WhatsApp Icon
BAZNAS Kalbar dan MUI Perkuat Sinergi untuk Zakat dan UMKM Halal

Pontianak - BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melakukan audiensi dengan MUI Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memperkuat sinergi program zakat, pemberdayaan umat, serta dukungan terhadap pelaku UMKM, khususnya dalam percepatan sertifikasi halal.

Sekretaris MUI Provinsi Kalbar, Muhammad Sani, S.H., M.A, menyambut baik audiensi tersebut dan menegaskan bahwa hubungan antara MUI dan BAZNAS telah terjalin erat sejak lama, baik di tingkat daerah maupun pusat. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi antara kedua lembaga sangat penting agar program-program yang dijalankan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“MUI siap mendukung dan bersinergi dengan BAZNAS. Program-program yang ada diharapkan dapat membantu mengentaskan berbagai persoalan umat,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, MUI juga menyoroti kebijakan pemerintah terkait kewajiban sertifikasi halal bagi produk pangan yang ditargetkan berlaku penuh pada Oktober 2026. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku UMKM, terutama yang memiliki keterbatasan dalam proses sertifikasi.

MUI mendorong adanya kolaborasi dengan BAZNAS untuk membantu pelaku usaha dalam proses sertifikasi halal, baik melalui pendampingan maupun dukungan pembiayaan. Selain itu, pentingnya regulasi juga disampaikan sebagai penguat implementasi program di lapangan, termasuk dorongan penyusunan payung hukum terkait pengelolaan zakat.

Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menyampaikan apresiasi atas sambutan MUI serta menegaskan komitmen BAZNAS dalam membangun sinergi yang lebih kuat.

“Kami terus berupaya meningkatkan kepercayaan masyarakat dan mengoptimalkan pengumpulan zakat, termasuk melalui payroll ASN yang masih perlu ditingkatkan. Kami juga siap berkolaborasi dalam membantu UMKM, khususnya terkait sertifikasi halal,” ungkapnya.

Sementara itu, Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Kalbar, Jaki Azmi, S.E, menjelaskan bahwa potensi zakat di Kalimantan Barat mencapai Rp2,345 triliun, namun realisasinya masih sekitar Rp7 miliar atau 0,31 persen. Hal ini menunjukkan perlunya penguatan ekosistem zakat melalui berbagai strategi, seperti optimalisasi UPZ tematik, pengembangan Generasi Zakat (Gen Z), serta program Sahabat ZEMA (Zero Mustahik).

Ia juga menekankan bahwa zakat memiliki fleksibilitas dalam penyaluran, sehingga dapat menjadi solusi cepat untuk kebutuhan mendesak masyarakat, tanpa harus menunggu mekanisme yang panjang.

Pimpinan Bagian Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.BA, menambahkan bahwa optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan dampak program.

“Jika UPZ berjalan optimal, maka permasalahan di setiap titik wilayah dapat ditangani secara lebih efektif. Kami juga berharap MUI dapat memberikan dorongan kepada masyarakat untuk semakin sadar dan aktif dalam menunaikan zakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kalbar, Iswardani, S.E.I, turut memaparkan program pemberdayaan ekonomi melalui BAZNAS Microfinance Desa (BMD), yang memberikan pinjaman tanpa bunga bagi pelaku usaha kecil.

Di sisi lain, Direktur LPPOM Provinsi Kalbar, Dr. H. Agus Wibowo, M.Si, menyampaikan bahwa kerja sama antara LPPOM dan BAZNAS telah berjalan dalam mendukung sertifikasi halal, termasuk program sertifikasi gratis bagi pelaku usaha. Namun, masih terdapat tantangan berupa keterbatasan biaya dan kesadaran pelaku usaha dalam mengurus sertifikasi halal.

Melalui audiensi ini, diharapkan sinergi antara BAZNAS dan MUI semakin kuat, tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga dalam pemberdayaan ekonomi umat, peningkatan kesadaran zakat, serta dukungan terhadap pelaku UMKM agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

30/04/2026 | Kontributor: Helmi Anshari
Di Usia Lanjut dan Sakit, Ibu Sudardjanti Dapat Santunan dari BAZNAS Kalbar

Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat membantu masyarakat yang membutuhkan melalui Program Kalbar Peduli. Kali ini, bantuan disalurkan kepada seorang lansia penderita penyakit autoimun osteoporosis, Ibu Sudardjanti (73 tahun), yang tinggal di Jalan Sulawesi, Gang Haji Sarah. Rabu, (29/04/2026).

Ibu Sudardjanti merupakan seorang janda yang telah lama ditinggal wafat oleh suaminya. Semasa hidupnya, beliau berperan sebagai ibu rumah tangga. Namun, di usia senjanya, ia harus menghadapi kondisi kesehatan yang menurun akibat penyakit autoimun dan osteoporosis yang dideritanya.

Saat ini, Ibu Sudardjanti menjalani kehidupan dengan kondisi sakit menahun dan sangat bergantung pada perawatan keluarga. Perawatan sehari-hari dilakukan oleh anak, menantu, serta cucunya yang dengan penuh kesabaran mendampingi beliau.

Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Provinsi Kalbar memberikan bantuan berupa uang santunan, pampers, serta minyak kayu putih untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar dan menunjang perawatan harian beliau.

Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga dalam merawat Ibu Sudardjanti, sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap para lansia yang membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam kondisi sakit berkepanjangan.

Program Kalbar Peduli sendiri merupakan salah satu bentuk nyata penyaluran zakat, infak, dan sedekah yang difokuskan pada bantuan kemanusiaan, khususnya bagi masyarakat yang berada dalam kondisi darurat dan membutuhkan uluran tangan.

 

BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat terus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menebar kebaikan melalui zakat, infak, dan sedekah, agar semakin banyak mustahik yang dapat terbantu dan merasakan manfaatnya secara langsung.

30/04/2026 | Kontributor: Helmi Anshari
Hidup di Kios 2x3 Meter, Rukmana Kini Dapat Bantuan Rumah Singgah BAZNAS

Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat kembali memberikan bantuan tempat tinggal layak huni kepada Rukmana, seorang tukang cukur yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Kamis (30/04/2026).

Rukmana, Pria yang berumur 45 tahun tersebut telah menjalani kehidupan sebagai tukang cukur selama kurang lebih 15 tahun. Ia tinggal sekaligus menjalankan usahanya di sebuah kios gunting rambut sederhana yang berlokasi di Jalan Uray Bawadi, Gang Family. Kios tersebut bukan miliknya, melainkan milik Ketua RT setempat, yang awalnya disewa, namun kini hanya menggunakan sistem bagi hasil dari pendapatan usaha.

Dalam kesehariannya, Rukmana bekerja dari pagi hingga malam demi mencukupi kebutuhan hidup. Namun di balik kerja kerasnya, ia harus menghadapi kenyataan pahit setelah ditinggal oleh istrinya, serta harus membesarkan tiga orang anak seorang diri.

Kondisi tempat tinggalnya pun sangat memprihatinkan. Ia hanya menempati ruang berukuran sekitar 2 x 3 meter di dalam kios tersebut untuk beristirahat bersama anak bungsunya yang masih balita. Sementara dua anak lainnya terpaksa dititipkan di Panti Asuhan Nurul Iman demi mendapatkan pengasuhan yang lebih layak.

Sebelumnya, Rukmana sempat memiliki tempat tinggal pinjaman dari rekannya di kawasan Swignyo. Namun, rumah tersebut mengalami kebakaran, sehingga ia terpaksa kembali tinggal di kios tempatnya bekerja.

Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat hadir memberikan bantuan berupa penyediaan rumah inap yang lebih layak untuk Rukmana dan anaknya.

Bantuan ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi Rukmana dalam menjalani kehidupan sehari-hari, serta menjadi semangat baru untuk terus berjuang memenuhi kebutuhan keluarga.

BAZNAS Provinsi Kalbar berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, tidak hanya melalui bantuan konsumtif, tetapi juga dalam bentuk solusi nyata yang meningkatkan kualitas hidup mustahik.

Melalui dukungan para muzaki, diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat terbantu dan merasakan manfaat zakat, infak, dan sedekah secara langsung.

30/04/2026 | Kontributor: Helmi Anshari
BAZNAS Provinsi Kalbar Perkuat Sinergi dengan POLNEP, Dorong Optimalisasi UPZ

Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melakukan audiensi ke Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) dalam rangka mempererat silaturahmi, optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta membangun kolaborasi dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Rabu (29/04/2026) 

Dalam audiensi tersebut, Pimpinan Bagian Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.BA, menyampaikan apresiasi atas sambutan dari pihak Polnep serta menegaskan pentingnya optimalisasi UPZ sebagai bagian dari wilayah kerja BAZNAS Provinsi Kalbar.

“UPZ merupakan bagian dari wilayah kerja BAZNAS di tingkat provinsi, termasuk di instansi pendidikan seperti perguruan tinggi. Kami hadir untuk memperkuat sinergi dan memastikan pengelolaan zakat berjalan optimal,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga pemerintah non-struktural yang bertugas menghimpun dan mendistribusikan zakat secara profesional, serta menjadi instrumen dalam membantu menyelesaikan persoalan sosial di masyarakat.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengelolaan zakat melalui UPZ telah diatur secara resmi, di mana sebagian dana disetorkan ke BAZNAS dan sebagian lainnya dapat dikelola oleh UPZ sesuai ketentuan. BAZNAS Provinsi Kalbar juga terus berupaya meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui penguatan akuntabilitas dan transparansi.

