WhatsApp Icon
BAZNAS kota Singkawang Bantu Korban Kebakaran di Setapuk Besar

SINGKAWANG - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Singkawang menunjukkan wujud kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah. BAZNAS menyalurkan bantuan paket sembako kepada Ibu Kartini, warga Jalan Ma'had Usman, Kelurahan Setapuk Besar, yang rumahnya ludes terbakar. Senin (12/10/2026)

Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Singkawang, H. Mahmudi, S.Ag, didampingi oleh para relawan zakat BAZNAS Kota Singkawang di lokasi kediaman korban.

Kebakaran yang menimpa rumah Ibu Kartini menyisakan duka mendalam. Sebagai bentuk respon cepat terhadap musibah tersebut, BAZNAS hadir untuk memberikan dukungan moril dan bantuan kebutuhan pokok.

Ketua BAZNAS Kota Singkawang, H. Mahmudi, S.Ag menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzaki yang harus segera disalurkan kepada mereka yang membutuhkan, terutama korban musibah.

"Ini adalah salah satu tugas dan fungsi BAZNAS, yaitu hadir di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Musibah kebakaran yang dialami Ibu Kartini adalah duka kita bersama. Semoga bantuan sembako ini dapat sedikit meringankan beban beliau dan keluarga. Kami juga mendoakan agar Ibu Kartini diberikan ketabahan dan kesabaran menghadapi cobaan ini," ujar H. Mahmudi.

Lebih lanjut, H. Mahmudi mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Singkawang yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kota Singkawang.

"Terima kasih kepada para muzaki. Berkat zakat, infak, dan sedekah yang Anda titipkan, kami bisa bergerak cepat membantu sesama. Mari terus kita kuatkan kepedulian dan solidaritas sosial di Kota Singkawang," tambahnya.

Sementara itu, Ibu Kartini menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BAZNAS Kota Singkawang yang telah peduli dan datang langsung memberikan bantuan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program BAZNAS Kota Singkawang Peduli yang fokus pada penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan.

15/10/2026 | Kontributor: Andini
BAZNAS Sanggau Salurkan Dana Fidyah kepada 23 Fakir Miskin

SANGGAU — BAZNAS Kabupaten Sanggau menyalurkan dana fidyah kepada 23 orang fakir miskin di sekitar Kota Sanggau. Penyaluran berlangsung di Gedung Kantor BAZNAS Kabupaten Sanggau, Selasa, 29 September 2026.

Dana yang disalurkan merupakan fidyah dari beberapa muzaki yang menunaikan kewajiban fidyah melalui BAZNAS Kabupaten Sanggau pada bulan Ramadan lalu. Dana tersebut kemudian dihimpun dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid.

Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp300.000, dengan total dana fidyah yang disalurkan mencapai Rp6.900.000. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian untuk membantu meringankan kebutuhan masyarakat fakir miskin.

Kegiatan penyaluran turut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sanggau, yang memberikan sambutan sekaligus pembinaan. Hadir pula Ketua, Komisioner, dan staf BAZNAS Kabupaten Sanggau.

Melalui penyaluran dana fidyah ini, BAZNAS Kabupaten Sanggau memastikan amanah yang dititipkan oleh para muzaki dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran melalui UPZ Masjid juga menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan manfaat dana fidyah agar dapat diterima oleh masyarakat yang tepat.

BAZNAS Kabupaten Sanggau terus berkomitmen untuk mengelola dan menyalurkan dana keagamaan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

08/10/2026 | Kontributor: Andini
BAZNAS Kabupaten Sanggau Salurkan Bantuan kepada 36 Petugas Fardhu Kifayah

SANGGAU, 12 Agustus 2026 — BAZNAS Kabupaten Sanggau menyalurkan bantuan kepada 36 petugas fardhu kifayah sebagai bentuk kepedulian terhadap para mustahik yang turut menjalankan tugas sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.

Kegiatan penyaluran bantuan berlangsung di Gedung BAZNAS Kabupaten Sanggau pada Rabu, 12 Agustus 2026. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp500.000, sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai Rp18.000.000.

Bantuan tersebut diberikan untuk membantu meringankan kebutuhan sehari-hari para petugas fardhu kifayah. Dalam penyaluran ini, penerima bantuan termasuk dalam kategori fi sabilillah, sebagai salah satu kelompok yang berhak menerima zakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sanggau, Bapak H. Nasri H. Rajali, S.Ag., perwakilan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag), penyelenggara zakat dan wakaf, serta Ketua, komisioner, dan staf BAZNAS Kabupaten Sanggau.

Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kabupaten Sanggau dalam mendistribusikan dana zakat kepada masyarakat yang berhak menerima. Dukungan kepada petugas fardhu kifayah diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka sekaligus mendukung keberlangsungan pelayanan sosial dan keagamaan di lingkungan masyarakat.

Melalui penyaluran tersebut, BAZNAS Kabupaten Sanggau terus berkomitmen agar dana zakat dapat memberikan manfaat dan membantu meringankan kebutuhan para mustahik secara tepat sasaran.

06/10/2026 | Kontributor: Andini
BAZNAS Singkawang Paparkan Inovasi Fiqih Zakat untuk Kesehatan dalam Workshop ADINKES

Singkawang – BAZNAS Kota Singkawang menjadi narasumber dalam kegiatan Penguatan Kemitraan Strategis OPD Non-Dinkes, Swasta/CSR, dan Dana Desa untuk Pencegahan dan Pengendalian AIDS, TBC, dan Malaria (ATM) yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dinas Kesehatan (ADINKES) di Dayang Resort Singkawang.

Selasa (29/9/2026)

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan se-Kalimantan Barat, Kepala Puskesmas, serta sejumlah mitra di bidang kesehatan. Kegiatan dibuka oleh Wakil Wali Kota Singkawang, Muhammadin, S.E., M.H.

Dalam sambutannya, Muhammadin menyampaikan apresiasi terhadap peran BAZNAS Kota Singkawang sebagai salah satu mitra strategis Pemerintah Kota Singkawang dalam mendukung upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.

“BAZNAS adalah organisasi yang dibentuk pemerintah dan telah terbukti menjadi salah satu mitra penting Pemkot dalam pengentasan kemiskinan ekstrem, mulai dari bantuan RTLH hingga bantuan modal usaha bagi dhuafa. Kolaborasi dengan Dinas Kesehatan dalam penanganan TBC ini merupakan langkah maju,” ujar Muhammadin.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Singkawang, Malik Moh Said, memaparkan kontribusi BAZNAS dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit menular, khususnya tuberkulosis (TBC).

Malik menjelaskan bahwa dukungan BAZNAS tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan ekonomi, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“BAZNAS Kota Singkawang telah berkontribusi melalui penyaluran bantuan sembako dan nutrisi berupa beras, telur, susu, dan vitamin bagi penderita TBC. Selain itu, kami juga mendukung upaya penanggulangan stunting serta pengadaan jamban sehat bagi keluarga tidak mampu sebagai bagian dari upaya pencegahan penularan TBC,” jelas Malik.

Menurutnya, program tersebut dilaksanakan dengan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan zakat, termasuk Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014, serta Peraturan BAZNAS Nomor 3 Tahun 2018 tentang Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat.

Dalam forum tersebut, BAZNAS Kota Singkawang juga memperkenalkan konsep Fiqih Zakat untuk Kesehatan, sebagai pendekatan dalam mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat untuk mendukung kebutuhan kesehatan mustahik.

Malik menjelaskan, konsep tersebut dikembangkan dengan pendekatan Maqashid Syariah, khususnya prinsip Hifzhun Nafs atau menjaga jiwa.

“Pasien TBC yang berasal dari keluarga fakir miskin dan membutuhkan dukungan nutrisi untuk menunjang kepatuhan menjalani pengobatan selama enam bulan dapat menjadi bagian dari penerima manfaat zakat sesuai ketentuan asnaf. Begitu juga keluarga tidak mampu yang membutuhkan jamban sehat untuk mengurangi risiko penularan penyakit,” paparnya.

Pendekatan tersebut, lanjut Malik, menjadi bagian dari upaya BAZNAS untuk memastikan pendistribusian zakat tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan ekonomi, tetapi juga mendukung keberlangsungan hidup dan kualitas kesehatan masyarakat yang membutuhkan.

Dalam diskusi workshop, model kolaborasi antara BAZNAS dengan sektor kesehatan juga menjadi salah satu perhatian peserta. Melalui mekanisme by name by address, Dinas Kesehatan dan Puskesmas dapat menyediakan data calon penerima manfaat, sementara BAZNAS melakukan verifikasi sesuai ketentuan mustahik serta menyalurkan bantuan sesuai program yang tersedia.

