WhatsApp Icon
banner

Berita Terkini

BAZNAS Kabupaten Melawi Salurkan 400 Paket Buku dan Alat Tulis Untuk Dukung Pendidikan Siswa.
BAZNAS Kabupaten Melawi Salurkan 400 Paket Buku dan Alat Tulis Untuk Dukung Pendidikan Siswa.
MELAWI - Dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan diwujudkan melalui penyerahan bantuan sebanyak 400 paket buku dan alat tulis serta bantuan bagi siswa dalam kegiatan Temu Pendidik Nusantara (TPN) Kabupaten Melawi, Senin (19/10/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) ini menjadi ruang kolaborasi berbagai pihak untuk mendorong kemajuan pendidikan dan memperluas akses belajar bagi peserta didik. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Melawi, Kepala Kantor Kementerian Agama, Kepala Dinas Pendidikan, serta akademisi dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tanjungpura (Untan). Penyerahan bantuan buku dan alat tulis diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan belajar siswa sekaligus menumbuhkan semangat mereka dalam menempuh pendidikan. Dukungan perlengkapan belajar menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap kebutuhan peserta didik agar dapat mengikuti proses pembelajaran dengan lebih baik. Selain penyerahan bantuan, pelaksanaan TPN menjadi momentum untuk mempertemukan para pemangku kepentingan di bidang pendidikan. Keterlibatan unsur pemerintah daerah, Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, dan kalangan akademisi menunjukkan pentingnya kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan di daerah. Melalui kegiatan yang digagas KGBN tersebut, upaya peningkatan mutu pendidikan diharapkan tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga memperhatikan dukungan sarana belajar dan kebutuhan siswa. Kolaborasi antara komunitas pendidik, pemerintah, lembaga sosial, dan perguruan tinggi menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif. Penyaluran 400 paket buku dan alat tulis serta bantuan siswa ini diharapkan memberikan manfaat nyata bagi penerima dan mendukung keberlangsungan pendidikan mereka. Ke depan, sinergi lintas sektor diharapkan terus diperkuat agar semakin banyak peserta didik memperoleh dukungan yang sesuai dengan kebutuhannya, sehingga kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik semakin terbuka.
27/10/2026 | Andini
BAZNAS Sanggau Salurkan Bantuan Rp50 Juta untuk 100 Guru dan Pengasuh Pesantren pada Hari Santri Nasional 2026
BAZNAS Sanggau Salurkan Bantuan Rp50 Juta untuk 100 Guru dan Pengasuh Pesantren pada Hari Santri Nasional 2026
SANGGAU - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sanggau menyalurkan bantuan uang tunai senilai Rp50 juta kepada 100 guru dan pengasuh non-PNS pondok pesantren se-Kabupaten Sanggau dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional ke-12 Tahun 2026. Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp500.000 yang bersumber dari dana zakat melalui asnaf fisabilillah. Penyaluran bantuan dilaksanakan pada Kamis (22/10/2026), bertepatan dengan upacara peringatan Hari Santri Nasional di halaman Kantor Bupati Sanggau. Bupati Sanggau bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus menyerahkan bantuan secara langsung kepada para penerima. Perwakilan BAZNAS Kabupaten Sanggau menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi kepada para guru serta pengasuh pondok pesantren yang selama ini dinilai masih kurang mendapat perhatian. “Tentu ini sebagai penghargaan dan ucapan terima kasih dari BAZNAS Kabupaten Sanggau kepada para guru, pengasuh pondok pesantren yang selama ini kurang mendapat perhatian. Oleh karena itu, pada tahun ini kita berikan apresiasi berbentuk bantuan uang tunai Rp500.000. Mudah-mudahan bermanfaat dan sangat antusias mereka menerima bantuan ini,” ungkap perwakilan BAZNAS Kabupaten Sanggau. Bantuan tersebut disalurkan kepada penerima dari 10 pondok pesantren. Rinciannya, PP Al-Ihsan Sosok sebanyak 21 orang, PP Miftahul Hidayah Balai Karangan 18 orang, PP Baitul Anwar Al-Quran 13 orang, PP Hidayatullah Penyeladi 10 orang, PP Nurul Ma'arif Kayu Tunu delapan orang, PP Al-Fatah Tayan Hilir tujuh orang, PP Darul Hidayah Sukamulya dan PP Al-Mizan masing-masing enam orang, serta PP Al-Fatih Sungai Bongkok dan PP Darul Ulum Kedondong, Kecamatan Meliau, masing-masing lima orang. Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, pimpinan perangkat daerah terkait, organisasi kemasyarakatan Islam, pimpinan pondok pesantren, serta sekitar 2.000 santri, guru, dan pengasuh pesantren. Melalui penyaluran bantuan ini, BAZNAS Kabupaten Sanggau berharap dapat meringankan kebutuhan para penerima sekaligus memberikan penghargaan atas dedikasi mereka dalam mendidik dan membina santri. Dukungan tersebut juga diharapkan memperkuat peran pondok pesantren dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap berkontribusi mewujudkan Generasi Emas 2045.
