinergi yang lebih kuat antara BAZNAS dan BPKP. “Kami ingin bersinergi dengan program-program BAZNAS Provinsi Kalbar serta meminta saran dan kritik dari BPKP demi penguatan tata kelola dan pengelolaan zakat yang lebih baik,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa dalam program pemberdayaan mustahik, BAZNAS Provinsi Kalbar telah berkolaborasi dengan Dinas Sosial menggunakan data DTSEN untuk melihat kategori desil 1 hingga 4 sebagai dasar penyaluran bantuan agar tepat sasaran. Selain itu, saat ini terdapat 16 Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang telah terdaftar dan menjadi mitra BAZNAS dalam pengelolaan zakat di Kalimantan Barat. Sementara itu, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalbar, Rudy M. Harahap menyampaikan bahwa pengelolaan zakat memiliki potensi besar apabila dibangun dengan tata kelola dan branding yang baik. “BAZNAS punya potensi besar. Program-program yang ada harus lebih banyak dipromosikan dan ditampakkan kepada masyarakat,” katanya. Ia juga menilai bahwa pendekatan melalui generasi muda seperti program Gen Z dan Sahabat Zema dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat branding dan literasi zakat di tengah masyarakat. Rudy turut memberikan masukan agar BAZNAS memperkuat sistem tata kelola dan pengawasan dengan melibatkan berbagai unsur strategis. “BAZNAS harus memiliki komite yang di dalamnya terdapat unsur Polda, BPKP, dan keuangan agar tata kelolanya semakin kuat dan terpercaya,” tambahnya. Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Bagian SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.B.A menjelaskan bahwa audiensi dilakukan sebagai bagian dari silaturahmi dan optimalisasi UPZ di berbagai instansi. “Kami datang bukan untuk collect, tetapi untuk collab. Kami ingin membangun kolaborasi dan memperkuat tata kelola bersama berbagai institusi,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa BAZNAS Provinsi Kalbar setiap hari melakukan roadshow ke OPD, instansi, badan, dan biro dalam rangka optimalisasi UPZ. Namun demikian, masih terdapat tantangan dalam kedisiplinan pelaporan dari UPZ dan LAZ. “Kami memiliki tantangan dalam tata kelola laporan. Karena itu kami membutuhkan dukungan dan masukan terkait pengawasan agar pengelolaan zakat semakin akuntabel,” ungkapnya. Sementara itu, Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Kalbar, Jaki Azmi, S.E menjelaskan bahwa zakat memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam membantu masyarakat, khususnya untuk kebutuhan sosial yang tidak seluruhnya dapat terakomodir melalui APBD Darurat. “Penggunaan APBD Tidak Terduga dalam APBD hanya difokuskan pada bencana alam, padahal banyak hal kebutuhan mendesak masyarakat lainnya misalnya biaya pengobatan, modal usaha kecil, kebutuhan kependidikan, kebutuhan pokok. Karena saat ada kebutuhan mendesak di masyarakat , tetapi tidak dianggarkan dan tidak bisa menggunakan pos tidak terduga, maka pos apa yang bisa digunakan? Jika sembarangan nanti berhadapan sengan APH". tuturnya. Melalui audiensi ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan BPKP Provinsi Kalbar dalam mendukung tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan berdampak bagi masyarakat.