Ke depan, BAZNAS Kota Singkawang merencanakan penguatan program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi pasien TBC dengan sasaran 50–100 pasien per tahun. Selain itu, direncanakan pengembangan program Rumah Sehat melalui perbaikan sirkulasi udara, pembangunan 30 jamban sehat, serta penguatan integrasi data antara sistem informasi BAZNAS dan data kesehatan yang dikelola Dinas Kesehatan.

Melalui penguatan kemitraan tersebut, BAZNAS Kota Singkawang berharap kolaborasi dengan pemerintah daerah dan sektor kesehatan dapat terus dikembangkan untuk membantu masyarakat kurang mampu sekaligus mendukung upaya pencegahan dan pengendalian TBC di Kota Singkawang.

Kegiatan workshop ini menjadi salah satu ruang untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam penanganan persoalan kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan sosial dan ekonomi.

30/09/2026 | Kontributor: Andini
BAZNAS Kalbar dan Yayasan Generasi Harapan Khatulistiwa Hadirkan Akses Air Bersih melalui SARI-KASI di Masjid Baitul Makmur.

PONTIANAK — Upaya menghadirkan akses air bersih terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat bersama Yayasan Generasi Harapan Khatulistiwa (GEN-HK) menghadirkan Program Air Bersih melalui penyerahan alat filter air SARI-KASI kepada Masjid Baitul Makmur, Kampung Bansir, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak. 25 September 2026

Penyerahan alat filter air tersebut menjadi bagian dari sinergi dalam mendukung ketersediaan air bersih bagi jamaah masjid dan masyarakat di lingkungan sekitar. Kehadiran SARI-KASI diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan serta mendukung kebutuhan air bersih di kawasan tersebut.

Kegiatan penyerahan dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, Jaki Azmi dan Ali Rohman, Lurah Bansir Laut Yusuf Panyungan, Ketua Pengurus Masjid Baitul Makmur, jajaran Ketua RW dan RT setempat, serta unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

SARI-KASI merupakan teknologi filter air yang dirancang untuk membantu menghasilkan air yang lebih jernih dan bersih. Teknologi ini menggabungkan Synthetic Fabric Filter (SF) dengan sistem Ultrafiltrasi (UF) modifikasi dan tidak menggunakan bahan kimia dalam proses penyaringannya.

Dengan ditempatkannya fasilitas SARI-KASI di Masjid Baitul Makmur, air bersih tidak hanya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan jamaah, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar masjid.

Lurah Bansir Laut, Yusuf Panyungan, menyambut baik hadirnya program air bersih tersebut. Dukungan dari pemerintah kelurahan, pengurus masjid, masyarakat, serta unsur terkait diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan dan perawatan fasilitas agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Kolaborasi BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan Yayasan GEN-HK melalui Program Air Bersih SARI-KASI menjadi salah satu bentuk ikhtiar bersama dalam menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat. Tidak hanya menyediakan fasilitas, program ini juga mendorong pemanfaatan sumber daya yang dapat menunjang kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

