Berita Terkini
Program Bedah Rumah Baznas di Sekadau Diresmikan, Ibu Marsiti Menangis Terharu
Sekadau – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sekadau secara resmi menyerahkan bantuan program dari pusat bedah rumah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada Marsiti, warga Desa Tigur Jaya, Kecamatan Sekadau Hilir, Jumat (19/6/2026).
Penyerahan bantuan ditandai dengan pemotongan tumpeng, menyerahan kunci dan peninjauan langsung ke rumah Marsiti yang kini telah menjadi hunian yang lebih layak, aman, dan sehat.
Marsiti mengaku bersyukur dan terharu atas bantuan yang diterimanya. Ia menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS Sekadau, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang telah membantu mewujudkan impiannya memiliki rumah yang layak huni.
“Saya terharu tidak menyangka bisa dapat bantuan rumah baru. Saya selama ini tinggal sendiri disini,” tutur Marsiti, sambil mengahapus air matanya.
Ketua BAZNAS Sekadau, Rusmin Nuryadin, mengatakan program bedah rumah merupakan salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari masyarakat dan para muzaki.
"Melalui program ini, diharapkan beban masyarakat kurang mampu dapat diringankan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup mereka melalui hunian yang lebih aman dan nyaman," ujarnya.
Rusmin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program tersebut, terutama pemerintah Desa Tigur Jaya yang turut berperan aktif dalam proses pembangunan rumah penerima manfaat.
Kepala Kantor Kemenag Sekadau, H. Damsir, menegaskan pentingnya sinergi antara BAZNAS, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjalankan program-program sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
"Ini merupakan bentuk kepedulian sosial yang manfaatnya dirasakan banyak orang. Kepada para muzaki, mari terus berbagi dan menyisihkan sebagian harta yang dimiliki untuk kepentingan sosial. Salah satunya melalui program bedah rumah ini," katanya.
Mewakili Camat Sekadau Hilir, Sekcam Yustinus mengapresiasi BAZNAS dan Pemerintah Desa Tigur Jaya yang telah berkolaborasi menghadirkan program tersebut. Menurutnya, bantuan bedah rumah menjadi salah satu upaya mendukung pembangunan desa menuju lingkungan yang sehat dan sejahtera.
"Ini merupakan desa baru. Kami berterima kasih karena meskipun program pemerintah belum maksimal menjangkau seluruh kebutuhan masyarakat, BAZNAS sudah hadir melalui program bedah rumah ini," ujarnya.
Penjabat Kepala Desa Tigur Jaya, Ari Suhanda, mengungkapkan bahwa BAZNAS Sekadau telah menyalurkan bantuan sebesar Rp25 juta untuk program bedah rumah tersebut. Ia menjelaskan pembangunan rumah dilakukan secara gotong royong oleh perangkat desa dan masyarakat setempat.
"Kami bersama perangkat desa dan masyarakat bergotong royong mengerjakan rumah milik Ibu Marsiti yang sebelumnya sudah tidak layak huni. Alhamdulillah, sekarang rumah tersebut sudah berdiri dengan baik berkat bantuan program bedah rumah BAZNAS," katanya.
Ari berharap rumah yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik oleh penerima manfaat. Ia juga mengakui proses pembangunan sempat menghadapi kendala, terutama dalam mencari tenaga tukang, namun dapat diatasi berkat semangat gotong royong warga.
"Meski ada sedikit kendala dalam mencari tukang, pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target berkat kebersamaan masyarakat," tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perkim Kabupaten Sekadau, Ahmad Urabi, menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS yang telah mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.
Ia menjelaskan, program rehabilitasi RTLH di Kabupaten Sekadau dilaksanakan secara sinergis antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat. Namun pada tahun 2026, jumlah bantuan yang tersedia mengalami keterbatasan akibat efisiensi anggaran.
"Tahun ini karena adanya efisiensi anggaran, Pemerintah Kabupaten Sekadau hanya memiliki dua unit program RTLH. Dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat ada delapan unit, kemudian dari pemerintah pusat melalui kementerian juga tersedia bantuan RTLH," jelasnya.
