WhatsApp Icon
banner

Berita Terkini

Wisata Qur’an Pedalaman Hadir di Sanggau dan Landak, Tebar Ilmu dan Kepedulian
Wisata Qur’an Pedalaman Hadir di Sanggau dan Landak, Tebar Ilmu dan Kepedulian
Pontianak – Semangat syiar Islam dan kepedulian sosial kembali digaungkan melalui kegiatan Wisata Qur’an Pedalaman yang dilaksanakan pada 14 Mei 2026 di tiga titik wilayah pedalaman Kalimantan Barat. Program ini merupakan kolaborasi antara Baitul Maal Ashqaf, Sajada Digital Agency, dan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan dilaksanakan di tiga lokasi, yakni Masjid Darussalam yang berada di Desa Mengkiang Kabupaten Sanggau, Masjid At-Takwa berada di Kabupaten Landak, serta Masjid Ashqaf yang berada di Dusun Ibul, Desa Sebangki, Kabupaten Landak. Selain menghadirkan majelis ilmu dan syiar Al-Qur’an, kegiatan ini juga diisi dengan pendistribusian bantuan sembako, mushaf Al-Qur’an, serta buku Sirah Nabawiyah kepada masyarakat di wilayah pedalaman. Masyarakat tampak antusias menghadiri kegiatan tersebut. Dari anak-anak hingga orang tua datang dengan penuh semangat untuk mengikuti rangkaian majelis ilmu yang diselenggarakan. Kehangatan dan kebersamaan terasa di setiap lokasi kegiatan, menjadi bukti bahwa semangat mencintai Al-Qur’an terus tumbuh di tengah masyarakat pedalaman Kalimantan Barat. Program ini menjadi salah satu upaya menghadirkan dakwah yang lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus memperkuat kepedulian sosial melalui bantuan yang langsung menyentuh kebutuhan warga.
25/05/2026 | Helmi Anshari
Audiensi ke BPJS Ketenagakerjaan, BAZNAS Kalbar Perkuat Optimalisasi UPZ
Audiensi ke BPJS Ketenagakerjaan, BAZNAS Kalbar Perkuat Optimalisasi UPZ
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melakukan audiensi ke BPJS Ketenagakerjaan sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus membangun sinergi program sosial dan optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Dalam pertemuan tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si menyampaikan bahwa audiensi ini menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan BPJS Ketenagakerjaan. “Kami hadir untuk bersilaturahmi dengan BPJS Ketenagakerjaan sekaligus membahas apa saja yang bisa dikolaborasikan bersama. Selain itu, kami juga ingin mengoptimalkan UPZ agar kebermanfaatannya semakin luas,” ujarnya. Sementara itu, Pimpinan Bagian SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.B.A menjelaskan bahwa fokus utama BAZNAS Provinsi Kalbar saat ini adalah penguatan program dan kolaborasi lintas sektor. Ia menyampaikan bahwa paradigma masyarakat terhadap BAZNAS yang hanya berfokus pada penghimpunan dana perlu diubah menjadi lembaga kolaboratif yang membangun banyak kebermanfaatan. “Paradigma bahwa BAZNAS hanya collecting ingin kami ubah menjadi collabs. Kami memiliki program-program tematik yang manfaatnya dapat dikembalikan kepada UPZ terkait sehingga kebermanfaatannya bisa langsung dirasakan,” jelasnya. Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Suhuri Ali menyambut baik audiensi tersebut dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara BPJS Ketenagakerjaan dan BAZNAS Provinsi Kalbar. Ia menyampaikan bahwa BAZNAS Provinsi Kalbar dapat dilibatkan dalam berbagai forum bersama perusahaan agar informasi mengenai program zakat, infak, dan sedekah dapat tersampaikan secara lebih luas kepada dunia usaha. “BAZNAS Provinsi Kalbar bisa hadir dalam kegiatan bersama perusahaan-perusahaan. Kami siap menyediakan ruang bagi BAZNAS untuk menjadi pembicara dalam forum-forum perusahaan,” ungkapnya.