28/09/2026 | Kontributor: Andini

Berita Terbaru

Pontianak Jalani Tahap Wawancara Verifikasi Kota Wakaf 2026
Pontianak Jalani Tahap Wawancara Verifikasi Kota Wakaf 2026
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat mengikuti sesi Zoom Wawancara Verifikasi Program Kota Wakaf Tahun 2026 sebagai bagian dari tahapan pengusulan Kota Pontianak menjadi salah satu Kota Wakaf di Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh unsur pemerintah daerah, Kemenag Provinsi Kalbar, Kemenag Kota Pontianak, BAZNAS Provinsi Kalbar, BAZNAS Kota Pontianak, Badan Wakaf Indonesia (BWI), Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS PWU), serta berbagai pemangku kepentingan terkait. Wawancara merupakan tahapan lanjutan setelah proses pengusulan secara digital dan verifikasi administrasi. Selain Kota Pontianak, tahapan ini juga diikuti oleh sejumlah daerah lainnya, seperti Kota Ternate, Kota Jambi, Kota Jakarta Selatan, Kota Jakarta Timur, Kabupaten Takalar, Kabupaten Halmahera Selatan, dan Kota Jepara. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag secara resmi membuka kegiatan sekaligus menyampaikan bahwa Program Kota Wakaf berorientasi pada dampak nyata melalui penguatan literasi, sertifikasi, dan pengembangan aset wakaf agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Melalui keikutsertaan dalam wawancara ini, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen mendukung terwujudnya Kota Pontianak sebagai Kota Wakaf, sehingga pengelolaan wakaf dapat semakin produktif, kolaboratif, dan berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat.
BERITA07/07/2026 | Helmi Anshari
Perkuat Tata Kelola Zakat, Pimpinan BAZNAS Kalbar Ikuti Sertifikasi LSP BAZNAS
Perkuat Tata Kelola Zakat, Pimpinan BAZNAS Kalbar Ikuti Sertifikasi LSP BAZNAS
Jakarta – Seluruh jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat mengikuti Sertifikasi Amil Zakat Skema Pimpinan BAZNAS Daerah yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BAZNAS di BAZNAS Institute, Jakarta, pada Jumat (3/7/2026). Kegiatan sertifikasi tersebut diikuti oleh 21 peserta yang berasal dari unsur pimpinan BAZNAS daerah dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dari berbagai wilayah di Indonesia. Sertifikasi ini merupakan bagian dari upaya LSP BAZNAS dalam meningkatkan kompetensi para pemimpin lembaga zakat agar mampu menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Adapun jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat yang mengikuti sertifikasi tersebut, yaitu Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si., Pimpinan Bidang Pengumpulan Jaki Azmi, S.E., Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Iswardani, S.E.I., Pimpinan Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan Luthfiah, S.Pd.I., M.Pd.I., serta Pimpinan Bidang Administrasi, SDM, Umum dan Hukum Ali Rohman, S.Kom., M.B.A. Melalui proses asesmen berbasis kompetensi, seluruh peserta dievaluasi pada aspek pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap kerja (attitude) yang dibutuhkan dalam memimpin lembaga pengelola zakat. Sertifikasi ini bertujuan memastikan para pimpinan memiliki kemampuan dalam menyusun kebijakan, mengambil keputusan strategis, mengelola organisasi secara efektif, serta menerapkan tata kelola zakat yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Keikutsertaan seluruh pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menjadi bentuk komitmen dalam meningkatkan kapasitas kepemimpinan serta memperkuat tata kelola kelembagaan yang profesional. Dengan kompetensi yang terus diperbarui, diharapkan pelayanan kepada muzaki dan mustahik semakin optimal serta mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat. Melalui sertifikasi kompetensi ini, LSP BAZNAS terus mendorong lahirnya pemimpin-pemimpin lembaga zakat yang adaptif, visioner, dan mampu menjawab tantangan pengelolaan zakat di era yang semakin dinamis.
BERITA06/07/2026 | Helmi Anshari
Kolaborasi BAZNAS Sanggau dan UPZ At-Taqwa Hadirkan Sunatan Massal Inklusif
Kolaborasi BAZNAS Sanggau dan UPZ At-Taqwa Hadirkan Sunatan Massal Inklusif
Sanggau – BAZNAS Kabupaten Sanggau berkolaborasi dengan UPZ At-Taqwa Kecamatan Sekayam menggelar kegiatan Sunatan Massal yang diikuti oleh 59 peserta, terdiri dari 49 peserta Muslim, 9 peserta nonmuslim, dan 1 peserta mualaf. Kegiatan yang dilaksanakan pada masa libur semester ini merupakan agenda rutin tahunan yang telah memasuki pelaksanaan tahun kedelapan. Sunatan massal tersebut merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Sanggau, UPZ At-Taqwa Kecamatan Sekayam, serta para donatur, termasuk dukungan dari Anggota DPRD Fraksi PKB, Supriadi, yang turut berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan sosial tersebut. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau, Samad Harianto, mewakili Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sanggau. Dari BAZNAS Kabupaten Sanggau hadir Ketua BAZNAS Kabupaten Sanggau Hamka Surkati, S.E., didampingi Wakil Ketua II H. Abdurokhman dan Wakil Ketua III Diky Zulkarnain, S.P. Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Kecamatan Sekayam, Kapolsek Sekayam beserta jajaran, Ketua LPTQ Kecamatan Sekayam, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat yang turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan. Ketua BAZNAS Kabupaten Sanggau, Hamka Surkati, S.E., menyampaikan bahwa kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Sanggau dan UPZ At-Taqwa telah berjalan selama enam kali pelaksanaan atau sekitar tiga tahun terakhir sejak kepengurusan BAZNAS periode saat ini. "Alhamdulillah, kegiatan sunatan massal ini terus berlanjut berkat kolaborasi yang baik antara BAZNAS, UPZ, dan para donatur. Ini menjadi bukti bahwa sinergi berbagai pihak mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya. Ia menjelaskan bahwa kegiatan sunatan massal yang diselenggarakan UPZ At-Taqwa telah menjadi agenda rutin setiap libur semester dan kini memasuki tahun kedelapan pelaksanaannya. Menariknya, program ini tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak Muslim, tetapi juga terbuka bagi peserta nonmuslim. Bahkan pada pelaksanaan tahun ini terdapat satu peserta mualaf yang turut mengikuti sunatan massal. Menurut Hamka, keterlibatan peserta dari berbagai latar belakang tersebut menjadi wujud nyata semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan pelayanan kemanusiaan yang diusung BAZNAS tanpa membedakan latar belakang penerima manfaat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Sanggau berharap kolaborasi dengan UPZ, pemerintah, para donatur, serta seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak program kemanusiaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Kabupaten Sanggau.
BERITA06/07/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Kota Pontianak Gelar Khitan Massal, Wujudkan Generasi Sehat dan Saleh
BAZNAS Kota Pontianak Gelar Khitan Massal, Wujudkan Generasi Sehat dan Saleh
BAZNAS Kota Pontianak Gelar Khitan Massal, Wujudkan Generasi Sehat dan Saleh Pontianak – BAZNAS Kota Pontianak menggelar kegiatan Khitan Massal bertema "Berbagi Kebaikan untuk Mewujudkan Generasi Sehat dan Saleh" pada Sabtu (4/7/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di bidang kesehatan sekaligus memperkuat kepedulian sosial kepada masyarakat. Acara dihadiri oleh Wali Kota Pontianak, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak, Ketua BAZNAS Kota Pontianak Sulaiman, S.Sos., perwakilan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, perwakilan PT Wilmar, Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai tamu undangan, serta berbagai pihak yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kota Pontianak atas inisiatif menyelenggarakan khitan massal melalui kolaborasi dengan berbagai mitra. Ia menilai kegiatan tersebut merupakan langkah nyata dalam memperkuat sinergi antar lembaga sekaligus meningkatkan kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. "Kami sangat mengapresiasi BAZNAS Kota Pontianak yang terus melakukan berbagai terobosan melalui kegiatan sosial seperti khitan massal ini. Semoga kegiatan ini mendapat keberkahan dari Allah SWT dan dapat berjalan dengan lancar," ujarnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sebagai bentuk ibadah sekaligus kontribusi nyata dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Pontianak, Sulaiman, S.Sos., menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyebutkan bahwa pelaksanaan khitan massal tahun ini mendapat dukungan donasi dari BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan PT Wilmar, serta dihadiri oleh berbagai mitra, termasuk Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai tamu undangan. "Alhamdulillah kegiatan ini dapat terlaksana berkat dukungan para donatur dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Semoga menjadi amal jariyah bagi kita semua," katanya. Ia juga mengungkapkan bahwa BAZNAS Kota Pontianak telah merencanakan pelaksanaan khitan massal berikutnya pada bulan Desember 2026 dengan target sebanyak 65 peserta, bahkan diharapkan dapat meningkat hingga 100 peserta apabila dukungan masyarakat terus bertambah. Menurutnya, semakin optimal penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah, maka semakin luas pula manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat Kota Pontianak. Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Pontianak secara resmi membuka kegiatan khitan massal. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung program-program BAZNAS melalui penyaluran zakat sebesar 2,5 persen sesuai ketentuan syariat. "Mari bersama-sama berkolaborasi dengan BAZNAS Kota Pontianak. Melalui zakat yang dikelola secara amanah, kita dapat bersama-sama meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Pontianak," ujarnya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Pontianak berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menghadirkan generasi yang sehat, saleh, dan berkualitas melalui program-program sosial yang berkelanjutan.
