Berita Terbaru
BAZNAS Provinsi Kalbar Salurkan Bantuan Tunggakan SPP untuk Siswi MI Bawari Pontianak
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantuan pembayaran tunggakan SPP kepada Deska Aulia, siswi kelas 4 MI Bawari Pontianak, melalui dukungan pada bidang pendidikan .
Bantuan tersebut diberikan untuk membantu Deska agar tetap dapat mengikuti kegiatan belajar dan ujian sekolah. Sebelumnya, pihak keluarga mengalami kesulitan ekonomi sehingga belum mampu melunasi tunggakan biaya sekolah.
Ibu Deska, Yulia, menceritakan bahwa selama kurang lebih tujuh tahun dirinya bersama keluarga tinggal menumpang di rumah orang lain. Sang suami hanya bekerja serabutan membantu pemilik rumah tempat mereka tinggal.
“Kadang suami saya bantu-bantu dan diberi upah sekitar 60 sampai 80 ribu rupiah. Alhamdulillah bisa buat beli beras, Indomie, dan telur untuk makan sehari-hari,” ujarnya.
Yulia sendiri sehari-hari berada di rumah untuk mengurus anak bungsunya yang masih berusia tiga tahun. Ia memiliki tiga orang anak yang semuanya masih membutuhkan biaya pendidikan dan kebutuhan sehari-hari.
Anak pertamanya saat ini duduk di kelas 5 sekolah negeri, sementara Deska, anak keduanya, harus bersekolah di sekolah swasta karena tidak lolos saat mendaftar di sekolah negeri bersama kakaknya.
“Waktu masuk sekolah dulu Alhamdulillah dapat bantuan potongan biaya dari pemerintah dan sekolah, jadi uang masuk bisa dicicil. Tapi sekarang tidak ada bantuan lagi selain BPJS gratis,” jelasnya.
Kondisi ekonomi yang terbatas membuat Yulia kesulitan membayar SPP sekolah Deska. Bahkan untuk membeli buku dan LKS, terkadang ia harus menunggu memiliki uang terlebih dahulu.
“Kalau ada uang baru bisa fotokopi LKS, kalau tidak ada terpaksa anak saya menyalin di buku,” katanya.
Ia mengaku sempat khawatir karena salah satu syarat mengikuti ulangan sekolah adalah melunasi tunggakan SPP. Namun karena takut tidak mampu membayar jika meminjam uang, Yulia akhirnya mengajukan bantuan kepada BAZNAS Provinsi Kalbar.
Melalui program bantuan pendidikan, BAZNAS Provinsi Kalbar hadir membantu pembayaran tunggakan SPP Deska Aulia agar ia dapat terus melanjutkan pendidikan tanpa hambatan.
Yulia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan.
“Saya sangat berterima kasih telah membantu pembayaran uang sekolah anak saya. Bantuan ini sangat membantu kami. Mudah-mudahan Allah membalas semua kebaikan bapak dan ibu yang sudah membantu, diberikan kesehatan dan dilancarkan rezekinya,” ungkapnya penuh haru.
BAZNAS Provinsi Kalbar berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga serta memberikan semangat bagi Deska untuk terus belajar dan meraih cita-citanya.
BERITA19/05/2026 | Helmi Anshari
Audiensi BAZNAS Kalbar ke Kanwil KEMENKUM Kalbar Dorong Optimalisasi UPZ
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melakukan audiensi ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memperkuat sinergi program, optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta meningkatkan literasi zakat di lingkungan instansi pemerintahan.
Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.SI menyampaikan bahwa audiensi tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi yang lebih luas antara BAZNAS dan Kemenkum Kalbar.
“Ada beberapa hal yang akan kami kolaborasikan. Tugas kami adalah membantu pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan. Kami hadir untuk penguatan dan optimalisasi UPZ, dan kedepannya diharapkan akan ada sinergi antara Kemenkum dan BAZNAS,” ujarnya.
Pimpinan Bagian SDM Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.B.A menjelaskan bahwa BAZNAS menjalankan tugas sesuai amanah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan Peraturan BAZNAS.
Ia menyampaikan bahwa BAZNAS Provinsi Kalbar terus mendorong optimalisasi pengumpulan zakat melalui UPZ dengan pendekatan kolaboratif.
“Kami hadir bukan untuk collect, tetapi untuk collab. Kami ingin membantu terkait pengumpulan zakat dan penguatan program sosial. BAZNAS merupakan filantropi plat merah yang diatur dalam undang-undang untuk membantu masyarakat,” jelasnya.
Ali Rohman juga menjelaskan bahwa program payroll ASN yang dijalankan BAZNAS dikembalikan 100 persen kepada ASN golongan II ke bawah melalui berbagai bantuan sosial dan pendidikan. Ia turut mengingatkan bahwa zakat juga dapat mengurangi pajak sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Kalbar, Jaki Azmi, S.E menyampaikan bahwa BAZNAS memiliki fleksibilitas dalam membantu masyarakat, terutama untuk kebutuhan mendesak di luar skema bantuan bencana alam yang diakomodasi APBD.
Ia menambahkan bahwa berdasarkan Peraturan BAZNAS, dana zakat wajib disalurkan paling lambat 30 hari setelah diterima. Selain itu, BAZNAS Provinsi Kalbar juga sedang membangun dashboard digital yang akan menampilkan program-program tematik dari setiap UPZ.
“Potensi zakat di Kalbar mencapai 2,345 triliun rupiah. Karena itu, UPZ harus diperkuat agar mampu membantu menyelesaikan persoalan yang ada di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jaki Azmi juga memperkenalkan program Sahabat Zema yang bertujuan membantu UPZ dalam pengumpulan dan pelaporan zakat di wilayah masing-masing. Saat ini BAZNAS Provinsi Kalbar juga telah berkolaborasi bersama 16 LAZ se-Kalimantan Barat.
Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iswardani, SE.I menegaskan bahwa zakat merupakan kewajiban umat Islam yang sejajar dengan ibadah sholat, puasa, dan haji.
Ia berharap Kemenkum Kalbar dapat berkolaborasi dalam literasi zakat dan sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai platform yang dimiliki.
“Kemenkum bisa berkolaborasi terkait literasi zakat atau sosialisasi yang masuk dalam dashboard Kemenkum sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS,” ungkapnya.
Selain itu, Iswardani juga mendorong agar UPZ Kemenkum diperpanjang sehingga hasil pengumpulan zakat dapat disalurkan kepada delapan golongan asnaf, termasuk masyarakat yang membutuhkan di lingkungan Kemenkum.
Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kementerian Hukum Kalbar, Farida, S.Pt., S.A.P., M.Si menyambut baik audiensi tersebut dan mengapresiasi langkah BAZNAS Provinsi Kalbar dalam membangun kolaborasi lintas sektor.
“Ini merupakan himbauan yang bagus karena kami memiliki banyak lembaga dan organisasi perangkat yang dapat berkolaborasi bersama. Terkait dashboard yang telah disampaikan, kami sangat menyambut baik dan akan kami sampaikan kepada Bapak Kakanwil,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya memiliki Pos Bantuan Hukum (Posbankum) yang dapat menjadi sarana untuk mendukung kolaborasi bersama BAZNAS.
Sementara itu, Kakanwil Kemenkum Provinsi Kalbar, Jonny Pesta Simamora, S.IP menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung program-program BAZNAS, termasuk penguatan UPZ dan sosialisasi zakat.
“Kami siap untuk bekerja sama dan mendukung UPZ. Kami juga tertarik pada masyarakat yang belum berdaya secara hukum untuk dapat dikolaborasikan bersama BAZNAS,” katanya.
Ia juga menilai BAZNAS dapat menjadi mitra strategis dalam membantu pengelolaan sosial masyarakat di lapangan.
Pada kesempatan yang sama, Badar dari Kemenkum Provinsi Kalbar menyarankan agar dalam kegiatan sosialisasi zakat nantinya BAZNAS turut menghadirkan motivator agar penyampaian materi lebih menarik dan mudah diterima masyarakat.
BERITA18/05/2026 | Helmi Anshari
Gerakan Sosial Bedah Rumah Kubu Raya Libatkan Pemerintah, Swasta, dan Organisasi
Kubu Raya – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menggelar Rapat Kolaborasi Bedah Rumah Penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dengan mengusung jargon “1 Kolaborasi 1000 Harapan” pada Rabu, 13 Mei 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah, lembaga sosial, organisasi profesi, perbankan, hingga pelaku usaha sebagai bentuk sinergi bersama dalam mempercepat penanganan rumah tidak layak huni di Kabupaten Kubu Raya.