25/05/2026 | Helmi Anshari
Optimalisasi UPZ Jadi Fokus Audiensi BAZNAS Kalbar ke Biro Organisasi Kalbar
Optimalisasi UPZ Jadi Fokus Audiensi BAZNAS Kalbar ke Biro Organisasi Kalbar
Pontianak – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Barat melakukan audiensi ke Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memperkuat sinergi program serta optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Audiensi tersebut disambut langsung oleh Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Kalbar, Dini Eka Wahyuni beserta jajaran. Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil mengucapkan terima kasih atas sambutan dan kesediaan menerima audiensi dari BAZNAS Provinsi Kalbar. “Semoga ada beberapa program yang dapat disinergikan bersama, dan kami mohon doa serta dukungan agar program-program yang sedang kami bangun dapat berjalan dengan baik,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Bagian SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman menjelaskan terkait lingkup wilayah kerja BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat serta pentingnya optimalisasi UPZ. Ia menegaskan bahwa optimalisasi UPZ bukan hanya berfokus pada pengumpulan zakat, melainkan membangun kolaborasi dan kebermanfaatan di lingkungan masing-masing UPZ. “Optimalisasi ini bukan collecting, tetapi collab. Kami hadir untuk menyamakan persepsi dan membangun sinergi agar manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas,” jelasnya. Ali Rohman juga memaparkan bahwa BAZNAS Provinsi Kalbar tengah membangun dashboard program tematik yang dapat membantu penyelesaian persoalan sosial sesuai fokus masing-masing UPZ. Selain itu, ia menyampaikan bahwa BAZNAS Provinsi Kalbar telah melakukan penandatanganan MoU bersama Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Pontianak terkait pengentasan persoalan perceraian yang angkanya mencapai ribuan kasus setiap tahunnya. Sementara itu, Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Kalbar, Dini Eka Wahyuni menjelaskan bahwa Biro Organisasi terdiri dari sembilan biro dan saat ini mendukung himbauan Gubernur Kalbar terkait pembentukan UPZ di setiap biro. Ia juga menyampaikan bahwa publikasi terkait payroll ASN perlu diperkuat untuk meningkatkan trust dan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat. “Hal terkait payroll ASN seharusnya bisa dipublikasikan untuk mendapatkan trust kepada masyarakat,” ujarnya. Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Kalbar, Jaki Azmi turut memperkenalkan sejumlah program prioritas BAZNAS Provinsi Kalbar seperti Optimalisasi UPZ, Sahabat Zema, serta Forum Tumpuk Tengah. Menurutnya, program-program tersebut dihadirkan agar UPZ mampu membantu menyelesaikan persoalan sosial di lingkungan masing-masing. Sementara itu, Pimpinan Bidang Perencanaan Keuangan dan Pelaporan BAZNAS Provinsi Kalbar, Luthfiah menjelaskan bahwa program payroll ASN telah dikembalikan dalam bentuk penyaluran beasiswa bagi ASN golongan II ke bawah. Audiensi berlangsung hangat dan penuh diskusi terkait peluang kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Kalbar dengan Biro Organisasi dalam mendukung penguatan tata kelola zakat, peningkatan transparansi, serta pengentasan persoalan sosial di Kalimantan Barat.
22/05/2026 | Helmi Anshari

Agenda Pimpinan

Berita Pendistribusian

BAZNAS Provinsi Kalbar Salurkan Bantuan Modal Usaha Mesin Press Minuman
BAZNAS Provinsi Kalbar Salurkan Bantuan Modal Usaha Mesin Press Minuman
Pontianak - BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantuan melalui program Kalbar Mandiri pada tanggal 28 April 2026, di Kantor BAZNAS Provinsi Kalbar. Penyaluran ini diberikan kepada Ibu Ermita dari kategori miskin. Adapun bantuan yang diberikan berupa Pembelian Mesin Minuman dengan total nilai mencapai Rp. 725.000, yang bersumber dari dana Zakat. Bantuan ini diharapkan dapat membantu usaha beliau dalam menjual minuman usaha keliling serta meningkatkan ekonomi pada usahanya.