BERITA04/07/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Kabupaten Sanggau Resmikan Rumah Layak Huni untuk Warga Kembayan
BAZNAS Kabupaten Sanggau Resmikan Rumah Layak Huni untuk Warga Kembayan
Sanggau – BAZNAS Kabupaten Sanggau meresmikan Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) yang telah selesai dibangun untuk Bapak Sopandi, warga Desa Tunggal Bhakti, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, pada Kamis (2/7/2026). Peresmian dilakukan oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sanggau, Hamka Surkati, S.E., didampingi Wakil Ketua II H. Abdurokhman, Wakil Ketua III Diky Zulkarnain, S.P., serta Kepala Desa Tunggal Bhakti, Wiji, beserta jajaran perangkat desa. Ketua BAZNAS Kabupaten Sanggau, Hamka Surkati, menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan rumah layak huni tersebut. Menurutnya, program ini merupakan bentuk nyata kepedulian BAZNAS dalam membantu masyarakat kurang mampu agar memiliki tempat tinggal yang aman dan layak. "Kami bersyukur pembangunan Rumah Layak Huni BAZNAS ini telah selesai dan hari ini dapat diresmikan. Semoga rumah ini memberikan kenyamanan dan menjadi berkah bagi Bapak Sopandi beserta keluarga," ujarnya. Hamka juga meyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat yang telah memberikan dukungan dan mempercayakan pelaksanaan program Rumah Layak Huni BAZNAS kepada BAZNAS Kabupaten Sanggau. "Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat atas dukungan dan amanah yang diberikan kepada kami dalam merealisasikan program RLHB ini. Semoga sinergi ini terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya," tambahnya. Program Rumah Layak Huni BAZNAS merupakan salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup mustahik melalui penyediaan hunian yang layak.
BERITA03/07/2026 | Helmi Anshari
Program Bedah Rumah BAZNAS Sambas Bantu Warga Kecamatan Pemangkat
Program Bedah Rumah BAZNAS Sambas Bantu Warga Kecamatan Pemangkat
Sambas – BAZNAS Kabupaten Sambas melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Pemangkat meresmikan bantuan program bedah rumah bagi Ibu Sintang yang beralamat di Dusun Yudha Putra RT 002/RW 001, Desa Jelutung, Kecamatan Pemangkat, pada Jumat (3/7/2026). Program bedah rumah ini merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola BAZNAS untuk membantu masyarakat kurang mampu agar memiliki hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman. Peresmian bantuan tersebut dihadiri oleh Camat Pemangkat, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pemangkat, Hairul Sani, S.Ag., unsur Koramil, pengurus UPZ Kecamatan Pemangkat, serta tokoh masyarakat setempat. Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Sambas berharap dapat terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas tempat tinggal keluarga yang membutuhkan. Keberhasilan program ini juga menjadi wujud sinergi antara BAZNAS, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun kepedulian sosial serta meningkatkan kesejahteraan umat
BERITA03/07/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Kota Singkawang Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Nyarumkop
BAZNAS Kota Singkawang Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Nyarumkop
Singkawang – BAZNAS Kota Singkawang menyalurkan bantuan berupa paket sembako dan santunan kepada Ibu Surija, korban musibah kebakaran rumah di Kelurahan Nyarumkop, Kecamatan Singkawang Timur, Rabu (1/7/2026). Ketua BAZNAS Kota Singkawang, Mahmudi, mengatakan bahwa bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok serta santunan sebesar Rp5 juta yang diperuntukkan sebagai bantuan pembangunan kembali rumah korban yang hangus terbakar. "Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban Ibu Surija sekaligus menjadi awal untuk membangun kembali tempat tinggal yang layak," ujarnya. Mahmudi berharap proses pembangunan rumah dapat dilakukan melalui semangat gotong royong dengan melibatkan masyarakat sekitar serta dukungan dari berbagai pihak, seperti pemerintah kecamatan, kelurahan, ketua RT, dan para dermawan. Menurutnya, rumah berukuran sekitar 4 x 6 meter tersebut mengalami kerusakan berat akibat kebakaran dan hanya menyisakan bagian dinding serta lantai. Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pendistribusian BAZNAS Kota Singkawang, Malik Mohammad Said, menyampaikan bahwa musibah kebakaran tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga meninggalkan duka mendalam bagi Ibu Surija yang kini kehilangan tempat tinggal. Ia menegaskan bahwa pembangunan kembali rumah korban merupakan salah satu bentuk ikhtiar BAZNAS untuk menghadirkan harapan baru bagi masyarakat yang sedang tertimpa musibah. "Dalam prosesnya, BAZNAS Kota Singkawang tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, serta para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS," katanya. Melalui semangat kepedulian dan gotong royong, BAZNAS Kota Singkawang mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membantu sesama yang sedang membutuhkan. Diharapkan bantuan yang diberikan tidak hanya membantu membangun kembali rumah yang layak, tetapi juga menguatkan semangat dan harapan bagi korban untuk bangkit dari musibah.
BERITA02/07/2026 | Helmi Anshari
Kolaborasi UPZ Jawai Selatan dan Puskesmas Matang Suri Sukseskan Sunatan Massal
Kolaborasi UPZ Jawai Selatan dan Puskesmas Matang Suri Sukseskan Sunatan Massal
Sambas – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Jawai Selatan bekerja sama dengan Puskesmas Matang Suri menyelenggarakan kegiatan Sunatan Massal yang dilaksanakan pada Sabtu (20/06/2026) di Puskesmas Matang Suri. Kegiatan tersebut diikuti oleh 31 anak yang merupakan perwakilan dari sekolah dasar di sembilan desa yang berada di wilayah Kecamatan Jawai Selatan. Pelaksanaan sunatan massal didukung oleh 10 tenaga kesehatan dari Puskesmas Matang Suri serta enam pengurus UPZ Kecamatan Jawai Selatan. Selain mendapatkan layanan khitan secara gratis, seluruh peserta juga menerima bantuan berupa uang saku, kain sarung, dan kopiah sebagai bentuk perhatian dan dukungan kepada anak-anak yang mengikuti kegiatan. Program ini merupakan wujud kepedulian UPZ Kecamatan Jawai Selatan dalam memberikan pelayanan sosial dan kesehatan kepada masyarakat, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak melalui pelaksanaan salah satu syariat Islam yang memiliki manfaat bagi kesehatan. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat membantu meringankan beban orang tua sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Semoga seluruh anak yang mengikuti sunatan massal senantiasa diberikan kesehatan, tumbuh menjadi pribadi yang saleh, berakhlak mulia, serta menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.
BERITA01/07/2026 | Helmi Anshari
Ekspose MTQ XXXIV Kalbar Digelar, BAZNAS Provinsi Kalbar Turut Hadir
Ekspose MTQ XXXIV Kalbar Digelar, BAZNAS Provinsi Kalbar Turut Hadir
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menghadiri kegiatan Ekspose Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Selasa (30/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan pelaksanaan MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat sekaligus ajang memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ), dan berbagai pemangku kepentingan dalam menyukseskan penyelenggaraan MTQ. Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Umum LPTQ Provinsi Kalimantan Barat, Brigjen Pol. (Purn.) Drs. H. Andi Musa, S.H., M.H., yang menyampaikan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam menyukseskan pelaksanaan MTQ sebagai sarana syiar Islam dan pembinaan generasi Qur'ani. Selanjutnya, Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, S.Sos., M.Si., memaparkan kesiapan Kabupaten Kayong Utara sebagai tuan rumah pelaksanaan MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026, baik dari sisi infrastruktur, akomodasi, maupun dukungan masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Gubernur Kalimantan Barat diwakili oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kalimantan Barat, H. Medya Yanuar Abdullah, S.Sos., M.Si., yang secara resmi meluncurkan logo dan maskot MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026. Peluncuran tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian persiapan penyelenggaraan MTQ yang akan dilaksanakan di Kabupaten Kayong Utara. Kehadiran BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap penyelenggaraan MTQ sekaligus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam mendukung syiar Islam serta pembangunan umat di Kalimantan Barat.
BERITA30/06/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Kalbar Sambut Mahasiswa KKM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untan
BAZNAS Kalbar Sambut Mahasiswa KKM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untan
