WhatsApp Icon
BAZNAS Provinsi Kalbar Kembali Perkuat UMKM Ibu Lisdiana Melalui Program Pemberdayaan Ekonomi

Pontianak – Semangat pantang menyerah menjadi gambaran perjuangan Ibu Lisdiana, seorang ibu yang harus menjalani peran ganda setelah kepergian sang suami. Selain menjadi ibu bagi anak-anaknya, ia juga menjadi tulang punggung keluarga dengan mengandalkan usaha warung mie ayam yang dikelolanya setiap hari.

Setiap dini hari, Ibu Lisdiana memulai aktivitasnya dengan menyiapkan bahan dagangan. Semua dilakukan demi memastikan kebutuhan keluarga tetap terpenuhi dan agar anaknya yang masih menempuh pendidikan di bangku kuliah dapat terus melanjutkan cita-citanya tanpa harus terhenti karena keterbatasan ekonomi.

Melihat semangat dan kegigihan tersebut, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat terus memberikan pendampingan melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Mustahik.

Sebelumnya, pada 24 Februari 2026, BAZNAS Provinsi Kalbar telah menyalurkan bantuan berupa payung tenda jualan untuk menunjang aktivitas usaha Ibu Lisdiana. Bantuan tersebut menjadi langkah awal dalam meningkatkan kenyamanan dan daya tarik usahanya.

Seiring berkembangnya usaha dan meningkatnya jumlah pelanggan, Kamis (23/07/2026) BAZNAS Provinsi Kalbar kembali menyalurkan bantuan lanjutan berupa 10 kursi besi, 1 meja kecil, dan 1 meja sedang guna meningkatkan kapasitas pelayanan warung mie ayam milik Ibu Lisdiana.

Bantuan ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS Provinsi Kalbar dalam mendukung keberlangsungan usaha para mustahik agar mampu berkembang secara bertahap, meningkatkan pendapatan keluarga, serta mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi.

Melalui program pemberdayaan ekonomi, BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga berupaya menghadirkan solusi berkelanjutan agar para penerima manfaat dapat meningkatkan taraf hidupnya dan perlahan bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki.

BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat berharap bantuan yang diberikan dapat semakin memperkuat usaha Ibu Lisdiana, memperluas kesempatan memperoleh penghasilan, serta menjadi penyemangat untuk terus berjuang demi masa depan keluarganya.

Sebagai bagian dari ikhtiar memberdayakan pelaku usaha kecil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi melalui : Program Bantuan Modal Usaha UMKM BAZNAS Kalbar. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan akan menjadi modal harapan bagi para pelaku UMKM mustahik agar mampu mengembangkan usahanya, mandiri secara ekonomi, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi keluarga serta masyarakat.

24/07/2026 | Kontributor: Helmi Anshari
BAZNAS Provinsi Kalbar Hadiri Rapat Komitmen Lintas Sektor Percepatan Eliminasi Tuberkulosis

Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat turut menghadiri kegiatan Sosialisasi  dan Pengembangan Program Desa Sehat Siaga TBC (DAHSAT) di Provinsi Kalimantan Barat, yang diselenggarakan sebagai tindak lanjut penguatan kolaborasi lintas sektor dalam upaya percepatan eliminasi TB. Kegiatan ini mengacu pada Peraturan Presiden tentang Optimalisasi Penanggulangan Tuberkulosis, Peraturan Gubernur Kalimantan Barat tentang Penanggulangan Tuberkulosis, serta Surat Keputusan Gubernur mengenai Tim Percepatan Penanggulangan TB Kalimantan Barat.

Ketua Panitia, Endang Maman Sudirman, S.KM., M.AP, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan lintas sektor yang telah dilaksanakan pada 29 April 2026. Pada pertemuan sebelumnya telah terbangun kesamaan persepsi mengenai pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam percepatan penanggulangan TB serta disepakati berbagai langkah yang perlu ditindaklanjuti bersama.

Menurutnya, pertemuan kali ini tidak hanya bertujuan melakukan evaluasi terhadap capaian yang telah dilaksanakan, tetapi juga mengidentifikasi berbagai tantangan yang masih dihadapi serta menyusun langkah-langkah strategis agar program penanggulangan TB dapat berjalan lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa tujuan kegiatan adalah memperkuat komitmen lintas sektor di Kalimantan Barat, menyampaikan perkembangan hasil tindak lanjut pasca pertemuan April 2026, mengidentifikasi tantangan dan kebutuhan dalam penanggulangan TB, serta memperkuat peran setiap pemangku kepentingan sesuai tugas dan fungsinya dalam mendukung percepatan eliminasi TB.

Peserta kegiatan terdiri dari anggota Tim Percepatan Penanggulangan TB yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Barat, perangkat daerah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, mitra pembangunan, serta berbagai lembaga terkait dengan jumlah peserta sekitar 55 orang

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menyampaikan bahwa BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) memiliki peran strategis dalam mendukung penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui pendekatan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan. Menurutnya, peran tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mewujudkan target eliminasi TBC di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa penanggulangan TBC bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Melalui pengelolaan dana ZIS yang tepat sasaran, BAZNAS dapat memberikan dukungan berupa bantuan nutrisi, pendampingan pengobatan, pemberdayaan ekonomi keluarga penyintas, hingga penguatan edukasi kesehatan di tengah masyarakat.

"BAZNAS siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat aspek sosial, ekonomi, dan spiritual bagi para penyintas TBC. Dengan optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ), kolaborasi lintas sektor, serta pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang tepat sasaran, kami berharap dapat berkontribusi mempercepat terwujudnya Indonesia Bebas TBC sekaligus meningkatkan kesejahteraan para mustahik," ujar Hamzah Tawil..

Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan oleh dr. Antonius Decky mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, disampaikan bahwa sumber daya manusia yang sehat merupakan prioritas utama pembangunan daerah, sehingga penanganan Tuberkulosis menjadi salah satu program prioritas nasional yang memerlukan dukungan seluruh pihak.

Ia menegaskan bahwa percepatan eliminasi TB bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen pemerintah, lembaga, dunia pendidikan, tempat kerja, organisasi masyarakat, hingga masyarakat secara luas.

"TB tidak mengenal batas usia maupun profesi. Anak-anak, pekerja, hingga masyarakat umum memiliki risiko yang sama. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan melalui perluasan skrining di lingkungan kerja, sekolah, perguruan tinggi, tempat ibadah, dan lingkungan masyarakat. Semakin cepat kasus ditemukan, maka semakin cepat pula pengobatan dapat dilakukan," ujarnya.

Berdasarkan data Sistem Informasi Tuberkulosis hingga Juli 2026, jumlah kasus TB yang berhasil ditemukan di Kalimantan Barat baru mencapai sekitar 6.350 kasus, sementara diperkirakan masih terdapat sekitar 12 ribu kasus yang belum teridentifikasi.

Ia menambahkan bahwa meskipun pengobatan TB saat ini telah semakin maju dan vaksin telah tersedia, tantangan terbesar masih terletak pada keberhasilan pengobatan karena memerlukan waktu yang relatif panjang serta kedisiplinan pasien dalam menjalani terapi hingga tuntas.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai unsur lintas sektor, di antaranya perwakilan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, LAZISMU, Yayasan Bina Asri, Organisasi Penyintas TB Khatulistiwa, serta berbagai mitra lainnya yang memiliki komitmen bersama dalam mendukung percepatan eliminasi Tuberkulosis di Kalimantan Barat.

BAZNAS juga mengajak masyarakat untuk turut mengambil bagian dalam ikhtiar ini dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui : Program Bantuan bagi Penyintas Tuberkulosis (TB)

23/07/2026 | Kontributor: Helmi Anshari
BAZNAS Kalbar Hadiri Rapat Penguatan Sinergi Program Desa Sakti

Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menghadiri Rapat Penguatan Kolaborasi dan Sinergitas Program Desa Sakti (Desa Bebas Anak Tidak Sekolah) sebagai bentuk komitmen mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penanganan anak-anak yang tidak mengenyam pendidikan. Pertemuan ini melibatkan berbagai perangkat daerah, lembaga pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menyusun langkah strategis dalam mendukung keberhasilan program tersebut.

Kepala BAPPERIDA Provinsi Kalimantan Barat, Dra. Linda Purnama, M.Si, menyampaikan bahwa rapat ini merupakan tindak lanjut dari audiensi yang sebelumnya dilakukan bersama BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat. Menurutnya, seluruh pihak perlu terus memperkuat kolaborasi dalam menjalankan tugas besar meningkatkan kualitas pembangunan manusia di Kalimantan Barat.