Dalam pemaparannya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah menyampaikan bahwa berdasarkan data pemetaan kawasan kumuh dan perumahan tahun 2025, sejumlah wilayah seperti Sungai Raya, Ambawang, dan Rasau Jaya masih memiliki persoalan RTLH yang perlu menjadi perhatian bersama.
Disebutkan pula bahwa berdasarkan data BPS Kubu Raya tahun 2026 terdapat sekitar 21.435 keluarga desil 1–4 yang tinggal di rumah tidak layak huni. Sementara data dari Dinas PUPR mencatat terdapat 12.928 rumah yang masuk kategori RTLH.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya selama ini telah melakukan berbagai intervensi program, baik melalui dana APBN dengan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), maupun melalui APBD Kabupaten Kubu Raya dan dukungan Pemerintah Provinsi.
Namun demikian, masih diperlukan kolaborasi yang lebih luas untuk mempercepat penanganan rumah tidak layak huni.
“Kami menawarkan konsep kolaborasi yang melibatkan berbagai unsur, termasuk lembaga sosial keagamaan, organisasi profesi, ASN, dan pihak swasta agar percepatan penanganan RTLH dapat terlaksana lebih optimal,” disampaikan dalam forum tersebut.
Output yang diharapkan dari program ini adalah percepatan penurunan RTLH yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara turun-temurun.
Sementara itu, Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, S.E., M.Sos.. dalam arahannya menyampaikan bahwa pertemuan tersebut bukan hanya sekadar rapat, tetapi juga menjadi bentuk silaturahmi dan langkah awal pembentukan kepanitiaan penanganan RTLH.
Sujiwo menjelaskan bahwa Kabupaten Kubu Raya sejauh ini telah merehabilitasi lebih dari 20 ribu rumah tidak layak huni melalui berbagai program pemerintah.
Namun masih terdapat persoalan besar, khususnya rumah-rumah warga yang berada di bantaran Sungai Kapuas yang masuk kawasan jalur hijau sehingga tidak dapat diintervensi menggunakan APBD karena terbentur regulasi.
“Di satu sisi, wilayah tersebut merupakan kantong-kantong kemiskinan masyarakat Kubu Raya. Mudah-mudahan di masa kepemimpinan saya rumah-rumah yang sangat tidak layak huni bisa kita selesaikan,” ujarnya.
Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iswardani, SE.I menyampaikan bahwa persoalan RTLH merupakan masalah sosial yang harus diselesaikan secara bersama-sama.
“Kita harus mencari solusi untuk saudara-saudara kita yang nasibnya belum seberuntung kita. BAZNAS saat ini sedang membangun platform fundraising, sehingga program RTLH ini nantinya bisa dimasukkan ke dalam dashboard dan dikeroyok bersama-sama oleh BAZNAS, LAZ, dan berbagai pihak lainnya,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan dokumentasi rumah-rumah prioritas yang akan dimasukkan ke dalam dashboard secara transparan.
Dukungan juga datang dari Bank Kalbar yang menyatakan kesiapan untuk ikut terlibat dalam program bedah rumah tersebut.
“Kami siap mendukung dan menggaungkan program mulia ini hingga ke kantor pusat agar peran Bank Kalbar dalam membantu masyarakat semakin besar,” ujar perwakilan Bank Kalbar.
Perwakilan PGRI Kubu Raya turut menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Dengan jumlah anggota ribuan ASN dan non-ASN, PGRI berkomitmen mengajak anggotanya untuk ikut peduli terhadap masyarakat kurang mampu tanpa membedakan suku maupun agama.
Senada dengan itu, KORPRI Kubu Raya juga menyatakan siap membantu, termasuk apabila dibutuhkan tenaga relawan dalam pelaksanaan program bedah rumah.
Dukungan serupa disampaikan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kubu Raya yang menyebut pihaknya sangat memahami kondisi masyarakat di desa-desa dan siap mendukung program penanganan RTLH.
Sementara itu, Inspektorat Kubu Raya mengingatkan pentingnya tata kelola dan pengawasan dalam pelaksanaan program agar tetap sesuai regulasi. Disampaikan bahwa apabila program bersumber murni dari pihak swasta, maka kepanitiaannya juga harus berasal dari unsur swasta dan tidak melibatkan ASN maupun pejabat pemerintah.
Dalam forum tersebut, pelaku usaha Hendro juga menyatakan kesiapannya untuk membantu dan mendukung pembentukan perkumpulan sosial bedah rumah sebagai bagian dari gerakan bersama membantu masyarakat miskin di Kabupaten Kubu Raya.
Melalui semangat “1 Kolaborasi 1000 Harapan”, seluruh pihak berharap program penanganan rumah tidak layak huni di Kabupaten Kubu Raya dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan memberikan harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan
BERITA13/05/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi ke BPKP Kalbar, Perkuat Sinergi Tata Kelola dan Optimalisasi Zakat
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melakukan audiensi ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Barat sebagai upaya memperkuat sinergi, tata kelola, serta optimalisasi pengelolaan zakat di Kalimantan Barat.
Audiensi tersebut dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.SI bersama jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar dan disambut oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalbar, Rudy M. Harahap beserta jajaran.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.SI memperkenalkan struktur kepengurusan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat sekaligus menyampaikan harapan agar terjalin sinergi yang lebih kuat antara BAZNAS dan BPKP.
“Kami ingin bersinergi dengan program-program BAZNAS Provinsi Kalbar serta meminta saran dan kritik dari BPKP demi penguatan tata kelola dan pengelolaan zakat yang lebih baik,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam program pemberdayaan mustahik, BAZNAS Provinsi Kalbar telah berkolaborasi dengan Dinas Sosial menggunakan data DTSEN untuk melihat kategori desil 1 hingga 4 sebagai dasar penyaluran bantuan agar tepat sasaran.
Selain itu, saat ini terdapat 16 Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang telah terdaftar dan menjadi mitra BAZNAS dalam pengelolaan zakat di Kalimantan Barat.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalbar, Rudy M. Harahap menyampaikan bahwa pengelolaan zakat memiliki potensi besar apabila dibangun dengan tata kelola dan branding yang baik.
“BAZNAS punya potensi besar. Program-program yang ada harus lebih banyak dipromosikan dan ditampakkan kepada masyarakat,” katanya.
Ia juga menilai bahwa pendekatan melalui generasi muda seperti program Gen Z dan Sahabat Zema dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat branding dan literasi zakat di tengah masyarakat.
Rudy turut memberikan masukan agar BAZNAS memperkuat sistem tata kelola dan pengawasan dengan melibatkan berbagai unsur strategis.
“BAZNAS harus memiliki komite yang di dalamnya terdapat unsur Polda, BPKP, dan keuangan agar tata kelolanya semakin kuat dan terpercaya,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Bagian SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.B.A menjelaskan bahwa audiensi dilakukan sebagai bagian dari silaturahmi dan optimalisasi UPZ di berbagai instansi.
“Kami datang bukan untuk collect, tetapi untuk collab. Kami ingin membangun kolaborasi dan memperkuat tata kelola bersama berbagai institusi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa BAZNAS Provinsi Kalbar setiap hari melakukan roadshow ke OPD, instansi, badan, dan biro dalam rangka optimalisasi UPZ. Namun demikian, masih terdapat tantangan dalam kedisiplinan pelaporan dari UPZ dan LAZ.
“Kami memiliki tantangan dalam tata kelola laporan. Karena itu kami membutuhkan dukungan dan masukan terkait pengawasan agar pengelolaan zakat semakin akuntabel,” ungkapnya.
Sementara itu, Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Kalbar, Jaki Azmi, S.E menjelaskan bahwa zakat memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam membantu masyarakat, khususnya untuk kebutuhan sosial yang tidak seluruhnya dapat terakomodir melalui APBD Darurat.
“Penggunaan APBD Tidak Terduga dalam APBD hanya difokuskan pada bencana alam, padahal banyak hal kebutuhan mendesak masyarakat lainnya misalnya biaya pengobatan, modal usaha kecil, kebutuhan kependidikan, kebutuhan pokok. Karena saat ada kebutuhan mendesak di masyarakat , tetapi tidak dianggarkan dan tidak bisa menggunakan pos tidak terduga, maka pos apa yang bisa digunakan? Jika sembarangan nanti berhadapan sengan APH". tuturnya.
Melalui audiensi ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan BPKP Provinsi Kalbar dalam mendukung tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan berdampak bagi masyarakat.