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menerima lima mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura (Untan) untuk melaksanakan program pengabdian di lingkungan BAZNAS Provinsi Kalbar. Selasa (30/06/2026). Kegiatan KKM tersebut akan berlangsung selama satu bulan, mulai 1 Juli hingga 31 Juli 2026. Selama pelaksanaan KKM, para mahasiswa akan memperoleh pengalaman langsung mengenai tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS), administrasi kelembagaan, pengelolaan program, serta berbagai aktivitas yang dijalankan oleh BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat. Melalui program ini, BAZNAS Provinsi Kalbar berharap dapat memberikan ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai peran zakat dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan. Selain menjadi wadah pembelajaran, kehadiran mahasiswa KKM juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif melalui berbagai ide dan inovasi yang mendukung penguatan program serta pelayanan BAZNAS kepada masyarakat. BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen untuk terus membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya mencetak generasi muda yang peduli terhadap pengelolaan zakat, filantropi Islam, dan pemberdayaan masyarakat.
BERITA30/06/2026 | Helmi Anshari
Sinergi BAZNAS Sanggau dan Kemenag Perkuat Program Berbagi di Bulan Muharram
Sinergi BAZNAS Sanggau dan Kemenag Perkuat Program Berbagi di Bulan Muharram
Sanggau – BAZNAS Kabupaten Sanggau terus memperkuat sinergi bersama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau melalui berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan yang dilaksanakan sepanjang bulan Muharram 1448 Hijriah. Ketua BAZNAS Kabupaten Sanggau, Hamka Surkati, S.E., menyampaikan bahwa BAZNAS bersama Kementerian Agama Kabupaten Sanggau melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag telah menyalurkan beasiswa kepada para siswa di Kecamatan Tayan Hilir sebagai bagian dari rangkaian program BAZNAS Berbagi. Beasiswa tersebut diserahkan pada Sabtu (20/6/2026) kepada **14 siswa MTsN 3 Tayan Hilir serta siswa MI Swasta Al Hikmah Tayan Hilir. Program ini merupakan agenda rutin hasil kolaborasi BAZNAS Kabupaten Sanggau bersama UPZ Kementerian Agama Kabupaten Sanggau dalam memanfaatkan dana zakat untuk mendukung dunia pendidikan. Hamka menjelaskan, program serupa akan terus dilanjutkan selama bulan Muharram dengan menyasar madrasah lainnya, mulai dari jenjang MI, MTs hingga MA di Kabupaten Sanggau. Selain itu, pada awal tahun ajaran baru, BAZNAS Kabupaten Sanggau juga berencana menyalurkan bantuan pendidikan kepada siswa MAN Sanggau. Selain bidang pendidikan, BAZNAS Kabupaten Sanggau juga akan melaksanakan Sunatan Massal di UPZ Masjid At-Taqwa Kecamatan Sekayam yang akan diikuti sebanyak 60 anak dari keluarga fakir dan miskin. Menariknya, kegiatan tersebut juga diikuti oleh tujuh anak non-Muslim, di mana biaya pelaksanaan khitan mereka didukung oleh para donatur non-Muslim. Menurut Hamka, kolaborasi tersebut menjadi contoh nyata kebersamaan lintas agama dalam mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat. "Ini merupakan bentuk kolaborasi yang sangat baik antara BAZNAS Kabupaten Sanggau, UPZ At-Taqwa Kecamatan Sekayam, serta para donatur, baik Muslim maupun non-Muslim. Semua memiliki kepedulian yang sama terhadap kesehatan anak-anak," ujarnya. Tidak hanya itu, BAZNAS Kabupaten Sanggau juga akan meresmikan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada 2 Juli 2026 untuk penerima manfaat atas nama Sopiandi di Desa Tunggal Bhakti, Kecamatan Kembayan. Program tersebut merupakan RTLH ketiga yang berhasil diwujudkan BAZNAS di Kecamatan Kembayan sebagai bentuk komitmen meningkatkan kualitas hunian masyarakat kurang mampu. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau, H. Madrais, S.Pd., S.Ag., Kasubbag Tata Usaha Kemenag Kabupaten Sanggau, Mustaan, Penyelenggara Zakat dan Wakaf, serta Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Penmad), Bawanta Ari Santosa, S.Pd. Sementara dari BAZNAS Kabupaten Sanggau hadir Ketua BAZNAS Kabupaten Sanggau, Hamka Surkati, S.E., Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, H. Abdurokhman, serta Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan, Diky Zulkarnain, SP. Melalui berbagai program yang dijalankan, BAZNAS Kabupaten Sanggau terus berupaya menghadirkan manfaat nyata di bidang pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan melalui kolaborasi bersama Kementerian Agama, UPZ, para donatur, serta berbagai elemen masyarakat demi meningkatkan kesejahteraan umat.
BERITA29/06/2026 | Helmi Anshari
150 Paket Santunan Disalurkan pada Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 H di Landak
150 Paket Santunan Disalurkan pada Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 H di Landak
Landak – BAZNAS Kabupaten Landak berkolaborasi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Landak, Dharma Wanita Persatuan Kemenag Landak, serta sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ) menggelar kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 Hijriah dalam rangkaian Peaceful Muharam 1448 H. Mengusung tema "Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri" dengan semangat "Menebar Maslahat, Menguatkan Umat", kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian bersama dalam menghadirkan kebahagiaan dan perhatian kepada anak yatim serta penyandang disabilitas di Kabupaten Landak. Pada kegiatan tersebut, sebanyak 150 paket santunan disalurkan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas. Dari jumlah tersebut, 38 paket diserahkan secara simbolis kepada para penerima manfaat yang hadir dalam acara. Selain penyaluran santunan, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan setoran zakat Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kementerian Agama Kabupaten Landak kepada BAZNAS Kabupaten Landak sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat pengelolaan zakat yang amanah dan profesional. Momentum tersebut turut diisi dengan penyerahan sertifikat halal kepada para pelaku usaha, sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan keagamaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendorong pengembangan ekonomi umat. Melalui kolaborasi ini, diharapkan semangat Muharam tidak hanya menjadi momentum mempererat ukhuwah, tetapi juga menguatkan kepedulian sosial, memperluas manfaat zakat, serta menginspirasi seluruh elemen masyarakat untuk terus berbagi dan menebarkan maslahat bagi sesama, khususnya kepada anak yatim dan penyandang disabilitas.
BERITA26/06/2026 | Helmi Anshari
Kemenag Kalbar, BAZNAS Kalbar, dan 18 Lembaga Zakat Bersinergi dalam Lebaran Yatim 2026
Kemenag Kalbar, BAZNAS Kalbar, dan 18 Lembaga Zakat Bersinergi dalam Lebaran Yatim 2026
Pontianak – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat menggelar kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 2026 di Aula Kanwil Kemenag Kalbar, Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial kepada anak yatim dan penyandang disabilitas sekaligus momentum memperkuat kolaborasi antar lembaga zakat di Kalimantan Barat. Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, serta laporan panitia. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I. Dalam sambutannya, Muhajirin Yanis menyampaikan apresiasi kepada seluruh lembaga zakat yang terus bersinergi bersama Kementerian Agama dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak yatim dan penyandang disabilitas. “Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi wujud nyata kepedulian kita bersama. Mari jadikan momen Lebaran Yatim ini sebagai pengingat bahwa zakat, infak, dan sedekah yang kita kelola harus sampai tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan mockup jumlah bantuan paket Muharram 1448 Hijriah oleh Kakanwil Kemenag Kalbar, penampilan puisi oleh anak yatim, serta penyampaian kisah inspiratif dari penyandang disabilitas. Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan paket bantuan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas oleh Kakanwil Kemenag Kalbar bersama Badan Koordinasi Sosial (BKS) dan seluruh lembaga pengelola zakat yang hadir. Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf (Penais Zawa) Kanwil Kemenag Kalbar, H. Rohadi, menyampaikan bahwa pihaknya mengundang 18 pimpinan lembaga zakat, LAZ, dan yayasan yang beroperasi di Kalimantan Barat untuk hadir sekaligus berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. “Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pengelolaan zakat dan filantropi Islam dapat memberikan manfaat yang lebih luas apabila dilakukan secara bersama-sama dan terkoordinasi,” ungkapnya. Adapun lembaga yang turut diundang antara lain BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, LAZNAS Baitul Maal Munzalan, LAZNAS Rumah Zakat Kalbar, LAZNAS BMH Kalbar, LAZNAS Dewan Dakwah Kalbar, LAZNAS LAZISNU Kalbar, LAZ Rumah Yatim Kalbar, LAZ Sidogiri Kalbar, LAZ WIZ Kalbar, UPZ LAZISKU Kalbar, serta sejumlah lembaga lainnya. Pada kesempatan tersebut, Pimpinan Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan BAZNAS Provinsi Kalbar, Luthfiah, S.Pd.I., M.Pd.I, yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia Lebaran Yatim, menyampaikan harapannya agar kegiatan kolaboratif seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat. “Semoga kegiatan ini terus berlanjut. Kami berharap kolaborasi melalui program-program seperti Tumpuk Tengah bersama UPZ dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak manfaat yang bisa dirasakan umat,” ujarnya. Melalui kegiatan ini, Kanwil Kemenag Kalbar berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan kebahagiaan dan manfaat bagi anak yatim serta penyandang disabilitas. Lebih dari itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi penguat semangat berbagi, kepedulian sosial, dan sinergi antar lembaga zakat dalam menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Kalimantan Barat.