Menurut Urabi, kehadiran program bedah rumah dari BAZNAS menjadi kontribusi penting dalam membantu pemerintah memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan hunian layak. Program tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pengelolaan dana zakat dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. *
19/06/2026 | Helmi Anshari
Amalan Hari Jumat yang Membawa Keberkahan dan Pahala Besar
Hari Jumat adalah hari yang sangat istimewa dalam Islam. Rasulullah menyebut hari ini sebagai sayyidul ayyam atau penghulu segala hari. Pada hari Jumat, banyak peristiwa besar terjadi, salah satunya adalah penciptaan Nabi Adam AS. Karena itu, Allah dan Rasul-Nya menjadikan Jumat sebagai hari penuh keberkahan yang memiliki kedudukan tinggi dibanding hari-hari lainnya.
Dalam kehidupan modern saat ini, banyak orang menganggap Jumat sekadar hari terakhir menjelang akhir pekan. Padahal, bagi umat Islam, hari Jumat adalah momen emas untuk memperbanyak ibadah, memperkuat hubungan dengan Allah, dan mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya. Dengan melakukan amalan hari Jumat, seorang muslim dapat membuka pintu keberkahan dunia sekaligus kebahagiaan akhirat.
Dalil Keutamaan Hari Jumat
Hari Jumat memiliki keutamaan yang ditegaskan dalam Al-Qur’an dan hadis Rasulullah.
Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila diseru untuk melaksanakan shalat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkan jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”(QS. Al-Jumu’ah: 9)
Selain itu, Rasulullah bersabda:
“Sebaik-baik hari yang pada hari itu matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke surga, dan pada hari itu ia dikeluarkan darinya.” (HR. Muslim)
Dari dalil-dalil tersebut, jelas bahwa Jumat bukanlah hari biasa, melainkan hari istimewa yang memiliki banyak keutamaan dan kesempatan untuk mendulang pahala.
Amalan Hari Jumat yang Dianjurkan
1. Mandi Sunnah Jumat Sebelum Shalat Jumat
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah mandi sunnah sebelum berangkat ke masjid untuk shalat Jumat. Rasulullah bersabda:
“Barang siapa mandi pada hari Jumat kemudian berangkat (ke masjid) pada waktu yang paling awal, maka ia seperti berkurban seekor unta…” (HR. Bukhari dan Muslim)
Mandi sunnah Jumat bukan hanya memberikan pahala, tetapi juga menjaga kebersihan diri, sehingga jamaah yang berkumpul di masjid merasa nyaman.
2. Membaca Surah Al-Kahfi
Membaca Surah Al-Kahfi di hari Jumat juga merupakan sunnah yang penuh berkah. Rasulullah bersabda:
“Barang siapa membaca Surah Al-Kahfi pada hari Jumat, maka akan terpancar cahaya untuknya di antara dua Jumat.” (HR. Al-Hakim)
Dengan membaca Surah Al-Kahfi, seorang muslim mendapatkan cahaya petunjuk dan perlindungan dari fitnah, termasuk fitnah Dajjal.
3. Memperbanyak Doa dan Shalawat kepada Nabi Muhammad
Hari Jumat juga disebut sebagai hari yang paling utama untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad Rasulullah bersabda:
“Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku pada hari Jumat dan malam Jumat, karena shalawat kalian akan disampaikan kepadaku.” (HR. Al-Baihaqi)
Selain itu, Jumat juga memiliki satu waktu yang mustajab untuk berdoa. Rasulullah bersabda:
“Pada hari Jumat ada satu waktu, tidaklah seorang hamba muslim berdiri melaksanakan shalat kemudian memohon kepada Allah sesuatu pada waktu itu, melainkan Allah pasti memberinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Mayoritas ulama berpendapat waktu mustajab ini terjadi di sore hari, menjelang magrib.
4. Bersedekah pada Hari Jumat
Bersedekah memang dianjurkan setiap saat, namun melakukannya di hari Jumat memiliki keutamaan yang lebih besar. Ibnu Qayyim al-Jauziyah menyebutkan bahwa sedekah di hari Jumat lebih utama dibanding hari-hari lainnya.