26/10/2026 | Andini
BAZNAS kota Singkawang Bantu Korban Kebakaran di Setapuk Besar
BAZNAS kota Singkawang Bantu Korban Kebakaran di Setapuk Besar
SINGKAWANG - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Singkawang menunjukkan wujud kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah. BAZNAS menyalurkan bantuan paket sembako kepada Ibu Kartini, warga Jalan Ma'had Usman, Kelurahan Setapuk Besar, yang rumahnya ludes terbakar. Senin (12/10/2026) Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Singkawang, H. Mahmudi, S.Ag, didampingi oleh para relawan zakat BAZNAS Kota Singkawang di lokasi kediaman korban. Kebakaran yang menimpa rumah Ibu Kartini menyisakan duka mendalam. Sebagai bentuk respon cepat terhadap musibah tersebut, BAZNAS hadir untuk memberikan dukungan moril dan bantuan kebutuhan pokok. Ketua BAZNAS Kota Singkawang, H. Mahmudi, S.Ag menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzaki yang harus segera disalurkan kepada mereka yang membutuhkan, terutama korban musibah. "Ini adalah salah satu tugas dan fungsi BAZNAS, yaitu hadir di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Musibah kebakaran yang dialami Ibu Kartini adalah duka kita bersama. Semoga bantuan sembako ini dapat sedikit meringankan beban beliau dan keluarga. Kami juga mendoakan agar Ibu Kartini diberikan ketabahan dan kesabaran menghadapi cobaan ini," ujar H. Mahmudi. Lebih lanjut, H. Mahmudi mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Singkawang yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kota Singkawang. "Terima kasih kepada para muzaki. Berkat zakat, infak, dan sedekah yang Anda titipkan, kami bisa bergerak cepat membantu sesama. Mari terus kita kuatkan kepedulian dan solidaritas sosial di Kota Singkawang," tambahnya. Sementara itu, Ibu Kartini menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BAZNAS Kota Singkawang yang telah peduli dan datang langsung memberikan bantuan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program BAZNAS Kota Singkawang Peduli yang fokus pada penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan.
15/10/2026 | Andini

Agenda Pimpinan

Ketua BAZNAS Kalbar Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional di Ponpes Mathla’ul Anwar Pontianak
Ketua BAZNAS Kalbar Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional di Ponpes Mathla’ul Anwar Pontianak
PONTIANAK - Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Barat, H. Hamzah Tawil, menghadiri peringatan Hari Santri Nasional yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Mathla’ul Anwar, Pontianak, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran pesantren dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, serta memiliki kecintaan terhadap bangsa dan tanah air. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Kalimantan Barat, Muhajir Yanis, menyampaikan bahwa pesantren memiliki kontribusi penting dalam dunia pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda. “Pesantren memiliki peran mulia dalam mendidik generasi yang berilmu, beradab, dan mencintai tanah air,” ujarnya. Pesan tersebut menegaskan bahwa pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga berperan dalam menanamkan nilai-nilai moral, kedisiplinan, serta semangat kebangsaan kepada para santri. Peran tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi penerus yang mampu menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan dan budaya bangsa. Kehadiran Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dalam kegiatan tersebut juga mencerminkan pentingnya sinergi antara lembaga pengelola zakat dan institusi pendidikan keagamaan. Kolaborasi berbagai pihak diharapkan dapat mendukung penguatan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan umat. Peringatan Hari Santri Nasional menjadi pengingat atas kontribusi santri dan pesantren dalam perjalanan bangsa, termasuk dalam menjaga nilai-nilai keislaman, memperkuat persatuan, dan menumbuhkan kepedulian sosial. Melalui momentum ini, diharapkan semangat Hari Santri Nasional terus menginspirasi para santri untuk meningkatkan kualitas diri, memperluas wawasan, dan berkontribusi bagi masyarakat. Sinergi antara pesantren, pemerintah, dan lembaga sosial seperti BAZNAS juga diharapkan semakin kuat dalam mendukung lahirnya generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.