BERITA11/05/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Provinsi Kalbar dan Pondok Tahfidz Ashqaf Bangun Sinergi untuk Umat dan Generasi Qur’ani
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melakukan audiensi dan silaturahmi ke Pondok Tahfidz Ashqaf & Maryam College sebagai upaya memperkuat sinergi dalam pengembangan dakwah, pendidikan Al-Qur’an, serta optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ).
Pimpinan Bagian Administrasi SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.B.A menyampaikan rasa bangganya dapat hadir langsung di Pondok Tahfidz Ashqaf. Dalam kesempatan tersebut, ia memperkenalkan struktur kepengurusan BAZNAS Provinsi Kalbar sekaligus menjelaskan berbagai program strategis yang tengah dijalankan.
“Kami hadir untuk colabs, bukan collect. BAZNAS dibantu oleh UPZ dan LAZ dalam mengelola ZIS. Bahkan kebijakan pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar periode ini membolehkan UPZ mengelola dana hingga 100 persen, dan apabila kurang akan kami bantu,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa salah satu fokus utama BAZNAS saat ini adalah optimalisasi UPZ sebagai ujung tombak dalam membantu menyelesaikan persoalan sosial di lingkungan masing-masing.
“UPZ menjadi mata dan telinga kami di lapangan. Kami ingin keberadaan UPZ bukan menjadi beban, tetapi menjadi support system yang membantu menyelesaikan persoalan umat,” tambahnya.
Ali Rohman juga mendorong agar SK UPZ Ashqaf dapat diperpanjang dan dioptimalkan kembali agar kebermanfaatannya dapat semakin dirasakan oleh santri maupun masyarakat sekitar.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.SI menyampaikan bahwa kehadiran BAZNAS bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga membangun sinergi nyata bersama pesantren.
“Kami melihat Pondok Ashqaf berkembang dengan kesungguhan dan telah melahirkan generasi Qur’an. Banyak hal yang bisa kita sinergikan, baik secara formal maupun nonformal,” tuturnya.
Ia juga menyebutkan bahwa BAZNAS memiliki program Kampung Zakat di Kalimantan Barat yang bersinergi bersama Kementerian Agama dan diharapkan dapat dikembangkan bersama berbagai lembaga pendidikan Islam.
Dari pihak pondok pesantren, pimpinan Pondok Tahfidz Ashqaf menyampaikan rasa syukur atas perkembangan pondok yang kini semakin maju. Ia menegaskan bahwa sejak awal pondok dibangun dengan semangat dakwah dan pendidikan Al-Qur’an.
“Santri kami diajarkan untuk menjadi tangan di atas, agar kelak mampu memberi kepada orang lain. Adapun UPZ di pondok ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi santri untuk memahami dan mengelola zakat,” jelasnya.
Pihak pondok juga berharap adanya dukungan BAZNAS untuk membantu program-program sosial yang dijalankan, termasuk pembinaan kampung mualaf di daerah terpencil serta program “Sejuk” atau Sejahterakan Guru Ngaji.
“Kami yakin BAZNAS bisa mewarnai banyak hal dengan program-program yang lebih luas untuk membantu umat,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Kalbar, Jaki Azmi, S.E menyampaikan tiga fokus utama program BAZNAS Provinsi Kalbar, yakni optimalisasi UPZ, penguatan Sahabat Zema atau Generasi Zakat (Gen Z), serta Forum Tumpuk Tengah sebagai ruang kolaborasi antara BAZNAS dan LAZ di Kalimantan Barat.
BERITA11/05/2026 | Helmi Anshari
Audiensi ke Dishub Kalbar, BAZNAS Kalbar Dorong Optimalisasi UPZ
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat sinergi lintas sektor melalui audiensi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Kalbar. Pertemuan ini membahas optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), hingga peluang kolaborasi program sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi Kalbar, Rudi, menyambut baik audiensi tersebut. Ia mengaku penjelasan terkait zakat dan sedekah memberikan pemahaman baru bagi pihaknya.
“Terkait ZIS yang disampaikan secara langsung, kami berharap ada informasi penyaluran zakat yang jelas. Penjelasan ini membuka pemikiran kami terkait ZIS, dan semoga ke depan kita dapat menjalin kolaborasi antara Dinas Perhubungan dan BAZNAS Provinsi Kalbar,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan beberapa pertanyaan terkait pengelolaan zakat, mulai dari mekanisme pemotongan bagi ASN pensiun, konsultasi zakat, hingga kewajiban membayar zakat yang sempat terlupa.
Menanggapi hal tersebut, Pimpinan Bagian Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.B.A, menjelaskan bahwa BAZNAS hadir bukan sekadar untuk pengumpulan dana, tetapi membangun kolaborasi dalam membantu menyelesaikan persoalan umat.
“Zakat merupakan instrumen Allah untuk membantu menyelesaikan persoalan sosial umat. Kami hadir bukan untuk collect, tetapi untuk collaboration,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan zakat di BAZNAS berlandaskan tiga prinsip utama, yakni aman syariah, aman regulasi, dan aman NKRI. Selain itu, sistem pengumpulan zakat dilakukan berdasarkan asas kerelaan dan disalurkan melalui amil resmi.
“Khusus payroll ASN, 100 persen dana akan dikembalikan untuk ASN golongan II ke bawah dalam bentuk bantuan dan beasiswa,” tambahnya.
Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Kalbar, Jaki Azmi, S.E, turut memaparkan dasar hukum zakat dalam Al-Qur’an serta potensi besar zakat di Kalimantan Barat.
“Potensi zakat di Kalbar mencapai Rp2,345 triliun, namun yang terealisasi baru sekitar Rp7 miliar atau 0,31 persen. Karena itu, perlu penguatan ekosistem zakat melalui optimalisasi UPZ, UPZ tematik, Sahabat ZEMA, dan kolaborasi antar lembaga,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa BAZNAS telah memanfaatkan data DTSEN untuk memverifikasi mustahik dan muzaki agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menegaskan bahwa BAZNAS bukan hanya lembaga pengelola zakat, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan.
“Kami merupakan lembaga filantropi plat merah yang dapat bergerak cepat membantu masyarakat selama 24 jam. Payroll ASN juga merupakan ikhtiar pemerintah daerah agar keberkahan zakat dapat dirasakan masyarakat luas,” ujarnya.
Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iswardani, SE.I, menambahkan bahwa pola pendistribusian zakat saat ini lebih diarahkan pada pemberdayaan masyarakat.
“Sebanyak 60 persen dana zakat diarahkan untuk pendayagunaan, seperti pelatihan dan modal usaha bagi mustahik agar mereka bisa mandiri secara ekonomi,” jelasnya.
Ia juga melihat Dinas Perhubungan sebagai mitra strategis karena memiliki ruang lingkup yang luas di sektor transportasi. BAZNAS pun membuka peluang kerja sama melalui pemasangan media sosialisasi zakat di area transportasi hingga pengembangan program berbasis kebutuhan Dinas Perhubungan.
“UPZ di Dinas Perhubungan nantinya dapat membantu menyelesaikan persoalan sosial di lingkungan instansi itu sendiri. Bahkan pengelolaan dana bisa dilakukan secara mandiri selama laporan tetap disampaikan kepada BAZNAS,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Provinsi Kalbar juga mengajak jajaran Dinas Perhubungan untuk berpartisipasi dalam program kurban yang tengah dijalankan menjelang Hari Raya Iduladha.
BERITA08/05/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Provinsi Kalbar Dorong Kemandirian Mustahik Lewat Bantuan Usaha Produktif
Pontianak – Di tengah ujian hidup yang berat, semangat untuk bertahan tetap ditunjukkan oleh Syarifah Zuhroh (58 tahun), seorang pelaku usaha kecil yang telah menjalankan usaha penjualan gas elpiji 3 kilogram selama kurang lebih tiga tahun.
Selain menjual gas, Syarifah juga berjualan berbagai kebutuhan harian seperti sayur-mayur, daging, ikan, hingga kosmetik untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Usaha sederhana tersebut menjadi sumber penghidupan utama bagi dirinya.
Namun, cobaan datang ketika empat bulan yang lalu suaminya meninggal dunia. Kehilangan tersebut tidak hanya meninggalkan duka mendalam, tetapi juga berdampak pada kondisi ekonomi keluarga.
Di tengah kondisi tersebut, Syarifah tetap berusaha kuat dan melanjutkan aktivitas usahanya. Ketekunan dan semangatnya menjadi cerminan perjuangan seorang ibu dalam menghadapi keterbatasan.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat hadir memberikan bantuan modal usaha guna mendukung keberlangsungan usaha Syarifah. Bantuan yang diberikan berupa 5 tabung gas elpiji 3 kilogram serta uang tambahan modal usaha.