BERITA11/05/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Provinsi Kalbar dan Pondok Tahfidz Ashqaf Bangun Sinergi untuk Umat dan Generasi Qur’ani
BAZNAS Provinsi Kalbar dan Pondok Tahfidz Ashqaf Bangun Sinergi untuk Umat dan Generasi Qur’ani
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melakukan audiensi dan silaturahmi ke Pondok Tahfidz Ashqaf & Maryam College sebagai upaya memperkuat sinergi dalam pengembangan dakwah, pendidikan Al-Qur’an, serta optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Pimpinan Bagian Administrasi SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.B.A menyampaikan rasa bangganya dapat hadir langsung di Pondok Tahfidz Ashqaf. Dalam kesempatan tersebut, ia memperkenalkan struktur kepengurusan BAZNAS Provinsi Kalbar sekaligus menjelaskan berbagai program strategis yang tengah dijalankan. “Kami hadir untuk colabs, bukan collect. BAZNAS dibantu oleh UPZ dan LAZ dalam mengelola ZIS. Bahkan kebijakan pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar periode ini membolehkan UPZ mengelola dana hingga 100 persen, dan apabila kurang akan kami bantu,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa salah satu fokus utama BAZNAS saat ini adalah optimalisasi UPZ sebagai ujung tombak dalam membantu menyelesaikan persoalan sosial di lingkungan masing-masing. “UPZ menjadi mata dan telinga kami di lapangan. Kami ingin keberadaan UPZ bukan menjadi beban, tetapi menjadi support system yang membantu menyelesaikan persoalan umat,” tambahnya. Ali Rohman juga mendorong agar SK UPZ Ashqaf dapat diperpanjang dan dioptimalkan kembali agar kebermanfaatannya dapat semakin dirasakan oleh santri maupun masyarakat sekitar. Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.SI menyampaikan bahwa kehadiran BAZNAS bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga membangun sinergi nyata bersama pesantren. “Kami melihat Pondok Ashqaf berkembang dengan kesungguhan dan telah melahirkan generasi Qur’an. Banyak hal yang bisa kita sinergikan, baik secara formal maupun nonformal,” tuturnya. Ia juga menyebutkan bahwa BAZNAS memiliki program Kampung Zakat di Kalimantan Barat yang bersinergi bersama Kementerian Agama dan diharapkan dapat dikembangkan bersama berbagai lembaga pendidikan Islam. Dari pihak pondok pesantren, pimpinan Pondok Tahfidz Ashqaf menyampaikan rasa syukur atas perkembangan pondok yang kini semakin maju. Ia menegaskan bahwa sejak awal pondok dibangun dengan semangat dakwah dan pendidikan Al-Qur’an. “Santri kami diajarkan untuk menjadi tangan di atas, agar kelak mampu memberi kepada orang lain. Adapun UPZ di pondok ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi santri untuk memahami dan mengelola zakat,” jelasnya. Pihak pondok juga berharap adanya dukungan BAZNAS untuk membantu program-program sosial yang dijalankan, termasuk pembinaan kampung mualaf di daerah terpencil serta program “Sejuk” atau Sejahterakan Guru Ngaji. “Kami yakin BAZNAS bisa mewarnai banyak hal dengan program-program yang lebih luas untuk membantu umat,” tambahnya. Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Kalbar, Jaki Azmi, S.E menyampaikan tiga fokus utama program BAZNAS Provinsi Kalbar, yakni optimalisasi UPZ, penguatan Sahabat Zema atau Generasi Zakat (Gen Z), serta Forum Tumpuk Tengah sebagai ruang kolaborasi antara BAZNAS dan LAZ di Kalimantan Barat.