23-10-2026 | Andini

Ketua BAZNAS Kalbar: Humas Menjadi Ujung Tombak dalam Menjaga Kepercayaan Publik
Ketua BAZNAS Kalbar: Humas Menjadi Ujung Tombak dalam Menjaga Kepercayaan Publik
PONTIANAK - Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Pontianak menggelar Workshop Jurnalis di RRI Pontianak, Selasa (20/10/2026), dengan melibatkan 43 peserta dari berbagai unsur. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan profesionalisme pengelola hubungan masyarakat (humas) dalam menghadapi perkembangan komunikasi digital serta memperkuat penyampaian informasi yang akurat, transparan, dan dapat dipercaya publik. Ketua PC ISNU Kota Pontianak, Dewi Puryanti, menyampaikan bahwa workshop tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan pengelola humas di lingkungan Kementerian Agama, Kantor Urusan Agama (KUA), penyuluh agama, madrasah, dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Menurut Dewi Puryanti, M.E perkembangan media digital menuntut pengelola humas untuk memiliki keterampilan jurnalistik yang memadai, mulai dari peliputan hingga pengemasan informasi menjadi konten media sosial. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menguasai teknik peliputan, wawancara, penulisan berita berdasarkan unsur 5W+1H, serta verifikasi fakta. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai pengemasan hasil liputan menjadi konten yang kreatif dan komunikatif, tanpa mengabaikan etika jurnalistik, akurasi, dan keberimbangan informasi. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si., menegaskan bahwa kemampuan komunikasi publik memiliki peran penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga sosial. “Pelatihan ini sangat relevan. Kita ini lembaga sosial memang menjaga kepercayaan publik (public trust), termasuk melalui kerja yang transparan dan jujur. Ujung tombaknya di humas,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya keselarasan antara tindakan lembaga dan informasi yang disampaikan kepada masyarakat. “Media kan apa yang kamu lakukan, lakukan apa yang kamu mediakan,” tuturnya. Pesan tersebut menegaskan bahwa publikasi lembaga harus mencerminkan kegiatan dan fakta yang sebenarnya. Informasi yang disampaikan kepada masyarakat perlu berlandaskan transparansi, kejujuran, dan tanggung jawab agar kepercayaan publik dapat terus terjaga. Workshop Jurnalis ini diharapkan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi juga mendorong penerapan keterampilan jurnalistik dalam aktivitas kehumasan sehari-hari. Melalui peningkatan kapasitas peserta, ISNU Kota Pontianak diharapkan dapat berkontribusi dalam melahirkan pengelola humas yang profesional, adaptif terhadap perkembangan digital, serta mampu menghadirkan informasi yang akurat, edukatif, dan bermanfaat bagi masyarakat

21-10-2026 | Andini

Jaki Azmi, S.E. Jadi Narasumber Pembinaan Kepala dan Operator PKBM se-Kalimantan Barat
Jaki Azmi, S.E. Jadi Narasumber Pembinaan Kepala dan Operator PKBM se-Kalimantan Barat
PONTIANAK - Jaki Azmi, S.E. menjadi narasumber dalam kegiatan Pembinaan Kepala dan Operator Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) se-Kalimantan Barat yang dilaksanakan di Auditorium BPMP Provinsi Kalimantan Barat, Rabu, 14 Oktober 2026. Dalam pemaparannya, Jaki Azmi menekankan pentingnya penguatan visi dan misi, kepemimpinan, serta pembangunan budaya organisasi sebagai fondasi dalam meningkatkan kualitas pengelolaan lembaga pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa visi dan misi merupakan arah bagi organisasi dalam menentukan tujuan serta langkah strategis. Dengan memahami gambaran besar organisasi, setiap individu diharapkan mampu berkontribusi secara optimal sehingga setiap langkah yang dilakukan memberikan kemajuan dan manfaat nyata. Selain itu, pembentukan budaya organisasi yang positif menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung keberhasilan lembaga. Budaya tersebut dibangun melalui tindakan yang konsisten, hingga berkembang menjadi kebiasaan, karakter, dan nilai bersama yang diterapkan dalam aktivitas organisasi. Materi juga mengangkat pendekatan Experiential Learning atau pembelajaran berbasis pengalaman, yang menekankan pentingnya keterlibatan aktif, pengalaman langsung, dan refleksi sebagai bagian dari proses pembelajaran. Dalam konteks pengembangan masyarakat, pemaparan turut menyoroti potensi sinergi melalui pendirian Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS di lingkungan PKBM. Inisiatif ini menjadi salah satu peluang untuk memperkuat kepedulian sosial serta mendorong peran lembaga dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan zakat. Melalui kegiatan pembinaan ini, diharapkan kepala dan operator PKBM se-Kalimantan Barat semakin memperkuat kapasitas kelembagaan, membangun budaya organisasi yang positif, serta mengembangkan kolaborasi yang berdampak bagi masyarakat.

15-10-2026 | Andini

Berita Pendistribusian

BAZNAS Kalbar Salurkan Bantuan Pengobatan untuk Raisa Utami, Kalbar Peduli
BAZNAS Kalbar Salurkan Bantuan Pengobatan untuk Raisa Utami, Kalbar Peduli
