Berita Terkini
Silaturahmi BAZNAS Sambas Ke BAZNAS Provinsi Kalbar, Fokus pada Inovasi dan Penguatan Program Zakat
Pontianak – BAZNAS Kabupaten Sambas melakukan kunjungan silaturahmi ke BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memperkuat koordinasi, berbagi pengalaman, serta mendorong inovasi program pengelolaan zakat, infak, dan sedekah. Rabu (22/04/2026).
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, beserta jajaran pimpinan.
Dalam sambutannya, Dr. Hamzah Tawil menyampaikan pentingnya optimalisasi program, khususnya di wilayah perbatasan seperti Kabupaten Sambas. Ia juga menekankan perlunya penguatan branding program unggulan, seperti Rumah Sehat BAZNAS, agar dapat menjadi ikon layanan sosial yang terintegrasi dengan BAZNAS Provinsi.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sambas, Ahmad Hainani, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahmi yang telah lama direncanakan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang luar biasa. Kami juga mengucapkan selamat kepada pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar yang telah terpilih. Kami berharap kunjungan ini dapat memperkuat koordinasi dan meningkatkan kualitas program di daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa saat ini BAZNAS Kabupaten Sambas menjalankan tiga program utama, yaitu BAZNAS Pintar, BAZNAS Sehat, dan BAZNAS Peduli. Salah satu program unggulan adalah Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Sambas yang terwujud berkat dukungan pemerintah daerah.
Selain itu, BAZNAS Sambas juga terus melakukan inovasi, di antaranya program pembangunan sumur bor sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat.
Dalam sesi diskusi, Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar Bidang Pengumpulan, Jaki Azmi, SE, menyampaikan berbagai inovasi yang telah dikembangkan, termasuk pemanfaatan teknologi melalui layanan KAK NAS (Customer Service berbasis AI) untuk memudahkan akses informasi masyarakat terkait BAZNAS.
Ia juga memperkenalkan program Sahabat Zakat (ZEMA) sebagai upaya membangun Generasi Zakat (Gen Z), serta pentingnya pemanfaatan data berbasis desil dalam menentukan sasaran mustahik dan muzakki secara lebih tepat.
Sementara itu, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iswardani, SE, menekankan pentingnya pencatatan dan publikasi program.
“Prestasi tidak hanya harus tercatat, tetapi juga harus terpublikasikan dengan baik. Kami siap membantu BAZNAS kabupaten/kota, termasuk Sambas, dalam memperkuat publikasi program agar manfaatnya lebih luas dirasakan masyarakat,” jelasnya.
Ia juga mendorong pengembangan program kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal, seperti sektor perikanan, perkebunan, dan peternakan yang dapat dikembangkan di Kabupaten Sambas.
Pimpinan Bidang Administrasi, SDM, Umum dan Hukum, Ali Rohman, S.Kom., M.BA, turut memaparkan struktur organisasi dan penguatan sistem kelembagaan BAZNAS Provinsi Kalbar. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan BAZNAS didukung oleh beberapa departemen dan amil pelaksana, serta didorong menuju digitalisasi melalui pemanfaatan aplikasi seperti Srikandi dan penggunaan tanda tangan elektronik (TTE).
Selain itu, BAZNAS Provinsi Kalbar juga tengah mengembangkan platform fundraising berbasis program tematik yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh BAZNAS kabupaten/kota dan UPZ.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Bidang Keuangan BAZNAS Kabupaten Sambas, Ir. H. Ilhamsyah, M.M, menyampaikan berbagai potensi dan tantangan di daerahnya. Ia menyebutkan bahwa Kabupaten Sambas memiliki capaian yang baik, seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang tinggi dan program kampung zakat yang menjadi percontohan nasional.
Namun demikian, ia juga mengungkapkan adanya sejumlah tantangan sosial yang perlu menjadi perhatian bersama, seperti tingginya angka perceraian dan penyalahgunaan narkoba.