BERITA11/05/2026 | Helmi Anshari
Audiensi ke Dishub Kalbar, BAZNAS Kalbar Dorong Optimalisasi UPZ
Audiensi ke Dishub Kalbar, BAZNAS Kalbar Dorong Optimalisasi UPZ
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat sinergi lintas sektor melalui audiensi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Kalbar. Pertemuan ini membahas optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), hingga peluang kolaborasi program sosial dan pemberdayaan masyarakat. Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi Kalbar, Rudi, menyambut baik audiensi tersebut. Ia mengaku penjelasan terkait zakat dan sedekah memberikan pemahaman baru bagi pihaknya. “Terkait ZIS yang disampaikan secara langsung, kami berharap ada informasi penyaluran zakat yang jelas. Penjelasan ini membuka pemikiran kami terkait ZIS, dan semoga ke depan kita dapat menjalin kolaborasi antara Dinas Perhubungan dan BAZNAS Provinsi Kalbar,” ujarnya. Ia juga menyampaikan beberapa pertanyaan terkait pengelolaan zakat, mulai dari mekanisme pemotongan bagi ASN pensiun, konsultasi zakat, hingga kewajiban membayar zakat yang sempat terlupa. Menanggapi hal tersebut, Pimpinan Bagian Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.B.A, menjelaskan bahwa BAZNAS hadir bukan sekadar untuk pengumpulan dana, tetapi membangun kolaborasi dalam membantu menyelesaikan persoalan umat. “Zakat merupakan instrumen Allah untuk membantu menyelesaikan persoalan sosial umat. Kami hadir bukan untuk collect, tetapi untuk collaboration,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa pengelolaan zakat di BAZNAS berlandaskan tiga prinsip utama, yakni aman syariah, aman regulasi, dan aman NKRI. Selain itu, sistem pengumpulan zakat dilakukan berdasarkan asas kerelaan dan disalurkan melalui amil resmi. “Khusus payroll ASN, 100 persen dana akan dikembalikan untuk ASN golongan II ke bawah dalam bentuk bantuan dan beasiswa,” tambahnya. Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Kalbar, Jaki Azmi, S.E, turut memaparkan dasar hukum zakat dalam Al-Qur’an serta potensi besar zakat di Kalimantan Barat. “Potensi zakat di Kalbar mencapai Rp2,345 triliun, namun yang terealisasi baru sekitar Rp7 miliar atau 0,31 persen. Karena itu, perlu penguatan ekosistem zakat melalui optimalisasi UPZ, UPZ tematik, Sahabat ZEMA, dan kolaborasi antar lembaga,” ungkapnya. Ia juga menjelaskan bahwa BAZNAS telah memanfaatkan data DTSEN untuk memverifikasi mustahik dan muzaki agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran. Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menegaskan bahwa BAZNAS bukan hanya lembaga pengelola zakat, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan. “Kami merupakan lembaga filantropi plat merah yang dapat bergerak cepat membantu masyarakat selama 24 jam. Payroll ASN juga merupakan ikhtiar pemerintah daerah agar keberkahan zakat dapat dirasakan masyarakat luas,” ujarnya. Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iswardani, SE.I, menambahkan bahwa pola pendistribusian zakat saat ini lebih diarahkan pada pemberdayaan masyarakat. “Sebanyak 60 persen dana zakat diarahkan untuk pendayagunaan, seperti pelatihan dan modal usaha bagi mustahik agar mereka bisa mandiri secara ekonomi,” jelasnya. Ia juga melihat Dinas Perhubungan sebagai mitra strategis karena memiliki ruang lingkup yang luas di sektor transportasi. BAZNAS pun membuka peluang kerja sama melalui pemasangan media sosialisasi zakat di area transportasi hingga pengembangan program berbasis kebutuhan Dinas Perhubungan. “UPZ di Dinas Perhubungan nantinya dapat membantu menyelesaikan persoalan sosial di lingkungan instansi itu sendiri. Bahkan pengelolaan dana bisa dilakukan secara mandiri selama laporan tetap disampaikan kepada BAZNAS,” tambahnya. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Provinsi Kalbar juga mengajak jajaran Dinas Perhubungan untuk berpartisipasi dalam program kurban yang tengah dijalankan menjelang Hari Raya Iduladha.