PONTIANAK - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantuan pengobatan kepada Raisa Utami, seorang balita putri dari Ibu Miva Livia, melalui program Kalbar Sehat, Rabu (21/10/2026). Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga yang tengah menghadapi ujian kesehatan dan membutuhkan dukungan biaya pengobatan. Raisa diketahui mengalami kondisi kekurangan oksigen ke otak setelah terjatuh dan tenggelam di Sungai Jawi, Pontianak. Akibat kejadian tersebut, Raisa harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU Rumah Sakit Santo Antonius Pontianak selama hampir dua minggu. Situasi tersebut menjadi ujian berat bagi keluarga, terutama dalam mendampingi proses perawatan Raisa. Di tengah upaya pemulihan sang buah hati, dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat membantu meringankan beban yang dihadapi keluarga. Melalui program Kalbar Sehat, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat berupaya menghadirkan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan di bidang kesehatan. Penyaluran bantuan pengobatan ini merupakan bagian dari ikhtiar lembaga dalam menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang berhak menerima. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pengobatan Raisa sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga agar tetap kuat dalam mendampingi proses pemulihannya. BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban keluarga Ibu Miva Livia dan mendukung kebutuhan perawatan Raisa. Ke depan, kepedulian bersama diharapkan terus tumbuh agar semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh bantuan dan kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik
22/10/2026 | Andini
BAZNAS Kalbar Salurkan Bantuan Pembinaan kepada 10 Mualaf, Program Kalbar peduli
BAZNAS Kalbar Salurkan Bantuan Pembinaan kepada 10 Mualaf, Program Kalbar peduli
PONTIANAK — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantuan pembinaan kepada 10 mualaf melalui Program Kalbar Peduli pada Kamis, 15 Oktober 2026. Penyaluran bantuan berlangsung di Perum 2 Jeruju, Jalan Nawawi Hasan Nomor 557, sebagai bentuk perhatian dan dukungan BAZNAS Kalbar terhadap para mualaf dalam mempelajari serta memperdalam ajaran Islam. Bantuan yang diberikan berupa Al-Qur’an, buku pedoman tuntunan salat lengkap, serta uang pembinaan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan para mualaf dalam proses belajar agama, terutama untuk mengenal Al-Qur’an, mempelajari bacaan salat, dan memahami tata cara ibadah sesuai ajaran Islam. Bagi seseorang yang baru memeluk Islam, proses mempelajari ajaran agama merupakan perjalanan yang membutuhkan waktu, bimbingan, dan dukungan. Karena itu, ketersediaan sarana belajar seperti Al-Qur’an dan buku tuntunan salat menjadi salah satu bentuk dukungan agar para mualaf dapat belajar secara bertahap dan menjalankan ibadah dengan lebih baik. Melalui bantuan ini, BAZNAS Kalbar berharap para penerima manfaat semakin termotivasi untuk mempelajari ajaran Islam, memperdalam pemahaman keagamaan, serta meningkatkan kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Bantuan tersebut juga diharapkan dapat memberikan semangat bagi para mualaf untuk terus belajar, bertanya, dan memperkuat pemahaman mereka terhadap ajaran Islam. Program Kalbar Peduli menjadi salah satu bentuk penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun BAZNAS Kalbar untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran bantuan kepada mualaf merupakan bagian dari perhatian terhadap kebutuhan pembinaan keagamaan, sehingga para penerima manfaat tidak hanya memperoleh bantuan berupa perlengkapan ibadah, tetapi juga dukungan untuk terus mendalami agama yang telah mereka pilih. BAZNAS Kalbar memandang pembinaan mualaf sebagai bagian penting dalam upaya memberikan manfaat dana zakat kepada golongan yang berhak menerimanya. Dukungan yang diberikan diharapkan dapat membantu para mualaf menjalani proses belajar Islam dengan lebih mudah serta menumbuhkan keyakinan untuk terus mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Program pembinaan mualaf juga menjadi salah satu fokus BAZNAS Kalbar dalam kegiatan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah. Dana yang dihimpun dari para muzaki dan donatur diupayakan agar dapat kembali kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk para mualaf yang memerlukan dukungan dalam mempelajari dan mendalami ajaran Islam
19/10/2026 | Andini
Program Kalbar Sehat, bantuan biaya pengobatan sakit gagal ginjal
Program Kalbar Sehat, bantuan biaya pengobatan sakit gagal ginjal
PONTIANAK - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantuan biaya pengobatan melalui Program Kalbar Sehat kepada Ibu Misnawati, warga Jalan Tanggul Limbung, Kompleks Kentura Residence Blok C, pada Rabu, 14 Oktober 2026. Bantuan berupa uang tunai tersebut diberikan untuk membantu biaya pengobatan anaknya yang diketahui menderita gagal ginjal sejak tiga bulan lalu. Bantuan disalurkan secara langsung oleh bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat. Ibu Misnawati menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada BAZNAS Kalbar atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti karena dapat meringankan beban biaya pengobatan anaknya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat. “Terima kasih kepada BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat atas bantuan yang telah diberikan. Bantuan ini sangat membantu dan meringankan biaya pengobatan anak saya. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh muzaki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kalbar. Semoga segala kebaikan yang diberikan mendapat balasan dan keberkahan dari Allah SWT,” ucapnya Ibu Misnawati. Melalui Program Kalbar Sehat, BAZNAS Kalbar terus berupaya membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan biaya pengobatan. Bantuan ini merupakan bentuk penyaluran amanah dana zakat, infak, dan sedekah dari para muzaki agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. BAZNAS Kalbar berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan beban keluarga penerima manfaat serta menjadi penyemangat dalam menjalani proses pengobatan.