Ia juga berharap adanya dukungan dari BAZNAS Provinsi Kalbar untuk keberlangsungan program Rumah Sehat BAZNAS di Sambas, khususnya dalam hal pembiayaan operasional ke depan.
Audiensi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan BAZNAS Kabupaten Sambas dalam meningkatkan pengelolaan zakat yang lebih optimal, inovatif, serta berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.
22/04/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Kalbar Hadir untuk Ibu Syarifah, Beri Harapan di Tengah Keterbatasan
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat kembali menyalurkan bantuan berupa kursi roda dan bantuan tunai kepada Ibu Syarifah Faizah (59), sebagai bentuk kepedulian terhadap mustahik yang mengalami keterbatasan akibat penyakit. Rabu (22/04/2026).
Ibu Faizah diketahui menderita diabetes yang kemudian berkembang menjadi stroke akibat penyumbatan di kepala sejak sekitar lima tahun lalu. Kondisi kesehatannya kini semakin terbatas, setelah sebelumnya masih dapat berjalan dengan bantuan tongkat, kini beliau tidak lagi mampu berjalan.
Sebelumnya, Ibu Faizah sempat menjalani terapi di Jember. Namun hingga saat ini, kondisi kesehatannya belum mengalami perbaikan signifikan.
Dalam kesehariannya, Ibu Faizah dirawat oleh keluarganya. Bahkan, salah satu perawat harus berhenti bekerja demi fokus merawat beliau. Kursi roda yang sebelumnya digunakan juga telah mengalami kerusakan, sehingga menyulitkan mobilitas sehari-hari.
Suami Ibu Faizah bekerja di Bangil, Jawa Timur, sebagai tenaga instalasi listrik di sebuah pondok pesantren. Dari enam orang anak, hanya dua yang berada di Pontianak, sementara lainnya telah berkeluarga.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Provinsi Kalbar memberikan bantuan kursi roda untuk menunjang mobilitas Ibu Faizah, serta bantuan uang tali kasih untuk mendukung kebutuhan perawatan sehari-hari.
Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga serta memberikan kemudahan bagi Ibu Faizah dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
22/04/2026 | BAZNAS Kalbar Hadir untuk Ibu Syarifah, Beri Harapan di Tengah Keterbatasan
Keterbatasan Fisik Tak Halangi Harapan, BAZNAS Kalbar Bantu Bapak Remi
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantuan berupa kursi roda dan uang tali kasih kepada Bapak Remi Abdullah (70), sebagai bentuk kepedulian terhadap mustahik yang mengalami keterbatasan fisik. Rabu, (22/04/2026).
Bapak Remi diketahui menderita penyakit diabetes dan prostat sejak sebelum pensiun dari pekerjaannya sebagai pegawai pelabuhan pada tahun 2011. Kondisi kesehatannya sempat memburuk, ditandai dengan bagian kaki yang menghitam hingga harus menjalani operasi di RS Untan pada tahun 2024.
Saat ini, Bapak Remi tidak dapat berjalan jauh dan hanya mampu beraktivitas dengan bantuan dua tongkat. Ia juga menjalani perawatan rutin setiap dua hari sekali dengan biaya sekitar Rp100.000 per perawatan, yang selama ini ditanggung secara pribadi.
Dalam kesehariannya, Bapak Remi dirawat oleh keponakannya, mengingat beliau tidak memiliki anak. Keponakannya tersebut juga membantu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk memasak dan perawatan.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Provinsi Kalbar memberikan bantuan kursi roda untuk membantu mobilitas Bapak Remi, serta bantuan uang tali kasih yang diperuntukkan bagi pengasuhnya.
Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban serta membantu meningkatkan kualitas hidup Bapak Remi dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
22/04/2026 | Helmi Anshari
Berita Pendistribusian

Lima Tahun Melawan Kanker, Bantuan BAZNAS Provinsi Kalbar Hadir untuk Nurali
Pontianak — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui program penyaluran zakat, bantuan biaya kemoterapi kepada salah satu warga, Nurali (52), yang berdomisili di Jalan Pal 5, Gang H Achmad. Jumat, (17/04/2026)
Nurali sebelumnya bekerja sebagai kuli bangunan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Namun, sejak menderita penyakit, ia tidak lagi mampu bekerja. Saat ini, peran sebagai tulang punggung keluarga diambil alih oleh sang istri yang berjualan kue-kue, pakaian, bros dan kerudung untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Nurali diketahui telah mengidap kanker paru-paru selama kurang lebih lima tahun. Dalam satu tahun terakhir, kondisi kesehatannya semakin memburuk hingga penyakit tersebut telah menyebar ke saraf. Saat ini, ia dijadwalkan untuk menjalani kemoterapi sebagai upaya pengobatan lanjutan.
Keterbatasan biaya menjadi kendala utama dalam proses pengobatan yang harus dijalani. Oleh karena itu, melalui dana zakat yang dihimpun dari para muzaki, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat memberikan bantuan biaya kemoterapi kepada Nurali yang termasuk dalam kategori asnaf miskin.
Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh perwakilan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat di kediaman keluarga Nurali yang beralamat di Jalan Pal 5, Gang H. Achmad.
BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban penerima manfaat serta memberikan semangat dan harapan dalam menjalani proses pengobatan.
Selain itu, BAZNAS juga mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar semakin banyak masyarakat yang terbantu.
17/04/2026 | Helmi Anshari

Di Tengah Musibah Kebakaran, BAZNAS Provinsi Kalbar Hadir Bantu Warga Terdampak
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak musibah kebakaran di Kota Baru, Gang Sumber Agung 1. Peristiwa tersebut menghanguskan lima unit rumah, namun seluruh penghuni dilaporkan selamat. Kamis (16/04/2026)
Sebagai bentuk kepedulian terhadap musibah yang terjadi, BAZNAS Provinsi Kalbar hadir langsung ke lokasi kejadian untuk menyerahkan bantuan kepada para korban. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako guna membantu memenuhi kebutuhan dasar para warga terdampak.
Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung di kediaman korban sebagai upaya memberikan dukungan moral sekaligus meringankan beban yang dialami akibat musibah kebakaran.
BAZNAS Provinsi Kalbar menyampaikan bahwa kehadiran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen dalam membantu masyarakat yang tertimpa musibah, khususnya dalam kondisi darurat.
“Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban para korban dan menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap sesama,” ujar Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar di lokasi.
Musibah kebakaran ini menyebabkan kerugian materiil yang cukup besar, namun tidak menimbulkan korban jiwa. Semoga warga yang terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas seperti sediakala.
BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan bantuan kepada korban bencana, sebagai bagian dari upaya penyaluran zakat, infak, dan sedekah yang tepat sasaran.
16/04/2026 | Helmi Anshari

BAZNAS Kalbar Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Habibah, Anak Yatim dari Keluarga Kurang Mampu
Kubu Raya - BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantuan pembayaran hutang SPP (gharimin) kepada Habibah, seorang anak yatim yang tengah menempuh pendidikan di MAS Al-Mustaqim. Rabu, (15/04/2026).
Habibah merupakan anak dari keluarga kurang mampu. Ayahnya yang sebelumnya bekerja sebagai kuli bangunan telah meninggal dunia sekitar tiga bulan yang lalu. Sejak saat itu, tanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga kini diemban oleh sang ibu.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ibunya bekerja sebagai asisten rumah tangga di lingkungan sekitar rumahnya, dengan membantu pekerjaan rumah tangga seperti mencuci dan mengepel di rumah warga. Kondisi tersebut membuat Habibah mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban pembayaran SPP sekolahnya.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat hadir memberikan bantuan melalui program penyaluran zakat kepada golongan gharimin, yaitu mereka yang memiliki beban hutang dan membutuhkan bantuan.