BERITA08/05/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Provinsi Kalbar Dorong Kemandirian Mustahik Lewat Bantuan Usaha Produktif
BAZNAS Provinsi Kalbar Dorong Kemandirian Mustahik Lewat Bantuan Usaha Produktif
Pontianak – Di tengah ujian hidup yang berat, semangat untuk bertahan tetap ditunjukkan oleh Syarifah Zuhroh (58 tahun), seorang pelaku usaha kecil yang telah menjalankan usaha penjualan gas elpiji 3 kilogram selama kurang lebih tiga tahun. Selain menjual gas, Syarifah juga berjualan berbagai kebutuhan harian seperti sayur-mayur, daging, ikan, hingga kosmetik untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Usaha sederhana tersebut menjadi sumber penghidupan utama bagi dirinya. Namun, cobaan datang ketika empat bulan yang lalu suaminya meninggal dunia. Kehilangan tersebut tidak hanya meninggalkan duka mendalam, tetapi juga berdampak pada kondisi ekonomi keluarga. Di tengah kondisi tersebut, Syarifah tetap berusaha kuat dan melanjutkan aktivitas usahanya. Ketekunan dan semangatnya menjadi cerminan perjuangan seorang ibu dalam menghadapi keterbatasan. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat hadir memberikan bantuan modal usaha guna mendukung keberlangsungan usaha Syarifah. Bantuan yang diberikan berupa 5 tabung gas elpiji 3 kilogram serta uang tambahan modal usaha. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas usaha yang dijalankan, sehingga Syarifah dapat terus mandiri secara ekonomi dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Provinsi Kalbar dalam mendukung pemberdayaan ekonomi mustahik, agar tidak hanya menerima bantuan konsumtif, tetapi juga mampu bangkit melalui usaha produktif. Kisah Syarifah Zuhroh menjadi pengingat bahwa di balik setiap keterbatasan, selalu ada harapan. Dengan dukungan dan kepedulian bersama, usaha kecil dapat tumbuh menjadi sumber kekuatan dan kemandirian.
BERITA06/05/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi Ke Kantor Pos Pontianak
BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi Ke Kantor Pos Pontianak
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat terus memperluas sinergi lintas sektor melalui audiensi bersama Kantor Pos Pontianak. Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sekaligus memperkuat kolaborasi program sosial di Kalimantan Barat. Pimpinan Bagian Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.B.A, menyampaikan bahwa kehadiran BAZNAS bukan sekadar untuk pengumpulan dana, melainkan membangun kolaborasi yang berdampak nyata. “Kami hadir untuk optimalisasi UPZ, bukan untuk collecting semata, tetapi untuk kolaborasi. Kami yakin ada banyak program yang bisa disinergikan antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan Kantor Pos,” ujarnya. Sementara itu, Pimpinan Bidang Pengumpulan, Jaki Azmi, SE, menjelaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga resmi yang bertanggung jawab secara berjenjang dari pusat hingga daerah, dengan dukungan LAZ dan UPZ dalam pengumpulan serta pendistribusian zakat. Ia juga menekankan bahwa zakat memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan. “BAZNAS memiliki fleksibilitas dalam penyaluran bantuan, terutama untuk kebutuhan mendesak. Bahkan, dana zakat harus disalurkan paling lambat 30 hari sejak diterima,” jelasnya. Lebih lanjut, BAZNAS Provinsi Kalbar terus memperkuat ekosistem zakat melalui optimalisasi UPZ, pengembangan Generasi Zakat (Gen Z) dan Sahabat ZEMA (Zero Mustahik), serta penguatan kolaborasi antar lembaga. Ali Rohman juga menambahkan bahwa UPZ memiliki peran strategis sebagai “mata dan telinga” BAZNAS dalam mengidentifikasi permasalahan sosial di masing-masing instansi. Ia juga membuka peluang pembentukan layanan ZIS di lingkungan Kantor Pos. “Kami melihat banyak potensi titik layanan yang bisa dikembangkan bersama. Sahabat ZEMA juga akan membantu dalam penguatan pengelolaan dan pelaporan di UPZ,” tambahnya. Di sisi lain, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iswardani, SE.I, menyoroti potensi besar kolaborasi dengan Kantor Pos, khususnya dalam pemanfaatan aset dan jaringan yang luas. “Kami melihat peluang untuk memanfaatkan aset Kantor Pos sebagai pusat ekonomi mustahik, misalnya dengan menghadirkan sentra UMKM yang melibatkan para penerima manfaat,” ungkapnya. Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Pos Pontianak, Kokoh Handoko, menyambut baik rencana kolaborasi bersama BAZNAS. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah lebih dahulu bekerja sama dengan BAZNAS pusat melalui platform PosPay. “Kami rutin menjalankan program Jumat Berkah melalui aplikasi PosPay sebagai bagian dari ikhtiar kami. Kami juga memiliki 32 kantor cabang pembantu serta jaringan agen pos yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung program BAZNAS,” jelasnya. Ia juga membuka peluang integrasi sistem pembayaran zakat melalui QRIS di seluruh outlet Kantor Pos serta dukungan promosi program kurban BAZNAS. “Kami siap mendukung, termasuk pembuatan QRIS untuk BAZNAS dan penyebarannya di seluruh outlet. Bahkan, kami juga siap membantu publikasi seperti spanduk program kurban,” tambahnya. Audiensi ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi konkret antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan Kantor Pos Pontianak dalam memperluas jangkauan layanan ZIS, meningkatkan literasi zakat, serta memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi para mustahik.