14/10/2026 | Andini

Artikel Terbaru

Amalan Terbaik di Bulan Safar untuk Meraih Ridha Allah
Amalan Terbaik di Bulan Safar untuk Meraih Ridha Allah
Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah yang sering kali diselimuti berbagai mitos di tengah masyarakat. Sebagian orang masih menganggap Bulan Safar sebagai bulan yang membawa kesialan atau musibah. Padahal, anggapan tersebut tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW telah menjelaskan melalui hadis sahih bahwa tidak ada kesialan yang melekat pada Bulan Safar. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya mengisi bulan ini dengan berbagai amal saleh yang dicintai Allah SWT. Salah satu cara terbaik adalah memperbanyak amalan terbaik bulan Safar sebagai bentuk ketaatan dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT. Memahami amalan terbaik bulan Safar akan membantu umat Islam memanfaatkan setiap kesempatan untuk meningkatkan kualitas ibadah. Tidak ada ibadah khusus yang diwajibkan hanya karena memasuki Bulan Safar, tetapi seluruh amalan sunnah yang dianjurkan dalam Islam tetap memiliki keutamaan apabila dilakukan dengan ikhlas. Dengan memperbanyak ibadah, seorang muslim dapat memperoleh pahala, ketenangan hati, keberkahan hidup, dan bekal terbaik menuju kehidupan akhirat. Dalam artikel ini akan dibahas secara lengkap mengenai amalan terbaik bulan Safar, beserta dalil, hikmah, serta berbagai amalan yang dapat dilakukan selama bulan ini sesuai tuntunan syariat. Mengenal Bulan Safar dalam Islam Safar adalah bulan kedua dalam kalender Hijriah setelah Muharam. Pada masa jahiliah, masyarakat Arab memiliki keyakinan bahwa Bulan Safar merupakan bulan yang membawa nasib buruk. Akibatnya, mereka menunda berbagai aktivitas penting seperti perjalanan, pernikahan, hingga perdagangan. Islam datang untuk meluruskan keyakinan tersebut. Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya, tidak ada anggapan sial karena burung, tidak ada kesialan pada Bulan Safar, dan tidak ada hantu." (HR. Bukhari dan Muslim) Hadis tersebut menegaskan bahwa seluruh kejadian terjadi atas izin Allah SWT. Tidak ada bulan yang membawa keberuntungan ataupun kesialan secara zatnya. Oleh sebab itu, seorang muslim hendaknya mengisi Bulan Safar dengan amal saleh, bukan dengan rasa takut terhadap mitos yang bertentangan dengan akidah. Mengapa Memperbanyak Amalan Terbaik Bulan Safar? Pada dasarnya, semua waktu adalah kesempatan untuk beribadah kepada Allah SWT. Bulan Safar bukan bulan yang memiliki ibadah khusus sebagaimana Ramadan atau bulan-bulan haram tertentu. Namun, memperbanyak amal saleh kapan pun merupakan anjuran yang memiliki keutamaan besar. Beberapa alasan mengapa memperbanyak amalan terbaik bulan Safar sangat dianjurkan antara lain: Meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. Menambah pahala sebagai bekal akhirat. Membersihkan hati dari sifat buruk. Menghapus dosa-dosa kecil. Memperkuat hubungan dengan sesama muslim. Menjadikan kehidupan lebih berkah. Amalan Terbaik Bulan Safar yang Dianjurkan 1. Memperbanyak Sedekah Sedekah merupakan salah satu ibadah yang paling dicintai Allah SWT. Selain membantu orang lain, sedekah juga menjadi sarana membersihkan harta dan jiwa. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 261 yang artinya: "Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang Dia kehendaki." Sedekah dapat dilakukan kapan saja, termasuk selama Bulan Safar. Yang perlu diluruskan adalah niatnya, yaitu semata-mata mengharap rida Allah SWT, bukan karena keyakinan bahwa Bulan Safar membawa kesialan. 2. Membaca dan Mentadaburi Al-Qur'an Membaca Al-Qur'an merupakan ibadah yang sangat dianjurkan setiap hari. Selain membaca, seorang muslim juga dianjurkan memahami makna ayat-ayat yang dibaca agar dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup merupakan salah satu amalan terbaik bulan Safar yang memberikan manfaat besar bagi dunia maupun akhirat. 3. Memperbanyak Zikir Zikir adalah amalan ringan tetapi memiliki pahala yang besar. Dengan memperbanyak zikir, hati menjadi lebih tenang dan selalu mengingat kebesaran Allah SWT. Beberapa bentuk zikir yang dapat dilakukan antara lain membaca tasbih, tahmid, takbir, tahlil, dan istigfar sesuai tuntunan Rasulullah SAW. 4. Memperbanyak Istigfar Tidak ada manusia yang luput dari kesalahan. Oleh sebab itu, memperbanyak istigfar menjadi salah satu ibadah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW sendiri memperbanyak istigfar setiap hari sebagai bentuk keteladanan bagi umatnya. Istigfar menjadi salah satu amalan terbaik bulan Safar yang dapat dilakukan kapan saja tanpa batas waktu. 