Sedekah di hari Jumat menjadi sarana penyucian harta, menolak bala, dan membuka pintu rezeki. Hal ini juga sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 261 tentang besarnya balasan bagi orang yang bersedekah.
5. Datang Lebih Awal ke Masjid untuk Shalat Jumat
Datang ke masjid sebelum khutbah dimulai merupakan sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah bersabda:
“Barang siapa berangkat pada waktu pertama (ke masjid untuk shalat Jumat), maka ia seakan-akan berkurban unta. Barang siapa berangkat pada waktu kedua, maka seakan-akan ia berkurban sapi…” (HR. Bukhari dan Muslim)
Semakin cepat seorang muslim datang ke masjid, semakin besar pahala yang Allah berikan.
6. Memperbanyak Zikir dan Istighfar
Hari Jumat adalah saat terbaik untuk memperbanyak zikir, istighfar, dan doa. Zikir dapat menenangkan hati, sementara istighfar menjadi wasilah pengampunan dosa.
Allah SWT berfirman:“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Dengan memperbanyak zikir dan istighfar, seorang muslim mengisi hari Jumatnya dengan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah.
Keutamaan Mengamalkan Sunnah Hari Jumat
Mengamalkan amalan hari Jumat membawa banyak manfaat dan keutamaan, di antaranya:
Pahala yang berlipat ganda – ibadah yang dilakukan pada hari Jumat memiliki nilai pahala yang lebih besar dibanding hari lain.
Doa lebih mustajab – terutama di waktu sore menjelang maghrib, doa seorang muslim lebih mudah dikabulkan.
Menghapus dosa-dosa kecil – dengan memperbanyak ibadah, Allah menghapus dosa-dosa seorang hamba.
Tanda cinta kepada sunnah Rasulullah – melaksanakan sunnah hari Jumat adalah bukti cinta seorang muslim kepada Nabi Muhammad.
Mendapatkan keberkahan hidup – siapa yang menghidupkan sunnah Jumat, kehidupannya akan diliputi ketenteraman dan keberkahan.
Hari Jumat adalah hari penuh keutamaan yang seharusnya tidak dilewatkan begitu saja. Melaksanakan amalan hari Jumat seperti mandi sunnah, membaca Surah Al-Kahfi, memperbanyak doa, bersedekah, datang lebih awal ke masjid, hingga memperbanyak zikir dan istighfar, semuanya akan mendatangkan pahala dan keberkahan.
Bagi seorang muslim, hari Jumat bukan hanya sekadar hari libur atau rutinitas pekanan, tetapi sebuah kesempatan besar untuk memperbanyak amal saleh. Dengan menjadikan hari Jumat sebagai momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka seorang hamba akan meraih keberkahan dunia dan kebahagiaan akhirat.
Mari kita hidupkan amalan hari Jumat mulai dari sekarang, agar setiap langkah kita di hari mulia ini menjadi saksi kebaikan di hadapan Allah SWT.
19/06/2026 | Humas BAZNAS RI
BAZNAS Kabupaten Sanggau Salurkan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Kelurahan Beringin
Sanggau – BAZNAS Kabupaten Sanggau menyalurkan bantuan kepada Bapak Rifa'i Utomo (Mas Yep), korban musibah kebakaran yang terjadi di Jalan Perintis, Gang Bhakti, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau. Bantuan diserahkan pada Kamis, 18 Juni 2026.
Sebelumnya, musibah kebakaran melanda rumah semi permanen milik Bapak Rifa'i pada Selasa (16/06/2026) sekitar pukul 17.15 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan sebagian besar bangunan rumah mengalami kerusakan akibat kobaran api.
Beruntung tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material yang dialami korban cukup besar sehingga membutuhkan dukungan dan bantuan dari berbagai pihak.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sanggau, Hamka Sukarti, S.E., menyampaikan bahwa BAZNAS hadir untuk membantu masyarakat yang mengalami musibah maupun berada dalam kondisi darurat.
Menurutnya, bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan, sekaligus wujud nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan oleh para muzaki.