Bantuan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas usaha yang dijalankan, sehingga Syarifah dapat terus mandiri secara ekonomi dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Provinsi Kalbar dalam mendukung pemberdayaan ekonomi mustahik, agar tidak hanya menerima bantuan konsumtif, tetapi juga mampu bangkit melalui usaha produktif.
Kisah Syarifah Zuhroh menjadi pengingat bahwa di balik setiap keterbatasan, selalu ada harapan. Dengan dukungan dan kepedulian bersama, usaha kecil dapat tumbuh menjadi sumber kekuatan dan kemandirian.
BERITA06/05/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi Ke Kantor Pos Pontianak
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat terus memperluas sinergi lintas sektor melalui audiensi bersama Kantor Pos Pontianak. Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sekaligus memperkuat kolaborasi program sosial di Kalimantan Barat.
Pimpinan Bagian Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.B.A, menyampaikan bahwa kehadiran BAZNAS bukan sekadar untuk pengumpulan dana, melainkan membangun kolaborasi yang berdampak nyata.
“Kami hadir untuk optimalisasi UPZ, bukan untuk collecting semata, tetapi untuk kolaborasi. Kami yakin ada banyak program yang bisa disinergikan antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan Kantor Pos,” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan Bidang Pengumpulan, Jaki Azmi, SE, menjelaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga resmi yang bertanggung jawab secara berjenjang dari pusat hingga daerah, dengan dukungan LAZ dan UPZ dalam pengumpulan serta pendistribusian zakat.
Ia juga menekankan bahwa zakat memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan. “BAZNAS memiliki fleksibilitas dalam penyaluran bantuan, terutama untuk kebutuhan mendesak. Bahkan, dana zakat harus disalurkan paling lambat 30 hari sejak diterima,” jelasnya.
Lebih lanjut, BAZNAS Provinsi Kalbar terus memperkuat ekosistem zakat melalui optimalisasi UPZ, pengembangan Generasi Zakat (Gen Z) dan Sahabat ZEMA (Zero Mustahik), serta penguatan kolaborasi antar lembaga.
Ali Rohman juga menambahkan bahwa UPZ memiliki peran strategis sebagai “mata dan telinga” BAZNAS dalam mengidentifikasi permasalahan sosial di masing-masing instansi. Ia juga membuka peluang pembentukan layanan ZIS di lingkungan Kantor Pos.
“Kami melihat banyak potensi titik layanan yang bisa dikembangkan bersama. Sahabat ZEMA juga akan membantu dalam penguatan pengelolaan dan pelaporan di UPZ,” tambahnya.
Di sisi lain, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iswardani, SE.I, menyoroti potensi besar kolaborasi dengan Kantor Pos, khususnya dalam pemanfaatan aset dan jaringan yang luas.
“Kami melihat peluang untuk memanfaatkan aset Kantor Pos sebagai pusat ekonomi mustahik, misalnya dengan menghadirkan sentra UMKM yang melibatkan para penerima manfaat,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Pos Pontianak, Kokoh Handoko, menyambut baik rencana kolaborasi bersama BAZNAS. Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah lebih dahulu bekerja sama dengan BAZNAS pusat melalui platform PosPay.
“Kami rutin menjalankan program Jumat Berkah melalui aplikasi PosPay sebagai bagian dari ikhtiar kami. Kami juga memiliki 32 kantor cabang pembantu serta jaringan agen pos yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung program BAZNAS,” jelasnya.
Ia juga membuka peluang integrasi sistem pembayaran zakat melalui QRIS di seluruh outlet Kantor Pos serta dukungan promosi program kurban BAZNAS.
“Kami siap mendukung, termasuk pembuatan QRIS untuk BAZNAS dan penyebarannya di seluruh outlet. Bahkan, kami juga siap membantu publikasi seperti spanduk program kurban,” tambahnya.
Audiensi ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi konkret antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan Kantor Pos Pontianak dalam memperluas jangkauan layanan ZIS, meningkatkan literasi zakat, serta memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi para mustahik.
BERITA06/05/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Kalbar dan BAZNAS Kota Pontianak Perkuat Sinergi Program Zakat dan Pemberdayaan Umat
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melakukan audiensi dan silaturahmi dengan BAZNAS Kota Pontianak guna memperkuat sinergi program zakat, infak, dan sedekah (ZIS), serta meningkatkan kolaborasi dalam pemberdayaan umat.
Ketua BAZNAS Kota Pontianak, Sulaiman, S.Sos.I, menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap pertemuan ini dapat menghasilkan kolaborasi program yang lebih luas dan berdampak.
“Semoga dari pertemuan ini kita dapat mensinergikan berbagai program, sehingga semakin banyak manfaat yang bisa kita berikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Kota Pontianak, Drs. H. Lazuardi, M.Si, menambahkan bahwa meskipun masing-masing memiliki bidang yang berbeda, tujuan utama tetap sama, yakni mengoptimalkan pengumpulan dan penyaluran ZIS.
Ia memaparkan sejumlah program yang telah berjalan, seperti sedekah Jumat untuk anak sekolah, penguatan UPZ masjid, program ASN berbagi, hingga rencana pengembangan program kurban dan bedah rumah. Saat ini, BAZNAS Kota Pontianak juga telah membentuk ratusan UPZ, baik di masjid maupun instansi.
“Kami berharap program BAZNAS Kota dan Provinsi dapat terus disinergikan, termasuk dukungan pada program strategis seperti bantuan pendidikan, bedah rumah, dan penguatan UPZ,” ungkapnya.
Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan dan menegaskan pentingnya kolaborasi antar BAZNAS dalam menjawab berbagai persoalan umat.
“Kita ingin sinergi ini tidak hanya sebatas silaturahmi, tetapi berlanjut menjadi silaturahmi amal. Banyak persoalan mustahik yang perlu kita petakan dan tangani bersama,” jelasnya.
Ia juga menyoroti beberapa isu sosial, seperti kasus tuberkulosis (TBC) di Kota Pontianak yang cukup tinggi, serta kebutuhan bantuan bagi masyarakat yang harus ditangani secara kolaboratif antara BAZNAS Provinsi dan Kota.
Pimpinan Bagian Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.BA, menekankan pentingnya optimalisasi UPZ sebagai ujung tombak pengelolaan zakat.
“Provinsi berperan sebagai orkestrator. Jika UPZ berjalan optimal, maka berbagai persoalan di masyarakat dapat ditangani lebih efektif. Kami juga mendorong adanya klaster binaan untuk mustahik,” ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Kalbar, Jaki Azmi, S.E, memperkenalkan program Generasi Zakat (Gen Z) dan Sahabat ZEMA (Zero Mustahik), yang melibatkan pelajar dalam membantu pengelolaan dan pelaporan zakat.
Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iswardani, S.E.I, menambahkan bahwa BAZNAS Provinsi memiliki program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) yang dapat disinergikan untuk mendukung pelaku UMKM dari kalangan mustahik.
“Kita juga bisa bersinergi dalam pengelolaan data, baik data pengumpulan maupun penyaluran, termasuk dalam penanganan bencana,” jelasnya.
Melalui audiensi ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang semakin kuat antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan BAZNAS Kota Pontianak, sehingga program-program yang dijalankan dapat lebih terarah, tepat sasaran, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
BERITA06/05/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Kalbar Perkuat Kolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UKM untuk Penguatan Ekonomi Umat
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melakukan audiensi dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalbar dalam rangka memperkuat sinergi program, khususnya dalam optimalisasi zakat dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menyampaikan apresiasi atas kontribusi aktif Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Dinas Koperasi yang selama ini telah berperan dalam mendukung pengumpulan zakat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas peran aktif UPZ Dinas Koperasi. Semoga ke depan kita dapat membangun program-program kolaboratif yang berdampak lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Bagian Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.BA, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan roadshow ke berbagai instansi guna mengoptimalkan peran UPZ sebagai garda terdepan dalam pengelolaan zakat.
Ia menegaskan bahwa BAZNAS hadir bukan hanya sebagai lembaga pengumpul, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam menyelesaikan persoalan sosial melalui pendekatan kolaboratif bersama UPZ dan LAZ.
“UPZ tematik menjadi salah satu strategi yang kami dorong, karena mampu menjawab persoalan secara spesifik sesuai dengan karakteristik masing-masing instansi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ali Rohman juga menambahkan bahwa sesuai amanah undang-undang, pengelolaan zakat harus mengedepankan pendayagunaan, dengan porsi hingga 60 persen untuk program yang bersifat produktif, termasuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Kalbar, Jaki Azmi, S.E, turut memaparkan potensi zakat yang besar di Kalimantan Barat, yakni mencapai Rp2,345 triliun, namun realisasinya masih sekitar Rp7 miliar. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berzakat.