BERITA25/06/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Bantu Biaya Pengobatan Anak yang Jalani Operasi Akibat Tertusuk Jarum
BAZNAS Bantu Biaya Pengobatan Anak yang Jalani Operasi Akibat Tertusuk Jarum
Pontianak – BAZNAS menyalurkan bantuan pengobatan kepada Ibu Oktarianti dan Bapak Bambang Irawan untuk membantu biaya perawatan putri mereka, Anggun Rawani Tanjung, yang harus menjalani operasi akibat telapak kakinya tertusuk jarum. Selasa (23/06/2026). Ibu Oktarianti bersama keluarga tinggal di rumah orang tuanya yang beralamat di Jalan Selat Panjang, Gang Wartawan. Rumah tersebut merupakan rumah keluarga tempat ia tinggal sejak kecil hingga menikah. Dalam kesehariannya, Bapak Bambang Irawan bekerja sebagai buruh bangunan di wilayah Karangan, Bengkayang. Sementara itu, Ibu Oktarianti tidak bekerja dan fokus merawat anak mereka yang sedang sakit. Musibah menimpa putri mereka, Anggun Rawani Tanjung, yang masih berusia 2 tahun. Anggun mengalami luka pada telapak kaki akibat tertusuk jarum hingga harus menjalani tindakan operasi pembedahan di Rumah Sakit Yarsi. Kondisinya saat ini masih dalam masa pemulihan dan berjalan dengan kondisi belum normal. Kondisi tersebut menjadi beban tersendiri bagi keluarga, terlebih mereka belum memiliki BPJS untuk membantu biaya pengobatan. Melihat situasi tersebut, BAZNAS memberikan bantuan uang pengobatan sebagai bentuk kepedulian untuk meringankan beban biaya perawatan Anggun. Bantuan ini diharapkan dapat membantu keluarga dalam memenuhi kebutuhan pengobatan dan pemulihan Anggun, sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan di bidang kesehatan.
BERITA23/06/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Kota Singkawang Bersama Mitra Gelar Khitanan Massal 107 Anak
BAZNAS Kota Singkawang Bersama Mitra Gelar Khitanan Massal 107 Anak
Singkawang – BAZNAS Kota Singkawang bekerja sama dengan Polres Singkawang dan Kementerian Agama Kota Singkawang menggelar kegiatan khitanan massal bagi anak-anak di Kota Singkawang. Kegiatan yang dilaksanakan di Sekretariat BAZNAS Kota Singkawang pada Minggu (21/6) ini diikuti oleh 107 anak yang berasal dari lima kecamatan di Kota Singkawang. Ketua BAZNAS Kota Singkawang, H. Mahmudi, menyampaikan bahwa dari 107 peserta yang mengikuti khitanan massal tersebut, salah satunya merupakan seorang muallaf. Menurutnya, momen khitan bagi muallaf menjadi bagian yang istimewa karena tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi bentuk penerimaan dan penguatan keimanan. “Ada sebanyak 107 anak yang mengikuti khitanan massal ini, dan satu di antaranya merupakan muallaf. Khitan untuk muallaf tentu menjadi momen istimewa. Selain sebagai bagian dari ibadah, ini juga merupakan bentuk penerimaan dan penguatan iman. Kami berupaya memberikan pendampingan agar anak dan keluarganya merasa nyaman selama proses berlangsung,” ujarnya. Mahmudi juga menyampaikan terima kasih kepada para muzakki yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kota Singkawang. Menurutnya, dukungan para muzakki menjadi kekuatan penting bagi BAZNAS dalam menghadirkan berbagai program sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. “Dengan semakin banyak muzakki yang menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS Kota Singkawang, maka semakin banyak pula kegiatan sosial yang dapat kami laksanakan untuk membantu masyarakat,” tambahnya. Pada kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, turut hadir dan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan khitanan massal tersebut. Ia menyampaikan penghargaan kepada BAZNAS Kota Singkawang dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam menghadirkan program pelayanan sosial dan kesehatan bagi masyarakat. “Atas nama BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada BAZNAS Kota Singkawang serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan sunatan massal ini. Kegiatan seperti ini merupakan salah satu bentuk nyata pendayagunaan zakat untuk membantu masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan dan sosial,” tegas Hamzah. Hamzah menjelaskan bahwa program sunatan massal merupakan salah satu bentuk pelayanan sosial dan kesehatan yang banyak dilakukan BAZNAS di berbagai daerah sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Ia menambahkan bahwa khitan bukan hanya bagian dari syariat Islam, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang besar bagi anak-anak. “Khitan atau sunat bukan hanya merupakan syariat dalam Islam, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang sangat besar. Melalui kegiatan ini, kita berharap anak-anak tumbuh menjadi generasi yang sehat, kuat, berakhlak mulia, serta menjadi kebanggaan keluarga, agama, bangsa, dan negara,” ujarnya. Lebih lanjut, Hamzah menegaskan bahwa BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat memiliki komitmen untuk terus menghadirkan program-program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan para muzakki tidak hanya disalurkan dalam bentuk santunan konsumtif, tetapi juga diwujudkan melalui program kesehatan, pendidikan, ekonomi, kemanusiaan, dan dakwah. Kepada para peserta khitanan massal, Hamzah juga berpesan agar setelah mengikuti khitan, anak-anak semakin rajin belajar, rajin shalat, hormat kepada orang tua, serta tumbuh menjadi anak yang saleh. Ia pun mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Barat, khususnya Kota Singkawang, untuk terus mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS, agar semakin banyak masyarakat yang dapat dibantu dan semakin luas manfaat yang dapat dihadirkan. Kegiata khitanan massal ini didukung oleh tenaga medis yang berpengalaman, sehingga diharapkan dapat memberikan manfaat yang positif bagi masyarakat Kota Singkawang serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam meningkatkan pelayanan sosial dan kesehatan melalui pengelolaan zakat yang amanah dan profesional. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat dan menjadi amal jariyah yang terus mengalir manfaatnya.
BERITA23/06/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Kalbar dan DPMD Perkuat Sinergi Pemberdayaan Desa
BAZNAS Kalbar dan DPMD Perkuat Sinergi Pemberdayaan Desa
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan audiensi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memperkuat sinergi program pemberdayaan masyarakat desa, optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta kolaborasi dalam mendukung berbagai program pembangunan desa. Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalimantan Barat, Hendra Bachtiar, S.T., M.T., menyampaikan bahwa saat ini desa menghadapi sejumlah tantangan baru, salah satunya persoalan anak tidak sekolah. Selain itu, DPMD juga memiliki tanggung jawab menjaga 1.045 desa mandiri di Kalimantan Barat yang masih menghadapi berbagai persoalan, baik dari sisi ekonomi maupun tata kelola. Ia menjelaskan bahwa salah satu program yang sedang dijalankan adalah Gema Membangun Desa (GMD), yang diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas desa, termasuk mendorong UMKM desa agar mampu naik kelas. Dalam kesempatan itu, Hendra Bachtiar juga memaparkan peluang kolaborasi antara DPMD dan BAZNAS Provinsi Kalbar dalam program Gema Membangun Desa, khususnya di Desa Teluk Batang. Menurutnya, BAZNAS diharapkan dapat berperan sebagai mitra kolaborasi dalam membantu keluarga miskin dan rentan melalui program yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan terukur. “BAZNAS kami harapkan hadir sebagai mitra kolaborasi, bukan sumber pembiayaan kegiatan seremonial GMD. Peran BAZNAS lebih kepada menilai mustahik, menetapkan program dan penerima, kemudian menyalurkan dana secara akuntabel,” ujarnya. Ia menjelaskan, terdapat tujuh sentuhan program BAZNAS yang dapat diintegrasikan dalam Gema Membangun Desa di Teluk Batang, yakni bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), akses air bersih untuk mustahik, penguatan usaha pesisir, dukungan agar anak tetap sekolah, penguatan kesehatan keluarga, pemulihan sosial-ekonomi yang lebih cepat, serta bantuan modal dan pendampingan usaha. Selain itu, BAZNAS juga diharapkan berperan dalam melakukan asesmen, verifikasi asnaf, penetapan program dan penerima, hingga mekanisme penyaluran bantuan agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh mustahik. Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menyampaikan apresiasi atas paparan dan rencana kolaborasi yang telah disiapkan oleh DPMD Provinsi Kalbar. Ia juga memperkenalkan kepengurusan BAZNAS Provinsi Kalbar periode 2025–2030 beserta tugas masing-masing pimpinan. Dalam audiensi tersebut, Hamzah Tawil turut menjelaskan salah satu skema pengelolaan zakat melalui payroll ASN, di mana dana yang terkumpul akan dikembalikan manfaatnya kepada ASN golongan II ke bawah, salah satunya dalam bentuk bantuan pendidikan. Ia juga menyampaikan program Tumpuk Tengah sebagai salah satu model intervensi BAZNAS yang dirancang untuk membantu menyelesaikan persoalan masyarakat secara lebih terarah dan kolaboratif, termasuk rencana turun langsung ke desa-desa yang menjadi lokasi program. Sementara itu, Pimpinan Bagian SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.B.A, menegaskan bahwa audiensi yang dilakukan BAZNAS ke berbagai OPD dan instansi bertujuan untuk membangun kolaborasi, bukan semata-mata pengumpulan zakat. “Kami datang ke instansi dan OPD bukan hanya untuk collect, tetapi untuk collab. Kami yakin setiap UPZ memiliki mata dan telinga sendiri untuk melihat kebutuhan masyarakat di lingkungan masing-masing,” ujarnya. Dalam pemaparannya, Ali Rohman juga menjelaskan sejumlah program unggulan BAZNAS Provinsi Kalbar, di antaranya Optimalisasi UPZ, Sahabat ZEMA, dan Tumpuk Tengah. Ia turut menyampaikan potensi zakat di Kalimantan Barat yang sangat besar dan pentingnya memastikan kebermanfaatan UPZ dapat dirasakan langsung di lingkungan UPZ tersebut. Selain itu, ia menjelaskan kerja sama BAZNAS dengan Pengadilan Tinggi Agama untuk membantu perempuan rentan pasca perceraian, serta pemanfaatan platform digital BAZNAS dalam mendukung pengumpulan zakat dan penguatan UPZ. Pimpinan Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan BAZNAS Provinsi Kalbar, Luthfiah, M.Pd.I, menambahkan bahwa pada momentum MTQ mendatang, BAZNAS juga berencana turun ke desa-desa di Kabupaten Kayong Utara untuk menerapkan program Tumpuk Tengah sebagai bagian dari upaya membantu menyelesaikan persoalan masyarakat desa secara lebih komprehensif. Ia berharap, konsep program yang tengah disusun dapat semakin disempurnakan melalui sinergi dengan program-program yang telah dimiliki oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalbar.