Ia menjelaskan bahwa Program Desa Sakti bertujuan menangani persoalan anak-anak yang putus sekolah melalui pendekatan lintas sektor. Dalam kesempatan tersebut, Linda mengungkapkan bahwa BAZNAS Provinsi Kalbar akan menjadi salah satu mitra strategis dalam mendukung program tersebut melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bagi masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa Program Desa Sakti direncanakan akan diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat pada kegiatan Gerakan Masyarakat Desa (GMD), dengan BAZNAS Provinsi Kalbar turut menghadirkan layanan dan program ZIS dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Sementara itu, Pimpinan Bidang Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.B.A, menegaskan bahwa sejak dilantik, jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar berkomitmen menghadirkan program-program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dalam paparannya, Ali Rohman memperkenalkan platform baznaskalbar.com beserta konsep UPZ Tematik, yaitu pengelolaan zakat yang manfaatnya dikembalikan kepada lingkungan atau instansi tempat zakat tersebut dihimpun. Ia juga menjelaskan kerja sama yang telah dilakukan bersama Pengadilan Tinggi Agama Pontianak dalam memberikan bantuan kepada perempuan rentan dan anak-anak pasca perceraian.

Menurutnya, BAZNAS siap berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), melalui penyusunan nota kesepahaman (MoU), proses verifikasi calon penerima manfaat, hingga optimalisasi peran BAZNAS kabupaten/kota dalam mendukung penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS).

"Kami ingin hadir bukan hanya sebagai lembaga penghimpun zakat, tetapi juga sebagai mitra kolaborasi yang membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial, termasuk mendukung anak-anak agar kembali memperoleh akses pendidikan," ujarnya.

Dalam sesi diskusi, Dewan Pendidikan Kalimantan Barat mengusulkan pentingnya pemetaan (mapping) berdasarkan karakteristik penyebab anak tidak sekolah, baik karena faktor ekonomi maupun rendahnya motivasi belajar. Dengan pemetaan tersebut, diharapkan intervensi yang diberikan dapat lebih tepat sasaran sesuai tingkat prioritas.

Selain itu, peserta rapat juga menyoroti pentingnya pemutakhiran data Anak Tidak Sekolah tahun 2026, khususnya pada lima kabupaten dengan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih rendah, yaitu Kayong Utara, Sekadau, Kapuas Hulu, Melawi, dan Landak.

Perwakilan PKBM Kalimantan Barat menyampaikan perlunya sinkronisasi data lintas instansi melalui surat edaran, penguatan kolaborasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta dukungan BAZNAS dalam pembiayaan pendidikan bagi kelompok rentan, termasuk warga binaan perempuan.

Sementara itu, perwakilan Pemerintah Desa dan Biro Pemerintahan Provinsi Kalimantan Barat menekankan pentingnya penyusunan nota kesepahaman beserta rencana kerja yang jelas sebagai dasar pelaksanaan kolaborasi lintas sektor, sehingga implementasi Program Desa Sakti dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi ini, BAZNAS mengajak masyarakat, para muzaki, dan seluruh pihak untuk turut berpartisipasi dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui. Program Desa Sakti (Desa Bebas Anak Putus Sekolah)

23/07/2026 | Kontributor: Helmi Anshari
BAZNAS Provinsi Kalbar Berikan Bantuan kepada Penyintas Disabilitas di Kubu Raya

Kubu Raya – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, bantuan diberikan kepada Muhammad Thamrin, warga Kabupaten Kubu Raya yang mengalami disabilitas permanen akibat kecelakaan kerja dan kini hidup dalam keterbatasan. Rabu (22/07/2026).

Muhammad Thamrin diketahui mengalami kecelakaan kerja sekitar sembilan bulan yang lalu. Sebelum musibah tersebut, ia menjalani kehidupan dengan normal sejak tahun 1998 hingga 2024. Namun setelah mengalami cedera serius yang berawal dari bagian kaki hingga berdampak pada organ dalam, ia tidak lagi dapat berjalan dan harus menjalani operasi.

Saat ini, Thamrin hidup sebatang kara setelah ibu dan kakaknya meninggal dunia, sementara ayah kandungnya telah lama berpisah dengan ibunya. Kondisi tersebut membuatnya tidak memiliki keluarga yang mendampingi, sehingga kebutuhan sehari-harinya banyak bergantung pada kepedulian warga sekitar.

Meski memiliki rumah sendiri, keterbatasan fisik membuatnya sulit beraktivitas. Untuk memenuhi kebutuhan makan, ia hanya dapat mengonsumsi makanan bertekstur lembut seperti bubur dan buah-buahan. Tidak jarang ia harus menahan lapar ketika tidak ada bantuan dari warga.

Di tengah keterbatasan tersebut, kepedulian masyarakat sekitar terus hadir. Beberapa tetangga dan seorang ayah angkat secara bergantian menemani dan membantu kebutuhannya, terutama pada malam hari. Sebelumnya, Thamrin masih sempat berjalan menggunakan tongkat sebelum kondisinya semakin menurun.

Selain berjuang menghadapi kondisi kesehatannya, Thamrin juga memiliki seorang anak yang saat ini duduk di bangku kelas II Sekolah Dasar dan menempuh pendidikan di MI yang berada di lingkungan panti asuhan.

Mari bersama hadirkan harapan baru bagi saudara kita yang sedang berjuang. Salurkan zakat, infak, dan sedekah terbaik Anda melalui Program Bantu Muhammad Thamrin, Penyintas Disabilitas di Kubu Raya

22/07/2026 | Kontributor: Helmi Anshari
Workshop Integrasi ATM Kalbar, BAZNAS Soroti Peran Zakat dalam Mendukung Program Kesehatan

Pontianak – Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menjadi salah satu narasumber dalam Workshop Evaluasi dan Penjabaran Petunjuk Teknis Integrasi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) serta Kebijakan Nasional Terkait ATM Tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat, Senin (20/07/2026).

Dalam paparannya, Hamzah Tawil menyampaikan apresiasi kepada ADINKES Kalbar atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, upaya penguatan sinergi dalam penanganan penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria sejalan dengan peran BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang turut mendukung pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.

"Atas nama BAZNAS Provinsi Kalbar, kami mengucapkan terima kasih kepada ADINKES Kalbar yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Hal ini sejalan dengan tugas kemanusiaan BAZNAS dalam membantu pemerintah, khususnya pemerintah daerah, termasuk mendampingi para mustahik yang terdampak penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria," ujarnya.

Hamzah menegaskan bahwa zakat bukan hanya merupakan instrumen ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai instrumen pembangunan sosial dan kesehatan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan Surah At-Taubah ayat 60, sebagian besar penyintas AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria berasal dari kelompok masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi dan termasuk dalam kategori fakir maupun miskin. Kondisi tersebut sering kali menyebabkan mereka kesulitan menjalani pengobatan secara berkelanjutan akibat keterbatasan dukungan sosial dan finansial.

"Insya Allah dana zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi instrumen pendukung program kesehatan. Dana umat ini hadir untuk bersinergi dengan pemerintah, bukan menggantikan pembiayaan utama yang telah disediakan pemerintah," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hamzah juga memaparkan sejumlah bentuk optimalisasi pemanfaatan dana ZIS untuk mendukung penyintas penyakit ATM, antara lain melalui bantuan sembako dan nutrisi, layanan Rumah Sehat BAZNAS (RSB), pendampingan pemberdayaan ekonomi, program perbaikan rumah layak huni, hingga edukasi kesehatan berbasis masjid.

Selain itu, ia mengusulkan agar ADINKES Kalbar dapat menginisiasi pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) berbasis komunitas sebagai sarana penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah yang nantinya dapat disalurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya penyintas penyakit ATM.

Di akhir pemaparannya, Hamzah Tawil turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh muzaki yang telah mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh muzaki yang telah menunaikan ZIS melalui BAZNAS Provinsi Kalbar. Semoga Allah SWT memberikan keberkahan, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat menerima manfaat dari dana zakat yang dihimpun," tuturnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sintang, Totok Agus Sudono, M.M.Pd, menyampaikan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam program penanggulangan Tuberkulosis telah dimulai sejak tahun 2025. Menurutnya, kegiatan workshop ini merupakan kali kedua BAZNAS kabupaten/kota di Kalimantan Barat mengikuti kegiatan serupa.

Ia menjelaskan bahwa pada November 2025 BAZNAS Kabupaten Sintang telah meluncurkan program BAZNAS Peduli Penderita Tuberkulosis sebagai bentuk dukungan terhadap program kesehatan pemerintah di daerah.

Workshop ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Dinas Kesehatan Kota Singkawang, Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sintang, Kabupaten Ketapang, serta perwakilan BAZNAS Kota Pontianak, BAZNAS Kabupaten Sintang, BAZNAS Kabupaten Sanggau, dan BAZNAS Kota Singkawang.

Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, sektor kesehatan, dan BAZNAS dalam mendukung penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria, sehingga program kesehatan masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara berkelanjutan.