Kepala Sekolah MAS Al-Mustaqim, Bapak Mustaan, SH.I, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Kalbar.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat yang telah memberikan bantuan kepada ananda Habibah. Bantuan ini sangat berarti bagi kelangsungan pendidikan beliau,” ujarnya.
Diharapkan, bantuan ini dapat meringankan beban keluarga serta memberikan semangat bagi Habibah untuk terus melanjutkan pendidikannya.
BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat terus berkomitmen untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam bidang pendidikan, agar generasi muda tetap memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
15/04/2026 | Helmi Anshari
Artikel Terbaru
Tidak Hadir Saat Kurban Disembelih, Apakah Kurban Tetap Sah dan Berpahala? Ini Penjelasan Ulama
Kurban adalah salah satu ibadah yang dilakukan secara rutin oleh umat Islam secara kolektif setiap satu tahun. Karena dilakukan secara bersama-sama di seluruh dunia, maka ibadah kurban menjadi salah satu syi'ar agama Islam. Secara hukum fiqih, kurban bagi umat Islam hukumnya sunnah mu'akkadah (sangat dianjurkan) bagi setiap muslim yang memiliki harta lebih dari kebutuhannya beserta keluarga selama hari raya Idul Adha dan hari tasyriq. Sedangkan bagi Rasulullah saw, kurban hukumnya wajib. (Ibrahim Al-Bajuri, Hasyiyatul Bajuri, [Jeddah, Darul Minhaj: 2016], juz IV, halaman 360). Allah swt memerintahkan Rasulullah saw untuk mengikuti ajaran datuknya, yakni Nabi Ibrahim as. Hal ini sebagaimana termaktub dalam surat An-Nahl ayat 123:
????? ???????????? ???????? ???? ???????? ??????? ???????????? ???????? ? ????? ????? ???? ??????????????Artinya, "Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): 'Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif' dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang menyekutukan Allah". Meski mayoritas ahli tafsir mengatakan yang dimaksud agama Ibrahim as adalah tauhidnya, yakni tidak menyekutukan Allah swt, namun ada beberapa ulama yang berpendapat lain sebagaimana dikutip Imam Al-Baghawi:
???? ??? ?????? : ??? ????? ??? ???? ???? ???? ?????? ?????? ??????? ??? ?? ??? ?? ?????? ? ??? ?? ???? ??? ???? ??
Artinya, "Para ulama ushul berpendapat bahwa Rasulullah saw diperintahkan mengikuti syariat Nabi Ibrahim as, kecuali bagian yang di-naskh (diganti), syariat Ibrahim as yang tidak di-naskh, menjadi syariat Rasulullah saw juga." (Tafsirul Baghawi, [Beirut, Dar Ihya'it Turatsil 'Arabi: 2000], juz III, halaman 102). Pendapat ini menemukan relevansinya ketika kita melihat bahwa beberapa syariat Islam tampak identik dengan syariat Nabi Ibrahim as, seperti khitan, meramaikan Ka'bah, dan kurban.Dahulu kala Nabi Ibrahim as diperintahkan menyembelih putranya. Saat akan melakukannya, Allah swt memerintahkan agar Ibrahim as menyembelih kambing sebagai gantinya. Kisah ini kemudian menjadi bahan renungan ('ibrah) bagi setiap Muslim, khususnya bagi yang melaksanakan kurban. Betapa Ibrahim as sangat teguh memegang imannya dan menempatkan Allah swt sebagai prioritas utama, mengalahkan apapun yang sangat ia cintai, termasuk seorang anak. Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan hadits dari Anas ra, beliau menceritakan bagaimana Rasulullah saw menyembelih kurbannya:
?????? ?????????? ??? ???? ???? ???? ???????????? ???????????? ???????????? ???????? ???????? ????? ???????????? ???????? ???????????? ????????????? ???????