Ia juga menjelaskan bahwa zakat memiliki peran strategis sebagai instrumen kesejahteraan umat, yang dapat menjangkau masyarakat mustahik secara cepat dan tepat sasaran.
Sementara itu, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iswardani, S.E.I, menyoroti peluang kolaborasi antara BAZNAS dan Dinas Koperasi dalam mendukung pengembangan UMKM.
“Kami melihat banyak kesamaan program, terutama dalam pendampingan UMKM, pemberian modal usaha, pelatihan, serta penguatan kemandirian ekonomi umat. Ini menjadi peluang besar untuk kita sinergikan bersama,” ungkapnya.
Dari pihak Dinas Koperasi dan UKM, Sekretaris Dinas menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik rencana kolaborasi tersebut, meskipun masih terdapat beberapa tantangan dalam implementasi, seperti pemahaman masyarakat terkait zakat serta aspek pelaporan.
Diskusi juga berkembang terkait persepsi masyarakat terhadap zakat yang masih beragam, termasuk anggapan bahwa zakat bersifat paksaan atau belum memahami manfaatnya secara menyeluruh.
Ketua UPZ Dinas Koperasi, Mastam, menyampaikan bahwa diperlukan sosialisasi yang lebih intensif agar pegawai memahami fungsi dan manfaat zakat, serta peran UPZ dalam membantu masyarakat sekitar.
Selain itu, salah satu pengurus, Wagiati, mengungkapkan bahwa audiensi ini membuka wawasan baru terkait peran zakat yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga dapat menjadi solusi dalam pemberdayaan ekonomi, termasuk melalui bantuan modal usaha.
Melalui audiensi ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan Dinas Koperasi dan UKM, khususnya dalam mengoptimalkan peran UPZ serta mendorong program pemberdayaan UMKM berbasis zakat yang berkelanjutan.
BERITA06/05/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Kalbar dan MUI Perkuat Sinergi untuk Zakat dan UMKM Halal
Pontianak - BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melakukan audiensi dengan MUI Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memperkuat sinergi program zakat, pemberdayaan umat, serta dukungan terhadap pelaku UMKM, khususnya dalam percepatan sertifikasi halal.
Sekretaris MUI Provinsi Kalbar, Muhammad Sani, S.H., M.A, menyambut baik audiensi tersebut dan menegaskan bahwa hubungan antara MUI dan BAZNAS telah terjalin erat sejak lama, baik di tingkat daerah maupun pusat. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi antara kedua lembaga sangat penting agar program-program yang dijalankan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“MUI siap mendukung dan bersinergi dengan BAZNAS. Program-program yang ada diharapkan dapat membantu mengentaskan berbagai persoalan umat,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, MUI juga menyoroti kebijakan pemerintah terkait kewajiban sertifikasi halal bagi produk pangan yang ditargetkan berlaku penuh pada Oktober 2026. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku UMKM, terutama yang memiliki keterbatasan dalam proses sertifikasi.
MUI mendorong adanya kolaborasi dengan BAZNAS untuk membantu pelaku usaha dalam proses sertifikasi halal, baik melalui pendampingan maupun dukungan pembiayaan. Selain itu, pentingnya regulasi juga disampaikan sebagai penguat implementasi program di lapangan, termasuk dorongan penyusunan payung hukum terkait pengelolaan zakat.
Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menyampaikan apresiasi atas sambutan MUI serta menegaskan komitmen BAZNAS dalam membangun sinergi yang lebih kuat.
“Kami terus berupaya meningkatkan kepercayaan masyarakat dan mengoptimalkan pengumpulan zakat, termasuk melalui payroll ASN yang masih perlu ditingkatkan. Kami juga siap berkolaborasi dalam membantu UMKM, khususnya terkait sertifikasi halal,” ungkapnya.
Sementara itu, Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Kalbar, Jaki Azmi, S.E, menjelaskan bahwa potensi zakat di Kalimantan Barat mencapai Rp2,345 triliun, namun realisasinya masih sekitar Rp7 miliar atau 0,31 persen. Hal ini menunjukkan perlunya penguatan ekosistem zakat melalui berbagai strategi, seperti optimalisasi UPZ tematik, pengembangan Generasi Zakat (Gen Z), serta program Sahabat ZEMA (Zero Mustahik).
Ia juga menekankan bahwa zakat memiliki fleksibilitas dalam penyaluran, sehingga dapat menjadi solusi cepat untuk kebutuhan mendesak masyarakat, tanpa harus menunggu mekanisme yang panjang.
Pimpinan Bagian Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.BA, menambahkan bahwa optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan dampak program.
“Jika UPZ berjalan optimal, maka permasalahan di setiap titik wilayah dapat ditangani secara lebih efektif. Kami juga berharap MUI dapat memberikan dorongan kepada masyarakat untuk semakin sadar dan aktif dalam menunaikan zakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kalbar, Iswardani, S.E.I, turut memaparkan program pemberdayaan ekonomi melalui BAZNAS Microfinance Desa (BMD), yang memberikan pinjaman tanpa bunga bagi pelaku usaha kecil.
Di sisi lain, Direktur LPPOM Provinsi Kalbar, Dr. H. Agus Wibowo, M.Si, menyampaikan bahwa kerja sama antara LPPOM dan BAZNAS telah berjalan dalam mendukung sertifikasi halal, termasuk program sertifikasi gratis bagi pelaku usaha. Namun, masih terdapat tantangan berupa keterbatasan biaya dan kesadaran pelaku usaha dalam mengurus sertifikasi halal.
Melalui audiensi ini, diharapkan sinergi antara BAZNAS dan MUI semakin kuat, tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga dalam pemberdayaan ekonomi umat, peningkatan kesadaran zakat, serta dukungan terhadap pelaku UMKM agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
BERITA30/04/2026 | Helmi Anshari
Di Usia Lanjut dan Sakit, Ibu Sudardjanti Dapat Santunan dari BAZNAS Kalbar
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat membantu masyarakat yang membutuhkan melalui Program Kalbar Peduli. Kali ini, bantuan disalurkan kepada seorang lansia penderita penyakit autoimun osteoporosis, Ibu Sudardjanti (73 tahun), yang tinggal di Jalan Sulawesi, Gang Haji Sarah. Rabu, (29/04/2026).
Ibu Sudardjanti merupakan seorang janda yang telah lama ditinggal wafat oleh suaminya. Semasa hidupnya, beliau berperan sebagai ibu rumah tangga. Namun, di usia senjanya, ia harus menghadapi kondisi kesehatan yang menurun akibat penyakit autoimun dan osteoporosis yang dideritanya.
Saat ini, Ibu Sudardjanti menjalani kehidupan dengan kondisi sakit menahun dan sangat bergantung pada perawatan keluarga. Perawatan sehari-hari dilakukan oleh anak, menantu, serta cucunya yang dengan penuh kesabaran mendampingi beliau.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Provinsi Kalbar memberikan bantuan berupa uang santunan, pampers, serta minyak kayu putih untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar dan menunjang perawatan harian beliau.
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga dalam merawat Ibu Sudardjanti, sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap para lansia yang membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam kondisi sakit berkepanjangan.
Program Kalbar Peduli sendiri merupakan salah satu bentuk nyata penyaluran zakat, infak, dan sedekah yang difokuskan pada bantuan kemanusiaan, khususnya bagi masyarakat yang berada dalam kondisi darurat dan membutuhkan uluran tangan.
BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat terus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menebar kebaikan melalui zakat, infak, dan sedekah, agar semakin banyak mustahik yang dapat terbantu dan merasakan manfaatnya secara langsung.
BERITA30/04/2026 | Helmi Anshari
Hidup di Kios 2x3 Meter, Rukmana Kini Dapat Bantuan Rumah Singgah BAZNAS
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat kembali memberikan bantuan tempat tinggal layak huni kepada Rukmana, seorang tukang cukur yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Kamis (30/04/2026).
Rukmana, Pria yang berumur 45 tahun tersebut telah menjalani kehidupan sebagai tukang cukur selama kurang lebih 15 tahun. Ia tinggal sekaligus menjalankan usahanya di sebuah kios gunting rambut sederhana yang berlokasi di Jalan Uray Bawadi, Gang Family. Kios tersebut bukan miliknya, melainkan milik Ketua RT setempat, yang awalnya disewa, namun kini hanya menggunakan sistem bagi hasil dari pendapatan usaha.