“BAZNAS harus hadir di tengah masyarakat, terutama saat terjadi musibah seperti kebakaran, banjir, maupun bencana lainnya. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban korban dan menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap sesama,” ujarnya.
Ia juga berharap kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS terus meningkat sehingga semakin banyak program sosial, pendidikan, kemanusiaan, dan pemberdayaan yang dapat dilaksanakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Melalui program kemanusiaan ini, BAZNAS Kabupaten Sanggau berkomitmen untuk terus hadir memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak musibah serta kelompok rentan yang membutuhkan uluran tangan.
Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak korban serta memberikan semangat untuk bangkit dan kembali melanjutkan aktivitas sehari-hari pasca musibah kebakaran.
19/06/2026 | Helmi Anshari
Agenda Pimpinan

Audiensi BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat
Hari/Tanggal: Senin, (27/04/2026)
Tempat: Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat
Peserta: Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan Jajaran Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat
1. Pemaparan Program Prioritas BKKBN dan Peluang Kolaborasi
Disampaikan oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalbar, Dr. Nyigit Wudi Amini, S.Sos., M.Sc.
Penyampaian program prioritas BKKBN Tahun 2026.
Pemaparan Program Kampung Keluarga Berkualitas dan Kampung KB.
Penjelasan Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).
Sasaran program meliputi ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan keluarga berisiko stunting.
Harapan keterlibatan BAZNAS sebagai mitra dan keluarga asuh bagi keluarga berisiko stunting.
Dukungan BKKBN terhadap pengembangan Kampung Zakat melalui sinergi penyuluh lapangan.
Pembahasan penyusunan draft Nota Kesepahaman (MoU) antara BAZNAS dan BKKBN.
2. Penguatan Program Kampung Zakat dan Penanganan Stunting
Disampaikan oleh Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si.
Perkenalan kepengurusan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat periode berjalan.
Penyampaian rencana pengusulan lima titik Kampung Zakat di Kalimantan Barat.
Pemaparan program bantuan bagi keluarga dan anak penderita stunting.
Pengembangan program pemberdayaan ekonomi melalui skema Qardhul Hasan.
Identifikasi keselarasan program BAZNAS dengan program keluarga berkualitas BKKBN.
Komitmen BAZNAS dalam mendukung edukasi peran ayah dalam keluarga dan pencegahan stunting.
3. Optimalisasi UPZ dan Penguatan Pengumpulan Zakat
Disampaikan oleh Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Kalbar, Jaki Azmi, S.E.
Penjelasan tugas dan kewenangan BAZNAS berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011.
Peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dalam mendukung pengelolaan zakat.
Pemaparan wilayah kerja BAZNAS Provinsi Kalbar meliputi OPD, BUMN, BUMD, perguruan tinggi, dan masjid raya.
Penyampaian potensi zakat Kalimantan Barat yang mencapai Rp2,345 triliun.
Sosialisasi program unggulan BAZNAS seperti UPZ Tematik, Sahabat ZEMA, dan Program Tumpuk Tengah.
Pengenalan platform digital fundraising BAZNAS Provinsi Kalbar.
4. Penguatan Sinergi Program dan Tata Kelola Kolaborasi
Disampaikan oleh Pimpinan Bagian SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.B.A.
Pembahasan peluang kolaborasi program antara BAZNAS dan BKKBN.
Penyampaian pengalaman kerja sama BAZNAS dengan berbagai instansi, termasuk Pengadilan Tinggi Agama Pontianak.
Penegasan bahwa BAZNAS hadir untuk membangun kolaborasi, bukan sekadar pengumpulan dana.
Sosialisasi manfaat zakat sebagai pengurang penghasilan kena pajak sesuai regulasi.
Penguatan mekanisme berbagi data dan informasi program antar lembaga.
Pembahasan integrasi Program GENTING ke dalam program tematik UPZ BAZNAS.
Pemaparan konsep dan implementasi Program Tumpuk Tengah.
5. Diskusi dan Penyusunan Rencana Tindak Lanjut
Identifikasi program prioritas yang dapat dikolaborasikan.
Pembahasan dukungan BAZNAS terhadap percepatan penurunan stunting di Kalimantan Barat.