Sementara itu, Wakil Direktur IV Bidang Kerja Sama Polnep, Topan Prihantoro, S.T., M.T, menyambut baik audiensi tersebut dan menyatakan kesiapan Polnep untuk berkolaborasi dengan BAZNAS.

“Polnep memiliki 36 program studi dengan jumlah mahasiswa sekitar 8.500 orang. Kami siap mendukung edukasi zakat kepada mahasiswa serta mengembangkan program pelatihan keterampilan (lifeskill) bersama BAZNAS,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa Polnep siap berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui pelatihan keterampilan bagi masyarakat kurang mampu, serta membuka peluang bagi mahasiswa tahfizh untuk melanjutkan pendidikan di Polnep.

Selain itu, pihak Polnep juga akan segera membentuk kepengurusan UPZ yang baru guna mengoptimalkan pengumpulan dan pengelolaan zakat di lingkungan kampus.

Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Kalbar, Jaki Azmi, SE, dalam kesempatan tersebut memaparkan potensi zakat di Kalimantan Barat yang mencapai Rp2,3 triliun, namun realisasi penghimpunan saat ini masih relatif kecil.

“Ini menjadi peluang besar yang harus kita optimalkan bersama. Kami juga mendorong pembentukan UPZ tematik agar lebih fokus dalam menangani permasalahan sesuai dengan kebutuhan di masing-masing instansi,” jelasnya.

Ia juga memperkenalkan program Generasi Zakat (Gen Z) dan Sahabat ZEMA yang bertujuan melibatkan generasi muda dalam pengelolaan zakat, termasuk dalam pelaporan, edukasi, dan kampanye sosial.

Dalam audiensi tersebut, Ketua UPZ Polnep periode 2020–2025, Ihsan, turut menyampaikan pengalaman pengelolaan zakat di lingkungan kampus. Ia menjelaskan bahwa selama ini dana zakat telah disetorkan ke BAZNAS Provinsi Kalbar, sementara dana infak dan sedekah dikelola untuk kebutuhan internal, seperti pemberian beasiswa kepada mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi.

“Kami berharap ke depan pengelolaan zakat di Polnep dapat semakin optimal dengan dukungan dari BAZNAS, terutama dalam meningkatkan penghimpunan dan pelaporan,” ujarnya.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan Politeknik Negeri Pontianak, baik dalam optimalisasi UPZ, edukasi zakat, maupun program pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan.

29/04/2026 | Kontributor: Helmi Anshari
BAZNAS Kalbar Hadiri Pertemuan Penguatan Program TBC Lintas Sektoral di Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar

Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menghadiri kegiatan Pertemuan Implementasi dan Penguatan Public Private Mix (PPM) Program Tuberkulosis (TBC) melalui koordinasi lintas sektoral yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. Rabu (29/04/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai instansi dan pemangku kepentingan, di antaranya Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalbar, Dinas Sosial, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, BPJS Kesehatan, serta perguruan tinggi seperti Universitas Tanjungpura, UMP, ITEKES Muhammadiyah Pontianak, dan Poltekkes Kemenkes Pontianak.

Dari BAZNAS Provinsi Kalbar, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, bersama Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iswardani, SE.I.

Dalam sambutannya, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Endang Maman Sudirman, S.KM., MAP, menyampaikan bahwa capaian penanggulangan TBC di Kalimantan Barat masih belum mencapai target nasional. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan capaian menuju target eliminasi TBC pada tahun 2030.

“Kalbar masih perlu meningkatkan capaian penemuan dan penanganan kasus TBC. Kami berharap dukungan dari berbagai pihak agar target nasional bebas TBC tahun 2030 dapat tercapai,” ujarnya.

Dalam paparannya, Endang Maman juga menjelaskan bahwa secara global, TBC masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi. Dalam kurun waktu 200 tahun terakhir, tercatat sekitar 1 miliar kematian akibat penyakit ini.

Untuk situasi di Kalimantan Barat, jumlah temuan kasus TBC pada tahun 2024 mencapai 14.359 kasus atau sekitar 77 persen dari target. Sementara pada tahun 2025 terjadi penurunan angka kasus, namun hal tersebut disebabkan oleh masih rendahnya temuan kasus dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia juga menambahkan bahwa pengobatan TBC telah menunjukkan hasil yang cukup baik di beberapa daerah seperti Sambas, Singkawang, dan Sintang, meskipun capaian keberhasilan pengobatan masih perlu ditingkatkan.

“Permasalahan TBC tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran lembaga seperti BAZNAS, dalam mendukung penanganan dan pencegahan TBC di masyarakat,” tambahnya.

Kehadiran BAZNAS Provinsi Kalbar dalam kegiatan ini menjadi bentuk komitmen dalam mendukung program kesehatan masyarakat, khususnya melalui pendekatan sosial dan pemberdayaan. Peran zakat, infak, dan sedekah diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen pendukung dalam membantu masyarakat yang terdampak, baik dari sisi pengobatan, pemenuhan gizi, maupun pemulihan ekonomi keluarga.

 

Melalui sinergi lintas sektor ini, diharapkan upaya penanggulangan TBC di Kalimantan Barat dapat berjalan lebih optimal, terintegrasi, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