BERITA22/06/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Sekadau Sosialisasi ZIS dan Bentuk UPZ di  Masjid Nurul Huda Tigur Jaya
BAZNAS Sekadau Sosialisasi ZIS dan Bentuk UPZ di Masjid Nurul Huda Tigur Jaya
Sekadau - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sekadau menggelar sosialisasi tentang Zakal Infak dan Sedekag (ZIS) dan peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Masjid Nurul Huda Desa Tigur Jaya Kecamatan Sekadau Hilir, Jumat (19/6/2026) siang. Hadir sebagai pembicara, Kepala Kantor Kementerian Agama Sekadau H. Damsir, Ketua Baznas Sekadau Rusmin Nuryadin beserta Wakil Ketua Kundori dan Abdul Manan. Ketua BAZNAS Kabupaten Sekadau, Rusmin Nuryadin menjelaskan pentingnya peran UPZ masjid sebagai ujung tombak dalam mengoptimalkan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat. “UPZ masjid memiliki posisi strategis karena langsung bersentuhan dengan umat. Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman para pengurus masjid terkait tata kelola zakat yang baik dan sesuai regulasi,” ujar Rusmin. Ia menambahkan, keberadaan UPZ masjid dapat mempercepat penyaluran zakat kepada mustahik yang membutuhkan di lingkungan sekitar, serta memperkuat sinergi antara masjid dan BAZNAS dalam upaya pengentasan kemiskinan. “Kami berharap setelah sosialisasi ini, semakin banyak masjid yang aktif membentuk UPZ dan bekerja sama dengan BAZNAS dalam menyejahterakan masyarakat,” tutupnya. Sementara itu, Kepala Kemenag Sekadau, H. Damsir mengatakan, zakat, infak, dan sedekah bukan hanya ibadah yang bernilai spiritual, tetapi juga instrumen sosial yang memiliki peran strategis dalam mengurangi kemiskinan, membantu masyarakat yang membutuhkan, serta meningkatkan kesejahteraan umat. “Potensi zakat yang dimiliki masyarakat Kabupaten Sekadau sangat besar apabila dikelola secara baik dan terorganisir. Salahsatunya di Desa Tigur Jaya ini,” katanya. Dalam konteks tersebut, keberadaan UPZ di masjid memiliki posisi yang sangat penting. Masjid merupakan pusat kegiatan keagamaan yang dekat dengan masyarakat. Oleh karena itu, UPZ masjid dapat menjadi ujung tombak dalam mengedukasi, mengajak, dan memfasilitasi umat Islam untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga yang resmi dan terpercaya. “Saya berharap para pengurus UPZ dapat menjalankan tugasnya dengan penuh amanah, profesional, dan akuntabel. Kepercayaan masyarakat adalah modal utama dalam pengelolaan zakat. Semakin baik tata kelola yang diterapkan, maka semakin tinggi pula tingkat partisipasi masyarakat dalam menyalurkan zakatnya,” tegas Damsir. Kementerian Agama Kabupaten Sekadau mendukung penuh upaya penguatan peran UPZ masjid sebagai mitra strategis BAZNAS dalam menghimpun dan mendayagunakan dana zakat untuk kepentingan umat. “Sinergi yang baik antara Kementerian Agama, BAZNAS, pengurus masjid, dan masyarakat diharapkan mampu mewujudkan pengelolaan zakat yang lebih optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas,” papar dia. Hadir dalam acara sosialisasi tersebut, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sekadau, Ahmad Urabi, Pj. Kepala Desa Tigur Jaya, Ari Suhana, Ketua Masjid Nurul Huda, Badri dan diikuti para pengurus UPZ dan tokoh agama setempat.
BERITA20/06/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Provinsi Kalbar dan BAPPERIDA Perkuat Kolaborasi Program Pengentasan Kemiskinan dan Pendidikan
BAZNAS Provinsi Kalbar dan BAPPERIDA Perkuat Kolaborasi Program Pengentasan Kemiskinan dan Pendidikan
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan audiensi dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memperkuat sinergi program, optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Jum'at (19/06/2026) Dalam pertemuan tersebut, Pimpinan Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan BAZNAS Provinsi Kalbar, Luthfiah, M.Pd.I, memperkenalkan kepengurusan baru BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat serta menjelaskan bahwa BAZNAS saat ini tengah melakukan roadshow ke berbagai instansi untuk mengoptimalkan peran UPZ. “Kami hadir dengan semangat yang berbeda. Hari ini BAZNAS tidak hanya hadir untuk collecting, tetapi untuk collabs bersama UPZ dan LAZ di Kalimantan Barat. Kami yakin ada banyak benang merah program yang dapat disinergikan,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa BAZNAS sedang menggaungkan program UPZ Tematik sebagai salah satu strategi memperluas kebermanfaatan zakat di lingkungan masing-masing UPZ. Sementara itu, Pimpinan Bagian SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.B.A, memaparkan sejumlah program unggulan BAZNAS seperti Optimalisasi UPZ, Sahabat ZEMA, dan Tumpuk Tengah. Menurutnya, UPZ merupakan garda terdepan BAZNAS dalam pengelolaan zakat. Selain itu, BAZNAS juga tengah mengembangkan Digital Kalbar Fundraising, menyiapkan jurnal kinerja BAZNAS, serta membangun portal data ekonomi syariah bersama Bank Indonesia untuk mendukung pengembangan wisata ramah muslim di Kalimantan Barat. “Kami juga siap dilibatkan dalam program-program BAPPERIDA. Kami ingin membangun pondasi yang kuat bersama pemerintah daerah agar program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat,” jelasnya. Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Kalbar, Jaki Azmi, S.E, menambahkan bahwa BAZNAS ingin memperluas pola fundraising di luar momentum Ramadan guna membangun kepercayaan masyarakat melalui sistem yang transparan dan dapat diakses publik. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS juga mengusulkan pembentukan UPZ Tematik BAPPERIDA yang fokus pada program Desa Bebas Anak Putus Sekolah, sejalan dengan program prioritas Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menegaskan bahwa optimalisasi UPZ harus memberikan manfaat langsung kepada mustahik di lingkungan masing-masing. Ia menjelaskan bahwa program payroll ASN yang dikelola BAZNAS dikembalikan dalam bentuk beasiswa bagi putra-putri ASN golongan II ke bawah. Selain itu, BAZNAS juga memiliki program BMD (BAZNAS Micro Development) untuk mendukung pemberdayaan UMKM. “Kami memerlukan dukungan pemerintah daerah untuk bersama-sama menyosialisasikan bahwa zakat harus dikembalikan manfaatnya kepada masyarakat sekitar,” ujarnya. Menanggapi hal tersebut, Kepala BAPPERIDA Provinsi Kalbar, Dra. Linda Purnama, M.Si, menyambut baik berbagai program yang dipaparkan BAZNAS. Ia menyampaikan bahwa UPZ BAPPERIDA selama ini telah aktif dan akan segera dilakukan pembaruan kepengurusan. Menurutnya, program-program BAZNAS sangat relevan untuk mendukung keterbatasan APBD dalam menjangkau berbagai persoalan sosial di masyarakat. “Kami melihat banyak program yang dapat dikolaborasikan, mulai dari penanganan stunting, jamban sehat, hingga program Desa Sakti atau Desa Bebas Anak Tidak Sekolah. Saat ini terdapat sekitar 116 ribu anak di Kalimantan Barat yang masih menghadapi persoalan putus sekolah, dan kami sedang mencari solusi terkait kebutuhan mereka seperti pakaian dan sepatu,” ungkapnya. Linda juga menyatakan bahwa BAPPERIDA siap melibatkan BAZNAS dalam program Gema Membangun Desa yang akan dilaksanakan di Kabupaten Kayong Utara serta mendukung publikasi program BAZNAS melalui berbagai kegiatan resmi pemerintah daerah. Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan BAPPERIDA Provinsi Kalbar dalam mendukung pengentasan kemiskinan, penurunan stunting, pengurangan angka anak putus sekolah, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan zakat yang profesional dan berkelanjutan.
BERITA19/06/2026 | Helmi Anshari
Program Bedah Rumah Baznas di Sekadau Diresmikan, Ibu Marsiti Menangis Terharu
Program Bedah Rumah Baznas di Sekadau Diresmikan, Ibu Marsiti Menangis Terharu