Dalam kesehariannya, Rukmana bekerja dari pagi hingga malam demi mencukupi kebutuhan hidup. Namun di balik kerja kerasnya, ia harus menghadapi kenyataan pahit setelah ditinggal oleh istrinya, serta harus membesarkan tiga orang anak seorang diri.
Kondisi tempat tinggalnya pun sangat memprihatinkan. Ia hanya menempati ruang berukuran sekitar 2 x 3 meter di dalam kios tersebut untuk beristirahat bersama anak bungsunya yang masih balita. Sementara dua anak lainnya terpaksa dititipkan di Panti Asuhan Nurul Iman demi mendapatkan pengasuhan yang lebih layak.
Sebelumnya, Rukmana sempat memiliki tempat tinggal pinjaman dari rekannya di kawasan Swignyo. Namun, rumah tersebut mengalami kebakaran, sehingga ia terpaksa kembali tinggal di kios tempatnya bekerja.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat hadir memberikan bantuan berupa penyediaan rumah inap yang lebih layak untuk Rukmana dan anaknya.
Bantuan ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi Rukmana dalam menjalani kehidupan sehari-hari, serta menjadi semangat baru untuk terus berjuang memenuhi kebutuhan keluarga.
BAZNAS Provinsi Kalbar berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, tidak hanya melalui bantuan konsumtif, tetapi juga dalam bentuk solusi nyata yang meningkatkan kualitas hidup mustahik.
Melalui dukungan para muzaki, diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat terbantu dan merasakan manfaat zakat, infak, dan sedekah secara langsung.
BERITA30/04/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Provinsi Kalbar Perkuat Sinergi dengan POLNEP, Dorong Optimalisasi UPZ
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melakukan audiensi ke Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) dalam rangka mempererat silaturahmi, optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta membangun kolaborasi dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Rabu (29/04/2026)
Dalam audiensi tersebut, Pimpinan Bagian Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.BA, menyampaikan apresiasi atas sambutan dari pihak Polnep serta menegaskan pentingnya optimalisasi UPZ sebagai bagian dari wilayah kerja BAZNAS Provinsi Kalbar.
“UPZ merupakan bagian dari wilayah kerja BAZNAS di tingkat provinsi, termasuk di instansi pendidikan seperti perguruan tinggi. Kami hadir untuk memperkuat sinergi dan memastikan pengelolaan zakat berjalan optimal,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga pemerintah non-struktural yang bertugas menghimpun dan mendistribusikan zakat secara profesional, serta menjadi instrumen dalam membantu menyelesaikan persoalan sosial di masyarakat.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengelolaan zakat melalui UPZ telah diatur secara resmi, di mana sebagian dana disetorkan ke BAZNAS dan sebagian lainnya dapat dikelola oleh UPZ sesuai ketentuan. BAZNAS Provinsi Kalbar juga terus berupaya meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui penguatan akuntabilitas dan transparansi.
Sementara itu, Wakil Direktur IV Bidang Kerja Sama Polnep, Topan Prihantoro, S.T., M.T, menyambut baik audiensi tersebut dan menyatakan kesiapan Polnep untuk berkolaborasi dengan BAZNAS.
“Polnep memiliki 36 program studi dengan jumlah mahasiswa sekitar 8.500 orang. Kami siap mendukung edukasi zakat kepada mahasiswa serta mengembangkan program pelatihan keterampilan (lifeskill) bersama BAZNAS,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa Polnep siap berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui pelatihan keterampilan bagi masyarakat kurang mampu, serta membuka peluang bagi mahasiswa tahfizh untuk melanjutkan pendidikan di Polnep.
Selain itu, pihak Polnep juga akan segera membentuk kepengurusan UPZ yang baru guna mengoptimalkan pengumpulan dan pengelolaan zakat di lingkungan kampus.
Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Kalbar, Jaki Azmi, SE, dalam kesempatan tersebut memaparkan potensi zakat di Kalimantan Barat yang mencapai Rp2,3 triliun, namun realisasi penghimpunan saat ini masih relatif kecil.
“Ini menjadi peluang besar yang harus kita optimalkan bersama. Kami juga mendorong pembentukan UPZ tematik agar lebih fokus dalam menangani permasalahan sesuai dengan kebutuhan di masing-masing instansi,” jelasnya.
Ia juga memperkenalkan program Generasi Zakat (Gen Z) dan Sahabat ZEMA yang bertujuan melibatkan generasi muda dalam pengelolaan zakat, termasuk dalam pelaporan, edukasi, dan kampanye sosial.
Dalam audiensi tersebut, Ketua UPZ Polnep periode 2020–2025, Ihsan, turut menyampaikan pengalaman pengelolaan zakat di lingkungan kampus. Ia menjelaskan bahwa selama ini dana zakat telah disetorkan ke BAZNAS Provinsi Kalbar, sementara dana infak dan sedekah dikelola untuk kebutuhan internal, seperti pemberian beasiswa kepada mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi.
“Kami berharap ke depan pengelolaan zakat di Polnep dapat semakin optimal dengan dukungan dari BAZNAS, terutama dalam meningkatkan penghimpunan dan pelaporan,” ujarnya.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan Politeknik Negeri Pontianak, baik dalam optimalisasi UPZ, edukasi zakat, maupun program pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan.
BERITA29/04/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Kalbar Hadiri Pertemuan Penguatan Program TBC Lintas Sektoral di Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menghadiri kegiatan Pertemuan Implementasi dan Penguatan Public Private Mix (PPM) Program Tuberkulosis (TBC) melalui koordinasi lintas sektoral yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. Rabu (29/04/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai instansi dan pemangku kepentingan, di antaranya Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalbar, Dinas Sosial, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, BPJS Kesehatan, serta perguruan tinggi seperti Universitas Tanjungpura, UMP, ITEKES Muhammadiyah Pontianak, dan Poltekkes Kemenkes Pontianak.
Dari BAZNAS Provinsi Kalbar, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, bersama Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iswardani, SE.I.
Dalam sambutannya, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Endang Maman Sudirman, S.KM., MAP, menyampaikan bahwa capaian penanggulangan TBC di Kalimantan Barat masih belum mencapai target nasional. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan capaian menuju target eliminasi TBC pada tahun 2030.
“Kalbar masih perlu meningkatkan capaian penemuan dan penanganan kasus TBC. Kami berharap dukungan dari berbagai pihak agar target nasional bebas TBC tahun 2030 dapat tercapai,” ujarnya.
Dalam paparannya, Endang Maman juga menjelaskan bahwa secara global, TBC masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi. Dalam kurun waktu 200 tahun terakhir, tercatat sekitar 1 miliar kematian akibat penyakit ini.
Untuk situasi di Kalimantan Barat, jumlah temuan kasus TBC pada tahun 2024 mencapai 14.359 kasus atau sekitar 77 persen dari target. Sementara pada tahun 2025 terjadi penurunan angka kasus, namun hal tersebut disebabkan oleh masih rendahnya temuan kasus dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia juga menambahkan bahwa pengobatan TBC telah menunjukkan hasil yang cukup baik di beberapa daerah seperti Sambas, Singkawang, dan Sintang, meskipun capaian keberhasilan pengobatan masih perlu ditingkatkan.
“Permasalahan TBC tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran lembaga seperti BAZNAS, dalam mendukung penanganan dan pencegahan TBC di masyarakat,” tambahnya.
Kehadiran BAZNAS Provinsi Kalbar dalam kegiatan ini menjadi bentuk komitmen dalam mendukung program kesehatan masyarakat, khususnya melalui pendekatan sosial dan pemberdayaan. Peran zakat, infak, dan sedekah diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen pendukung dalam membantu masyarakat yang terdampak, baik dari sisi pengobatan, pemenuhan gizi, maupun pemulihan ekonomi keluarga.
Melalui sinergi lintas sektor ini, diharapkan upaya penanggulangan TBC di Kalimantan Barat dapat berjalan lebih optimal, terintegrasi, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
BERITA29/04/2026 | Helmi Anshari
Kolaborasi untuk Umat, BAZNAS Kalbar Gandeng Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Kalbar
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melakukan audiensi ke Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Provinsi Kalbar dalam rangka memperkuat kolaborasi, optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta peningkatan literasi zakat di lingkungan instansi pemerintah.
Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan serta berharap audiensi ini menjadi awal lahirnya program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap dari silaturahmi ini dapat terbangun program amal bersama. UPZ di Biro Pengadaan Barang dan Jasa sudah cukup aktif, semoga semakin memberikan keberkahan dan menjadi pensuci jiwa,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga pemerintah non-struktural yang berjenjang dan memiliki tugas membantu pemerintah daerah dalam pengentasan kemiskinan.
Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Kalbar, Jaki Azmi, SE, menjelaskan bahwa zakat memiliki peran strategis sebagai solusi dalam percepatan bantuan sosial, terutama untuk kebutuhan mendesak masyarakat.
“Zakat memiliki fleksibilitas dalam penyaluran dan wajib didistribusikan paling lambat 30 hari sejak diterima. Dengan potensi zakat Kalbar yang mencapai Rp2,3 triliun, ini menjadi peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan pengentasan kemiskinan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS tengah mengembangkan platform fundraising berbasis program tematik, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, dan kemanusiaan, yang dapat dikelola oleh UPZ sehingga masyarakat dapat turut berpartisipasi secara luas.
Selain itu, diperkenalkan pula program Sahabat ZEMA (Zero Mustahik) yang menyasar generasi muda melalui pelatihan literasi keuangan dan komunikasi, sebagai bagian dari upaya jangka panjang membangun kesadaran zakat sejak dini.
Sementara itu, Pimpinan Bagian Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.BA, menegaskan bahwa BAZNAS berperan sebagai orkestrator dalam pengelolaan zakat, bukan sekadar lembaga pengumpul.
“UPZ harus dioptimalkan, karena kami bukan hanya collecting, tetapi kolaborasi. Kemiskinan juga merupakan bencana sosial yang harus ditangani bersama,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa BAZNAS tengah menyusun berbagai bentuk kerja sama strategis, termasuk MoU dengan berbagai lembaga, serta mendorong keterlibatan perusahaan dalam menunaikan zakat melalui UPZ.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Kalbar, Prasetyo Tri Sejati, S.STP., MM, menyampaikan bahwa audiensi ini memberikan pemahaman baru terkait pengelolaan zakat dan dampaknya bagi masyarakat.
“Informasi ini menjadi motivasi bagi kami. Transparansi dan dampak penyaluran zakat menjadi kunci dalam membangun kepercayaan. Kami akan mulai mensosialisasikan zakat, termasuk kepada perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam proses pengadaan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan segera mengoptimalkan pembentukan UPZ serta terus meningkatkan transparansi dalam pengelolaan zakat di lingkungan Biro Pengadaan Barang dan Jasa.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan Biro Pengadaan Barang dan Jasa, guna meningkatkan penghimpunan dan pendistribusian zakat yang lebih optimal, transparan, dan berdampak luas bagi masyarakat.
BERITA28/04/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Kalbar Audiensi ke TVRI Kalbar, Perkuat Kolaborasi Literasi Zakat
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melakukan audiensi ke TVRI Kalbar dalam rangka memperkuat kolaborasi, khususnya dalam penyebarluasan literasi zakat kepada masyarakat.
Audiensi ini menjadi langkah strategis untuk membangun sinergi antara lembaga pengelola zakat dengan media publik, guna meningkatkan pemahaman masyarakat terkait zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menyampaikan harapannya agar ke depan terdapat kerja sama dalam kegiatan literasi zakat dan publikasi program pendistribusian.
“Kami berharap dapat berkolaborasi dengan TVRI dalam menyampaikan informasi zakat kepada masyarakat. BAZNAS hadir sebagai jembatan antara muzaki dan mustahik, sehingga informasi ini perlu disampaikan secara luas,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa zakat idealnya dikelola melalui amil, yang tidak hanya bertugas mengumpulkan, tetapi juga mendistribusikan secara tepat sasaran.
Pimpinan Bagian Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.BA, menjelaskan bahwa BAZNAS terus berupaya mengoptimalkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), termasuk di lingkungan instansi seperti TVRI.
“Spirit kami adalah kolaborasi. BAZNAS tidak hanya mengumpulkan, tetapi juga mengorkestrasi program bersama UPZ dan LAZ untuk menyelesaikan persoalan sosial di masyarakat,” jelasnya.
Ia juga memperkenalkan program Generasi Zakat (Gen Z/ZEMA), yang menyasar pelajar tingkat SMA dan perguruan tinggi. Program ini memberikan pelatihan literasi keuangan dan komunikasi, serta diharapkan dapat menjadi bagian dari konten edukatif yang dapat dikembangkan bersama TVRI.
Sementara itu, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Provinsi Kalbar, Iswardani, SE.I, menekankan pentingnya peran TVRI sebagai media dengan jangkauan luas.
“Di tengah perkembangan digital, TVRI tetap menjadi sumber informasi yang dipercaya masyarakat. Kami berharap dukungan TVRI dalam mensosialisasikan zakat, terutama bagi masyarakat di daerah,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa dengan optimalisasi literasi zakat, potensi ZIS dapat dimaksimalkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Barat.
Menanggapi hal tersebut, Plt. Kepala TVRI Kalbar, Sugeng Widiyanto, menyampaikan kesiapan pihaknya untuk mendukung kolaborasi tersebut.
“Secara teknis, jangkauan siaran TVRI siap. Kami juga membuka peluang kerja sama dalam produksi dan publikasi kegiatan BAZNAS, khususnya dalam penyampaian informasi dan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini perlu ditindaklanjuti melalui perencanaan program yang lebih detail agar dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Dalam audiensi tersebut juga dibahas perlunya pembaruan Surat Keputusan (SK) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan TVRI, serta mekanisme koordinasi publikasi kegiatan BAZNAS melalui pengajuan resmi.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama yang lebih erat antara BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan TVRI Kalbar, khususnya dalam meningkatkan literasi zakat serta memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.
BERITA27/04/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Kalbar Audiensi ke PTA Pontianak, Dorong Kolaborasi Penanganan Dampak Perceraian
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan audiensi dengan Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Pontianak pada Senin (27/04/2026) dalam rangka memperkuat sinergi serta membahas rencana kerja sama strategis melalui Nota Kesepahaman (MoU). Senin (27/04/2026)
Audiensi ini merupakan tindak lanjut dari beberapa pertemuan sebelumnya yang mengarah pada pembentukan kerja sama kelembagaan, khususnya dalam penanganan dampak sosial akibat perceraian di Kalimantan Barat.
Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari pihak PTA Pontianak. Ia menegaskan bahwa BAZNAS tidak dapat berjalan sendiri dalam menyelesaikan persoalan umat, sehingga kolaborasi menjadi kunci utama.
“Kami telah melakukan roadshow ke berbagai OPD dan instansi vertikal. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah dampak perceraian yang berpotensi melahirkan mustahik baru, terutama anak-anak yang mengalami kesulitan dalam pendidikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, BAZNAS siap memberikan dukungan melalui program pendidikan, bantuan ekonomi mikro, serta pemberdayaan bagi keluarga terdampak perceraian.
Sementara itu, Ketua PTA Pontianak, Dr. Candra Boy Seroza,S.Ag.,M.Ag., menyampaikan bahwa angka perceraian di Indonesia mencapai ratusan ribu kasus setiap tahunnya, dengan kisaran 1.000 hingga 13.000 kasus terjadi di Kalimantan Barat. Dampaknya, sekitar 22.000 hingga 26.000 anak turut terdampak.
“Kami melihat pentingnya kolaborasi dengan BAZNAS untuk menghadirkan solusi nyata, terutama bagi pihak yang terdampak secara ekonomi. Ada pihak yang sebenarnya mampu tetapi tidak menjalankan kewajibannya, dan ada pula yang memang tidak mampu secara ekonomi,” jelasnya.
Ia menambahkan, melalui kerja sama ini, akan dirancang skema bantuan berupa santunan zakat, bantuan modal usaha bagi mantan istri yang tidak memiliki penghasilan, serta dukungan pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan hidup bagi anak-anak.
Selain itu, PTA Pontianak juga berencana menyalurkan sebagian dana zakat profesi pegawai melalui BAZNAS untuk membantu anak-anak terdampak perceraian.
Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Kalbar, Jaki Azmi, SE, menjelaskan bahwa BAZNAS memiliki kewenangan dalam pengelolaan zakat secara nasional sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang mandiri.
“Zakat dapat menjadi solusi dalam menjawab kebutuhan mendesak masyarakat yang tidak selalu terakomodasi dalam anggaran pemerintah, karena BAZNAS memiliki fleksibilitas dalam penyaluran yang tetap sesuai syariat dan regulasi,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS telah memanfaatkan data berbasis desil dari Dinas Sosial untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, khususnya bagi kelompok mustahik.
Pimpinan Bidang Administrasi, SDM, Umum dan Hukum, Ali Rohman, S.Kom., M.BA, menegaskan bahwa zakat merupakan instrumen sosial dalam membantu menyelesaikan persoalan ekonomi masyarakat, termasuk dampak perceraian yang dinilai sebagai salah satu “bencana sosial”.