21/07/2026 | Kontributor: Helmi Anshari

Berita Terbaru

BAZNAS Provinsi Kalbar Kembali Perkuat UMKM Ibu Lisdiana Melalui Program Pemberdayaan Ekonomi
BAZNAS Provinsi Kalbar Kembali Perkuat UMKM Ibu Lisdiana Melalui Program Pemberdayaan Ekonomi
Pontianak – Semangat pantang menyerah menjadi gambaran perjuangan Ibu Lisdiana, seorang ibu yang harus menjalani peran ganda setelah kepergian sang suami. Selain menjadi ibu bagi anak-anaknya, ia juga menjadi tulang punggung keluarga dengan mengandalkan usaha warung mie ayam yang dikelolanya setiap hari. Setiap dini hari, Ibu Lisdiana memulai aktivitasnya dengan menyiapkan bahan dagangan. Semua dilakukan demi memastikan kebutuhan keluarga tetap terpenuhi dan agar anaknya yang masih menempuh pendidikan di bangku kuliah dapat terus melanjutkan cita-citanya tanpa harus terhenti karena keterbatasan ekonomi. Melihat semangat dan kegigihan tersebut, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat terus memberikan pendampingan melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Mustahik. Sebelumnya, pada 24 Februari 2026, BAZNAS Provinsi Kalbar telah menyalurkan bantuan berupa payung tenda jualan untuk menunjang aktivitas usaha Ibu Lisdiana. Bantuan tersebut menjadi langkah awal dalam meningkatkan kenyamanan dan daya tarik usahanya. Seiring berkembangnya usaha dan meningkatnya jumlah pelanggan, Kamis (23/07/2026) BAZNAS Provinsi Kalbar kembali menyalurkan bantuan lanjutan berupa 10 kursi besi, 1 meja kecil, dan 1 meja sedang guna meningkatkan kapasitas pelayanan warung mie ayam milik Ibu Lisdiana. Bantuan ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS Provinsi Kalbar dalam mendukung keberlangsungan usaha para mustahik agar mampu berkembang secara bertahap, meningkatkan pendapatan keluarga, serta mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi. Melalui program pemberdayaan ekonomi, BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga berupaya menghadirkan solusi berkelanjutan agar para penerima manfaat dapat meningkatkan taraf hidupnya dan perlahan bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki. BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat berharap bantuan yang diberikan dapat semakin memperkuat usaha Ibu Lisdiana, memperluas kesempatan memperoleh penghasilan, serta menjadi penyemangat untuk terus berjuang demi masa depan keluarganya. Sebagai bagian dari ikhtiar memberdayakan pelaku usaha kecil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi melalui : Program Bantuan Modal Usaha UMKM BAZNAS Kalbar. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan akan menjadi modal harapan bagi para pelaku UMKM mustahik agar mampu mengembangkan usahanya, mandiri secara ekonomi, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi keluarga serta masyarakat.
BERITA24/07/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Provinsi Kalbar Hadiri Rapat Komitmen Lintas Sektor Percepatan Eliminasi Tuberkulosis
BAZNAS Provinsi Kalbar Hadiri Rapat Komitmen Lintas Sektor Percepatan Eliminasi Tuberkulosis
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat turut menghadiri kegiatan Sosialisasi dan Pengembangan Program Desa Sehat Siaga TBC (DAHSAT) di Provinsi Kalimantan Barat, yang diselenggarakan sebagai tindak lanjut penguatan kolaborasi lintas sektor dalam upaya percepatan eliminasi TB. Kegiatan ini mengacu pada Peraturan Presiden tentang Optimalisasi Penanggulangan Tuberkulosis, Peraturan Gubernur Kalimantan Barat tentang Penanggulangan Tuberkulosis, serta Surat Keputusan Gubernur mengenai Tim Percepatan Penanggulangan TB Kalimantan Barat. Ketua Panitia, Endang Maman Sudirman, S.KM., M.AP, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan lintas sektor yang telah dilaksanakan pada 29 April 2026. Pada pertemuan sebelumnya telah terbangun kesamaan persepsi mengenai pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam percepatan penanggulangan TB serta disepakati berbagai langkah yang perlu ditindaklanjuti bersama. Menurutnya, pertemuan kali ini tidak hanya bertujuan melakukan evaluasi terhadap capaian yang telah dilaksanakan, tetapi juga mengidentifikasi berbagai tantangan yang masih dihadapi serta menyusun langkah-langkah strategis agar program penanggulangan TB dapat berjalan lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa tujuan kegiatan adalah memperkuat komitmen lintas sektor di Kalimantan Barat, menyampaikan perkembangan hasil tindak lanjut pasca pertemuan April 2026, mengidentifikasi tantangan dan kebutuhan dalam penanggulangan TB, serta memperkuat peran setiap pemangku kepentingan sesuai tugas dan fungsinya dalam mendukung percepatan eliminasi TB. Peserta kegiatan terdiri dari anggota Tim Percepatan Penanggulangan TB yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Barat, perangkat daerah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, mitra pembangunan, serta berbagai lembaga terkait dengan jumlah peserta sekitar 55 orang Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menyampaikan bahwa BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) memiliki peran strategis dalam mendukung penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui pendekatan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan. Menurutnya, peran tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mewujudkan target eliminasi TBC di Indonesia. Ia menegaskan bahwa penanggulangan TBC bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Melalui pengelolaan dana ZIS yang tepat sasaran, BAZNAS dapat memberikan dukungan berupa bantuan nutrisi, pendampingan pengobatan, pemberdayaan ekonomi keluarga penyintas, hingga penguatan edukasi kesehatan di tengah masyarakat. "BAZNAS siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat aspek sosial, ekonomi, dan spiritual bagi para penyintas TBC. Dengan optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ), kolaborasi lintas sektor, serta pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang tepat sasaran, kami berharap dapat berkontribusi mempercepat terwujudnya Indonesia Bebas TBC sekaligus meningkatkan kesejahteraan para mustahik," ujar Hamzah Tawil.. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan oleh dr. Antonius Decky mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, disampaikan bahwa sumber daya manusia yang sehat merupakan prioritas utama pembangunan daerah, sehingga penanganan Tuberkulosis menjadi salah satu program prioritas nasional yang memerlukan dukungan seluruh pihak. Ia menegaskan bahwa percepatan eliminasi TB bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen pemerintah, lembaga, dunia pendidikan, tempat kerja, organisasi masyarakat, hingga masyarakat secara luas. "TB tidak mengenal batas usia maupun profesi. Anak-anak, pekerja, hingga masyarakat umum memiliki risiko yang sama. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan melalui perluasan skrining di lingkungan kerja, sekolah, perguruan tinggi, tempat ibadah, dan lingkungan masyarakat. Semakin cepat kasus ditemukan, maka semakin cepat pula pengobatan dapat dilakukan," ujarnya. Berdasarkan data Sistem Informasi Tuberkulosis hingga Juli 2026, jumlah kasus TB yang berhasil ditemukan di Kalimantan Barat baru mencapai sekitar 6.350 kasus, sementara diperkirakan masih terdapat sekitar 12 ribu kasus yang belum teridentifikasi. Ia menambahkan bahwa meskipun pengobatan TB saat ini telah semakin maju dan vaksin telah tersedia, tantangan terbesar masih terletak pada keberhasilan pengobatan karena memerlukan waktu yang relatif panjang serta kedisiplinan pasien dalam menjalani terapi hingga tuntas. Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai unsur lintas sektor, di antaranya perwakilan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, LAZISMU, Yayasan Bina Asri, Organisasi Penyintas TB Khatulistiwa, serta berbagai mitra lainnya yang memiliki komitmen bersama dalam mendukung percepatan eliminasi Tuberkulosis di Kalimantan Barat. BAZNAS juga mengajak masyarakat untuk turut mengambil bagian dalam ikhtiar ini dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui : Program Bantuan bagi Penyintas Tuberkulosis (TB).
BERITA23/07/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Kalbar Hadiri Rapat Penguatan Sinergi Program Desa Sakti
BAZNAS Kalbar Hadiri Rapat Penguatan Sinergi Program Desa Sakti