5. Menjaga Salat Wajib dan Menambah Salat Sunnah Salat merupakan tiang agama. Selain menjaga salat wajib lima waktu, seorang muslim dianjurkan memperbanyak salat sunnah. Beberapa salat sunnah yang dapat diamalkan selama Bulan Safar antara lain: Salat Tahajud. Salat Duha. Salat Rawatib. Salat Witir. Amalan ini dapat meningkatkan kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT. 6. Berpuasa Sunnah Puasa sunnah merupakan ibadah yang memiliki banyak keutamaan. Beberapa puasa sunnah yang dapat dilaksanakan selama Bulan Safar yaitu: Puasa Senin dan Kamis. Puasa Ayyamul Bidh pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah apabila masih berada di Bulan Safar. Puasa Daud bagi yang mampu. Puasa melatih kesabaran, keikhlasan, dan pengendalian diri. 7. Menjaga Silaturahmi Menjalin hubungan baik dengan keluarga, tetangga, dan sesama muslim merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Silaturahmi menjadi sebab datangnya keberkahan umur dan rezeki sebagaimana dijelaskan dalam hadis-hadis Rasulullah SAW. 8. Membantu Orang yang Membutuhkan Membantu sesama tidak selalu berupa harta. Memberikan tenaga, waktu, ilmu, atau perhatian kepada orang lain juga termasuk amal saleh. Kepedulian sosial merupakan salah satu bentuk nyata dari akhlak seorang muslim. 9. Menuntut Ilmu Agama Belajar agama adalah kewajiban setiap muslim. Mengikuti kajian, membaca buku-buku Islam, mendengarkan ceramah, atau mempelajari tafsir Al-Qur'an menjadi bagian dari amalan terbaik bulan Safar. Dengan ilmu yang benar, seorang muslim dapat menjalankan ibadah sesuai tuntunan syariat. 10. Memperbanyak Doa Doa merupakan bentuk penghambaan kepada Allah SWT. Memohon ampunan, kesehatan, keberkahan rezeki, dan keteguhan iman adalah amalan yang sangat dianjurkan setiap waktu. Bulan Safar dapat dijadikan momentum untuk lebih sering berdoa dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT. Hikmah Mengamalkan Amalan Terbaik Bulan Safar Melaksanakan berbagai amal saleh secara konsisten memberikan banyak manfaat bagi kehidupan seorang muslim. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT Setiap amal yang dilakukan dengan ikhlas akan semakin mendekatkan seorang hamba kepada Rabb-nya. Menambah Pahala Allah SWT menjanjikan balasan yang berlipat ganda bagi orang-orang yang gemar berbuat kebaikan. Membersihkan Jiwa Ibadah membantu menghilangkan sifat sombong, iri hati, dengki, dan cinta dunia yang berlebihan. Membentuk Akhlak yang Baik Orang yang rajin beribadah cenderung memiliki akhlak yang lembut, sabar, jujur, dan penuh kasih sayang kepada sesama. Mendapatkan Ketenangan Hati Hati yang selalu mengingat Allah SWT akan lebih mudah menghadapi berbagai ujian kehidupan. Meluruskan Kesalahpahaman tentang Bulan Safar Masih ada sebagian masyarakat yang menghubungkan Bulan Safar dengan berbagai ritual penolak bala atau keyakinan bahwa bulan ini membawa kesialan. Dalam Islam, keyakinan tersebut tidak memiliki dasar yang sahih. Rasulullah SAW telah menegaskan bahwa tidak ada kesialan yang melekat pada Bulan Safar. Oleh karena itu, seorang muslim tidak perlu menunda pernikahan, perjalanan, membuka usaha, atau kegiatan lainnya hanya karena memasuki Bulan Safar. Yang seharusnya dilakukan adalah memperbanyak amalan terbaik bulan Safar, meningkatkan tawakal kepada Allah SWT, serta menjauhi keyakinan yang bertentangan dengan akidah Islam. Tips Istikamah Menjalankan Amalan Terbaik Bulan Safar Agar amalan dapat dilakukan secara konsisten, berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan: Membuat target ibadah harian. Menyusun jadwal membaca Al-Qur'an setiap hari. Menyisihkan sebagian rezeki untuk sedekah. Membiasakan salat sunnah sebelum dan sesudah salat wajib. Mengikuti kajian Islam secara rutin. Mengajak keluarga untuk beribadah bersama. Memperbanyak doa agar diberi keistiqamahan. Menghindari aktivitas yang tidak bermanfaat. Dengan kebiasaan tersebut, seorang muslim akan lebih mudah menjaga kualitas ibadah sepanjang tahun. Amalan terbaik bulan Safar pada hakikatnya adalah seluruh amal saleh yang dianjurkan dalam Islam dan dilakukan dengan ikhlas semata-mata mengharap rida Allah SWT. Bulan Safar bukanlah bulan yang membawa kesialan, sehingga tidak ada alasan untuk merasa takut atau menunda aktivitas yang baik. Sebaliknya, bulan ini menjadi kesempatan untuk memperbanyak sedekah, membaca dan mentadaburi Al-Qur'an, berzikir, beristigfar, menjaga salat wajib dan salat sunnah, berpuasa sunnah, mempererat silaturahmi, membantu sesama, menuntut ilmu agama, serta memperbanyak doa. Dengan memahami amalan terbaik bulan Safar, umat Islam dapat mengisi setiap hari dengan ibadah yang bernilai di sisi Allah SWT. Jadikan Bulan Safar sebagai momentum untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan meningkatkan ketakwaan. Semoga setiap amal yang dilakukan diterima oleh Allah SWT serta menjadi bekal menuju kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat.