Sekadau – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sekadau secara resmi menyerahkan bantuan program dari pusat bedah rumah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada Marsiti, warga Desa Tigur Jaya, Kecamatan Sekadau Hilir, Jumat (19/6/2026). Penyerahan bantuan ditandai dengan pemotongan tumpeng, menyerahan kunci dan peninjauan langsung ke rumah Marsiti yang kini telah menjadi hunian yang lebih layak, aman, dan sehat. Marsiti mengaku bersyukur dan terharu atas bantuan yang diterimanya. Ia menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Sekadau, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang telah membantu mewujudkan impiannya memiliki rumah yang layak huni. “Saya terharu tidak menyangka bisa dapat bantuan rumah baru. Saya selama ini tinggal sendiri disini,” tutur Marsiti, sambil mengahapus air matanya. Ketua BAZNAS Sekadau, Rusmin Nuryadin, mengatakan program bedah rumah merupakan salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari masyarakat dan para muzaki. "Melalui program ini, diharapkan beban masyarakat kurang mampu dapat diringankan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka melalui hunian yang lebih aman dan nyaman," ujarnya. Rusmin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut, terutama pemerintah Desa Tigur Jaya yang turut berperan aktif dalam proses pembangunan rumah penerima manfaat. Kepala Kantor Kemenag Sekadau, H. Damsir, menegaskan pentingnya sinergi antara BAZNAS, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjalankan program-program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat. "Ini merupakan bentuk kepedulian sosial yang manfaatnya dirasakan banyak orang. Kepada para muzaki, mari terus berbagi dan menyisihkan sebagian harta yang dimiliki untuk kepentingan sosial. Salah satunya melalui program bedah rumah ini," katanya. Mewakili Camat Sekadau Hilir, Sekcam Yustinus mengapresiasi BAZNAS dan Pemerintah Desa Tigur Jaya yang telah berkolaborasi menghadirkan program tersebut. Menurutnya, bantuan bedah rumah menjadi salah satu upaya mendukung pembangunan desa menuju lingkungan yang sehat dan sejahtera. "Ini merupakan desa baru. Kami berterima kasih karena meskipun program pemerintah belum maksimal menjangkau seluruh kebutuhan masyarakat, BAZNAS sudah hadir melalui program bedah rumah ini," ujarnya. Penjabat Kepala Desa Tigur Jaya, Ari Suhanda, mengungkapkan bahwa BAZNAS Sekadau telah menyalurkan bantuan sebesar Rp25 juta untuk program bedah rumah tersebut. Ia menjelaskan pembangunan rumah dilakukan secara gotong royong oleh perangkat desa dan masyarakat setempat. "Kami bersama perangkat desa dan masyarakat bergotong royong mengerjakan rumah milik Ibu Marsiti yang sebelumnya sudah tidak layak huni. Alhamdulillah, sekarang rumah tersebut sudah berdiri dengan baik berkat bantuan program bedah rumah BAZNAS," katanya. Ari berharap rumah yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik oleh penerima manfaat. Ia juga mengakui proses pembangunan sempat menghadapi kendala, terutama dalam mencari tenaga tukang, namun dapat diatasi berkat semangat gotong royong warga. "Meski ada sedikit kendala dalam mencari tukang, pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target berkat kebersamaan masyarakat," tambahnya. Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perkim Kabupaten Sekadau, Ahmad Urabi, menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS yang telah mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah. Ia menjelaskan, program rehabilitasi RTLH di Kabupaten Sekadau dilaksanakan secara sinergis antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat. Namun pada tahun 2026, jumlah bantuan yang tersedia mengalami keterbatasan akibat efisiensi anggaran. "Tahun ini karena adanya efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten Sekadau hanya memiliki dua unit program RTLH. Dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat ada delapan unit, kemudian dari pemerintah pusat melalui kementerian juga tersedia bantuan RTLH," jelasnya. Menurut Urabi, kehadiran program bedah rumah dari BAZNAS menjadi kontribusi penting dalam membantu pemerintah memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan hunian layak. Program tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pengelolaan dana zakat dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. *
BERITA19/06/2026 | Helmi Anshari
Amalan Hari Jumat yang Membawa Keberkahan dan Pahala Besar
Amalan Hari Jumat yang Membawa Keberkahan dan Pahala Besar
Hari Jumat adalah hari yang sangat istimewa dalam Islam. Rasulullah menyebut hari ini sebagai sayyidul ayyam atau penghulu segala hari. Pada hari Jumat, banyak peristiwa besar terjadi, salah satunya adalah penciptaan Nabi Adam AS. Karena itu, Allah dan Rasul-Nya menjadikan Jumat sebagai hari penuh keberkahan yang memiliki kedudukan tinggi dibanding hari-hari lainnya. Dalam kehidupan modern saat ini, banyak orang menganggap Jumat sekadar hari terakhir menjelang akhir pekan. Padahal, bagi umat Islam, hari Jumat adalah momen emas untuk memperbanyak ibadah, memperkuat hubungan dengan Allah, dan mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya. Dengan melakukan amalan hari Jumat, seorang muslim dapat membuka pintu keberkahan dunia sekaligus kebahagiaan akhirat. Dalil Keutamaan Hari Jumat Hari Jumat memiliki keutamaan yang ditegaskan dalam Al-Qur’an dan hadis Rasulullah. Allah SWT berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkan jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”(QS. Al-Jumu’ah: 9) Selain itu, Rasulullah bersabda: “Sebaik-baik hari yang pada hari itu matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke surga, dan pada hari itu ia dikeluarkan darinya.” (HR. Muslim) Dari dalil-dalil tersebut, jelas bahwa Jumat bukanlah hari biasa, melainkan hari istimewa yang memiliki banyak keutamaan dan kesempatan untuk mendulang pahala. Amalan Hari Jumat yang Dianjurkan 1. Mandi Sunnah Jumat Sebelum Shalat Jumat Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah mandi sunnah sebelum berangkat ke masjid untuk shalat Jumat. Rasulullah bersabda: “Barang siapa mandi pada hari Jumat kemudian berangkat (ke masjid) pada waktu yang paling awal, maka ia seperti berkurban seekor unta…” (HR. Bukhari dan Muslim) Mandi sunnah Jumat bukan hanya memberikan pahala, tetapi juga menjaga kebersihan diri, sehingga jamaah yang berkumpul di masjid merasa nyaman. 2. Membaca Surah Al-Kahfi Membaca Surah Al-Kahfi di hari Jumat juga merupakan sunnah yang penuh berkah. Rasulullah bersabda: “Barang siapa membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat, maka akan terpancar cahaya untuknya di antara dua Jumat.” (HR. Al-Hakim) Dengan membaca Surah Al-Kahfi, seorang muslim mendapatkan cahaya petunjuk dan perlindungan dari fitnah, termasuk fitnah Dajjal. 3. Memperbanyak Doa dan Shalawat kepada Nabi Muhammad Hari Jumat juga disebut sebagai hari yang paling utama untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad Rasulullah bersabda: “Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku pada hari Jumat dan malam Jumat, karena shalawat kalian akan disampaikan kepadaku.” (HR. Al-Baihaqi) Selain itu, Jumat juga memiliki satu waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah bersabda: “Pada hari Jumat ada satu waktu, tidaklah seorang hamba muslim berdiri melaksanakan shalat kemudian memohon kepada Allah sesuatu pada waktu itu, melainkan Allah pasti memberinya.” (HR. Bukhari dan Muslim) Mayoritas ulama berpendapat waktu mustajab ini terjadi di sore hari, menjelang magrib. 4. Bersedekah pada Hari Jumat Bersedekah memang dianjurkan setiap saat, namun melakukannya di hari Jumat memiliki keutamaan yang lebih besar. Ibnu Qayyim al-Jauziyah menyebutkan bahwa sedekah di hari Jumat lebih utama dibanding hari-hari lainnya. Sedekah di hari Jumat menjadi sarana penyucian harta, menolak bala, dan membuka pintu rezeki. Hal ini juga sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 261 tentang besarnya balasan bagi orang yang bersedekah. 5. Datang Lebih Awal ke Masjid untuk Shalat Jumat Datang ke masjid sebelum khutbah dimulai merupakan sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah bersabda: “Barang siapa berangkat pada waktu pertama (ke masjid untuk shalat Jumat), maka ia seakan-akan berkurban unta. Barang siapa berangkat pada waktu kedua, maka seakan-akan ia berkurban sapi…” (HR. Bukhari dan Muslim) Semakin cepat seorang muslim datang ke masjid, semakin besar pahala yang Allah berikan. 6. Memperbanyak Zikir dan Istighfar Hari Jumat adalah saat terbaik untuk memperbanyak zikir, istighfar, dan doa. Zikir dapat menenangkan hati, sementara istighfar menjadi wasilah pengampunan dosa. Allah SWT berfirman:“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28) Dengan memperbanyak zikir dan istighfar, seorang muslim mengisi hari Jumatnya dengan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah. Keutamaan Mengamalkan Sunnah Hari Jumat Mengamalkan amalan hari Jumat membawa banyak manfaat dan keutamaan, di antaranya: Pahala yang berlipat ganda – ibadah yang dilakukan pada hari Jumat memiliki nilai pahala yang lebih besar dibanding hari lain. Doa lebih mustajab – terutama di waktu sore menjelang maghrib, doa seorang muslim lebih mudah dikabulkan. Menghapus dosa-dosa kecil – dengan memperbanyak ibadah, Allah menghapus dosa-dosa seorang hamba. Tanda cinta kepada sunnah Rasulullah – melaksanakan sunnah hari Jumat adalah bukti cinta seorang muslim kepada Nabi Muhammad. Mendapatkan keberkahan hidup – siapa yang menghidupkan sunnah Jumat, kehidupannya akan diliputi ketenteraman dan keberkahan. Hari Jumat adalah hari penuh keutamaan yang seharusnya tidak dilewatkan begitu saja. Melaksanakan amalan hari Jumat seperti mandi sunnah, membaca Surah Al-Kahfi, memperbanyak doa, bersedekah, datang lebih awal ke masjid, hingga memperbanyak zikir dan istighfar, semuanya akan mendatangkan pahala dan keberkahan. Bagi seorang muslim, hari Jumat bukan hanya sekadar hari libur atau rutinitas pekanan, tetapi sebuah kesempatan besar untuk memperbanyak amal saleh. Dengan menjadikan hari Jumat sebagai momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka seorang hamba akan meraih keberkahan dunia dan kebahagiaan akhirat. Mari kita hidupkan amalan hari Jumat mulai dari sekarang, agar setiap langkah kita di hari mulia ini menjadi saksi kebaikan di hadapan Allah SWT.
BERITA19/06/2026 | Humas BAZNAS RI
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kalimantan Barat.

Lihat Daftar Rekening →