BERITA06/05/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Kalbar dan BAZNAS Kota Pontianak Perkuat Sinergi Program Zakat dan Pemberdayaan Umat
BAZNAS Kalbar dan BAZNAS Kota Pontianak Perkuat Sinergi Program Zakat dan Pemberdayaan Umat
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melakukan audiensi dan silaturahmi dengan BAZNAS Kota Pontianak guna memperkuat sinergi program zakat, infak, dan sedekah (ZIS), serta meningkatkan kolaborasi dalam pemberdayaan umat. Ketua BAZNAS Kota Pontianak, Sulaiman, S.Sos.I, menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap pertemuan ini dapat menghasilkan kolaborasi program yang lebih luas dan berdampak. “Semoga dari pertemuan ini kita dapat mensinergikan berbagai program, sehingga semakin banyak manfaat yang bisa kita berikan kepada masyarakat,” ujarnya. Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Kota Pontianak, Drs. H. Lazuardi, M.Si, menambahkan bahwa meskipun masing-masing memiliki bidang yang berbeda, tujuan utama tetap sama, yakni mengoptimalkan pengumpulan dan penyaluran ZIS. Ia memaparkan sejumlah program yang telah berjalan, seperti sedekah Jumat untuk anak sekolah, penguatan UPZ masjid, program ASN berbagi, hingga rencana pengembangan program kurban dan bedah rumah. Saat ini, BAZNAS Kota Pontianak juga telah membentuk ratusan UPZ, baik di masjid maupun instansi. “Kami berharap program BAZNAS Kota dan Provinsi dapat terus disinergikan, termasuk dukungan pada program strategis seperti bantuan pendidikan, bedah rumah, dan penguatan UPZ,” ungkapnya. Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan dan menegaskan pentingnya kolaborasi antar BAZNAS dalam menjawab berbagai persoalan umat. “Kita ingin sinergi ini tidak hanya sebatas silaturahmi, tetapi berlanjut menjadi silaturahmi amal. Banyak persoalan mustahik yang perlu kita petakan dan tangani bersama,” jelasnya. Ia juga menyoroti beberapa isu sosial, seperti kasus tuberkulosis (TBC) di Kota Pontianak yang cukup tinggi, serta kebutuhan bantuan bagi masyarakat yang harus ditangani secara kolaboratif antara BAZNAS Provinsi dan Kota. Pimpinan Bagian Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.BA, menekankan pentingnya optimalisasi UPZ sebagai ujung tombak pengelolaan zakat. “Provinsi berperan sebagai orkestrator. Jika UPZ berjalan optimal, maka berbagai persoalan di masyarakat dapat ditangani lebih efektif. Kami juga mendorong adanya klaster binaan untuk mustahik,” ujarnya. Sementara itu, Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Kalbar, Jaki Azmi, S.E, memperkenalkan program Generasi Zakat (Gen Z) dan Sahabat ZEMA (Zero Mustahik), yang melibatkan pelajar dalam membantu pengelolaan dan pelaporan zakat. Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iswardani, S.E.I, menambahkan bahwa BAZNAS Provinsi memiliki program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) yang dapat disinergikan untuk mendukung pelaku UMKM dari kalangan mustahik. “Kita juga bisa bersinergi dalam pengelolaan data, baik data pengumpulan maupun penyaluran, termasuk dalam penanganan bencana,” jelasnya. Melalui audiensi ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang semakin kuat antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan BAZNAS Kota Pontianak, sehingga program-program yang dijalankan dapat lebih terarah, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
BERITA06/05/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Kalbar Perkuat Kolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UKM untuk Penguatan Ekonomi Umat