29/04/2026 | Kontributor: Helmi Anshari

Berita Terbaru

BAZNAS Kalbar dan MUI Perkuat Sinergi untuk Zakat dan UMKM Halal
BAZNAS Kalbar dan MUI Perkuat Sinergi untuk Zakat dan UMKM Halal
Pontianak - BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melakukan audiensi dengan MUI Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memperkuat sinergi program zakat, pemberdayaan umat, serta dukungan terhadap pelaku UMKM, khususnya dalam percepatan sertifikasi halal. Sekretaris MUI Provinsi Kalbar, Muhammad Sani, S.H., M.A, menyambut baik audiensi tersebut dan menegaskan bahwa hubungan antara MUI dan BAZNAS telah terjalin erat sejak lama, baik di tingkat daerah maupun pusat. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi antara kedua lembaga sangat penting agar program-program yang dijalankan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “MUI siap mendukung dan bersinergi dengan BAZNAS. Program-program yang ada diharapkan dapat membantu mengentaskan berbagai persoalan umat,” ujarnya. Dalam pertemuan tersebut, MUI juga menyoroti kebijakan pemerintah terkait kewajiban sertifikasi halal bagi produk pangan yang ditargetkan berlaku penuh pada Oktober 2026. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku UMKM, terutama yang memiliki keterbatasan dalam proses sertifikasi. MUI mendorong adanya kolaborasi dengan BAZNAS untuk membantu pelaku usaha dalam proses sertifikasi halal, baik melalui pendampingan maupun dukungan pembiayaan. Selain itu, pentingnya regulasi juga disampaikan sebagai penguat implementasi program di lapangan, termasuk dorongan penyusunan payung hukum terkait pengelolaan zakat. Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menyampaikan apresiasi atas sambutan MUI serta menegaskan komitmen BAZNAS dalam membangun sinergi yang lebih kuat. “Kami terus berupaya meningkatkan kepercayaan masyarakat dan mengoptimalkan pengumpulan zakat, termasuk melalui payroll ASN yang masih perlu ditingkatkan. Kami juga siap berkolaborasi dalam membantu UMKM, khususnya terkait sertifikasi halal,” ungkapnya. Sementara itu, Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Kalbar, Jaki Azmi, S.E, menjelaskan bahwa potensi zakat di Kalimantan Barat mencapai Rp2,345 triliun, namun realisasinya masih sekitar Rp7 miliar atau 0,31 persen. Hal ini menunjukkan perlunya penguatan ekosistem zakat melalui berbagai strategi, seperti optimalisasi UPZ tematik, pengembangan Generasi Zakat (Gen Z), serta program Sahabat ZEMA (Zero Mustahik). Ia juga menekankan bahwa zakat memiliki fleksibilitas dalam penyaluran, sehingga dapat menjadi solusi cepat untuk kebutuhan mendesak masyarakat, tanpa harus menunggu mekanisme yang panjang. Pimpinan Bagian Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.BA, menambahkan bahwa optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan dampak program. “Jika UPZ berjalan optimal, maka permasalahan di setiap titik wilayah dapat ditangani secara lebih efektif. Kami juga berharap MUI dapat memberikan dorongan kepada masyarakat untuk semakin sadar dan aktif dalam menunaikan zakat,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Kalbar, Iswardani, S.E.I, turut memaparkan program pemberdayaan ekonomi melalui BAZNAS Microfinance Desa (BMD), yang memberikan pinjaman tanpa bunga bagi pelaku usaha kecil. Di sisi lain, Direktur LPPOM Provinsi Kalbar, Dr. H. Agus Wibowo, M.Si, menyampaikan bahwa kerja sama antara LPPOM dan BAZNAS telah berjalan dalam mendukung sertifikasi halal, termasuk program sertifikasi gratis bagi pelaku usaha. Namun, masih terdapat tantangan berupa keterbatasan biaya dan kesadaran pelaku usaha dalam mengurus sertifikasi halal. Melalui audiensi ini, diharapkan sinergi antara BAZNAS dan MUI semakin kuat, tidak hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga dalam pemberdayaan ekonomi umat, peningkatan kesadaran zakat, serta dukungan terhadap pelaku UMKM agar mampu berkembang secara berkelanjutan.
BERITA30/04/2026 | Helmi Anshari
Di Usia Lanjut dan Sakit, Ibu Sudardjanti Dapat Santunan dari BAZNAS Kalbar
Di Usia Lanjut dan Sakit, Ibu Sudardjanti Dapat Santunan dari BAZNAS Kalbar
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat membantu masyarakat yang membutuhkan melalui Program Kalbar Peduli. Kali ini, bantuan disalurkan kepada seorang lansia penderita penyakit autoimun osteoporosis, Ibu Sudardjanti (73 tahun), yang tinggal di Jalan Sulawesi, Gang Haji Sarah. Rabu, (29/04/2026). Ibu Sudardjanti merupakan seorang janda yang telah lama ditinggal wafat oleh suaminya. Semasa hidupnya, beliau berperan sebagai ibu rumah tangga. Namun, di usia senjanya, ia harus menghadapi kondisi kesehatan yang menurun akibat penyakit autoimun dan osteoporosis yang dideritanya. Saat ini, Ibu Sudardjanti menjalani kehidupan dengan kondisi sakit menahun dan sangat bergantung pada perawatan keluarga. Perawatan sehari-hari dilakukan oleh anak, menantu, serta cucunya yang dengan penuh kesabaran mendampingi beliau. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Provinsi Kalbar memberikan bantuan berupa uang santunan, pampers, serta minyak kayu putih untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar dan menunjang perawatan harian beliau. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga dalam merawat Ibu Sudardjanti, sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap para lansia yang membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam kondisi sakit berkepanjangan. Program Kalbar Peduli sendiri merupakan salah satu bentuk nyata penyaluran zakat, infak, dan sedekah yang difokuskan pada bantuan kemanusiaan, khususnya bagi masyarakat yang berada dalam kondisi darurat dan membutuhkan uluran tangan. BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat terus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menebar kebaikan melalui zakat, infak, dan sedekah, agar semakin banyak mustahik yang dapat terbantu dan merasakan manfaatnya secara langsung.
BERITA30/04/2026 | Helmi Anshari
Hidup di Kios 2x3 Meter, Rukmana Kini Dapat Bantuan Rumah Singgah BAZNAS
Hidup di Kios 2x3 Meter, Rukmana Kini Dapat Bantuan Rumah Singgah BAZNAS
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat kembali memberikan bantuan tempat tinggal layak huni kepada Rukmana, seorang tukang cukur yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Kamis (30/04/2026). Rukmana, Pria yang berumur 45 tahun tersebut telah menjalani kehidupan sebagai tukang cukur selama kurang lebih 15 tahun. Ia tinggal sekaligus menjalankan usahanya di sebuah kios gunting rambut sederhana yang berlokasi di Jalan Uray Bawadi, Gang Family. Kios tersebut bukan miliknya, melainkan milik Ketua RT setempat, yang awalnya disewa, namun kini hanya menggunakan sistem bagi hasil dari pendapatan usaha. Dalam kesehariannya, Rukmana bekerja dari pagi hingga malam demi mencukupi kebutuhan hidup. Namun di balik kerja kerasnya, ia harus menghadapi kenyataan pahit setelah ditinggal oleh istrinya, serta harus membesarkan tiga orang anak seorang diri. Kondisi tempat tinggalnya pun sangat memprihatinkan. Ia hanya menempati ruang berukuran sekitar 2 x 3 meter di dalam kios tersebut untuk beristirahat bersama anak bungsunya yang masih balita. Sementara dua anak lainnya terpaksa dititipkan di Panti Asuhan Nurul Iman demi mendapatkan pengasuhan yang lebih layak. Sebelumnya, Rukmana sempat memiliki tempat tinggal pinjaman dari rekannya di kawasan Swignyo. Namun, rumah tersebut mengalami kebakaran, sehingga ia terpaksa kembali tinggal di kios tempatnya bekerja. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat hadir memberikan bantuan berupa penyediaan rumah inap yang lebih layak untuk Rukmana dan anaknya. Bantuan ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi Rukmana dalam menjalani kehidupan sehari-hari, serta menjadi semangat baru untuk terus berjuang memenuhi kebutuhan keluarga. BAZNAS Provinsi Kalbar berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, tidak hanya melalui bantuan konsumtif, tetapi juga dalam bentuk solusi nyata yang meningkatkan kualitas hidup mustahik. Melalui dukungan para muzaki, diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat terbantu dan merasakan manfaat zakat, infak, dan sedekah secara langsung.
BERITA30/04/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Provinsi Kalbar Perkuat Sinergi dengan POLNEP, Dorong Optimalisasi UPZ
BAZNAS Provinsi Kalbar Perkuat Sinergi dengan POLNEP, Dorong Optimalisasi UPZ
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melakukan audiensi ke Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) dalam rangka mempererat silaturahmi, optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta membangun kolaborasi dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Rabu (29/04/2026) Dalam audiensi tersebut, Pimpinan Bagian Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.BA, menyampaikan apresiasi atas sambutan dari pihak Polnep serta menegaskan pentingnya optimalisasi UPZ sebagai bagian dari wilayah kerja BAZNAS Provinsi Kalbar. “UPZ merupakan bagian dari wilayah kerja BAZNAS di tingkat provinsi, termasuk di instansi pendidikan seperti perguruan tinggi. Kami hadir untuk memperkuat sinergi dan memastikan pengelolaan zakat berjalan optimal,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga pemerintah non-struktural yang bertugas menghimpun dan mendistribusikan zakat secara profesional, serta menjadi instrumen dalam membantu menyelesaikan persoalan sosial di masyarakat. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengelolaan zakat melalui UPZ telah diatur secara resmi, di mana sebagian dana disetorkan ke BAZNAS dan sebagian lainnya dapat dikelola oleh UPZ sesuai ketentuan. BAZNAS Provinsi Kalbar juga terus berupaya meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui penguatan akuntabilitas dan transparansi. Sementara itu, Wakil Direktur IV Bidang Kerja Sama Polnep, Topan Prihantoro, S.T., M.T, menyambut baik audiensi tersebut dan menyatakan kesiapan Polnep untuk berkolaborasi dengan BAZNAS. “Polnep memiliki 36 program studi dengan jumlah mahasiswa sekitar 8.500 orang. Kami siap mendukung edukasi zakat kepada mahasiswa serta mengembangkan program pelatihan keterampilan (lifeskill) bersama BAZNAS,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa Polnep siap berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya melalui pelatihan keterampilan bagi masyarakat kurang mampu, serta membuka peluang bagi mahasiswa tahfizh untuk melanjutkan pendidikan di Polnep. Selain itu, pihak Polnep juga akan segera membentuk kepengurusan UPZ yang baru guna mengoptimalkan pengumpulan dan pengelolaan zakat di lingkungan kampus. Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Kalbar, Jaki Azmi, SE, dalam kesempatan tersebut memaparkan potensi zakat di Kalimantan Barat yang mencapai Rp2,3 triliun, namun realisasi penghimpunan saat ini masih relatif kecil. “Ini menjadi peluang besar yang harus kita optimalkan bersama. Kami juga mendorong pembentukan UPZ tematik agar lebih fokus dalam menangani permasalahan sesuai dengan kebutuhan di masing-masing instansi,” jelasnya. Ia juga memperkenalkan program Generasi Zakat (Gen Z) dan Sahabat ZEMA yang bertujuan melibatkan generasi muda dalam pengelolaan zakat, termasuk dalam pelaporan, edukasi, dan kampanye sosial. Dalam audiensi tersebut, Ketua UPZ Polnep periode 2020–2025, Ihsan, turut menyampaikan pengalaman pengelolaan zakat di lingkungan kampus. Ia menjelaskan bahwa selama ini dana zakat telah disetorkan ke BAZNAS Provinsi Kalbar, sementara dana infak dan sedekah dikelola untuk kebutuhan internal, seperti pemberian beasiswa kepada mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi. “Kami berharap ke depan pengelolaan zakat di Polnep dapat semakin optimal dengan dukungan dari BAZNAS, terutama dalam meningkatkan penghimpunan dan pelaporan,” ujarnya. Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan Politeknik Negeri Pontianak, baik dalam optimalisasi UPZ, edukasi zakat, maupun program pemberdayaan masyarakat berbasis pendidikan.
BERITA29/04/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Kalbar Hadiri Pertemuan Penguatan Program TBC Lintas Sektoral di Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar
BAZNAS Kalbar Hadiri Pertemuan Penguatan Program TBC Lintas Sektoral di Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menghadiri kegiatan Pertemuan Implementasi dan Penguatan Public Private Mix (PPM) Program Tuberkulosis (TBC) melalui koordinasi lintas sektoral yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. Rabu (29/04/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai instansi dan pemangku kepentingan, di antaranya Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalbar, Dinas Sosial, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, BPJS Kesehatan, serta perguruan tinggi seperti Universitas Tanjungpura, UMP, ITEKES Muhammadiyah Pontianak, dan Poltekkes Kemenkes Pontianak. Dari BAZNAS Provinsi Kalbar, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, bersama Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iswardani, SE.I. Dalam sambutannya, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Endang Maman Sudirman, S.KM., MAP, menyampaikan bahwa capaian penanggulangan TBC di Kalimantan Barat masih belum mencapai target nasional. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan capaian menuju target eliminasi TBC pada tahun 2030. “Kalbar masih perlu meningkatkan capaian penemuan dan penanganan kasus TBC. Kami berharap dukungan dari berbagai pihak agar target nasional bebas TBC tahun 2030 dapat tercapai,” ujarnya. Dalam paparannya, Endang Maman juga menjelaskan bahwa secara global, TBC masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi. Dalam kurun waktu 200 tahun terakhir, tercatat sekitar 1 miliar kematian akibat penyakit ini. Untuk situasi di Kalimantan Barat, jumlah temuan kasus TBC pada tahun 2024 mencapai 14.359 kasus atau sekitar 77 persen dari target. Sementara pada tahun 2025 terjadi penurunan angka kasus, namun hal tersebut disebabkan oleh masih rendahnya temuan kasus dibandingkan tahun sebelumnya. Ia juga menambahkan bahwa pengobatan TBC telah menunjukkan hasil yang cukup baik di beberapa daerah seperti Sambas, Singkawang, dan Sintang, meskipun capaian keberhasilan pengobatan masih perlu ditingkatkan. “Permasalahan TBC tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran lembaga seperti BAZNAS, dalam mendukung penanganan dan pencegahan TBC di masyarakat,” tambahnya. Kehadiran BAZNAS Provinsi Kalbar dalam kegiatan ini menjadi bentuk komitmen dalam mendukung program kesehatan masyarakat, khususnya melalui pendekatan sosial dan pemberdayaan. Peran zakat, infak, dan sedekah diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen pendukung dalam membantu masyarakat yang terdampak, baik dari sisi pengobatan, pemenuhan gizi, maupun pemulihan ekonomi keluarga. Melalui sinergi lintas sektor ini, diharapkan upaya penanggulangan TBC di Kalimantan Barat dapat berjalan lebih optimal, terintegrasi, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
BERITA29/04/2026 | Helmi Anshari
Kolaborasi untuk Umat, BAZNAS Kalbar Gandeng Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Kalbar
Kolaborasi untuk Umat, BAZNAS Kalbar Gandeng Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Kalbar
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melakukan audiensi ke Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Provinsi Kalbar dalam rangka memperkuat kolaborasi, optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta peningkatan literasi zakat di lingkungan instansi pemerintah. Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan serta berharap audiensi ini menjadi awal lahirnya program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kami berharap dari silaturahmi ini dapat terbangun program amal bersama. UPZ di Biro Pengadaan Barang dan Jasa sudah cukup aktif, semoga semakin memberikan keberkahan dan menjadi pensuci jiwa,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga pemerintah non-struktural yang berjenjang dan memiliki tugas membantu pemerintah daerah dalam pengentasan kemiskinan. Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Kalbar, Jaki Azmi, SE, menjelaskan bahwa zakat memiliki peran strategis sebagai solusi dalam percepatan bantuan sosial, terutama untuk kebutuhan mendesak masyarakat. “Zakat memiliki fleksibilitas dalam penyaluran dan wajib didistribusikan paling lambat 30 hari sejak diterima. Dengan potensi zakat Kalbar yang mencapai Rp2,3 triliun, ini menjadi peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan pengentasan kemiskinan,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS tengah mengembangkan platform fundraising berbasis program tematik, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, dan kemanusiaan, yang dapat dikelola oleh UPZ sehingga masyarakat dapat turut berpartisipasi secara luas. Selain itu, diperkenalkan pula program Sahabat ZEMA (Zero Mustahik) yang menyasar generasi muda melalui pelatihan literasi keuangan dan komunikasi, sebagai bagian dari upaya jangka panjang membangun kesadaran zakat sejak dini. Sementara itu, Pimpinan Bagian Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.BA, menegaskan bahwa BAZNAS berperan sebagai orkestrator dalam pengelolaan zakat, bukan sekadar lembaga pengumpul. “UPZ harus dioptimalkan, karena kami bukan hanya collecting, tetapi kolaborasi. Kemiskinan juga merupakan bencana sosial yang harus ditangani bersama,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan bahwa BAZNAS tengah menyusun berbagai bentuk kerja sama strategis, termasuk MoU dengan berbagai lembaga, serta mendorong keterlibatan perusahaan dalam menunaikan zakat melalui UPZ. Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Kalbar, Prasetyo Tri Sejati, S.STP., MM, menyampaikan bahwa audiensi ini memberikan pemahaman baru terkait pengelolaan zakat dan dampaknya bagi masyarakat. “Informasi ini menjadi motivasi bagi kami. Transparansi dan dampak penyaluran zakat menjadi kunci dalam membangun kepercayaan. Kami akan mulai mensosialisasikan zakat, termasuk kepada perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam proses pengadaan,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan segera mengoptimalkan pembentukan UPZ serta terus meningkatkan transparansi dalam pengelolaan zakat di lingkungan Biro Pengadaan Barang dan Jasa. Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan Biro Pengadaan Barang dan Jasa, guna meningkatkan penghimpunan dan pendistribusian zakat yang lebih optimal, transparan, dan berdampak luas bagi masyarakat.
BERITA28/04/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Kalbar Audiensi ke TVRI Kalbar, Perkuat Kolaborasi Literasi Zakat
BAZNAS Kalbar Audiensi ke TVRI Kalbar, Perkuat Kolaborasi Literasi Zakat
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melakukan audiensi ke TVRI Kalbar dalam rangka memperkuat kolaborasi, khususnya dalam penyebarluasan literasi zakat kepada masyarakat. Audiensi ini menjadi langkah strategis untuk membangun sinergi antara lembaga pengelola zakat dengan media publik, guna meningkatkan pemahaman masyarakat terkait zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menyampaikan harapannya agar ke depan terdapat kerja sama dalam kegiatan literasi zakat dan publikasi program pendistribusian. “Kami berharap dapat berkolaborasi dengan TVRI dalam menyampaikan informasi zakat kepada masyarakat. BAZNAS hadir sebagai jembatan antara muzaki dan mustahik, sehingga informasi ini perlu disampaikan secara luas,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa zakat idealnya dikelola melalui amil, yang tidak hanya bertugas mengumpulkan, tetapi juga mendistribusikan secara tepat sasaran. Pimpinan Bagian Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.BA, menjelaskan bahwa BAZNAS terus berupaya mengoptimalkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), termasuk di lingkungan instansi seperti TVRI. “Spirit kami adalah kolaborasi. BAZNAS tidak hanya mengumpulkan, tetapi juga mengorkestrasi program bersama UPZ dan LAZ untuk menyelesaikan persoalan sosial di masyarakat,” jelasnya. Ia juga memperkenalkan program Generasi Zakat (Gen Z/ZEMA), yang menyasar pelajar tingkat SMA dan perguruan tinggi. Program ini memberikan pelatihan literasi keuangan dan komunikasi, serta diharapkan dapat menjadi bagian dari konten edukatif yang dapat dikembangkan bersama TVRI. Sementara itu, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Provinsi Kalbar, Iswardani, SE.I, menekankan pentingnya peran TVRI sebagai media dengan jangkauan luas. “Di tengah perkembangan digital, TVRI tetap menjadi sumber informasi yang dipercaya masyarakat. Kami berharap dukungan TVRI dalam mensosialisasikan zakat, terutama bagi masyarakat di daerah,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa dengan optimalisasi literasi zakat, potensi ZIS dapat dimaksimalkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Barat. Menanggapi hal tersebut, Plt. Kepala TVRI Kalbar, Sugeng Widiyanto, menyampaikan kesiapan pihaknya untuk mendukung kolaborasi tersebut. “Secara teknis, jangkauan siaran TVRI siap. Kami juga membuka peluang kerja sama dalam produksi dan publikasi kegiatan BAZNAS, khususnya dalam penyampaian informasi dan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini perlu ditindaklanjuti melalui perencanaan program yang lebih detail agar dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Dalam audiensi tersebut juga dibahas perlunya pembaruan Surat Keputusan (SK) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan TVRI, serta mekanisme koordinasi publikasi kegiatan BAZNAS melalui pengajuan resmi. Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama yang lebih erat antara BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan TVRI Kalbar, khususnya dalam meningkatkan literasi zakat serta memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.