29/07/2026 | Humas BAZNAS RI
Zakat Perdagangan: Dihitung dari Omzet atau Keuntungan
Zakat Perdagangan: Dihitung dari Omzet atau Keuntungan
Salah satu pertanyaan yang sering diajukan oleh pelaku usaha adalah apakah zakat perdagangan dihitung dari omzet penjualan atau dari keuntungan usaha. Memahami cara perhitungan yang benar sangat penting agar zakat ditunaikan sesuai syariat. Dalam ketentuan yang digunakan oleh Badan Amil Zakat Nasional, zakat perdagangan tidak dihitung semata-mata dari omzet maupun keuntungan, melainkan dari harta dagang bersih yang telah memenuhi nisab dan haul. Pengertian Zakat Perdagangan Zakat perdagangan adalah zakat yang dikenakan atas harta yang digunakan untuk kegiatan jual beli dengan tujuan memperoleh keuntungan. Objek zakat ini mencakup seluruh aset yang berkaitan dengan aktivitas usaha, baik usaha skala besar maupun Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kewajiban zakat perdagangan berlaku apabila nilai harta usaha telah mencapai nisab yang setara dengan 85 gram emas dan dimiliki selama satu tahun hijriah (haul). Besaran zakat yang wajib ditunaikan adalah 2,5 persen dari harta yang wajib dizakati. Dengan demikian, zakat perdagangan tidak didasarkan pada besarnya omzet penjualan atau laba bersih semata, melainkan pada nilai kekayaan usaha yang dimiliki pada akhir periode perhitungan. Komponen Harta Dagang Dalam menghitung zakat perdagangan, terdapat beberapa komponen yang perlu diperhitungkan sebagai dasar penentuan harta bersih usaha. Kas dan Saldo Rekening Usaha Seluruh uang tunai maupun saldo rekening yang digunakan untuk kegiatan usaha termasuk dalam aset yang dihitung. Persediaan Barang Dagangan Barang yang masih tersimpan di gudang atau toko dan siap untuk dijual menjadi bagian dari harta perdagangan yang wajib diperhitungkan. Piutang yang Dapat Ditagih Piutang kepada pelanggan yang memiliki kemungkinan besar untuk dibayarkan juga termasuk dalam komponen harta dagang. Utang Jangka Pendek Utang usaha yang harus segera dilunasi dapat dikurangkan dari total aset sebelum menghitung zakat. Apakah Omzet dan Keuntungan Menjadi Dasar Perhitungan? Omzet dan keuntungan bukanlah dasar langsung dalam menghitung zakat perdagangan. Omzet hanya menunjukkan total nilai penjualan, sedangkan keuntungan merupakan selisih antara pendapatan dan biaya. Yang menjadi dasar perhitungan zakat adalah harta bersih usaha pada akhir periode, yaitu aset usaha setelah dikurangi kewajiban jangka pendek. Rumus Perhitungan Secara umum, zakat perdagangan dihitung dengan rumus berikut: Zakat Perdagangan = (Kas + Persediaan Barang + Piutang yang Dapat Ditagih - Utang Jangka Pendek) × 2,5 persen Sebelum menghitung zakat, pastikan terlebih dahulu bahwa nilai harta bersih usaha telah mencapai nisab sesuai nilai 85 gram emas yang berlaku. Contoh Kasus UMKM Misalnya seorang pemilik usaha kuliner memiliki kondisi keuangan sebagai berikut pada akhir tahun hijriah: Kas usaha: Rp25.000.000 Persediaan bahan dan produk: Rp60.000.000 Piutang pelanggan: Rp15.000.000 Utang usaha jangka pendek: Rp20.000.000 Maka harta bersih usaha adalah: Rp25.000.000 + Rp60.000.000 + Rp15.000.000 - Rp20.000.000 = Rp80.000.000 Apabila nilai Rp80.000.000 tersebut telah mencapai nisab berdasarkan harga emas yang berlaku, maka zakat yang wajib ditunaikan adalah: Rp80.000.000 × 2,5 persen = Rp2.000.000 Sebagai contoh lain, sebuah toko online memiliki omzet penjualan sebesar Rp500.000.000 dalam satu tahun. Namun, setelah dihitung, harta bersih usahanya hanya Rp90.000.000. Dalam kondisi ini, zakat tidak dihitung dari omzet Rp500.000.000, melainkan dari harta bersih usaha sebesar Rp90.000.000, selama telah memenuhi nisab dan haul. Menunaikan Zakat Perdagangan dengan Tepat Memahami dasar perhitungan zakat perdagangan membantu pelaku usaha menunaikan kewajibannya secara benar. Zakat tidak dihitung berdasarkan besarnya omzet atau keuntungan, melainkan berdasarkan nilai harta dagang bersih yang dimiliki setelah dikurangi kewajiban jangka pendek. Untuk mempermudah proses perhitungan, pelaku usaha dapat memanfaatkan kalkulator zakat yang disediakan oleh BAZNAS. Setelah mengetahui besaran zakat yang wajib ditunaikan, pembayaran dapat dilakukan melalui layanan BAZNAS sehingga dana zakat dapat dikelola secara amanah dan disalurkan kepada para mustahik melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan.