BAZNAS Kalbar Perkuat Kolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UKM untuk Penguatan Ekonomi Umat
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melakukan audiensi dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalbar dalam rangka memperkuat sinergi program, khususnya dalam optimalisasi zakat dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menyampaikan apresiasi atas kontribusi aktif Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Dinas Koperasi yang selama ini telah berperan dalam mendukung pengumpulan zakat. “Kami mengucapkan terima kasih atas peran aktif UPZ Dinas Koperasi. Semoga ke depan kita dapat membangun program-program kolaboratif yang berdampak lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Bagian Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.BA, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan roadshow ke berbagai instansi guna mengoptimalkan peran UPZ sebagai garda terdepan dalam pengelolaan zakat. Ia menegaskan bahwa BAZNAS hadir bukan hanya sebagai lembaga pengumpul, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam menyelesaikan persoalan sosial melalui pendekatan kolaboratif bersama UPZ dan LAZ. “UPZ tematik menjadi salah satu strategi yang kami dorong, karena mampu menjawab persoalan secara spesifik sesuai dengan karakteristik masing-masing instansi,” jelasnya. Lebih lanjut, Ali Rohman juga menambahkan bahwa sesuai amanah undang-undang, pengelolaan zakat harus mengedepankan pendayagunaan, dengan porsi hingga 60 persen untuk program yang bersifat produktif, termasuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Kalbar, Jaki Azmi, S.E, turut memaparkan potensi zakat yang besar di Kalimantan Barat, yakni mencapai Rp2,345 triliun, namun realisasinya masih sekitar Rp7 miliar. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berzakat. Ia juga menjelaskan bahwa zakat memiliki peran strategis sebagai instrumen kesejahteraan umat, yang dapat menjangkau masyarakat mustahik secara cepat dan tepat sasaran. Sementara itu, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iswardani, S.E.I, menyoroti peluang kolaborasi antara BAZNAS dan Dinas Koperasi dalam mendukung pengembangan UMKM. “Kami melihat banyak kesamaan program, terutama dalam pendampingan UMKM, pemberian modal usaha, pelatihan, serta penguatan kemandirian ekonomi umat. Ini menjadi peluang besar untuk kita sinergikan bersama,” ungkapnya. Dari pihak Dinas Koperasi dan UKM, Sekretaris Dinas menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik rencana kolaborasi tersebut, meskipun masih terdapat beberapa tantangan dalam implementasi, seperti pemahaman masyarakat terkait zakat serta aspek pelaporan. Diskusi juga berkembang terkait persepsi masyarakat terhadap zakat yang masih beragam, termasuk anggapan bahwa zakat bersifat paksaan atau belum memahami manfaatnya secara menyeluruh. Ketua UPZ Dinas Koperasi, Mastam, menyampaikan bahwa diperlukan sosialisasi yang lebih intensif agar pegawai memahami fungsi dan manfaat zakat, serta peran UPZ dalam membantu masyarakat sekitar. Selain itu, salah satu pengurus, Wagiati, mengungkapkan bahwa audiensi ini membuka wawasan baru terkait peran zakat yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga dapat menjadi solusi dalam pemberdayaan ekonomi, termasuk melalui bantuan modal usaha. Melalui audiensi ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan Dinas Koperasi dan UKM, khususnya dalam mengoptimalkan peran UPZ serta mendorong program pemberdayaan UMKM berbasis zakat yang berkelanjutan.