BERITA27/04/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Kalbar Audiensi ke PTA Pontianak, Dorong Kolaborasi Penanganan Dampak Perceraian
BAZNAS Kalbar Audiensi ke PTA Pontianak, Dorong Kolaborasi Penanganan Dampak Perceraian
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan audiensi dengan Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Pontianak pada Senin (27/04/2026) dalam rangka memperkuat sinergi serta membahas rencana kerja sama strategis melalui Nota Kesepahaman (MoU). Senin (27/04/2026) Audiensi ini merupakan tindak lanjut dari beberapa pertemuan sebelumnya yang mengarah pada pembentukan kerja sama kelembagaan, khususnya dalam penanganan dampak sosial akibat perceraian di Kalimantan Barat. Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari pihak PTA Pontianak. Ia menegaskan bahwa BAZNAS tidak dapat berjalan sendiri dalam menyelesaikan persoalan umat, sehingga kolaborasi menjadi kunci utama. “Kami telah melakukan roadshow ke berbagai OPD dan instansi vertikal. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah dampak perceraian yang berpotensi melahirkan mustahik baru, terutama anak-anak yang mengalami kesulitan dalam pendidikan,” ujarnya. Ia menambahkan, BAZNAS siap memberikan dukungan melalui program pendidikan, bantuan ekonomi mikro, serta pemberdayaan bagi keluarga terdampak perceraian. Sementara itu, Ketua PTA Pontianak, Dr. Candra Boy Seroza,S.Ag.,M.Ag., menyampaikan bahwa angka perceraian di Indonesia mencapai ratusan ribu kasus setiap tahunnya, dengan kisaran 1.000 hingga 13.000 kasus terjadi di Kalimantan Barat. Dampaknya, sekitar 22.000 hingga 26.000 anak turut terdampak. “Kami melihat pentingnya kolaborasi dengan BAZNAS untuk menghadirkan solusi nyata, terutama bagi pihak yang terdampak secara ekonomi. Ada pihak yang sebenarnya mampu tetapi tidak menjalankan kewajibannya, dan ada pula yang memang tidak mampu secara ekonomi,” jelasnya. Ia menambahkan, melalui kerja sama ini, akan dirancang skema bantuan berupa santunan zakat, bantuan modal usaha bagi mantan istri yang tidak memiliki penghasilan, serta dukungan pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan hidup bagi anak-anak. Selain itu, PTA Pontianak juga berencana menyalurkan sebagian dana zakat profesi pegawai melalui BAZNAS untuk membantu anak-anak terdampak perceraian. Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Kalbar, Jaki Azmi, SE, menjelaskan bahwa BAZNAS memiliki kewenangan dalam pengelolaan zakat secara nasional sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang mandiri. “Zakat dapat menjadi solusi dalam menjawab kebutuhan mendesak masyarakat yang tidak selalu terakomodasi dalam anggaran pemerintah, karena BAZNAS memiliki fleksibilitas dalam penyaluran yang tetap sesuai syariat dan regulasi,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa BAZNAS telah memanfaatkan data berbasis desil dari Dinas Sosial untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, khususnya bagi kelompok mustahik. Pimpinan Bidang Administrasi, SDM, Umum dan Hukum, Ali Rohman, S.Kom., M.BA, menegaskan bahwa zakat merupakan instrumen sosial dalam membantu menyelesaikan persoalan ekonomi masyarakat, termasuk dampak perceraian yang dinilai sebagai salah satu “bencana sosial”. Ia juga mendorong optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan PTA, yang saat ini perlu diperbarui dan diperkuat perannya. “Kami ingin UPZ tidak hanya berfungsi sebagai pengumpul, tetapi juga menjadi penggerak solusi berbasis program di masing-masing instansi. BAZNAS saat ini juga tengah membangun platform digital berbasis program tematik untuk memperkuat partisipasi masyarakat,” jelasnya. Sementara itu, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iswardani, SE.I, menyoroti pentingnya mitigasi dampak perceraian secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga psikologis. “Dampak perceraian sangat luas, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga psikologis. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan terpadu, termasuk penyediaan layanan konseling serta program pemberdayaan ekonomi bagi keluarga terdampak,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi kolaborasi yang telah berjalan sebelumnya, seperti program Ramadhan yang melibatkan pedagang dan ojek online, serta perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan. Pihak PTA Pontianak menyampaikan dukungan penuh terhadap rencana kerja sama ini dan berharap MoU yang akan disepakati dapat menjadi pilot project pertama secara nasional. “Kami berharap kerja sama ini tidak hanya sebatas penanganan perkara hukum, tetapi juga menghadirkan solusi nyata melalui penyaluran zakat yang tepat sasaran, khususnya bagi perempuan dan anak pasca perceraian,” ungkap perwakilan PTA. Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan PTA Pontianak, guna menghadirkan solusi komprehensif terhadap persoalan sosial serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Barat.
BERITA27/04/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi ke Biro Hukum Setda Kalbar, Perkuat Sinergi dan Payung Hukum Pengelolaan Zakat
BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi ke Biro Hukum Setda Kalbar, Perkuat Sinergi dan Payung Hukum Pengelolaan Zakat
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan audiensi dengan Biro Hukum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memperkuat sinergi serta mendorong penguatan aspek regulasi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Jum'at (24/04/2026) Audiensi tersebut diterima langsung oleh Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Kalbar, Deasy Arisanti, S.H., M.H. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa Biro Hukum memiliki peran dalam memfasilitasi penyusunan produk hukum baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, serta memberikan advokasi terhadap berbagai permasalahan hukum. “Biro Hukum berfungsi dalam penyusunan regulasi serta memberikan fasilitasi dan pendampingan terhadap aspek hukum di lingkungan pemerintah daerah,” ujarnya. Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa BAZNAS memiliki fokus utama dalam mendukung pemerintah daerah untuk mengentaskan kemiskinan melalui pengelolaan zakat yang optimal. “Kami memiliki semangat untuk mengoptimalkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Filosofi zakat adalah harta dikumpulkan dan didistribusikan di tempat yang sama agar memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekitar,” jelasnya. Ia juga menyampaikan bahwa dukungan dari pemerintah daerah, termasuk perhatian Gubernur Kalbar terhadap pengelolaan zakat di lingkungan ASN, menjadi potensi besar dalam meningkatkan pengumpulan ZIS. Pimpinan Bidang Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.BA, memaparkan wilayah kerja UPZ BAZNAS Provinsi Kalbar yang meliputi berbagai instansi, seperti instansi vertikal, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, perbankan, sekolah, hingga perguruan tinggi. Ia juga memperkenalkan program Generasi Zakat (Gen Z/ZEMA) yang menyasar kalangan pelajar dan mahasiswa sebagai upaya meningkatkan kesadaran zakat sejak dini. “Pendekatan kepada generasi muda harus berbasis program, bukan hanya pengumpulan. Kami juga tengah menyiapkan platform digital fundraising berbasis program tematik agar masyarakat dapat berpartisipasi secara langsung,” ungkapnya. Selain itu, ia menyoroti masih adanya UPZ yang belum optimal dalam pelaporan, sehingga diperlukan pendekatan kolaboratif berbasis program dan kearifan lokal. Sementara itu, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Provinsi Kalbar, Iswardani, SE.I, menekankan pentingnya peran Biro Hukum sebagai landasan dalam penguatan regulasi. “Biro Hukum menjadi kunci karena seluruh program harus memiliki payung hukum yang jelas. Kami berharap dukungan dalam sosialisasi ZIS serta mengajak seluruh pihak, khususnya di bidang hukum, untuk menjadi pelopor dalam berzakat,” ujarnya. Ia juga mengusulkan dukungan terkait pemanfaatan infrastruktur digital, seperti server dari Diskominfo, guna memperkuat sistem informasi dan publikasi program BAZNAS. Menanggapi hal tersebut, pihak Biro Hukum menyampaikan bahwa dalam konteks keagamaan, pendekatan yang dilakukan bersifat sukarela dan persuasif. “Sosialisasi dapat dilakukan secara masif dengan melibatkan penyuluh hukum dan berbagai stakeholder, sepanjang telah memiliki dasar regulasi yang jelas. Kami siap memfasilitasi dan mengawal proses tersebut,” jelas perwakilan Biro Hukum. Selain itu, Biro Hukum juga membuka peluang untuk penguatan regulasi melalui usulan peraturan daerah pada tahun mendatang, serta mendorong peningkatan literasi zakat sejak usia dini. Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan Biro Hukum Setda Kalbar, khususnya dalam menghadirkan tata kelola zakat yang lebih optimal, transparan, dan memiliki landasan hukum yang kuat.
BERITA24/04/2026 | Helmi Anshari
Kolaborasi Zakat Diperkuat, Kemenag Kalbar Libatkan BAZNAS Provinsi Kalbar dan FOZ
Kolaborasi Zakat Diperkuat, Kemenag Kalbar Libatkan BAZNAS Provinsi Kalbar dan FOZ