Artinya, "Rasulullah menyembelih dua kambing berwarna putih, aku melihatnya meletakkan telapak kaki di atas bagian samping leher kedua kambing tersebut. Beliau menyebut nama Allah, membaca takbir, kemudian menyembelih." (HR Al-Bukhari). Berdasarkan hadits ulama menyimpulkan, orang yang berkurban apabila laki-laki, maka sunnah menyembelih kurbannya sendiri. Namun sayangnya, tidak semua orang bisa melaksanakan kesunahan seperti itu. Karena menyembelih hewan, apalagi kambing, sapi, dan unta, adalah pekerjaan yang membutuhkan keterampilan. Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan? Syekh Ibrahim Al-Bajuri dalam Hasyiyah-nya menjelaskan:
???? ?????? ?? ????? ?? ????? ? ??? ?? ???????? ??????: ??????? ????? ?? ?? ???? ?????. ???? ??? ??? ?? ????? ?? ?????? ? ???? ??? ???? ???? ???? ??? ?????? ???? ????: ???? ??? ?????? ???????? ???? ???? ???? ?? ???? ???? ?? ?? ??? ?? ?????. ???? ?????? ???? ??????
Artinya, "Perempuan, khuntsa, dan laki-laki yang tidak bisa menyembelih sunnah mewakilkan kepada orang lain untuk menyembelih, sebagaimana keterangan dalam kitab Al-Majmu' karya An-Nawawi. Bagi orang yang mewakilkan penyembelihan sebagaimana disebutkan sebelumnya, sunnah menyaksikan penyembelihan kurbannya. Karena Rasulullah saw memerintahkan pada Fathimah ra: "Bangun dan saksikanlah penyembelihan kurbanmu, sesungguhnya dengan tetesan pertama darah kurban tersebut, dosa-dosamu yang telah lalu akan diampuni." Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Hakim, dan sanadnya dinilai shahih". (Al-Bajuri, IV/361). Berdasarkan penjelasan Al-Bajuri, orang yang tidak menyembelih kurbannya sendiri dianjurkan untuk menyaksikan penyembelihannya. Ketentuan ini berdasarkan sabda Rasulullah saw pada putrinya, Fathimah ra. Namun, Tetap saja tidak semua orang dapat menyaksikan penyembelihan kurbannya. Sebabnya beragam. Ada yang karena tidak tega atau takut melihat darah, ada yang karena tempatnya jauh, misalnya ia berkurban di luar kota tempat tinggalnya, ada juga yang tidak bisa hadir karena ada suatu hal yang tak bisa ditinggal, atau penyebab lain. Lalu bagaimana keabsahan ibadah kurbannya? Dari penjelasan Al-Bajuri di atas dapat disimpulkan bahwa orang yang tidak menghadiri penyembelihan kurbannya, ibadah kurbannya tetap sah dan pahala kurbannya tetap utuh, karena menyaksikan penyembelihan kurban adalah sebuah anjuran, bukan kewajiban. Wallahu a'lam.
21/04/2026 | Helmi Anshari
Kurban, Ibadah yang Menggerakkan Ekonomi Rakyat
Idul Kurban tidak hanya dimaknai sebagai ibadah spiritual semata, tetapi juga memiliki peran besar sebagai motor penggerak ekonomi rakyat yang sering luput dari perhatian. Setiap tahunnya, momentum ini mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi, mulai dari peternakan, logistik, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Di balik aktivitas penyembelihan hewan kurban di masjid dan lingkungan masyarakat, terjadi perputaran ekonomi yang sangat besar. Tidak hanya menciptakan peluang usaha, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan serta memperkuat solidaritas sosial melalui distribusi daging kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dampak Ekonomi yang Nyata
Dalam dua tahun terakhir, pasokan hewan kurban mengalami pertumbuhan rata-rata sekitar 11,1 persen per tahun. Jika tren ini berlanjut, kebutuhan hewan kurban pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 2,2 hingga 2,4 juta ekor, dengan nilai ekonomi berkisar antara Rp27 triliun hingga Rp60 triliun.