BERITA06/05/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Kalbar dan MUI Perkuat Sinergi untuk Zakat dan UMKM Halal
BAZNAS Kalbar dan MUI Perkuat Sinergi untuk Zakat dan UMKM Halal
Pontianak - BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melakukan audiensi dengan MUI Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memperkuat sinergi program zakat, pemberdayaan umat, serta dukungan terhadap pelaku UMKM, khususnya dalam percepatan sertifikasi halal. Sekretaris MUI Provinsi Kalbar, Muhammad Sani, S.H., M.A, menyambut baik audiensi tersebut dan menegaskan bahwa hubungan antara MUI dan BAZNAS telah terjalin erat sejak lama, baik di tingkat daerah maupun pusat. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi antara kedua lembaga sangat penting agar program-program yang dijalankan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “MUI siap mendukung dan bersinergi dengan BAZNAS. Program-program yang ada diharapkan dapat membantu mengentaskan berbagai persoalan umat,” ujarnya. Dalam pertemuan tersebut, MUI juga menyoroti kebijakan pemerintah terkait kewajiban sertifikasi halal bagi produk pangan yang ditargetkan berlaku penuh pada Oktober 2026. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku UMKM, terutama yang memiliki keterbatasan dalam proses sertifikasi. MUI mendorong adanya kolaborasi dengan BAZNAS untuk membantu pelaku usaha dalam proses sertifikasi halal, baik melalui pendampingan maupun dukungan pembiayaan. Selain itu, pentingnya regulasi juga disampaikan sebagai penguat implementasi program di lapangan, termasuk dorongan penyusunan payung hukum terkait pengelolaan zakat. Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menyampaikan apresiasi atas sambutan MUI serta menegaskan komitmen BAZNAS dalam membangun sinergi yang lebih kuat. “Kami terus berupaya meningkatkan kepercayaan masyarakat dan mengoptimalkan pengumpulan zakat, termasuk melalui payroll ASN yang masih perlu ditingkatkan. Kami juga siap berkolaborasi dalam membantu UMKM, khususnya terkait sertifikasi halal,” ungkapnya. Sementara itu, Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Kalbar, Jaki Azmi, S.E, menjelaskan bahwa potensi zakat di Kalimantan Barat mencapai Rp2,345 triliun, namun realisasinya masih sekitar Rp7 miliar atau 0,31 persen. Hal ini menunjukkan perlunya penguatan ekosistem zakat melalui berbagai strategi, seperti optimalisasi UPZ tematik, pengembangan Generasi Zakat (Gen Z), serta program Sahabat ZEMA (Zero Mustahik). Ia juga menekankan bahwa zakat memiliki fleksibilitas dalam penyaluran, sehingga dapat menjadi solusi cepat untuk kebutuhan mendesak masyarakat, tanpa harus menunggu mekanisme yang panjang. Pimpinan Bagian Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.BA, menambahkan bahwa optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan dampak program. “Jika UPZ berjalan optimal, maka permasalahan di setiap titik wilayah dapat ditangani secara lebih efektif. Kami juga berharap MUI dapat memberikan dorongan kepada masyarakat untuk semakin sadar dan aktif dalam menunaikan zakat,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kalbar, Iswardani, S.E.I, turut memaparkan program pemberdayaan ekonomi melalui BAZNAS Microfinance Desa (BMD), yang memberikan pinjaman tanpa bunga bagi pelaku usaha kecil. Di sisi lain, Direktur LPPOM Provinsi Kalbar, Dr. H. Agus Wibowo, M.Si, menyampaikan bahwa kerja sama antara LPPOM dan BAZNAS telah berjalan dalam mendukung sertifikasi halal, termasuk program sertifikasi gratis bagi pelaku usaha. Namun, masih terdapat tantangan berupa keterbatasan biaya dan kesadaran pelaku usaha dalam mengurus sertifikasi halal. Melalui audiensi ini, diharapkan sinergi antara BAZNAS dan MUI semakin kuat, tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga dalam pemberdayaan ekonomi umat, peningkatan kesadaran zakat, serta dukungan terhadap pelaku UMKM agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
BERITA30/04/2026 | Helmi Anshari
Di Usia Lanjut dan Sakit, Ibu Sudardjanti Dapat Santunan dari BAZNAS Kalbar
Di Usia Lanjut dan Sakit, Ibu Sudardjanti Dapat Santunan dari BAZNAS Kalbar