28/04/2026 | Helmi Anshari
Dukung Pendidikan Penghafal Al-Qur’an, BAZNAS Kalbar Berikan Beasiswa kepada Dua Siswi
Dukung Pendidikan Penghafal Al-Qur’an, BAZNAS Kalbar Berikan Beasiswa kepada Dua Siswi
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat kembali menunjukkan dukungan pada pendidikan generasi muda melalui penyaluran bantuan beasiswa kepada siswi di Yayasan Pendidikan Baitul Qur’an SMP-SMA Islam Tahfidzul Qur’an. Senin (20/04/2026) Bantuan beasiswa tersebut diberikan kepada dua orang siswi, yakni Siti Humairoh Malqa, siswi SMP Islam Tahfidzul Qur’an, serta Zivana Thalita Salsabila, siswi kelas 3 SMA. Siti Humairoh Malqa merupakan salah satu siswi yang berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai pekerja bangunan, sementara ibunya merupakan ibu rumah tangga. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga serta mendukung kelanjutan pendidikan dan hafalan Al-Qur’an yang sedang ditempuh. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada Zivana Thalita Salsabila yang saat ini duduk di bangku kelas 12 SMA. Zivana memiliki kisah perjuangan yang cukup menginspirasi. Pada awalnya, kondisi ekonomi keluarganya tergolong cukup baik. Namun, sejak memasuki jenjang SMA, usaha orang tuanya mengalami kendala hingga menyebabkan penurunan kondisi ekonomi keluarga. Meski demikian, Zivana tetap memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan dan menghafal Al-Qur’an. Saat ini, orang tuanya sedang berupaya memperbaiki kondisi ekonomi dengan merintis kembali usaha di luar daerah. Perwakilan Yayasan, Qiroatul Khasanah selaku guru sekaligus bendahara sekolah, menyampaikan bahwa pihak yayasan berupaya menjaga keberlangsungan pendidikan siswa, termasuk dalam hal administrasi. “Kami berusaha menyesuaikan kebijakan yayasan, khususnya terkait administrasi pendidikan. Hal ini penting agar para siswa, terutama kelas 12 yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, tidak mengalami kendala dalam pengambilan ijazah,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa bantuan seperti ini sangat berarti bagi para siswa yang sedang mengalami kesulitan ekonomi, sehingga mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan dengan baik. Melalui program beasiswa ini, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat berharap dapat terus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, serta mendukung lahirnya generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan mandiri.
20/04/2026 | Helmi Anshari
Lima Tahun Melawan Kanker, Bantuan BAZNAS Provinsi Kalbar Hadir untuk Nurali
Lima Tahun Melawan Kanker, Bantuan BAZNAS Provinsi Kalbar Hadir untuk Nurali
Pontianak — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui program penyaluran zakat, bantuan biaya kemoterapi kepada salah satu warga, Nurali (52), yang berdomisili di Jalan Pal 5, Gang H Achmad. Jumat, (17/04/2026) Nurali sebelumnya bekerja sebagai kuli bangunan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Namun, sejak menderita penyakit, ia tidak lagi mampu bekerja. Saat ini, peran sebagai tulang punggung keluarga diambil alih oleh sang istri yang berjualan kue-kue, pakaian, bros dan kerudung untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Nurali diketahui telah mengidap kanker paru-paru selama kurang lebih lima tahun. Dalam satu tahun terakhir, kondisi kesehatannya semakin memburuk hingga penyakit tersebut telah menyebar ke saraf. Saat ini, ia dijadwalkan untuk menjalani kemoterapi sebagai upaya pengobatan lanjutan. Keterbatasan biaya menjadi kendala utama dalam proses pengobatan yang harus dijalani. Oleh karena itu, melalui dana zakat yang dihimpun dari para muzaki, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat memberikan bantuan biaya kemoterapi kepada Nurali yang termasuk dalam kategori asnaf miskin. Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh perwakilan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat di kediaman keluarga Nurali yang beralamat di Jalan Pal 5, Gang H. Achmad. BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban penerima manfaat serta memberikan semangat dan harapan dalam menjalani proses pengobatan. Selain itu, BAZNAS juga mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar semakin banyak masyarakat yang terbantu.