Penyusunan langkah awal kerja sama dan penyelarasan program.
Pembahasan rencana penyusunan dan penandatanganan MoU antara BAZNAS dan BKKBN.
6. Penutup
Komitmen bersama untuk memperkuat sinergi dalam pengentasan stunting, pemberdayaan keluarga, dan optimalisasi pengelolaan zakat.
Harapan agar kolaborasi BAZNAS dan BKKBN dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat.
18-06-2026 | Helmi Anshari

BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi ke BPBD Provinsi Kalbar
Hari/Tanggal: Jumat, (17/04/2026)
Tempat: Kantor BPBD Provinsi Kalimantan Barat
Peserta: Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan Jajaran BPBD Provinsi Kalimantan Barat
1. Penguatan Sinergi Penanggulangan Bencana
Disampaikan oleh Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Kalbar, Jaki Azmi, S.E.
- Pemaparan program tematik BAZNAS terkait penanganan kebencanaan.
- Peran BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dalam tanggap darurat dan pemulihan.
- Rencana pengembangan dashboard kebencanaan untuk pemetaan kondisi lapangan.
- Penguatan koordinasi dan peluang kolaborasi lintas lembaga dalam penanganan bencana.
2. Penguatan Peran BAZNAS Tanggap Bencana (BTB)
Disampaikan oleh Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si.
- Penjelasan tentang BTB sebagai unit khusus penanggulangan bencana di bawah BAZNAS.
- Potensi dukungan program dari BAZNAS RI bagi kegiatan kebencanaan yang terukur dan terencana.
- Mekanisme pembukaan donasi infak dan sedekah khusus (mukayyad) untuk bencana tertentu.
- Pelibatan BAZNAS kabupaten/kota dalam pelaksanaan program kebencanaan. - Rencana tindak lanjut berupa sosialisasi dan penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ).
3. Tanggapan dan Dukungan dari BPBD Provinsi Kalbar
Disampaikan oleh Sekretaris BPBD Provinsi Kalbar, Suparyanto.
- Apresiasi atas inisiatif kolaborasi BAZNAS dalam penanggulangan bencana.
- Pembahasan peluang pelibatan BAZNAS dalam satuan tugas penanggulangan bencana daerah.
- Penekanan pentingnya tata kelola dana yang sesuai regulasi dan akuntabel.
- Dukungan terhadap penguatan sistem pengumpulan zakat melalui mekanisme payroll di lingkungan BPBD.
4. Penguatan Relawan dan Program Generasi Zakat (ZEMA)
Disampaikan oleh Pimpinan Bagian Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.B.A.
- Pemaparan Program Generasi Zakat (ZEMA) sebagai relawan muda BAZNAS.
- Pelatihan relawan untuk pengumpulan data, dukungan UPZ, dan edukasi zakat. - Pengembangan konten literasi zakat dan kebencanaan melalui platform digital BAZNAS.
- Penguatan partisipasi generasi muda dalam mendukung penanggulangan bencana dan pemberdayaan masyarakat.
5. Pembahasan Mekanisme Kolaborasi dan Tindak Lanjut
Diskusi Bersama BAZNAS dan BPBD Provinsi Kalbar
- Penyusunan pola koordinasi dalam penanganan bencana.
- Integrasi data dan informasi kebutuhan masyarakat terdampak.
- Penguatan mekanisme penghimpunan dan penyaluran dana kebencanaan.
- Identifikasi program prioritas yang dapat segera dikolaborasikan.
6. Penutup
- Komitmen bersama untuk membangun kolaborasi penanggulangan bencana yang terintegrasi, profesional, dan tepat sasaran.
- Harapan agar sinergi BAZNAS dan BPBD dapat memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat terdampak bencana di Kalimantan Barat.
15-06-2026 | Helmi Anshari

BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi ke Diskominfo Provinsi Kalbar
Hari/Tanggal: Kamis, (16/04/2026)
Tempat: Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat
Peserta: Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan Jajaran Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat
1. Penguatan Sinergi Penyebaran Informasi ZIS dan Program BAZNAS
Disampaikan oleh Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Provinsi Kalbar, Iswardani, S.E.I.