Pontianak – Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat menggelar kegiatan bertajuk “Merajut Ukhuwah, Menguatkan Kolaborasi” yang dihadiri oleh BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat serta Forum Zakat (FOZ). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antar lembaga pengelola zakat demi meningkatkan kesejahteraan umat. Kamis (23/04/2026). Kepala Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat Wakaf (Penais Zawa) Kanwil Kemenag Kalbar, H. Rohadi, S.Ag., M.Si, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi berbagai persoalan umat yang semakin kompleks. “Jika masing-masing lembaga berjalan sendiri mungkin terlihat kuat, namun tanpa kolaborasi akan sulit bertahan. Banyak organisasi besar justru tumbang karena tidak mampu membangun kerja sama. Oleh karena itu, kolaborasi harus terus kita perkuat,” ujarnya. Ia juga menyoroti berbagai tantangan sosial di tengah masyarakat, seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, hingga tingginya angka pernikahan dini dan perceraian di beberapa daerah. “Permasalahan ini tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja bersama antara Kemenag, pemerintah daerah, BAZNAS, LAZ, dan seluruh elemen masyarakat,” tambahnya. Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iswardani, SE.I, menyampaikan tausiyah yang mengingatkan pentingnya menjaga keikhlasan dalam beramal. Ia mengutip pesan Rasulullah SAW tentang ciri-ciri orang yang beruntung dan celaka, di antaranya tidak melupakan kesalahan diri, tidak mengungkit kebaikan, serta menjaga hati dari sifat riya, sum’ah, dan kesombongan. “Berbuatlah kebaikan dengan ikhlas dan lupakan. Jangan sampai amal kita berkurang bahkan hilang karena riya dan ingin dipuji,” pesannya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menyampaikan rencana penguatan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan lembaga keuangan seperti Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, serta perbankan syariah. “Kami ingin membangun kolaborasi yang kuat antara Kemenag sebagai regulator, BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural, serta LAZ sebagai mitra strategis. Ke depan, kami juga akan mengembangkan program relawan Generasi Zakat (ZEMA) dengan tujuan jangka panjang menuju zero mustahik,” jelasnya. Pimpinan Bidang Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.BA, turut menyoroti dampak sosial dari tingginya angka perceraian yang berpotensi melahirkan mustahik baru, khususnya anak-anak yang terkendala akses pendidikan. Ia juga mendorong adanya kegiatan rutin sebagai sarana silaturahmi sekaligus evaluasi program, serta penguatan peran generasi muda melalui program edukasi zakat di sekolah dan kampus. “Kami ingin melibatkan generasi muda sebagai bagian dari solusi melalui program Generasi Zakat, sehingga ke depan mereka dapat berkontribusi aktif dalam pengelolaan zakat,” ungkapnya. Selain itu, Ketua Tim Zakat Kemenag Kanwil Kalbar, Emmy Jumartina, M.Si, menekankan pentingnya pengelolaan zakat berbasis data. “Setiap program yang dilakukan harus berbasis data, baik data muzaki maupun mustahik. Dalam hal ini, BAZNAS Provinsi diharapkan menjadi motor penggerak dalam pengelolaan data zakat di Kalimantan Barat,” ujarnya. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menghasilkan langkah nyata dalam memperkuat kolaborasi, meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat, serta memberikan dampak yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Barat.
BERITA23/04/2026 | Helmi Anshari
Silaturahmi BAZNAS Sambas Ke BAZNAS Provinsi Kalbar, Fokus pada Inovasi dan Penguatan Program Zakat
Silaturahmi BAZNAS Sambas Ke BAZNAS Provinsi Kalbar, Fokus pada Inovasi dan Penguatan Program Zakat
Pontianak – BAZNAS Kabupaten Sambas melakukan kunjungan silaturahmi ke BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memperkuat koordinasi, berbagi pengalaman, serta mendorong inovasi program pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Rabu (22/04/2026). Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, beserta jajaran pimpinan. Dalam sambutannya, Dr. Hamzah Tawil menyampaikan pentingnya optimalisasi program, khususnya di wilayah perbatasan seperti Kabupaten Sambas. Ia juga menekankan perlunya penguatan branding program unggulan, seperti Rumah Sehat BAZNAS, agar dapat menjadi ikon layanan sosial yang terintegrasi dengan BAZNAS Provinsi. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sambas, Ahmad Hainani, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahmi yang telah lama direncanakan. “Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang luar biasa. Kami juga mengucapkan selamat kepada pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar yang telah terpilih. Kami berharap kunjungan ini dapat memperkuat koordinasi dan meningkatkan kualitas program di daerah,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa saat ini BAZNAS Kabupaten Sambas menjalankan tiga program utama, yaitu BAZNAS Pintar, BAZNAS Sehat, dan BAZNAS Peduli. Salah satu program unggulan adalah Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Sambas yang terwujud berkat dukungan pemerintah daerah. Selain itu, BAZNAS Sambas juga terus melakukan inovasi, di antaranya program pembangunan sumur bor sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat. Dalam sesi diskusi, Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar Bidang Pengumpulan, Jaki Azmi, SE, menyampaikan berbagai inovasi yang telah dikembangkan, termasuk pemanfaatan teknologi melalui layanan KAK NAS (Customer Service berbasis AI) untuk memudahkan akses informasi masyarakat terkait BAZNAS. Ia juga memperkenalkan program Sahabat Zakat (ZEMA) sebagai upaya membangun Generasi Zakat (Gen Z), serta pentingnya pemanfaatan data berbasis desil dalam menentukan sasaran mustahik dan muzakki secara lebih tepat. Sementara itu, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iswardani, SE, menekankan pentingnya pencatatan dan publikasi program. “Prestasi tidak hanya harus tercatat, tetapi juga harus terpublikasikan dengan baik. Kami siap membantu BAZNAS kabupaten/kota, termasuk Sambas, dalam memperkuat publikasi program agar manfaatnya lebih luas dirasakan masyarakat,” jelasnya. Ia juga mendorong pengembangan program kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal, seperti sektor perikanan, perkebunan, dan peternakan yang dapat dikembangkan di Kabupaten Sambas. Pimpinan Bidang Administrasi, SDM, Umum dan Hukum, Ali Rohman, S.Kom., M.BA, turut memaparkan struktur organisasi dan penguatan sistem kelembagaan BAZNAS Provinsi Kalbar. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan BAZNAS didukung oleh beberapa departemen dan amil pelaksana, serta didorong menuju digitalisasi melalui pemanfaatan aplikasi seperti Srikandi dan penggunaan tanda tangan elektronik (TTE). Selain itu, BAZNAS Provinsi Kalbar juga tengah mengembangkan platform fundraising berbasis program tematik yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh BAZNAS kabupaten/kota dan UPZ. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Bidang Keuangan BAZNAS Kabupaten Sambas, Ir. H. Ilhamsyah, M.M, menyampaikan berbagai potensi dan tantangan di daerahnya. Ia menyebutkan bahwa Kabupaten Sambas memiliki capaian yang baik, seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang tinggi dan program kampung zakat yang menjadi percontohan nasional. Namun demikian, ia juga mengungkapkan adanya sejumlah tantangan sosial yang perlu menjadi perhatian bersama, seperti tingginya angka perceraian dan penyalahgunaan narkoba. Ia juga berharap adanya dukungan dari BAZNAS Provinsi Kalbar untuk keberlangsungan program Rumah Sehat BAZNAS di Sambas, khususnya dalam hal pembiayaan operasional ke depan. Audiensi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan BAZNAS Kabupaten Sambas dalam meningkatkan pengelolaan zakat yang lebih optimal, inovatif, serta berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.
BERITA22/04/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Kalbar Hadir untuk Ibu Syarifah, Beri Harapan di Tengah Keterbatasan
BAZNAS Kalbar Hadir untuk Ibu Syarifah, Beri Harapan di Tengah Keterbatasan
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat kembali menyalurkan bantuan berupa kursi roda dan bantuan tunai kepada Ibu Syarifah Faizah (59), sebagai bentuk kepedulian terhadap mustahik yang mengalami keterbatasan akibat penyakit. Rabu (22/04/2026). Ibu Faizah diketahui menderita diabetes yang kemudian berkembang menjadi stroke akibat penyumbatan di kepala sejak sekitar lima tahun lalu. Kondisi kesehatannya kini semakin terbatas, setelah sebelumnya masih dapat berjalan dengan bantuan tongkat, kini beliau tidak lagi mampu berjalan. Sebelumnya, Ibu Faizah sempat menjalani terapi di Jember. Namun hingga saat ini, kondisi kesehatannya belum mengalami perbaikan signifikan. Dalam kesehariannya, Ibu Faizah dirawat oleh keluarganya. Bahkan, salah satu perawat harus berhenti bekerja demi fokus merawat beliau. Kursi roda yang sebelumnya digunakan juga telah mengalami kerusakan, sehingga menyulitkan mobilitas sehari-hari. Suami Ibu Faizah bekerja di Bangil, Jawa Timur, sebagai tenaga instalasi listrik di sebuah pondok pesantren. Dari enam orang anak, hanya dua yang berada di Pontianak, sementara lainnya telah berkeluarga. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Provinsi Kalbar memberikan bantuan kursi roda untuk menunjang mobilitas Ibu Faizah, serta bantuan uang tali kasih untuk mendukung kebutuhan perawatan sehari-hari. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga serta memberikan kemudahan bagi Ibu Faizah dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
BERITA22/04/2026 | BAZNAS Kalbar Hadir untuk Ibu Syarifah, Beri Harapan di Tengah Keterbatasan
Keterbatasan Fisik Tak Halangi Harapan, BAZNAS Kalbar Bantu Bapak Remi
Keterbatasan Fisik Tak Halangi Harapan, BAZNAS Kalbar Bantu Bapak Remi
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantuan berupa kursi roda dan uang tali kasih kepada Bapak Remi Abdullah (70), sebagai bentuk kepedulian terhadap mustahik yang mengalami keterbatasan fisik. Rabu, (22/04/2026). Bapak Remi diketahui menderita penyakit diabetes dan prostat sejak sebelum pensiun dari pekerjaannya sebagai pegawai pelabuhan pada tahun 2011. Kondisi kesehatannya sempat memburuk, ditandai dengan bagian kaki yang menghitam hingga harus menjalani operasi di RS Untan pada tahun 2024. Saat ini, Bapak Remi tidak dapat berjalan jauh dan hanya mampu beraktivitas dengan bantuan dua tongkat. Ia juga menjalani perawatan rutin setiap dua hari sekali dengan biaya sekitar Rp100.000 per perawatan, yang selama ini ditanggung secara pribadi. Dalam kesehariannya, Bapak Remi dirawat oleh keponakannya, mengingat beliau tidak memiliki anak. Keponakannya tersebut juga membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk memasak dan perawatan. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Provinsi Kalbar memberikan bantuan kursi roda untuk membantu mobilitas Bapak Remi, serta bantuan uang tali kasih yang diperuntukkan bagi pengasuhnya. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban serta membantu meningkatkan kualitas hidup Bapak Remi dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