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menghadiri Rapat Penguatan Kolaborasi dan Sinergitas Program Desa Sakti (Desa Bebas Anak Tidak Sekolah) sebagai bentuk komitmen mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penanganan anak-anak yang tidak mengenyam pendidikan. Pertemuan ini melibatkan berbagai perangkat daerah, lembaga pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menyusun langkah strategis dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Kepala BAPPERIDA Provinsi Kalimantan Barat, Dra. Linda Purnama, M.Si, menyampaikan bahwa rapat ini merupakan tindak lanjut dari audiensi yang sebelumnya dilakukan bersama BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat. Menurutnya, seluruh pihak perlu terus memperkuat kolaborasi dalam menjalankan tugas besar meningkatkan kualitas pembangunan manusia di Kalimantan Barat. Ia menjelaskan bahwa Program Desa Sakti bertujuan menangani persoalan anak-anak yang putus sekolah melalui pendekatan lintas sektor. Dalam kesempatan tersebut, Linda mengungkapkan bahwa BAZNAS Provinsi Kalbar akan menjadi salah satu mitra strategis dalam mendukung program tersebut melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bagi masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa Program Desa Sakti direncanakan akan diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat pada kegiatan Gerakan Masyarakat Desa (GMD), dengan BAZNAS Provinsi Kalbar turut menghadirkan layanan dan program ZIS dalam rangkaian kegiatan tersebut. Sementara itu, Pimpinan Bidang Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.B.A, menegaskan bahwa sejak dilantik, jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar berkomitmen menghadirkan program-program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dalam paparannya, Ali Rohman memperkenalkan platform baznaskalbar.com beserta konsep UPZ Tematik, yaitu pengelolaan zakat yang manfaatnya dikembalikan kepada lingkungan atau instansi tempat zakat tersebut dihimpun. Ia juga menjelaskan kerja sama yang telah dilakukan bersama Pengadilan Tinggi Agama Pontianak dalam memberikan bantuan kepada perempuan rentan dan anak-anak pasca perceraian. Menurutnya, BAZNAS siap berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), melalui penyusunan nota kesepahaman (MoU), proses verifikasi calon penerima manfaat, hingga optimalisasi peran BAZNAS kabupaten/kota dalam mendukung penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). "Kami ingin hadir bukan hanya sebagai lembaga penghimpun zakat, tetapi juga sebagai mitra kolaborasi yang membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial, termasuk mendukung anak-anak agar kembali memperoleh akses pendidikan," ujarnya. Dalam sesi diskusi, Dewan Pendidikan Kalimantan Barat mengusulkan pentingnya pemetaan (mapping) berdasarkan karakteristik penyebab anak tidak sekolah, baik karena faktor ekonomi maupun rendahnya motivasi belajar. Dengan pemetaan tersebut, diharapkan intervensi yang diberikan dapat lebih tepat sasaran sesuai tingkat prioritas. Selain itu, peserta rapat juga menyoroti pentingnya pemutakhiran data Anak Tidak Sekolah tahun 2026, khususnya pada lima kabupaten dengan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih rendah, yaitu Kayong Utara, Sekadau, Kapuas Hulu, Melawi, dan Landak. Perwakilan PKBM Kalimantan Barat menyampaikan perlunya sinkronisasi data lintas instansi melalui surat edaran, penguatan kolaborasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta dukungan BAZNAS dalam pembiayaan pendidikan bagi kelompok rentan, termasuk warga binaan perempuan. Sementara itu, perwakilan Pemerintah Desa dan Biro Pemerintahan Provinsi Kalimantan Barat menekankan pentingnya penyusunan nota kesepahaman beserta rencana kerja yang jelas sebagai dasar pelaksanaan kolaborasi lintas sektor, sehingga implementasi Program Desa Sakti dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS mengajak masyarakat, para muzaki, dan seluruh pihak untuk turut berpartisipasi dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui. Program Desa Sakti (Desa Bebas Anak Putus Sekolah)
BERITA23/07/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Provinsi Kalbar Berikan Bantuan kepada Penyintas Disabilitas di Kubu Raya
BAZNAS Provinsi Kalbar Berikan Bantuan kepada Penyintas Disabilitas di Kubu Raya
Kubu Raya – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, bantuan diberikan kepada Muhammad Thamrin, warga Kabupaten Kubu Raya yang mengalami disabilitas permanen akibat kecelakaan kerja dan kini hidup dalam keterbatasan. Rabu (22/07/2026). Muhammad Thamrin diketahui mengalami kecelakaan kerja sekitar sembilan bulan yang lalu. Sebelum musibah tersebut, ia menjalani kehidupan dengan normal sejak tahun 1998 hingga 2024. Namun setelah mengalami cedera serius yang berawal dari bagian kaki hingga berdampak pada organ dalam, ia tidak lagi dapat berjalan dan harus menjalani operasi. Saat ini, Thamrin hidup sebatang kara setelah ibu dan kakaknya meninggal dunia, sementara ayah kandungnya telah lama berpisah dengan ibunya. Kondisi tersebut membuatnya tidak memiliki keluarga yang mendampingi, sehingga kebutuhan sehari-harinya banyak bergantung pada kepedulian warga sekitar. Meski memiliki rumah sendiri, keterbatasan fisik membuatnya sulit beraktivitas. Untuk memenuhi kebutuhan makan, ia hanya dapat mengonsumsi makanan bertekstur lembut seperti bubur dan buah-buahan. Tidak jarang ia harus menahan lapar ketika tidak ada bantuan dari warga. Di tengah keterbatasan tersebut, kepedulian masyarakat sekitar terus hadir. Beberapa tetangga dan seorang ayah angkat secara bergantian menemani dan membantu kebutuhannya, terutama pada malam hari. Sebelumnya, Thamrin masih sempat berjalan menggunakan tongkat sebelum kondisinya semakin menurun. Selain berjuang menghadapi kondisi kesehatannya, Thamrin juga memiliki seorang anak yang saat ini duduk di bangku kelas II Sekolah Dasar dan menempuh pendidikan di MI yang berada di lingkungan panti asuhan. Mari bersama hadirkan harapan baru bagi saudara kita yang sedang berjuang. Salurkan zakat, infak, dan sedekah terbaik Anda melalui Program Bantu Muhammad Thamrin, Penyintas Disabilitas di Kubu Raya.
BERITA22/07/2026 | Helmi Anshari
Workshop Integrasi ATM Kalbar, BAZNAS Soroti Peran Zakat dalam Mendukung Program Kesehatan
Workshop Integrasi ATM Kalbar, BAZNAS Soroti Peran Zakat dalam Mendukung Program Kesehatan
Pontianak – Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menjadi salah satu narasumber dalam Workshop Evaluasi dan Penjabaran Petunjuk Teknis Integrasi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) serta Kebijakan Nasional Terkait ATM Tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat, Senin (20/07/2026). Dalam paparannya, Hamzah Tawil menyampaikan apresiasi kepada ADINKES Kalbar atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, upaya penguatan sinergi dalam penanganan penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria sejalan dengan peran BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang turut mendukung pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan. "Atas nama BAZNAS Provinsi Kalbar, kami mengucapkan terima kasih kepada ADINKES Kalbar yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Hal ini sejalan dengan tugas kemanusiaan BAZNAS dalam membantu pemerintah, khususnya pemerintah daerah, termasuk mendampingi para mustahik yang terdampak penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria," ujarnya. Hamzah menegaskan bahwa zakat bukan hanya merupakan instrumen ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai instrumen pembangunan sosial dan kesehatan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan Surah At-Taubah ayat 60, sebagian besar penyintas AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria berasal dari kelompok masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi dan termasuk dalam kategori fakir maupun miskin. Kondisi tersebut sering kali menyebabkan mereka kesulitan menjalani pengobatan secara berkelanjutan akibat keterbatasan dukungan sosial dan finansial. "Insya Allah dana zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi instrumen pendukung program kesehatan. Dana umat ini hadir untuk bersinergi dengan pemerintah, bukan menggantikan pembiayaan utama yang telah disediakan pemerintah," jelasnya. Dalam kesempatan tersebut, Hamzah juga memaparkan sejumlah bentuk optimalisasi pemanfaatan dana ZIS untuk mendukung penyintas penyakit ATM, antara lain melalui bantuan sembako dan nutrisi, layanan Rumah Sehat BAZNAS (RSB), pendampingan pemberdayaan ekonomi, program perbaikan rumah layak huni, hingga edukasi kesehatan berbasis masjid. Selain itu, ia mengusulkan agar ADINKES Kalbar dapat menginisiasi pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) berbasis komunitas sebagai sarana penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah yang nantinya dapat disalurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya penyintas penyakit ATM. Di akhir pemaparannya, Hamzah Tawil turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh muzaki yang telah mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat. "Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh muzaki yang telah menunaikan ZIS melalui BAZNAS Provinsi Kalbar. Semoga Allah SWT memberikan keberkahan, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat menerima manfaat dari dana zakat yang dihimpun," tuturnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sintang, Totok Agus Sudono, M.M.Pd, menyampaikan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam program penanggulangan Tuberkulosis telah dimulai sejak tahun 2025. Menurutnya, kegiatan workshop ini merupakan kali kedua BAZNAS kabupaten/kota di Kalimantan Barat mengikuti kegiatan serupa. Ia menjelaskan bahwa pada November 2025 BAZNAS Kabupaten Sintang telah meluncurkan program BAZNAS Peduli Penderita Tuberkulosis sebagai bentuk dukungan terhadap program kesehatan pemerintah di daerah. Workshop ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Dinas Kesehatan Kota Singkawang, Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sintang, Kabupaten Ketapang, serta perwakilan BAZNAS Kota Pontianak, BAZNAS Kabupaten Sintang, BAZNAS Kabupaten Sanggau, dan BAZNAS Kota Singkawang. Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, sektor kesehatan, dan BAZNAS dalam mendukung penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria, sehingga program kesehatan masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara berkelanjutan.