Angka tersebut menunjukkan bahwa Idul Kurban memiliki kontribusi signifikan terhadap sektor peternakan dan ekonomi syariah. Di tengah tantangan perlambatan di beberapa sektor, kurban menjadi bukti bahwa konsumsi berbasis keagamaan mampu menciptakan efek berantai yang nyata bagi ekonomi riil.
Menggerakkan UMKM dan Ekonomi Lokal
Dampak positif kurban tidak hanya dirasakan oleh peternak. Lonjakan permintaan hewan kurban turut menggerakkan berbagai sektor usaha lokal.
UMKM mendapatkan manfaat dari meningkatnya permintaan terhadap layanan seperti:
Jasa pengemasan daging
Penyewaan alat pemotongan
Penyediaan tenda dan perlengkapan
Kuliner berbasis olahan daging
Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa usaha kemasan daging meningkat hingga 40 persen, sementara penyewaan tenda dan peralatan pemotongan naik sekitar 25 persen.
Selain itu, aktivitas distribusi dan logistik hewan kurban juga menyerap banyak tenaga kerja musiman, sehingga turut membantu meningkatkan pendapatan masyarakat.
Meningkatkan Kesejahteraan dan Gizi Masyarakat
Di wilayah prasejahtera, distribusi daging kurban memiliki dampak yang sangat berarti. Bagi banyak keluarga, daging merupakan bahan pangan yang jarang dikonsumsi karena keterbatasan ekonomi.
Melalui kurban, masyarakat dapat memperoleh asupan protein yang lebih baik, yang berkontribusi dalam:
Meningkatkan kualitas gizi
Mengurangi risiko stunting
Mendukung kesehatan keluarga
Lebih dari itu, kurban juga memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial, di mana masyarakat merasa diperhatikan dan dilibatkan dalam kebahagiaan bersama.
Transformasi Kurban di Era Digital
Seiring perkembangan teknologi, pelaksanaan kurban kini semakin mudah melalui platform digital. Masyarakat dapat berkurban secara praktis, sementara distribusi daging dapat menjangkau wilayah terpencil hingga pelosok negeri.
Diperkirakan, nilai transaksi kurban digital telah mencapai sekitar Rp2 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya memberikan kemudahan, tetapi juga memperluas akses serta meningkatkan pemerataan distribusi manfaat kurban.
Namun demikian, digitalisasi juga perlu diimbangi dengan tata kelola yang baik agar tetap transparan, amanah, dan tepat sasaran.
Tantangan dan Peluang ke Depan
Di balik besarnya potensi, terdapat beberapa tantangan yang perlu diperhatikan, seperti:
Kenaikan harga hewan ternak
Ketergantungan pada impor
Pengelolaan limbah kurban yang belum optimal
Untuk itu, diperlukan langkah terpadu, antara lain:
Penguatan peternakan lokal melalui pelatihan dan dukungan pemerintah
Pemberdayaan koperasi dan BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa
Pemanfaatan limbah kurban menjadi produk bernilai ekonomi
Integrasi kurban dengan zakat, CSR, dan program pemberdayaan
Dengan pengelolaan yang baik, kurban tidak hanya menjadi ibadah tahunan, tetapi juga dapat menjadi instrumen pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Kurban sebagai Kekuatan Sosial-Ekonomi
Idul Kurban sejatinya adalah perpaduan antara nilai spiritual dan sosial. Ia tidak hanya mempererat hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga memperkuat hubungan antar sesama manusia.
Melalui kurban, terjadi distribusi kekayaan, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Jika dikelola secara profesional dan kolaboratif, kurban dapat menjadi kekuatan transformasional yang mendorong ekonomi inklusif dan berkeadilan.
Mari jadikan momentum Idul Kurban sebagai sarana untuk tidak hanya beribadah, tetapi juga berkontribusi nyata dalam membangun kesejahteraan umat.