BERITA22/04/2026 | Helmi Anshari
Audiensi BAZNAS Kalbar dan Biro Pemerintahan Setda Provinsi Kalbar, Optimalkan Peran Zakat bagi Masyarakat
Audiensi BAZNAS Kalbar dan Biro Pemerintahan Setda Provinsi Kalbar, Optimalkan Peran Zakat bagi Masyarakat
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan audiensi dengan Biro Pemerintahan Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memperkuat sinergi dan kolaborasi program, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan berbasis zakat. Selasa (21/04/2026) Dalam pertemuan tersebut, Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar Bidang Pengumpulan, Jaki Azmi, SE, menyampaikan bahwa potensi zakat di Kalimantan Barat mencapai Rp2,3 triliun. Oleh karena itu, diperlukan dukungan lintas sektor untuk mengoptimalkan potensi tersebut agar dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. “Dengan kewenangan yang ada, kami berharap dapat mengoptimalkan potensi zakat untuk mendukung program pengentasan kemiskinan, khususnya kepada delapan golongan (asnaf) yang menjadi fokus BAZNAS,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa audiensi ini menjadi momentum penting untuk menerima berbagai masukan dalam memperkuat langkah strategis BAZNAS ke depan. Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Kalbar, Aulia Candra, S. STP menyambut baik upaya kolaborasi tersebut. Dalam diskusi, disampaikan bahwa program pemerintah dalam penanganan kemiskinan seringkali menghadapi kendala regulasi dan ketepatan sasaran. Beberapa program bantuan dinilai belum sepenuhnya menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan. Oleh karena itu, pendekatan langsung kepada masyarakat serta pemanfaatan data kemiskinan yang akurat dinilai penting agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran. Selain itu, dukungan terhadap optimalisasi zakat, termasuk melalui sistem payroll bagi ASN, juga menjadi perhatian. Zakat dinilai sebagai instrumen penting dalam pemerataan kesejahteraan jika dikelola secara terpusat dan profesional. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS Bidang Administrasi, SDM, Umum dan Hukum, Ali Rohman, S.Kom., M.BA, menegaskan bahwa BAZNAS memiliki komitmen kuat dalam menjalankan perannya sebagai lembaga pengelola zakat yang profesional dan amanah. “BAZNAS hadir tidak hanya untuk menghimpun dana, tetapi juga memastikan kebermanfaatan yang luas bagi masyarakat. Kami tidak bisa bekerja sendiri, sehingga kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pihak menjadi kunci utama,” jelasnya. Ia juga menekankan bahwa seluruh program BAZNAS dijalankan dengan prinsip aman syar’i, aman regulasi, dan aman bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sehingga pelaksanaannya tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan Pemerintah Provinsi Kalbar, guna menghadirkan program-program yang lebih tepat sasaran dan berdampak dalam mengurangi angka kemiskinan di daerah.
BERITA21/04/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi ke Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar, Perkuat Kolaborasi Pengentasan Kemiskinan
BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi ke Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar, Perkuat Kolaborasi Pengentasan Kemiskinan
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan audiensi dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memperkuat sinergi dan kolaborasi program, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selasa (21/04/2026). Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapannya agar ke depan BAZNAS dan Dinas Ketahanan Pangan dapat menjalin kerja sama yang lebih erat dalam berbagai program strategis. “Kami berharap ke depan dapat banyak berkolaborasi dalam program-program yang dapat dibahas dan dijalankan bersama untuk membantu masyarakat,” ujarnya. Pimpinan BAZNAS Bidang Pengumpulan, Jaki Azmi, SE, turut memperkenalkan program Sahabat Zakat (ZEMA) sebagai bagian dari upaya mendukung pemberdayaan masyarakat serta optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Ia menjelaskan bahwa BAZNAS tengah mengembangkan dashboard fundraising serta program tematik yang bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat dalam mengentaskan kemiskinan. Sementara itu, Pimpinan Bidang Administrasi, SDM, Umum dan Hukum, Ali Rohman, S.Kom., M.BA, menyampaikan bahwa BAZNAS terus mendorong penguatan sistem digital, termasuk pembangunan dashboard fundraising, integrasi layanan, serta penguatan transparansi melalui platform berbasis teknologi. “Kami sebagai lembaga negara wajib bersinergi dengan pemerintah daerah. Melalui optimalisasi UPZ, kami ingin menjadikan UPZ tidak hanya sebagai tempat pengumpulan, tetapi juga sebagai pusat kolaborasi yang mampu menjalankan program-program tematik berbasis kebutuhan masyarakat,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa dana yang dihimpun melalui sistem payroll ASN akan dikembalikan manfaatnya, khususnya kepada ASN golongan II ke bawah dalam bentuk program beasiswa dan bantuan sosial. Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iswardani, SE.I, menegaskan pentingnya sinkronisasi program antara BAZNAS dan Dinas Ketahanan Pangan agar penyaluran bantuan dapat lebih tepat sasaran dan berdampak luas. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalbar, Drs. Manto., M.Si, menyambut baik inisiatif kolaborasi dari BAZNAS. Ia menilai bahwa BAZNAS memiliki potensi besar dalam mengelola dana umat secara optimal dan transparan. “Kami melihat BAZNAS sangat aktif dalam mengelola dan menghimpun dana. Ke depan, kami juga siap mendukung, termasuk mendorong keterlibatan perusahaan dan ASN agar dapat berpartisipasi dalam program zakat melalui BAZNAS,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa peran organisasi masyarakat dan lembaga seperti BAZNAS sangat penting dalam memperluas jangkauan distribusi bantuan kepada masyarakat, sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi. Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi yang lebih kuat antara BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan Dinas Ketahanan Pangan, guna menghadirkan program-program yang lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
BERITA21/04/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalbar, Dorong Pemberdayaan Masyarakat Pesisir
BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalbar, Dorong Pemberdayaan Masyarakat Pesisir
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan audiensi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memperkuat sinergi, khususnya dalam optimalisasi pengumpulan zakat serta pemberdayaan masyarakat pesisir. Selasa (21/04/2026). Dalam pertemuan tersebut, Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar Bidang Pengumpulan, Jaki Azmi, SE, menyampaikan pentingnya optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) agar tidak hanya berfungsi sebagai penghimpun dana, tetapi juga berbasis program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di lingkungan sekitar instansi. “UPZ perlu dioptimalkan agar dapat berkontribusi dalam upaya pengentasan kemiskinan. BAZNAS juga siap mendampingi melalui Sahabat Zakat (ZEMA) dalam hal pelaporan dan pencatatan agar pengelolaannya lebih efektif,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa potensi zakat di Provinsi Kalimantan Barat mencapai Rp2,3 triliun, sehingga diperlukan dukungan dan kolaborasi dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Kelautan dan Perikanan. Sementara itu, Pimpinan Bidang Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.BA, menjelaskan bahwa BAZNAS memiliki cakupan kerja yang luas, meliputi OPD, instansi vertikal, BUMN, BUMD, hingga satuan pendidikan. Ia juga menyampaikan perlunya pembaruan kepengurusan UPZ di lingkungan Dinas Kelautan dan Perikanan serta mendorong penerapan sistem payroll zakat bagi ASN. Dana yang dihimpun nantinya akan dikembalikan kepada ASN, khususnya golongan II ke bawah, dalam bentuk program beasiswa. Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iswardani, SE.I, memaparkan bahwa BAZNAS mengalokasikan sekitar 60 persen dana untuk program pendayagunaan dan 40 persen untuk pendistribusian. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam pemberdayaan masyarakat pesisir, seperti: Pelatihan pengolahan hasil laut Bantuan modal usaha bagi nelayan Pengembangan budidaya perikanan Pendampingan usaha berbasis rumah tangga “Melalui program ini, diharapkan masyarakat pesisir dapat bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki,” jelasnya. Menanggapi hal tersebut, pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalbar menyambut baik rencana kolaborasi yang ditawarkan oleh BAZNAS. Mereka menyatakan kesiapan untuk berkoordinasi terkait pembaruan kepengurusan UPZ serta mendukung program pemberdayaan masyarakat pesisir. Dinas juga menilai bahwa program BAZNAS dapat disinergikan dengan kegiatan yang telah berjalan, seperti pelatihan pengolahan hasil perikanan, pemberdayaan UMKM berbasis keluarga nelayan, serta pengembangan budidaya ikan dan rumput laut. Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi yang lebih kuat antara BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan Dinas Kelautan dan Perikanan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.
BERITA21/04/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi ke Kanwil Kementerian Haji dan Umrah, Dorong Optimalisasi UPZ dan Edukasi Zakat bagi Jemaah Haji
BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi ke Kanwil Kementerian Haji dan Umrah, Dorong Optimalisasi UPZ dan Edukasi Zakat bagi Jemaah Haji