Ia juga mendorong optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan PTA, yang saat ini perlu diperbarui dan diperkuat perannya.
“Kami ingin UPZ tidak hanya berfungsi sebagai pengumpul, tetapi juga menjadi penggerak solusi berbasis program di masing-masing instansi. BAZNAS saat ini juga tengah membangun platform digital berbasis program tematik untuk memperkuat partisipasi masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iswardani, SE.I, menyoroti pentingnya mitigasi dampak perceraian secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga psikologis.
“Dampak perceraian sangat luas, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga psikologis. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan terpadu, termasuk penyediaan layanan konseling serta program pemberdayaan ekonomi bagi keluarga terdampak,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi yang telah berjalan sebelumnya, seperti program Ramadhan yang melibatkan pedagang dan ojek online, serta perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Pihak PTA Pontianak menyampaikan dukungan penuh terhadap rencana kerja sama ini dan berharap MoU yang akan disepakati dapat menjadi pilot project pertama secara nasional.
“Kami berharap kerja sama ini tidak hanya sebatas penanganan perkara hukum, tetapi juga menghadirkan solusi nyata melalui penyaluran zakat yang tepat sasaran, khususnya bagi perempuan dan anak pasca perceraian,” ungkap perwakilan PTA.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan PTA Pontianak, guna menghadirkan solusi komprehensif terhadap persoalan sosial serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Barat.
BERITA27/04/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi ke Biro Hukum Setda Kalbar, Perkuat Sinergi dan Payung Hukum Pengelolaan Zakat
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan audiensi dengan Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memperkuat sinergi serta mendorong penguatan aspek regulasi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Jum'at (24/04/2026)
Audiensi tersebut diterima langsung oleh Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Kalbar, Deasy Arisanti, S.H., M.H. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa Biro Hukum memiliki peran dalam memfasilitasi penyusunan produk hukum baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, serta memberikan advokasi terhadap berbagai permasalahan hukum.
“Biro Hukum berfungsi dalam penyusunan regulasi serta memberikan fasilitasi dan pendampingan terhadap aspek hukum di lingkungan pemerintah daerah,” ujarnya.
Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa BAZNAS memiliki fokus utama dalam mendukung pemerintah daerah untuk mengentaskan kemiskinan melalui pengelolaan zakat yang optimal.
“Kami memiliki semangat untuk mengoptimalkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Filosofi zakat adalah harta dikumpulkan dan didistribusikan di tempat yang sama agar memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa dukungan dari pemerintah daerah, termasuk perhatian Gubernur Kalbar terhadap pengelolaan zakat di lingkungan ASN, menjadi potensi besar dalam meningkatkan pengumpulan ZIS.
Pimpinan Bidang Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.BA, memaparkan wilayah kerja UPZ BAZNAS Provinsi Kalbar yang meliputi berbagai instansi, seperti instansi vertikal, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, perbankan, sekolah, hingga perguruan tinggi.
Ia juga memperkenalkan program Generasi Zakat (Gen Z/ZEMA) yang menyasar kalangan pelajar dan mahasiswa sebagai upaya meningkatkan kesadaran zakat sejak dini.
“Pendekatan kepada generasi muda harus berbasis program, bukan hanya pengumpulan. Kami juga tengah menyiapkan platform digital fundraising berbasis program tematik agar masyarakat dapat berpartisipasi secara langsung,” ungkapnya.
Selain itu, ia menyoroti masih adanya UPZ yang belum optimal dalam pelaporan, sehingga diperlukan pendekatan kolaboratif berbasis program dan kearifan lokal.
Sementara itu, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Provinsi Kalbar, Iswardani, SE.I, menekankan pentingnya peran Biro Hukum sebagai landasan dalam penguatan regulasi.
“Biro Hukum menjadi kunci karena seluruh program harus memiliki payung hukum yang jelas. Kami berharap dukungan dalam sosialisasi ZIS serta mengajak seluruh pihak, khususnya di bidang hukum, untuk menjadi pelopor dalam berzakat,” ujarnya.
Ia juga mengusulkan dukungan terkait pemanfaatan infrastruktur digital, seperti server dari Diskominfo, guna memperkuat sistem informasi dan publikasi program BAZNAS.
Menanggapi hal tersebut, pihak Biro Hukum menyampaikan bahwa dalam konteks keagamaan, pendekatan yang dilakukan bersifat sukarela dan persuasif.
“Sosialisasi dapat dilakukan secara masif dengan melibatkan penyuluh hukum dan berbagai stakeholder, sepanjang telah memiliki dasar regulasi yang jelas. Kami siap memfasilitasi dan mengawal proses tersebut,” jelas perwakilan Biro Hukum.
Selain itu, Biro Hukum juga membuka peluang untuk penguatan regulasi melalui usulan peraturan daerah pada tahun mendatang, serta mendorong peningkatan literasi zakat sejak usia dini.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan Biro Hukum Setda Kalbar, khususnya dalam menghadirkan tata kelola zakat yang lebih optimal, transparan, dan memiliki landasan hukum yang kuat.
BERITA24/04/2026 | Helmi Anshari
Kolaborasi Zakat Diperkuat, Kemenag Kalbar Libatkan BAZNAS Provinsi Kalbar dan FOZ
Pontianak – Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat menggelar kegiatan bertajuk “Merajut Ukhuwah, Menguatkan Kolaborasi” yang dihadiri oleh BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat serta Forum Zakat (FOZ). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antar lembaga pengelola zakat demi meningkatkan kesejahteraan umat. Kamis (23/04/2026).
Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat Wakaf (Penais Zawa) Kanwil Kemenag Kalbar, H. Rohadi, S.Ag., M.Si, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi berbagai persoalan umat yang semakin kompleks.
“Jika masing-masing lembaga berjalan sendiri mungkin terlihat kuat, namun tanpa kolaborasi akan sulit bertahan. Banyak organisasi besar justru tumbang karena tidak mampu membangun kerja sama. Oleh karena itu, kolaborasi harus terus kita perkuat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti berbagai tantangan sosial di tengah masyarakat, seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, hingga tingginya angka pernikahan dini dan perceraian di beberapa daerah.
“Permasalahan ini tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja bersama antara Kemenag, pemerintah daerah, BAZNAS, LAZ, dan seluruh elemen masyarakat,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iswardani, SE.I, menyampaikan tausiyah yang mengingatkan pentingnya menjaga keikhlasan dalam beramal.
Ia mengutip pesan Rasulullah SAW tentang ciri-ciri orang yang beruntung dan celaka, di antaranya tidak melupakan kesalahan diri, tidak mengungkit kebaikan, serta menjaga hati dari sifat riya, sum’ah, dan kesombongan.
“Berbuatlah kebaikan dengan ikhlas dan lupakan. Jangan sampai amal kita berkurang bahkan hilang karena riya dan ingin dipuji,” pesannya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menyampaikan rencana penguatan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan lembaga keuangan seperti Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, serta perbankan syariah.
“Kami ingin membangun kolaborasi yang kuat antara Kemenag sebagai regulator, BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural, serta LAZ sebagai mitra strategis. Ke depan, kami juga akan mengembangkan program relawan Generasi Zakat (ZEMA) dengan tujuan jangka panjang menuju zero mustahik,” jelasnya.
Pimpinan Bidang Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.BA, turut menyoroti dampak sosial dari tingginya angka perceraian yang berpotensi melahirkan mustahik baru, khususnya anak-anak yang terkendala akses pendidikan.
Ia juga mendorong adanya kegiatan rutin sebagai sarana silaturahmi sekaligus evaluasi program, serta penguatan peran generasi muda melalui program edukasi zakat di sekolah dan kampus.
“Kami ingin melibatkan generasi muda sebagai bagian dari solusi melalui program Generasi Zakat, sehingga ke depan mereka dapat berkontribusi aktif dalam pengelolaan zakat,” ungkapnya.
Selain itu, Ketua Tim Zakat Kemenag Kanwil Kalbar, Emmy Jumartina, M.Si, menekankan pentingnya pengelolaan zakat berbasis data.
“Setiap program yang dilakukan harus berbasis data, baik data muzaki maupun mustahik. Dalam hal ini, BAZNAS Provinsi diharapkan menjadi motor penggerak dalam pengelolaan data zakat di Kalimantan Barat,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menghasilkan langkah nyata dalam memperkuat kolaborasi, meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat, serta memberikan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Barat.
BERITA23/04/2026 | Helmi Anshari

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kalimantan Barat.
Lihat Daftar Rekening →