BERITA21/07/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Kalbar Salurkan Santunan bagi Keluarga yang Tengah Berduka
BAZNAS Kalbar Salurkan Santunan bagi Keluarga yang Tengah Berduka
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat mendatangi salah satu keluarga yang sedang mengalami musibah dengan menyalurkan bantuan santunan kepada Maiya Ananda Citra Lestari (19) di RSUD dr. Soedarso Pontianak. Selasa (21/07/2026). Bantuan diserahkan sebagai bentuk kepedulian BAZNAS Provinsi Kalbar untuk membantu meringankan beban keluarga yang sedang menghadapi cobaan. Maiya Ananda Citra Lestari (19) merupakan seorang ibu muda asal Jalan Yos Sudarso Gang Kelapa Emas, Desa Kuala, Kecamatan Singkawang Barat, Kota Singkawang. Ia bersama suaminya, Dendy (24), tengah menghadapi duka setelah kehilangan bayi perempuan mereka yang meninggal dunia pada usia 21 hari. Menurut penuturan Maiya, bayinya lahir dalam kondisi sehat melalui proses operasi sesar dan ia sempat menjalani transfusi darah sebanyak dua kantong. Namun, saat waktu salat Zuhur, keluarga menerima kabar duka bahwa sang bayi telah meninggal dunia. "Kami masih tidak percaya, Pak. Sebelumnya kondisinya saat lahiran sehat. Pas waktu azan Zuhur, kami mendapat kabar anak kami sudah tidak ada," tutur Ibu dari Maiya dengan haru. Ibu dari Maiya juga mengungkapkan bahwa selama menjalani pengobatan di Pontianak, keluarganya mengalami kesulitan ekonomi. Selama kurang lebih satu minggu mereka terpaksa menginap di Masjid Sudarso karena tidak memiliki tempat tinggal maupun keluarga di Pontianak. Suaminya yang merupakan seorang mualaf bekerja sebagai buruh serabutan, sementara Maiya merupakan ibu rumah tangga. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan selama proses pengobatan. Bahkan, upaya meminjam biaya kepada keluarga juga belum membuahkan hasil. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat hadir memberikan santunan sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga dhuafa yang sedang tertimpa musibah. Bantuan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga sekaligus menjadi wujud nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan para muzaki dapat menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA21/07/2026 | Helmi Anshari
Audiensi ke BSN KC Pontianak, BAZNAS Kalbar Dorong Pembentukan UPZ dan Program Tematik
Audiensi ke BSN KC Pontianak, BAZNAS Kalbar Dorong Pembentukan UPZ dan Program Tematik
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan audiensi dengan Bank Syariah Nasional (BSN) Kantor Cabang Pontianak dalam rangka memperkuat sinergi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), mendorong pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta menjajaki berbagai program kolaborasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat Kalimantan Barat. Selasa (14/07/2026) Kepala BSN KC Pontianak, Imron, menyambut langsung kedatangan jajaran BAZNAS Provinsi Kalbar. Dalam kesempatan tersebut, ia memperkenalkan jajaran pengurus BSN sekaligus menyampaikan apresiasi atas berbagai program yang dijalankan BAZNAS. Imron menyampaikan harapannya agar BAZNAS Provinsi Kalbar dapat menyiapkan katalog program dan proposal tematik yang nantinya akan diteruskan kepada kantor pusat BSN sebagai bahan kajian kerja sama. "Kami sangat senang dengan berbagai program yang ditawarkan BAZNAS Provinsi Kalbar. Silakan sampaikan proposal dan katalog program kepada kami agar dapat kami koordinasikan dengan kantor pusat. Kami juga akan mengkaji kemungkinan kerja sama melalui MoU serta mendorong pembentukan UPZ agar penghimpunan zakat dapat memberikan manfaat langsung bagi daerah," ujarnya. Selain itu, pihak BSN juga akan menjajaki peluang kerja sama dengan para developer agar dapat berpartisipasi dalam penghimpunan dana zakat maupun infak, termasuk skema kontribusi sebesar 2,5 persen atau sesuai kesepakatan yang nantinya akan dibahas bersama kantor pusat. Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh BSN KC Pontianak. Ia memperkenalkan jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar serta menjelaskan berbagai program unggulan yang telah dijalankan. Menurutnya, audiensi ini bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus membangun sinergi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan zakat yang profesional. Ia juga menyampaikan bahwa seluruh pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar telah memiliki sertifikasi kompetensi amil zakat. Selain itu, BAZNAS terus menjalankan berbagai program unggulan, salah satunya Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) yang telah memberikan manfaat bagi masyarakat kurang mampu di berbagai daerah. Hamzah Tawil turut menjelaskan bahwa selain zakat, masyarakat maupun mitra juga dapat berpartisipasi melalui infak muqayyad untuk mendukung berbagai program sosial yang telah disiapkan BAZNAS. Pimpinan Bagian Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.B.A, memaparkan berbagai bentuk kolaborasi yang telah dilakukan BAZNAS bersama sejumlah instansi, salah satunya melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pengadilan Tinggi Agama Pontianak. Ia menegaskan bahwa BAZNAS hadir bukan sekadar menghimpun dana, melainkan membangun kolaborasi yang memberikan manfaat nyata. "Kami datang untuk collaboration, bukan collection. Kami ingin membangun UPZ tematik bersama BSN sehingga manfaat yang dihasilkan dapat kembali dirasakan oleh lingkungan dan masyarakat sekitar," jelasnya. Ali Rohman juga menyampaikan harapan agar potensi zakat dari berbagai proyek dan kegiatan usaha di Kalimantan Barat dapat tetap disalurkan melalui BAZNAS di daerah sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kalimantan Barat. Selain itu, BAZNAS berkomitmen mendukung peningkatan indeks capaian berbagai instansi melalui program-program kolaboratif yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Kalbar, Jaki Azmi, S.E, mempresentasikan platform digital BAZNAS yang mendukung pengelolaan program tematik berbasis UPZ. Ia juga menjelaskan mekanisme pembukaan rekening UPZ yang dilakukan melalui pengajuan surat resmi disertai lampiran Surat Keputusan (SK) pembentukan UPZ. Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal terjalinnya kerja sama yang lebih erat antara BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan BSN KC Pontianak, khususnya dalam memperkuat ekosistem zakat, mendorong pembentukan UPZ, serta menghadirkan berbagai program pemberdayaan yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat.
BERITA17/07/2026 | Helmi Anshari
Usai Bentuk UPZ, BAZNAS dan PA Sanggau Langsung Realisasikan Bantuan bagi Korban Perceraian
Usai Bentuk UPZ, BAZNAS dan PA Sanggau Langsung Realisasikan Bantuan bagi Korban Perceraian
Sanggau – BAZNAS Kabupaten Sanggau bersama Pengadilan Agama (PA) Sanggau resmi menandatangani Surat Keputusan (SK) Pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan Pengadilan Agama Sanggau sekaligus menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam penyaluran bantuan kepada ibu dan anak korban perceraian, Jumat (10/07/2026). Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dengan Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Barat mengenai pembentukan UPZ di lingkungan Pengadilan Agama Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat. Pada hari yang sama, kesepakatan tersebut langsung diwujudkan melalui penyaluran santunan kepada lima penerima manfaat, yaitu ibu dan anak korban perceraian yang perkaranya telah berkekuatan hukum tetap. Bantuan ini menjadi bentuk kepedulian dalam meringankan beban ekonomi para penerima manfaat. Ketua BAZNAS Kabupaten Sanggau, Hamka Surkati, S.E., menyampaikan apresiasi kepada Pengadilan Agama Sanggau yang tidak hanya membentuk UPZ, tetapi juga langsung merealisasikan hasil kerja sama melalui penyaluran bantuan. "Alhamdulillah, setelah penandatanganan SK pembentukan UPZ dan PKS pada pagi hari, sore harinya bantuan kepada ibu dan anak korban perceraian sudah langsung disalurkan. Ini merupakan bentuk nyata implementasi kerja sama antara BAZNAS dan Pengadilan Agama Sanggau. Semoga kolaborasi ini tidak hanya terbatas pada bantuan korban perceraian, tetapi juga dapat diperluas untuk berbagai program kemaslahatan umat di Kabupaten Sanggau," ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa Kabupaten Sanggau menjadi salah satu daerah pertama yang langsung menindaklanjuti kerja sama tersebut dengan pembentukan UPZ sekaligus pelaksanaan program bantuan kepada masyarakat. Dalam mekanisme pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang telah disepakati, 30 persen dana yang dihimpun melalui UPZ Pengadilan Agama Sanggau akan disetorkan kepada BAZNAS Kabupaten Sanggau, sedangkan 70 persen dikelola oleh Pengadilan Agama Sanggau untuk program sosial di lingkungan instansi. Pengelolaan dana tersebut tetap dilakukan secara transparan dengan pelaporan kepada BAZNAS, serta setiap kegiatan penyaluran akan melibatkan BAZNAS Kabupaten Sanggau. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sanggau Hamka Surkati, S.E., Wakil Ketua III Diky Zulkarnain, S.P., dan Wakil Ketua IV Ade Syafari, S. Hut Sementara dari Pengadilan Agama Sanggau hadir Ketua Pengadilan Agama Sanggau H. Helman Fajry, S.H.I., M.H.I., para hakim, serta seluruh pejabat di lingkungan Pengadilan Agama Sanggau. Melalui pembentukan UPZ dan kerja sama ini, diharapkan sinergi antara BAZNAS Kabupaten Sanggau dan Pengadilan Agama Sanggau semakin kuat dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA13/07/2026 | Helmi Anshari