17/04/2026 | Helmi Anshari

Artikel Terbaru

Iduladha, Momentum Pengorbanan dan Kepedulian Sesama
Iduladha, Momentum Pengorbanan dan Kepedulian Sesama
Hari Raya Iduladha merupakan salah satu hari besar umat Islam yang penuh dengan makna pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Setiap tanggal 10 Dzulhijjah, umat Muslim di seluruh dunia merayakan Iduladha dengan melaksanakan salat Id dan ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Peristiwa Iduladha tidak lepas dari kisah Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Ketika Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim untuk mengorbankan putranya yang sangat dicintainya, beliau menjalankan perintah tersebut dengan penuh keikhlasan. Begitu pula Nabi Ismail AS yang dengan tulus menerima ketetapan Allah SWT. Namun, atas rahmat-Nya, Allah menggantikan Nabi Ismail dengan seekor hewan kurban. Kisah tersebut menjadi pelajaran besar bagi umat Islam tentang arti ketundukan kepada Allah SWT, keikhlasan dalam berkorban, serta pentingnya mendahulukan perintah-Nya di atas kepentingan duniawi. Melalui ibadah kurban, Iduladha juga mengajarkan nilai kepedulian sosial. Daging kurban dibagikan kepada masyarakat, terutama kepada fakir miskin dan mereka yang membutuhkan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa kebahagiaan tidak hanya dirasakan sendiri, tetapi juga harus dibagikan kepada sesama. Di tengah kehidupan modern yang penuh kesibukan, Iduladha mengajak umat Islam untuk kembali menumbuhkan rasa empati, mempererat silaturahmi, dan membangun semangat gotong royong dalam masyarakat. Kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi juga menyembelih sifat egois, keserakahan, dan keinginan yang berlebihan dalam diri manusia. Semangat Iduladha juga menjadi pengingat bahwa setiap pengorbanan yang dilakukan dengan ikhlas akan menghadirkan keberkahan. Sekecil apa pun kebaikan yang diberikan kepada sesama, akan menjadi amal yang bernilai di sisi Allah SWT. Semoga Hari Raya Iduladha menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan, memperkuat kepedulian sosial, dan menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama, sehingga keberkahan dan kebahagiaan dapat
26/05/2026 | Helmi Anshari
Haji, Perjalanan Suci Menjemput Ampunan Ilahi
Haji, Perjalanan Suci Menjemput Ampunan Ilahi
Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan bagi umat Muslim yang mampu secara fisik, finansial, dan keamanan perjalanan. Setiap tahun, jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Tanah Suci Makkah untuk memenuhi panggilan Allah SWT dalam menunaikan ibadah haji. Haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Ka’bah, tetapi juga perjalanan spiritual untuk membersihkan hati, memperkuat iman, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam pelaksanaannya, seluruh jamaah mengenakan pakaian ihram yang sederhana tanpa membedakan jabatan, kekayaan, maupun status sosial. Hal ini mengajarkan tentang kesetaraan, persaudaraan, dan ketundukan manusia di hadapan Sang Pencipta. Rangkaian ibadah haji mengandung banyak makna dan pelajaran kehidupan. Tawaf mengajarkan bahwa Allah menjadi pusat kehidupan seorang Muslim. Sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah menggambarkan perjuangan dan ikhtiar tanpa menyerah, sebagaimana yang dicontohkan Siti Hajar. Wukuf di Arafah menjadi momentum refleksi diri dan memohon ampunan atas segala dosa, sedangkan lempar jumrah mengajarkan umat Islam untuk melawan hawa nafsu dan godaan setan. Lebih dari itu, ibadah haji juga menjadi simbol persatuan umat Islam dunia. Perbedaan bahasa, budaya, warna kulit, dan negara melebur dalam satu tujuan yang sama, yaitu beribadah kepada Allah SWT. Dari sana lahir semangat ukhuwah Islamiyah dan kepedulian sosial terhadap sesama. Sepulang dari Tanah Suci, seorang haji diharapkan membawa perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Gelar haji bukan hanya penghormatan, tetapi amanah untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih jujur, lebih peduli, dan lebih bermanfaat bagi masyarakat. Semoga setiap langkah para tamu Allah dimudahkan, diberikan kesehatan, serta memperoleh haji yang mabrur, yaitu haji yang diterima oleh Allah SWT dan membawa keberkahan dalam kehidupan.
25/05/2026 | Helmi Anshari
Menjadikan Ibadah Haji sebagai Perjalanan Perubahan Diri
Menjadikan Ibadah Haji sebagai Perjalanan Perubahan Diri
Ibadah haji bukan sekadar perjalanan menuju Tanah Suci, tetapi merupakan perjalanan spiritual yang mengajarkan tentang keikhlasan, kesabaran, pengorbanan, dan ketaatan kepada Allah SWT. Setiap tahunnya, jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia berkumpul di Makkah dengan tujuan yang sama, yaitu memenuhi panggilan Allah dan menyempurnakan rukun Islam. Haji menjadi simbol persatuan umat Islam tanpa memandang suku, jabatan, maupun status sosial. Semua mengenakan pakaian ihram yang sederhana sebagai tanda bahwa di hadapan Allah SWT seluruh manusia adalah sama. Yang membedakan hanyalah ketakwaannya. Dalam setiap rangkaian ibadah haji terdapat pelajaran kehidupan yang sangat mendalam. Saat thawaf mengelilingi Ka’bah, umat Islam diingatkan bahwa hidup harus selalu berpusat kepada Allah SWT. Ketika wukuf di Arafah, manusia diajak merenungi dosa dan kesalahan serta memohon ampunan dengan penuh harap. Sedangkan sa’i mengajarkan tentang usaha dan ikhtiar sebagaimana perjuangan Siti Hajar mencari air untuk Nabi Ismail AS. Ibadah haji juga melatih kesabaran dan kepedulian sosial. Di tengah jutaan jamaah, seseorang belajar untuk saling membantu, menghormati, serta menjaga sikap dan ucapan. Nilai-nilai inilah yang seharusnya dibawa pulang setelah menunaikan ibadah haji. Predikat haji mabrur bukan hanya terlihat dari gelar atau pakaian yang dikenakan setelah pulang dari Tanah Suci, tetapi tercermin dari perubahan akhlak dan perilaku sehari-hari. Semakin peduli kepada sesama, semakin rajin beribadah, serta semakin jujur dan amanah dalam kehidupan. Bagi umat Islam yang belum memiliki kesempatan berhaji, jangan pernah berhenti berdoa dan berikhtiar. Karena panggilan haji bukan semata soal kemampuan materi, tetapi juga tentang kehendak dan panggilan dari Allah SWT. Semoga seluruh jamaah haji diberikan kesehatan, kelancaran, serta menjadi haji yang mabrur dan mabruroh. Dan bagi yang belum berangkat, semoga Allah SWT memudahkan langkah menuju Baitullah di waktu yang terbaik.
22/05/2026 | Helmi Anshari

BAZNAS TV