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan audiensi dengan Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memperkuat sinergi, khususnya dalam optimalisasi pengumpulan zakat serta edukasi kepada masyarakat, termasuk jemaah haji. Senin, (20/04/2026) Dalam pertemuan tersebut, BAZNAS Provinsi Kalbar menyampaikan rencana optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan Kemenhaj. Selain itu, juga direncanakan pembentukan UPZ baru sebagai upaya memperluas jangkauan pengumpulan zakat di Kalimantan Barat. BAZNAS juga mengusulkan adanya kolaborasi dalam bentuk sosialisasi zakat kepada jemaah haji. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat, termasuk menjadikan momentum keberangkatan haji sebagai salah satu waktu yang tepat untuk berbagi melalui zakat. Selain itu, BAZNAS turut menyampaikan rencana penyebaran informasi program kurban kepada jemaah haji. Melalui media flyer yang akan disiapkan oleh BAZNAS Provinsi Kalbar, informasi terkait program kurban, termasuk pilihan hewan kurban, harga, serta kontak konfirmasi di masing-masing kabupaten/kota akan disampaikan kepada calon jemaah. Program ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin berkurban di tanah air, meskipun sedang melaksanakan ibadah haji. Sebagaimana audiensi dengan berbagai instansi sebelumnya, BAZNAS Provinsi Kalbar juga menekankan pentingnya optimalisasi peran UPZ agar tidak hanya berfungsi sebagai pengumpul, tetapi juga dapat berkontribusi dalam upaya pengentasan kemiskinan di lingkungan masing-masing. Selain itu, BAZNAS juga memperkenalkan program Sahabat Zakat (ZEMA) sebagai bagian dari upaya membangun generasi sadar zakat. Program ini menyasar kalangan pelajar hingga mahasiswa melalui edukasi, pelatihan, serta keterlibatan aktif dalam mendukung kegiatan pengumpulan dan sosialisasi zakat. Audiensi ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan Kanwil Kemenhaj Provinsi Kalimantan Barat dalam memperkuat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara lebih optimal, serta meningkatkan literasi dan partisipasi masyarakat dalam berzakat.
BERITA20/04/2026 | Helmi Anshari
Perluas Jangkauan Informasi Zakat, BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi ke Diskominfo Provinsi Kalbar
Perluas Jangkauan Informasi Zakat, BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi ke Diskominfo Provinsi Kalbar
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melakukan audiensi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memperkuat sinergi, khususnya dalam penyebaran informasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta program pemberdayaan masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iswardani, SE.I, menyampaikan bahwa selain mengelola ZIS, BAZNAS juga mengelola Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) yang perlu diketahui secara luas oleh masyarakat. “Kami berharap dukungan dari Diskominfo dalam mempermudah penyebaran informasi melalui kanal digital, sehingga informasi terkait pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan dana dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Kalbar, Jaki Azmi, SE, menekankan pentingnya optimalisasi peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di berbagai instansi. “Kami ingin UPZ tidak hanya berfungsi sebagai pengumpul, tetapi juga mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di sekitarnya, khususnya dalam membantu mengentaskan kemiskinan. Dengan kepercayaan yang terbangun, program-program BAZNAS dapat berjalan lebih efektif dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya. Pimpinan Bidang Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.BA, menambahkan bahwa BAZNAS juga tengah mengembangkan program Generasi Zakat (ZEMA) sebagai upaya membangun kesadaran zakat di kalangan generasi muda. “Kami memiliki visi ke depan untuk menciptakan generasi sadar zakat dengan target jangka panjang menuju zero mustahik. Program ini akan menyasar pelajar hingga mahasiswa melalui pelatihan pengelolaan keuangan dan komunikasi pemasaran, sehingga mereka dapat berperan aktif dalam mendukung program BAZNAS di berbagai UPZ,” ungkapnya. Ia juga menegaskan pentingnya dukungan dalam penyebaran informasi agar program-program BAZNAS dapat menjangkau masyarakat lebih luas serta meningkatkan indeks kepercayaan publik. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat, Christianus Lumano, SE., M.Si, menyambut baik audiensi yang dilakukan oleh BAZNAS. “Kami mendukung BAZNAS Provinsi Kalbar untuk terus meningkatkan transparansi dalam pengelolaan zakat, sehingga masyarakat semakin percaya dan ikhlas dalam menunaikan kewajibannya. Kami juga perlu mempelajari dari sisi regulasi agar kolaborasi ini dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya. Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara BAZNAS dan Diskominfo dalam mendukung penyebaran informasi yang lebih efektif, transparan, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Kalimantan Barat.
BERITA20/04/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi ke BPBD Provinsi Kalbar, Perkuat Sinergi Penanggulangan Bencana
BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi ke BPBD Provinsi Kalbar, Perkuat Sinergi Penanggulangan Bencana
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melakukan audiensi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat sebagai upaya memperkuat sinergi dalam penanggulangan bencana, khususnya dalam pemanfaatan zakat, infak, dan sedekah untuk membantu masyarakat terdampak. Dalam pertemuan tersebut, Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar Bidang Pengumpulan, Jaki Azmi, SE, menyampaikan bahwa BAZNAS memiliki berbagai program yang dapat dikolaborasikan dengan BPBD, terutama dalam penanganan kebencanaan. “Kami memiliki program tematik yang berkaitan dengan tanggap bencana melalui unit BAZNAS Tanggap Bencana (BTB). InsyaAllah, kami siap berkoordinasi dan bekerja sama dengan BPBD. Ke depan, kami juga akan menyusun dashboard sebagai gambaran kondisi di lapangan agar dapat mengidentifikasi kebutuhan dan membuka peluang kolaborasi lintas pihak,” ujarnya. Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menegaskan bahwa BAZNAS memiliki unit khusus BTB yang menjadi perhatian dari BAZNAS RI dan berpotensi untuk terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. “Kita memiliki BTB yang dapat disinergikan dengan BPBD. Jika program yang dirancang jelas dan terukur, BAZNAS RI siap memberikan dukungan. Selain itu, kami juga dapat membuka donasi infak dan sedekah secara khusus (mukayyad) untuk penanganan bencana tertentu, serta melibatkan BAZNAS kabupaten/kota dalam pelaksanaannya,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa setelah audiensi ini, BAZNAS akan melanjutkan dengan sosialisasi peningkatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) guna memperkuat pengumpulan dan penyaluran dana umat secara lebih optimal. Sementara itu, Sekretaris BPBD Provinsi Kalbar, Suparyanto, menyambut baik inisiatif kolaborasi tersebut. Ia mengungkapkan rasa syukur atas semakin banyaknya pihak yang peduli terhadap isu kebencanaan. “Kami sangat mengapresiasi keterlibatan BAZNAS. Ke depan, kemungkinan BAZNAS dapat dilibatkan secara lebih aktif dalam tim penanggulangan bencana melalui pembentukan satuan tugas yang ditetapkan oleh pemerintah daerah,” ungkapnya. Ia juga menekankan pentingnya kejelasan mekanisme pengelolaan dana agar tetap sesuai dengan aturan yang berlaku. “Karena ini menyangkut dana umat, tentu harus dikelola dengan hati-hati dan sesuai regulasi. Hal ini perlu kita bahas bersama agar kolaborasi berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan kesalahan dalam pelaksanaannya,” tambahnya. BPBD juga menyatakan kesiapan untuk mendukung sistem pengumpulan zakat melalui mekanisme payroll, mengingat sebagian besar pegawai di lingkungan BPBD merupakan muslim. Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan BAZNAS Bag Administrasi, SDM Umum dan Hukum, Ali Rohman, S.Kom., M.BA, turut menyampaikan penguatan program melalui relawan generasi muda zakat. “Kami sedang menyiapkan Generasi Zakat (ZEMA) yang akan dilatih sebagai relawan. Mereka nantinya dapat membantu pengumpulan data, mendukung UPZ, serta membuat konten edukasi zakat yang terintegrasi dengan platform BAZNAS,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat serta meminimalisir dampak bencana melalui penguatan peran zakat. Audiensi ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi antara BAZNAS dan BPBD Provinsi Kalimantan Barat dalam upaya penanggulangan bencana yang lebih terintegrasi, profesional, dan tepat sasaran.
BERITA20/04/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi dengan BPSDM Provinsi Kalbar, Perkuat Sinergi Pengembangan SDM dan Optimalisasi UPZ
BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi dengan BPSDM Provinsi Kalbar, Perkuat Sinergi Pengembangan SDM dan Optimalisasi UPZ
Pontianak - BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan audiensi dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memperkuat sinergi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), serta pengembangan sumber daya manusia di lingkungan instansi. Rabu (15/04/2026) Dalam pertemuan tersebut, Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar menyampaikan komitmennya dalam mengoptimalkan peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di berbagai sektor, termasuk di lingkungan instansi pemerintah. Optimalisasi UPZ tidak hanya difokuskan pada pengumpulan zakat, tetapi juga pada penguatan program pemberdayaan yang berdampak bagi masyarakat. BAZNAS Provinsi Kalbar juga memperkenalkan program Sahabat ZEMA (Zero Mustahik) sebagai upaya untuk membina dan mengaktifkan UPZ agar lebih produktif dan terstruktur. Program ini diharapkan dapat melibatkan berbagai elemen, termasuk generasi muda dan aparatur sipil negara, dalam mendukung pengelolaan zakat yang lebih optimal. Selain itu, Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar memaparkan program pengembangan talenta yang menyasar pelajar dan generasi muda, sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran sejak dini terkait pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Program ini juga diharapkan dapat mencetak SDM yang memiliki kepedulian sosial dan kemampuan dalam pengelolaan program pemberdayaan. BAZNAS Provinsi Kalbar juga membuka peluang kolaborasi dengan BPSDM Provinsi Kalbar dalam hal pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam bidang pengelolaan zakat, dalam mendukung program sosial berbasis zakat.
BERITA15/04/2026 | Helmi Anshari
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kalimantan Barat.

Lihat Daftar Rekening →