Pemaparan tugas dan fungsi BAZNAS dalam pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL).
Pentingnya penyebaran informasi terkait program penghimpunan, pendistribusian, dan pendayagunaan dana ZIS kepada masyarakat.
Harapan dukungan Diskominfo dalam optimalisasi publikasi melalui kanal digital dan media informasi pemerintah.
Penguatan transparansi dan akuntabilitas program melalui penyebarluasan informasi yang tepat dan berkelanjutan.
2. Optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ)
Disampaikan oleh Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Kalbar, Jaki Azmi, S.E.
Pemaparan peran strategis UPZ dalam mendukung pengelolaan zakat.
Optimalisasi UPZ agar tidak hanya berfungsi sebagai penghimpun dana zakat.
Penguatan peran UPZ dalam mendukung program sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Mendorong UPZ menjadi bagian dari solusi pengentasan kemiskinan di lingkungan masing-masing.
Peningkatan kepercayaan masyarakat melalui program-program yang berdampak langsung.
3. Pengenalan Program Generasi Zakat (ZEMA)
Disampaikan oleh Pimpinan Bidang Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.B.A.
Pemaparan Program Generasi Zakat (ZEMA) sebagai upaya membangun budaya sadar zakat sejak dini.
Pelibatan pelajar dan mahasiswa dalam edukasi zakat serta kegiatan sosial kemasyarakatan.
Program pelatihan pengelolaan keuangan dan marketing communication bagi generasi muda.
Mendorong terciptanya generasi yang peduli terhadap pengelolaan zakat dan pemberdayaan masyarakat.
Visi jangka panjang menuju terwujudnya Zero Mustahik melalui edukasi dan pemberdayaan.
4. Dukungan Publikasi dan Transformasi Digital
Diskusi Bersama BAZNAS Provinsi Kalbar dan Diskominfo Provinsi Kalbar
Pemanfaatan media digital untuk meningkatkan literasi zakat di masyarakat.
Penguatan strategi komunikasi publik BAZNAS melalui website, media sosial, dan platform digital lainnya.
Peluang kolaborasi publikasi program-program pemberdayaan dan bantuan BAZNAS.
Upaya meningkatkan indeks kepercayaan publik melalui keterbukaan informasi.
5. Tanggapan dan Masukan dari Diskominfo Provinsi Kalbar
Disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalbar, Christianus Lumano, S.E., M.Si.
Dukungan terhadap peningkatan transparansi pengelolaan zakat oleh BAZNAS.
Pentingnya penyajian informasi yang mudah diakses dan dipahami masyarakat.
Pembahasan aspek regulasi dalam pelaksanaan kerja sama dan publikasi program.
Dukungan terhadap upaya peningkatan kepercayaan masyarakat dalam menunaikan zakat melalui BAZNAS.
6. Diskusi dan Tindak Lanjut
Pembahasan peluang kolaborasi antara BAZNAS dan Diskominfo Provinsi Kalbar.
Identifikasi kebutuhan publikasi program dan kampanye literasi zakat.
Penyusunan langkah tindak lanjut untuk mendukung penyebaran informasi program BAZNAS secara lebih luas.
Penguatan koordinasi antar lembaga dalam mendukung program kesejahteraan masyarakat.
7. Penutup
Komitmen bersama untuk memperkuat sinergi dalam penyebaran informasi zakat dan program pemberdayaan
.
Harapan agar kolaborasi BAZNAS dan Diskominfo dapat meningkatkan literasi zakat, transparansi pengelolaan dana umat, serta memperluas manfaat program bagi masyarakat Kalimantan Barat.
15-06-2026 | Helmi Anshari
Berita Pendistribusian

BAZNAS Kalbar Salurkan Santunan Kemanusiaan kepada Ibnu Sabil Asal Kalimantan Ut
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada Bapak Sabri, seorang Ibnu Sabil asal Kalimantan Utara yang saat ini berada di Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.