17/04/2026 | Helmi Anshari
Manfaat Berkurban di Idul Adha Tidak Hanya Untuk Dunia, Tapi Juga Akhirat
Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Pada hari yang penuh berkah ini, umat Muslim melaksanakan ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus wujud kepedulian terhadap sesama.
Namun, ibadah kurban tidak hanya memiliki manfaat yang bersifat duniawi. Lebih dari itu, kurban juga memberikan dampak yang besar bagi kehidupan akhirat. Oleh karena itu, memahami manfaat berkurban secara menyeluruh dapat meningkatkan keimanan dan kesungguhan dalam menjalankannya.
Mendekatkan Diri kepada Allah SWT
Manfaat utama dari berkurban adalah sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah ini merupakan bentuk ketaatan atas perintah-Nya, sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Allah SWT berfirman:
"Daging dan darah hewan kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu." (QS. Al-Hajj: 37)
Ayat ini menegaskan bahwa esensi dari kurban bukan terletak pada fisiknya, melainkan pada keikhlasan dan ketakwaan seorang hamba.
Menghapus Dosa dan Menambah Pahala
Berkurban juga menjadi salah satu amalan yang memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa setiap bagian dari hewan kurban akan menjadi pahala bagi orang yang berkurban.
Hal ini menunjukkan bahwa ibadah kurban tidak hanya berdampak di dunia, tetapi juga menjadi bekal berharga di akhirat kelak.
Menumbuhkan Keikhlasan dan Jiwa Pengorbanan
Ketika seseorang rela mengeluarkan harta terbaiknya untuk berkurban, ia sedang melatih dirinya untuk menjadi pribadi yang ikhlas dan tidak terikat pada dunia.
Ibadah kurban mengajarkan bahwa harta hanyalah titipan, dan sebagian darinya harus dibagikan kepada yang membutuhkan. Nilai pengorbanan ini menjadi salah satu pelajaran penting dalam membentuk karakter seorang Muslim.
Meningkatkan Kepedulian Sosial
Manfaat berkurban juga dirasakan secara langsung oleh masyarakat, khususnya mereka yang kurang mampu. Daging kurban yang dibagikan menjadi sumber kebahagiaan dan kecukupan bagi banyak orang, terutama pada hari raya.
Melalui ibadah kurban, tercipta rasa kebersamaan, kepedulian, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Menjadi Wujud Syukur atas Nikmat Allah
Berkurban juga merupakan bentuk rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan oleh Allah SWT. Dengan menyisihkan sebagian harta untuk berkurban, seorang Muslim menunjukkan bahwa ia menyadari segala nikmat berasal dari Allah.
Rasa syukur ini tidak hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata.
Mempererat Ukhuwah Islamiyah
Ibadah kurban yang dilaksanakan secara bersama-sama di lingkungan masyarakat juga mempererat hubungan antar sesama Muslim. Proses penyembelihan, pembagian, hingga penyaluran daging kurban menciptakan interaksi sosial yang positif.
Hal ini menjadikan kurban sebagai sarana memperkuat persaudaraan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Berkurban bukan sekadar ibadah tahunan, melainkan amalan yang memiliki makna dan manfaat yang sangat luas, baik untuk kehidupan dunia maupun akhirat. Melalui kurban, umat Islam diajarkan tentang keikhlasan, pengorbanan, kepedulian, serta rasa syukur kepada Allah SWT.
Oleh karena itu, mari manfaatkan momen Idul Adha untuk melaksanakan ibadah kurban dengan penuh keimanan dan ketakwaan. Semoga setiap amal yang kita lakukan diterima oleh Allah SWT dan menjadi bekal kebaikan di akhirat kelak.
16/04/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS TV
Jangan Lewatkan Sedekah di Hari Jumat melalui BAZNAS
Penulis: admin
Sedekah Subuh, Membuka Pintu Rezeki
Penulis: admin