Saudara Seiman Academy Diluncurkan, Siapkan Generasi Berilmu, Berakhlak, dan Berprestasi
Saudara Seiman Academy Diluncurkan, Siapkan Generasi Berilmu, Berakhlak, dan Berprestasi
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menghadiri launching Saudara Seiman Academy (SSA) yang mengusung tema "Mencetak Generasi Berilmu, Berakhlak, dan Berprestasi." Program yang diinisiasi oleh Yayasan Baitul Saudara Seiman (BSS) ini bertujuan membekali santri, mualaf, dan masyarakat muslim di wilayah pedalaman dengan keterampilan di bidang konten kreatif dan komunikasi. Direktur Program Saudara Seiman Academy, Ustadz Condro, menjelaskan bahwa SSA merupakan program pelatihan intensif selama tiga bulan yang berfokus pada pengembangan kemampuan multimedia, pembuatan konten digital, dan public speaking. Program ini ditujukan bagi santri dari pesantren di daerah pedalaman agar mampu mengelola media sosial dan kanal YouTube secara mandiri sebagai sarana dakwah dan publikasi kegiatan pesantren. "Harapannya setelah kembali ke pesantren masing-masing, para peserta dapat mengembangkan akun media sosial dan kanal YouTube pesantren sehingga dapat menjadi media dakwah sekaligus membuka peluang kolaborasi pendanaan program pesantren," ujarnya. Peserta angkatan perdana dibatasi maksimal 10 orang. Pada tahap awal, program diikuti oleh santri dari Pesantren Darul Hikam, Kabupaten Kayong Utara, serta Islamic Center Al Azhar Balai Karangan. Seluruh biaya pelatihan sebesar Rp350.000 per bulan didukung melalui kolaborasi bersama mitra dan lembaga yang bekerja sama. Ustadz Condro juga menjelaskan bahwa Yayasan Baitul Saudara Seiman berdiri sejak tahun 2021 dan sebelumnya merupakan bagian dari Munzalan. Saat ini yayasan telah menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat. Ke depan, SSA akan terus dikembangkan dengan menambah program pelatihan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab guna memperluas kompetensi para peserta. Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si., mengapresiasi hadirnya program tersebut sebagai langkah nyata dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan teknologi digital, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk dakwah dan kemaslahatan umat. "Kami berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat memberikan manfaat bagi pesantren dan masyarakat di daerah masing-masing. Gunakan kemampuan membuat konten untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan, amar ma'ruf nahi munkar, serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan media sosial secara positif," ujarnya. Ia juga mengajak lembaga pendidikan, pesantren, dan berbagai pihak, khususnya di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), untuk berpartisipasi dalam program tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Launching Saudara Seiman Academy turut dihadiri oleh perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Syaiful Rizan, S.EI., serta perwakilan LAZISMU Wilayah Kalimantan Barat dan YBM PLN Kalimantan Barat sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kapasitas generasi muda muslim. Melalui program ini, Yayasan Baitul Saudara Seiman bersama BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat berharap dapat melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, berprestasi, serta mampu menjadi agen dakwah digital di daerahnya masing-masing sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi umat.
BERITA09/07/2026 | Helmi Anshari
Kolaborasi BAZNAS Sanggau, Kemenag, dan BMI Hadirkan Kebahagiaan Lebaran Yatim
Kolaborasi BAZNAS Sanggau, Kemenag, dan BMI Hadirkan Kebahagiaan Lebaran Yatim
Sanggau – BAZNAS Kabupaten Sanggau berkolaborasi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau, BMI Munzalan, dan UPZ Masjid Al-Muhajirin Kecamatan Parindu menggelar kegiatan Lebaran Yatim Muharram 1448 H di Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau. Kegiatan mengusung tema "Menebar Maslahat, Menguatkan Umat, dan Harmonis di Tengah Keberagaman." Selasa (07/07/2026). Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sanggau menyalurkan santunan sebesar Rp200.000 kepada masing-masing penerima manfaat dengan total bantuan Rp8.000.000. Bantuan disalurkan kepada 40 penerima manfaat, yang terdiri dari 30 anak yatim dan fakir miskin, 5 penyandang disabilitas, serta 5 kaum dhuafa. Ketua BAZNAS Kabupaten Sanggau, Hamka Surkati, S.E., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program rutin Lebaran Yatim Muharram yang dilaksanakan melalui kolaborasi berbagai pihak. "Alhamdulillah, dalam pelaksanaan Lebaran Yatim tahun ini BAZNAS Kabupaten Sanggau kembali berkolaborasi dengan Kementerian Agama, BMI Munzalan, serta para donatur untuk berbagi kebahagiaan kepada anak yatim, penyandang disabilitas, dhuafa, dan fakir miskin. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para penerima manfaat sekaligus mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian dan semangat berbagi di tahun-tahun mendatang," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan kali ketiga BAZNAS Kabupaten Sanggau berpartisipasi dalam pelaksanaan Lebaran Yatim sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau, H. Madrais, S.Pd., S.Ag., Kapolsek Parindu AKP Sutono, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kabupaten Sanggau Fatkhur Rohman, Kasi Bimas Islam Ayi Yusup Muhidin, Kasubbag Tata Usaha H. Mustaan, S.Ag., M.Pd., Kasi Pendidikan Madrasah Bawanta Ari Santosa, Kasi Pendidikan Agama Islam Samad Harianto, S.Ag., perwakilan BMI Munzalan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para donatur. Dari BAZNAS Kabupaten Sanggau hadir Ketua BAZNAS Kabupaten Sanggau Hamka Surkati, S.E., Wakil Ketua I M. Fatris Babara, S.E., Wakil Ketua II H. Abdurokhman, beserta jajaran amil. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara BAZNAS, Kementerian Agama, lembaga zakat, para donatur, dan masyarakat dapat terus terjalin sehingga semakin banyak anak yatim, penyandang disabilitas, dhuafa, dan fakir miskin yang merasakan manfaat dari zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara amanah dan profesional.
BERITA09/07/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Kalbar Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat melalui Audiensi dengan BKD Provinsi Kalbar
BAZNAS Kalbar Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat melalui Audiensi dengan BKD Provinsi Kalbar
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan audiensi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memperkuat sinergi pengelolaan zakat, optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta mendukung program pengentasan kemiskinan melalui kolaborasi dengan Aparatur Sipil Negara (ASN). Rabu (08/07/2026). Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada BKD Provinsi Kalbar yang telah menerima kunjungan audiensi. Dalam kesempatan tersebut, ia memperkenalkan struktur kelembagaan BAZNAS Provinsi Kalbar serta menyampaikan komitmen BAZNAS untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam mendukung visi pengentasan kemiskinan. Selain itu, BAZNAS Kalbar juga memaparkan manfaat penerapan sistem payroll zakat, khususnya dalam meningkatkan kebermanfaatan bagi ASN golongan II ke bawah, serta mengusulkan perpanjangan Surat Keputusan (SK) UPZ BKD Provinsi Kalbar sebagai upaya memperkuat pengelolaan zakat di lingkungan BKD. Kepala BKD Provinsi Kalimantan Barat, Eko Ardianto, S.IP., M.Si., menyambut baik audiensi tersebut dan menyatakan kesiapan BKD untuk mendukung penguatan pengelolaan zakat di lingkungan ASN. BKD juga membuka peluang kerja sama dalam penyediaan data kepegawaian, khususnya data ASN golongan II ke bawah, dengan mekanisme surat resmi dari BAZNAS sebagai dasar administrasi. Dalam pertemuan tersebut, BKD juga menyampaikan kesiapan untuk berkoordinasi dengan BAPPERIDA terkait data kesejahteraan sosial, serta mendukung optimalisasi pengumpulan zakat di lingkungan ASN. Tercatat terdapat sekitar 12.200 ASN beragama Islam di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang berpotensi menjadi bagian dari penguatan pengelolaan zakat. Sementara itu, Pimpinan Bidang Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.B.A., menjelaskan bahwa audiensi ini merupakan bagian dari upaya transformasi kelembagaan BAZNAS melalui penguatan fungsi UPZ sebagai mitra strategis dalam mendeteksi kebutuhan masyarakat sekaligus mengoptimalkan penyaluran manfaat zakat di lingkungan instansi. Ia juga menyampaikan bahwa BAZNAS terus mendorong kolaborasi dengan berbagai instansi pemerintah, termasuk dalam penyusunan publikasi, peningkatan literasi zakat, serta mendukung pencapaian Indeks Zakat Nasional di Provinsi Kalimantan Barat. Ketua UPZ BKD Provinsi Kalbar, Ipunk Wijaya, menjelaskan bahwa UPZ BKD telah dibentuk sejak tahun 2009 dan mengalami peningkatan penghimpunan zakat sejak adanya surat edaran pemerintah pada tahun 2015. Menurutnya, sosialisasi yang dilakukan BAZNAS serta penguatan regulasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan partisipasi ASN dalam menunaikan zakat melalui BAZNAS. Melalui audiensi ini, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan BKD Provinsi Kalbar berkomitmen memperkuat sinergi dalam optimalisasi pengelolaan zakat di lingkungan ASN, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Barat.