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat membantu masyarakat yang membutuhkan melalui Program Kalbar Peduli. Kali ini, bantuan disalurkan kepada seorang lansia penderita penyakit autoimun osteoporosis, Ibu Sudardjanti (73 tahun), yang tinggal di Jalan Sulawesi, Gang Haji Sarah. Rabu, (29/04/2026). Ibu Sudardjanti merupakan seorang janda yang telah lama ditinggal wafat oleh suaminya. Semasa hidupnya, beliau berperan sebagai ibu rumah tangga. Namun, di usia senjanya, ia harus menghadapi kondisi kesehatan yang menurun akibat penyakit autoimun dan osteoporosis yang dideritanya. Saat ini, Ibu Sudardjanti menjalani kehidupan dengan kondisi sakit menahun dan sangat bergantung pada perawatan keluarga. Perawatan sehari-hari dilakukan oleh anak, menantu, serta cucunya yang dengan penuh kesabaran mendampingi beliau. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Provinsi Kalbar memberikan bantuan berupa uang santunan, pampers, serta minyak kayu putih untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar dan menunjang perawatan harian beliau. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga dalam merawat Ibu Sudardjanti, sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap para lansia yang membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam kondisi sakit berkepanjangan. Program Kalbar Peduli sendiri merupakan salah satu bentuk nyata penyaluran zakat, infak, dan sedekah yang difokuskan pada bantuan kemanusiaan, khususnya bagi masyarakat yang berada dalam kondisi darurat dan membutuhkan uluran tangan. BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat terus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menebar kebaikan melalui zakat, infak, dan sedekah, agar semakin banyak mustahik yang dapat terbantu dan merasakan manfaatnya secara langsung.
BERITA30/04/2026 | Helmi Anshari
Hidup di Kios 2x3 Meter, Rukmana Kini Dapat Bantuan Rumah Singgah BAZNAS
Hidup di Kios 2x3 Meter, Rukmana Kini Dapat Bantuan Rumah Singgah BAZNAS
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat kembali memberikan bantuan tempat tinggal layak huni kepada Rukmana, seorang tukang cukur yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Kamis (30/04/2026). Rukmana, Pria yang berumur 45 tahun tersebut telah menjalani kehidupan sebagai tukang cukur selama kurang lebih 15 tahun. Ia tinggal sekaligus menjalankan usahanya di sebuah kios gunting rambut sederhana yang berlokasi di Jalan Uray Bawadi, Gang Family. Kios tersebut bukan miliknya, melainkan milik Ketua RT setempat, yang awalnya disewa, namun kini hanya menggunakan sistem bagi hasil dari pendapatan usaha. Dalam kesehariannya, Rukmana bekerja dari pagi hingga malam demi mencukupi kebutuhan hidup. Namun di balik kerja kerasnya, ia harus menghadapi kenyataan pahit setelah ditinggal oleh istrinya, serta harus membesarkan tiga orang anak seorang diri. Kondisi tempat tinggalnya pun sangat memprihatinkan. Ia hanya menempati ruang berukuran sekitar 2 x 3 meter di dalam kios tersebut untuk beristirahat bersama anak bungsunya yang masih balita. Sementara dua anak lainnya terpaksa dititipkan di Panti Asuhan Nurul Iman demi mendapatkan pengasuhan yang lebih layak. Sebelumnya, Rukmana sempat memiliki tempat tinggal pinjaman dari rekannya di kawasan Swignyo. Namun, rumah tersebut mengalami kebakaran, sehingga ia terpaksa kembali tinggal di kios tempatnya bekerja. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat hadir memberikan bantuan berupa penyediaan rumah inap yang lebih layak untuk Rukmana dan anaknya. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi Rukmana dalam menjalani kehidupan sehari-hari, serta menjadi semangat baru untuk terus berjuang memenuhi kebutuhan keluarga. BAZNAS Provinsi Kalbar berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, tidak hanya melalui bantuan konsumtif, tetapi juga dalam bentuk solusi nyata yang meningkatkan kualitas hidup mustahik. Melalui dukungan para muzaki, diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat terbantu dan merasakan manfaat zakat, infak, dan sedekah secara langsung.
BERITA30/04/2026 | Helmi Anshari
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kalimantan Barat.

Lihat Daftar Rekening →