28/07/2026 | Humas BAZNAS RI
Cara Menghitung Zakat Usaha Online dan Toko Digital
Cara Menghitung Zakat Usaha Online dan Toko Digital
Perkembangan perdagangan digital membuat semakin banyak masyarakat menjalankan bisnis melalui marketplace, media sosial, maupun website. Meski dilakukan secara online, usaha tersebut tetap memiliki kewajiban zakat apabila telah memenuhi syarat yang ditetapkan dalam syariat. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu memahami cara menghitung zakat usaha online sesuai pedoman yang digunakan oleh Badan Amil Zakat Nasional. Apakah Usaha Online Wajib Zakat? Ya, usaha online pada dasarnya memiliki ketentuan zakat yang sama dengan usaha perdagangan konvensional. Zakat dikenakan atas harta yang digunakan dalam kegiatan bisnis apabila telah memenuhi nisab dan haul. Sesuai ketentuan BAZNAS, nisab zakat perdagangan setara dengan nilai 85 gram emas. Apabila nilai harta bersih usaha telah mencapai nisab dan dimiliki selama satu tahun hijriah, maka wajib dikeluarkan zakat sebesar 2,5 persen. Baik toko yang beroperasi melalui marketplace, media sosial, website, maupun aplikasi digital termasuk dalam kategori usaha perdagangan apabila aktivitas utamanya adalah jual beli barang atau jasa. Komponen yang Dihitung Perhitungan zakat usaha online dilakukan berdasarkan harta usaha yang dimiliki pada akhir periode perhitungan. Beberapa komponen yang diperhitungkan meliputi: Kas dan Saldo Rekening Usaha Seluruh uang tunai maupun saldo rekening yang digunakan untuk operasional bisnis menjadi bagian dari aset usaha yang diperhitungkan. Persediaan Barang Stok barang yang siap dijual, baik yang tersimpan di gudang, toko, maupun pusat distribusi, termasuk dalam objek perhitungan zakat. Piutang yang Dapat Ditagih Piutang dari pelanggan yang memiliki kemungkinan besar untuk dibayarkan juga dihitung sebagai bagian dari harta usaha. Utang Jangka Pendek Utang usaha yang telah jatuh tempo atau harus segera dibayarkan dapat dikurangkan dari total aset sebelum menghitung zakat. Secara umum, rumus perhitungannya adalah: Zakat Usaha = (Kas + Persediaan Barang + Piutang Lancar - Utang Jangka Pendek) x 2,5 persen Perhitungan dilakukan setelah dipastikan bahwa nilai harta bersih usaha telah mencapai nisab. Contoh Perhitungan Misalnya seorang pemilik toko online memiliki kondisi keuangan sebagai berikut pada akhir tahun hijriah: Kas dan saldo rekening usaha: Rp40.000.000 Persediaan barang: Rp90.000.000 Piutang yang dapat ditagih: Rp20.000.000 Utang jangka pendek: Rp30.000.000 Maka total harta bersih usaha adalah: Rp40.000.000 + Rp90.000.000 + Rp20.000.000 - Rp30.000.000 = Rp120.000.000 Apabila jumlah tersebut telah mencapai nisab berdasarkan nilai 85 gram emas yang berlaku, maka zakat yang wajib ditunaikan adalah: Rp120.000.000 x 2,5 persen= Rp3.000.000 Sebagai contoh lain, seorang pelaku usaha digital yang menjual produk melalui marketplace memiliki harta bersih usaha sebesar Rp75.000.000. Apabila jumlah tersebut belum mencapai nisab yang berlaku, maka zakat usaha belum diwajibkan. Namun, pemilik usaha tetap dianjurkan memperbanyak infak dan sedekah sebagai bentuk kepedulian sosial. Cara Bayar Zakat Usaha Setelah mengetahui besaran zakat yang harus dibayarkan, pelaku usaha dapat menunaikannya melalui layanan BAZNAS dengan langkah-langkah berikut: 1. Menghitung total harta bersih usaha pada akhir periode perhitungan. 2. Memastikan harta usaha telah memenuhi nisab dan haul. 3. Menghitung zakat sebesar 2,5 persen dari harta yang wajib dizakati. 4. Membayar zakat melalui kantor layanan BAZNAS atau kanal pembayaran digital yang tersedia. 5. Menyimpan bukti pembayaran sebagai dokumentasi. Untuk mempermudah proses perhitungan, pelaku usaha juga dapat memanfaatkan kalkulator zakat yang disediakan oleh BAZNAS sehingga hasilnya lebih praktis dan sesuai ketentuan. Menunaikan Zakat Usaha untuk Keberkahan Bisnis Zakat usaha merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus wujud tanggung jawab sosial seorang pelaku usaha. Melalui zakat, sebagian harta yang dimiliki disalurkan kepada para mustahik sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Bagi pelaku usaha online dan toko digital, menghitung serta menunaikan zakat secara rutin juga menjadi bagian dari pengelolaan bisnis yang baik. Selain menyucikan harta, zakat diharapkan membawa keberkahan bagi usaha dan mendukung berbagai program pemberdayaan yang dijalankan oleh BAZNAS demi meningkatkan kesejahteraan umat. Untuk mendukung Program Bantuan Modal Usaha UMKM Mustahik BAZNAS Provinsi Kalbar, Bapak/Ibu, Abang Kakak bisa melakukannya secara online melalui link berikut ini: Program Bantuan Modal Usaha UMKM BAZNAS Kalbar.
27/07/2026 | Helmi Anshari

BAZNAS TV