BERITA08/07/2026 | Helmi Anshari
Pontianak Jalani Tahap Wawancara Verifikasi Kota Wakaf 2026
Pontianak Jalani Tahap Wawancara Verifikasi Kota Wakaf 2026
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat mengikuti sesi Zoom Wawancara Verifikasi Program Kota Wakaf Tahun 2026 sebagai bagian dari tahapan pengusulan Kota Pontianak menjadi salah satu Kota Wakaf di Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh unsur pemerintah daerah, Kemenag Provinsi Kalbar, Kemenag Kota Pontianak, BAZNAS Provinsi Kalbar, BAZNAS Kota Pontianak, Badan Wakaf Indonesia (BWI), Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS PWU), serta berbagai pemangku kepentingan terkait. Wawancara merupakan tahapan lanjutan setelah proses pengusulan secara digital dan verifikasi administrasi. Selain Kota Pontianak, tahapan ini juga diikuti oleh sejumlah daerah lainnya, seperti Kota Ternate, Kota Jambi, Kota Jakarta Selatan, Kota Jakarta Timur, Kabupaten Takalar, Kabupaten Halmahera Selatan, dan Kota Jepara. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghafur, M.Ag secara resmi membuka kegiatan sekaligus menyampaikan bahwa Program Kota Wakaf berorientasi pada dampak nyata melalui penguatan literasi, sertifikasi, dan pengembangan aset wakaf agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Melalui keikutsertaan dalam wawancara ini, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen mendukung terwujudnya Kota Pontianak sebagai Kota Wakaf, sehingga pengelolaan wakaf dapat semakin produktif, kolaboratif, dan berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat.
BERITA07/07/2026 | Helmi Anshari
Kolaborasi BAZNAS Sanggau dan UPZ At-Taqwa Hadirkan Sunatan Massal Inklusif
Kolaborasi BAZNAS Sanggau dan UPZ At-Taqwa Hadirkan Sunatan Massal Inklusif
Sanggau – BAZNAS Kabupaten Sanggau berkolaborasi dengan UPZ At-Taqwa Kecamatan Sekayam menggelar kegiatan Sunatan Massal yang diikuti oleh 59 peserta, terdiri dari 49 peserta Muslim, 9 peserta nonmuslim, dan 1 peserta mualaf. Kegiatan yang dilaksanakan pada masa libur semester ini merupakan agenda rutin tahunan yang telah memasuki pelaksanaan tahun kedelapan. Sunatan massal tersebut merupakan hasil kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Sanggau, UPZ At-Taqwa Kecamatan Sekayam, serta para donatur, termasuk dukungan dari Anggota DPRD Fraksi PKB, Supriadi, yang turut berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan sosial tersebut. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau, Samad Harianto, mewakili Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sanggau. Dari BAZNAS Kabupaten Sanggau hadir Ketua BAZNAS Kabupaten Sanggau Hamka Surkati, S.E., didampingi Wakil Ketua II H. Abdurokhman dan Wakil Ketua III Diky Zulkarnain, S.P. Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Kecamatan Sekayam, Kapolsek Sekayam beserta jajaran, Ketua LPTQ Kecamatan Sekayam, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat yang turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan. Ketua BAZNAS Kabupaten Sanggau, Hamka Surkati, S.E., menyampaikan bahwa kolaborasi antara BAZNAS Kabupaten Sanggau dan UPZ At-Taqwa telah berjalan selama enam kali pelaksanaan atau sekitar tiga tahun terakhir sejak kepengurusan BAZNAS periode saat ini. "Alhamdulillah, kegiatan sunatan massal ini terus berlanjut berkat kolaborasi yang baik antara BAZNAS, UPZ, dan para donatur. Ini menjadi bukti bahwa sinergi berbagai pihak mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya. Ia menjelaskan bahwa kegiatan sunatan massal yang diselenggarakan UPZ At-Taqwa telah menjadi agenda rutin setiap libur semester dan kini memasuki tahun kedelapan pelaksanaannya. Menariknya, program ini tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak Muslim, tetapi juga terbuka bagi peserta nonmuslim. Bahkan pada pelaksanaan tahun ini terdapat satu peserta mualaf yang turut mengikuti sunatan massal. Menurut Hamka, keterlibatan peserta dari berbagai latar belakang tersebut menjadi wujud nyata semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan pelayanan kemanusiaan yang diusung BAZNAS tanpa membedakan latar belakang penerima manfaat. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Sanggau berharap kolaborasi dengan UPZ, pemerintah, para donatur, serta seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak program kemanusiaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Kabupaten Sanggau.
BERITA06/07/2026 | Helmi Anshari
Perkuat Tata Kelola Zakat, Pimpinan BAZNAS Kalbar Ikuti Sertifikasi LSP BAZNAS
Perkuat Tata Kelola Zakat, Pimpinan BAZNAS Kalbar Ikuti Sertifikasi LSP BAZNAS
Jakarta – Seluruh jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat mengikuti Sertifikasi Amil Zakat Skema Pimpinan BAZNAS Daerah yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BAZNAS di BAZNAS Institute, Jakarta, pada Jumat (3/7/2026). Kegiatan sertifikasi tersebut diikuti oleh 21 peserta yang berasal dari unsur pimpinan BAZNAS daerah dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dari berbagai wilayah di Indonesia. Sertifikasi ini merupakan bagian dari upaya LSP BAZNAS dalam meningkatkan kompetensi para pemimpin lembaga zakat agar mampu menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Adapun jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat yang mengikuti sertifikasi tersebut, yaitu Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si., Pimpinan Bidang Pengumpulan Jaki Azmi, S.E., Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Iswardani, S.E.I., Pimpinan Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan Luthfiah, S.Pd.I., M.Pd.I., serta Pimpinan Bidang Administrasi, SDM, Umum dan Hukum Ali Rohman, S.Kom., M.B.A. Melalui proses asesmen berbasis kompetensi, seluruh peserta dievaluasi pada aspek pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap kerja (attitude) yang dibutuhkan dalam memimpin lembaga pengelola zakat. Sertifikasi ini bertujuan memastikan para pimpinan memiliki kemampuan dalam menyusun kebijakan, mengambil keputusan strategis, mengelola organisasi secara efektif, serta menerapkan tata kelola zakat yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. Keikutsertaan seluruh pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menjadi bentuk komitmen dalam meningkatkan kapasitas kepemimpinan serta memperkuat tata kelola kelembagaan yang profesional. Dengan kompetensi yang terus diperbarui, diharapkan pelayanan kepada muzaki dan mustahik semakin optimal serta mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat. Melalui sertifikasi kompetensi ini, LSP BAZNAS terus mendorong lahirnya pemimpin-pemimpin lembaga zakat yang adaptif, visioner, dan mampu menjawab tantangan pengelolaan zakat di era yang semakin dinamis.
BERITA06/07/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Kota Pontianak Gelar Khitan Massal, Wujudkan Generasi Sehat dan Saleh
BAZNAS Kota Pontianak Gelar Khitan Massal, Wujudkan Generasi Sehat dan Saleh
BAZNAS Kota Pontianak Gelar Khitan Massal, Wujudkan Generasi Sehat dan Saleh Pontianak – BAZNAS Kota Pontianak menggelar kegiatan Khitan Massal bertema "Berbagi Kebaikan untuk Mewujudkan Generasi Sehat dan Saleh" pada Sabtu (4/7/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di bidang kesehatan sekaligus memperkuat kepedulian sosial kepada masyarakat. Acara dihadiri oleh Wali Kota Pontianak, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak, Ketua BAZNAS Kota Pontianak Sulaiman, S.Sos., perwakilan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, perwakilan PT Wilmar, Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai tamu undangan, serta berbagai pihak yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kota Pontianak atas inisiatif menyelenggarakan khitan massal melalui kolaborasi dengan berbagai mitra. Ia menilai kegiatan tersebut merupakan langkah nyata dalam memperkuat sinergi antar lembaga sekaligus meningkatkan kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. "Kami sangat mengapresiasi BAZNAS Kota Pontianak yang terus melakukan berbagai terobosan melalui kegiatan sosial seperti khitan massal ini. Semoga kegiatan ini mendapat keberkahan dari Allah SWT dan dapat berjalan dengan lancar," ujarnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS sebagai bentuk ibadah sekaligus kontribusi nyata dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Pontianak, Sulaiman, S.Sos., menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyebutkan bahwa pelaksanaan khitan massal tahun ini mendapat dukungan donasi dari BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan PT Wilmar, serta dihadiri oleh berbagai mitra, termasuk Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai tamu undangan. "Alhamdulillah kegiatan ini dapat terlaksana berkat dukungan para donatur dan seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Semoga menjadi amal jariyah bagi kita semua," katanya. Ia juga mengungkapkan bahwa BAZNAS Kota Pontianak telah merencanakan pelaksanaan khitan massal berikutnya pada bulan Desember 2026 dengan target sebanyak 65 peserta, bahkan diharapkan dapat meningkat hingga 100 peserta apabila dukungan masyarakat terus bertambah. Menurutnya, semakin optimal penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah, maka semakin luas pula manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat Kota Pontianak. Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Pontianak secara resmi membuka kegiatan khitan massal. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung program-program BAZNAS melalui penyaluran zakat sebesar 2,5 persen sesuai ketentuan syariat. "Mari bersama-sama berkolaborasi dengan BAZNAS Kota Pontianak. Melalui zakat yang dikelola secara amanah, kita dapat bersama-sama meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Pontianak," ujarnya. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Pontianak berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menghadirkan generasi yang sehat, saleh, dan berkualitas melalui program-program sosial yang berkelanjutan.
BERITA04/07/2026 | Helmi Anshari
Program Bedah Rumah BAZNAS Sambas Bantu Warga Kecamatan Pemangkat
Program Bedah Rumah BAZNAS Sambas Bantu Warga Kecamatan Pemangkat
Sambas – BAZNAS Kabupaten Sambas melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Pemangkat meresmikan bantuan program bedah rumah bagi Ibu Sintang yang beralamat di Dusun Yudha Putra RT 002/RW 001, Desa Jelutung, Kecamatan Pemangkat, pada Jumat (3/7/2026). Program bedah rumah ini merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola BAZNAS untuk membantu masyarakat kurang mampu agar memiliki hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman. Peresmian bantuan tersebut dihadiri oleh Camat Pemangkat, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pemangkat, Hairul Sani, S.Ag., unsur Koramil, pengurus UPZ Kecamatan Pemangkat, serta tokoh masyarakat setempat. Melalui program ini, BAZNAS Kabupaten Sambas berharap dapat terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas tempat tinggal keluarga yang membutuhkan. Keberhasilan program ini juga menjadi wujud sinergi antara BAZNAS, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun kepedulian sosial serta meningkatkan kesejahteraan umat
BERITA03/07/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Kabupaten Sanggau Resmikan Rumah Layak Huni untuk Warga Kembayan
BAZNAS Kabupaten Sanggau Resmikan Rumah Layak Huni untuk Warga Kembayan
Sanggau – BAZNAS Kabupaten Sanggau meresmikan Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) yang telah selesai dibangun untuk Bapak Sopandi, warga Desa Tunggal Bhakti, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, pada Kamis (2/7/2026). Peresmian dilakukan oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sanggau, Hamka Surkati, S.E., didampingi Wakil Ketua II H. Abdurokhman, Wakil Ketua III Diky Zulkarnain, S.P., serta Kepala Desa Tunggal Bhakti, Wiji, beserta jajaran perangkat desa. Ketua BAZNAS Kabupaten Sanggau, Hamka Surkati, menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan rumah layak huni tersebut. Menurutnya, program ini merupakan bentuk nyata kepedulian BAZNAS dalam membantu masyarakat kurang mampu agar memiliki tempat tinggal yang aman dan layak. "Kami bersyukur pembangunan Rumah Layak Huni BAZNAS ini telah selesai dan hari ini dapat diresmikan. Semoga rumah ini memberikan kenyamanan dan menjadi berkah bagi Bapak Sopandi beserta keluarga," ujarnya. Hamka juga meyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat yang telah memberikan dukungan dan mempercayakan pelaksanaan program Rumah Layak Huni BAZNAS kepada BAZNAS Kabupaten Sanggau. "Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat atas dukungan dan amanah yang diberikan kepada kami dalam merealisasikan program RLHB ini. Semoga sinergi ini terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya," tambahnya. Program Rumah Layak Huni BAZNAS merupakan salah satu bentuk pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup mustahik melalui penyediaan hunian yang layak.
BERITA03/07/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Kota Singkawang Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Nyarumkop
BAZNAS Kota Singkawang Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Nyarumkop
Singkawang – BAZNAS Kota Singkawang menyalurkan bantuan berupa paket sembako dan santunan kepada Ibu Surija, korban musibah kebakaran rumah di Kelurahan Nyarumkop, Kecamatan Singkawang Timur, Rabu (1/7/2026). Ketua BAZNAS Kota Singkawang, Mahmudi, mengatakan bahwa bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok serta santunan sebesar Rp5 juta yang diperuntukkan sebagai bantuan pembangunan kembali rumah korban yang hangus terbakar. "Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban Ibu Surija sekaligus menjadi awal untuk membangun kembali tempat tinggal yang layak," ujarnya. Mahmudi berharap proses pembangunan rumah dapat dilakukan melalui semangat gotong royong dengan melibatkan masyarakat sekitar serta dukungan dari berbagai pihak, seperti pemerintah kecamatan, kelurahan, ketua RT, dan para dermawan. Menurutnya, rumah berukuran sekitar 4 x 6 meter tersebut mengalami kerusakan berat akibat kebakaran dan hanya menyisakan bagian dinding serta lantai. Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Pendistribusian BAZNAS Kota Singkawang, Malik Mohammad Said, menyampaikan bahwa musibah kebakaran tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga meninggalkan duka mendalam bagi Ibu Surija yang kini kehilangan tempat tinggal. Ia menegaskan bahwa pembangunan kembali rumah korban merupakan salah satu bentuk ikhtiar BAZNAS untuk menghadirkan harapan baru bagi masyarakat yang sedang tertimpa musibah. "Dalam prosesnya, BAZNAS Kota Singkawang tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dunia usaha, lembaga sosial, serta para muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada BAZNAS," katanya. Melalui semangat kepedulian dan gotong royong, BAZNAS Kota Singkawang mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membantu sesama yang sedang membutuhkan. Diharapkan bantuan yang diberikan tidak hanya membantu membangun kembali rumah yang layak, tetapi juga menguatkan semangat dan harapan bagi korban untuk bangkit dari musibah.
BERITA02/07/2026 | Helmi Anshari
Kolaborasi UPZ Jawai Selatan dan Puskesmas Matang Suri Sukseskan Sunatan Massal
Kolaborasi UPZ Jawai Selatan dan Puskesmas Matang Suri Sukseskan Sunatan Massal
Sambas – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Jawai Selatan bekerja sama dengan Puskesmas Matang Suri menyelenggarakan kegiatan Sunatan Massal yang dilaksanakan pada Sabtu (20/06/2026) di Puskesmas Matang Suri. Kegiatan tersebut diikuti oleh 31 anak yang merupakan perwakilan dari sekolah dasar di sembilan desa yang berada di wilayah Kecamatan Jawai Selatan. Pelaksanaan sunatan massal didukung oleh 10 tenaga kesehatan dari Puskesmas Matang Suri serta enam pengurus UPZ Kecamatan Jawai Selatan. Selain mendapatkan layanan khitan secara gratis, seluruh peserta juga menerima bantuan berupa uang saku, kain sarung, dan kopiah sebagai bentuk perhatian dan dukungan kepada anak-anak yang mengikuti kegiatan. Program ini merupakan wujud kepedulian UPZ Kecamatan Jawai Selatan dalam memberikan pelayanan sosial dan kesehatan kepada masyarakat, sekaligus mendukung tumbuh kembang anak melalui pelaksanaan salah satu syariat Islam yang memiliki manfaat bagi kesehatan. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat membantu meringankan beban orang tua sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Semoga seluruh anak yang mengikuti sunatan massal senantiasa diberikan kesehatan, tumbuh menjadi pribadi yang saleh, berakhlak mulia, serta menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.
BERITA01/07/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Kalbar Sambut Mahasiswa KKM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untan
BAZNAS Kalbar Sambut Mahasiswa KKM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untan
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menerima lima mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura (Untan) untuk melaksanakan program pengabdian di lingkungan BAZNAS Provinsi Kalbar. Selasa (30/06/2026). Kegiatan KKM tersebut akan berlangsung selama satu bulan, mulai 1 Juli hingga 31 Juli 2026. Selama pelaksanaan KKM, para mahasiswa akan memperoleh pengalaman langsung mengenai tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS), administrasi kelembagaan, pengelolaan program, serta berbagai aktivitas yang dijalankan oleh BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat. Melalui program ini, BAZNAS Provinsi Kalbar berharap dapat memberikan ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi akademik sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai peran zakat dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan. Selain menjadi wadah pembelajaran, kehadiran mahasiswa KKM juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif melalui berbagai ide dan inovasi yang mendukung penguatan program serta pelayanan BAZNAS kepada masyarakat. BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen untuk terus membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya mencetak generasi muda yang peduli terhadap pengelolaan zakat, filantropi Islam, dan pemberdayaan masyarakat.
BERITA30/06/2026 | Helmi Anshari
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kalimantan Barat.

Lihat Daftar Rekening →