Bantuan tersebut disalurkan dalam bentuk uang kepada Bapak Sabri yang mengalami kesulitan ekonomi dan kondisi kesehatan. Bapak Sabri diketahui sedang menderita penyakit ambeien stadium 4 yang mengakibatkan dirinya kesulitan untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Melalui program pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS), BAZNAS Provinsi Kalbar memberikan santunan guna membantu memenuhi kebutuhan dasar serta meringankan beban hidup yang sedang dihadapi oleh penerima manfaat.
12/06/2026 | Helmi Anshari

BAZNAS Kalbar Salurkan Bantuan kepada Lansia Penderita Autoimun dan Osteoporosis
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melalui Program Kalbar Peduli menyalurkan bantuan kepada Ibu Sudardjanti (73), seorang lansia yang menderita penyakit autoimun dan osteoporosis, di kediamannya di Jalan Sulawesi, Gang Haji Sarah, Pontianak, Rabu (29/04/2026).
Bantuan yang diberikan berupa uang santunan, pampers, dan minyak kayu putih untuk membantu memenuhi kebutuhan harian serta menunjang perawatan kesehatan penerima manfaat.
Ibu Sudardjanti saat ini tinggal bersama keluarga yang merawat dan mendampinginya dalam menjalani aktivitas sehari-hari akibat kondisi kesehatan yang dialaminya.
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dalam menyalurkan amanah zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program kemanusiaan dan sosial.
12/06/2026 | Helmi Anshari

BAZNAS Kalbar Salurkan Bantuan Rumah Singgah kepada Rukmana
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantuan tempat tinggal melalui program Rumah Singgah BAZNAS kepada Rukmana (45), seorang tukang cukur yang selama ini tinggal dan bekerja di sebuah kios sederhana di Jalan Uray Bawadi, Gang Family, Pontianak, Kamis (30/04/2026).
Bantuan tersebut diberikan terhadap kondisi tempat tinggal Rukmana yang dinilai kurang layak. Selama ini, Rukmana menempati ruang berukuran sekitar 2 x 3 meter di kios tempatnya bekerja bersama anak bungsunya.
Melalui program Rumah Singgah BAZNAS, Rukmana dan keluarganya mendapatkan tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman untuk sementara waktu, sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup serta memberikan ketenangan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program kemanusiaan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat yang bertujuan membantu masyarakat kurang mampu yang menghadapi persoalan sosial dan ekonomi.
Melalui dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan para muzaki, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan.
12/06/2026 | Helmi Anshari
Artikel Terbaru
7 Keutamaan Bulan Muharram dan Amalan Sunnah yang Dianjurkan
Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu dari empat bulan mulia (Asyhurul Hurum) yang dimuliakan Allah SWT. Bulan ini memiliki banyak keutamaan yang disebutkan dalam Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh dan menjadikan Muharram sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.
1. Muharram Termasuk Bulan yang Dimuliakan Allah SWT
Allah SWT telah menetapkan empat bulan haram atau bulan mulia dalam satu tahun, yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.
Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram..."
(QS. At-Taubah: 36)
Rasulullah SAW juga bersabda:
"Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram, tiga berurutan yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab."
(HR. Bukhari dan Muslim)
2. Disebut sebagai "Bulan Allah"
Muharram memiliki keistimewaan tersendiri karena Rasulullah SAW menyebutnya sebagai "Syahrullah" atau Bulan Allah.
Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram."
(HR. Muslim No. 1163)
Para ulama menjelaskan bahwa penyandaran nama bulan ini kepada Allah menunjukkan kemuliaan dan keistimewaannya dibanding bulan lainnya.
3. Terdapat Hari Asyura yang Penuh Keutamaan
Tanggal 10 Muharram dikenal sebagai Hari Asyura. Pada hari tersebut, Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir'aun.
Ibnu Abbas RA meriwayatkan:
"Ketika Nabi SAW tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Mereka berkata, 'Ini adalah hari ketika Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya serta menenggelamkan Fir'aun dan kaumnya.' Maka Rasulullah SAW bersabda, 'Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.' Lalu beliau berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa."
(HR. Bukhari dan Muslim)
4. Puasa Muharram Merupakan Puasa Sunnah Terbaik Setelah Ramadan
Salah satu amalan utama pada bulan Muharram adalah puasa sunnah.
Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram."
(HR. Muslim No. 1163)
Hadis ini menunjukkan bahwa puasa sunnah di bulan Muharram memiliki keutamaan yang sangat besar.
5. Puasa Asyura Menghapus Dosa Setahun yang Lalu
Keutamaan terbesar Hari Asyura adalah dihapuskannya dosa-dosa kecil selama setahun sebelumnya bagi orang yang berpuasa.
Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang lalu."
(HR. Muslim No. 1162)
Karena itu, umat Islam sangat dianjurkan untuk melaksanakan puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram.
6. Pahala Kebaikan Dilipatgandakan
Para ulama menjelaskan bahwa amal saleh yang dilakukan pada bulan-bulan haram memiliki nilai yang lebih besar di sisi Allah SWT.
Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan:
"Allah mengkhususkan empat bulan haram dengan kemuliaan dan menjadikan dosa pada bulan tersebut lebih besar serta pahala amal saleh lebih agung."
Karena itu, Muharram menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur'an, berzikir, dan melakukan berbagai kebaikan lainnya.
7. Momentum Hijrah dan Awal Tahun Baru Islam
Penanggalan Hijriah dimulai dari peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Oleh sebab itu, Muharram menjadi simbol perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
Khalifah Umar bin Khattab RA menetapkan kalender Hijriah dengan menjadikan peristiwa hijrah sebagai titik awal perhitungan tahun Islam karena peristiwa tersebut menjadi tonggak kebangkitan umat Islam.
Muharram menjadi momentum bagi setiap Muslim untuk melakukan evaluasi diri dan memperbarui semangat dalam beribadah.
Amalan Sunnah yang Dianjurkan di Bulan Muharram
1. Puasa Tasu'a (9 Muharram)
Rasulullah SAW bersabda:
"Jika aku masih hidup hingga tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan."
(HR. Muslim No. 1134)
Puasa Tasu'a dilakukan untuk membedakan ibadah kaum Muslimin dengan kebiasaan orang Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.
2. Puasa Asyura (10 Muharram)
Puasa Asyura memiliki keutamaan menghapus dosa-dosa kecil selama setahun yang lalu.
3. Memperbanyak Sedekah
Allah SWT berfirman:
"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir seratus biji."
(QS. Al-Baqarah: 261)
Sedekah di bulan mulia menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan.
4. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar
Allah SWT berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman, berzikirlah kepada Allah dengan zikir yang sebanyak-banyaknya."
(QS. Al-Ahzab: 41)
5. Membaca dan Mengkaji Al-Qur'an
Rasulullah SAW bersabda:
"Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya."
(HR. Bukhari No. 5027)
Penutup
Muharram adalah bulan yang penuh kemuliaan dan keberkahan. Sebagai salah satu bulan haram yang dimuliakan Allah SWT, Muharram menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak amal saleh, memperbaiki diri, dan meningkatkan kualitas ibadah. Dengan menghidupkan amalan-amalan sunnah seperti puasa Tasu'a dan Asyura, sedekah, dzikir, serta tilawah Al-Qur'an, semoga kita dapat meraih keberkahan dan ampunan Allah SWT di awal tahun Hijriah ini.
15/06/2026 | Helmi Anshari
5 Keutamaan Beramal Secara Ikhlas yang Membuka Pintu Rezeki
Dalam kehidupan seorang muslim, amal kebaikan menjadi bagian tak terpisahkan dari ibadah kepada Allah SWT. Namun, yang paling penting bukanlah seberapa besar amal itu dilakukan, melainkan bagaimana niat yang melandasinya. Keutamaan beramal secara ikhlas memiliki kedudukan yang sangat tinggi di sisi Allah, karena keikhlasan menjadi penentu diterima atau tidaknya suatu amal. Amal yang disertai niat ikhlas akan bernilai ibadah, sedangkan amal yang dilakukan demi pujian manusia tidak akan memiliki nilai di akhirat.
Keutamaan beramal secara ikhlas bukan hanya berpengaruh terhadap pahala ukhrawi, tetapi juga berdampak pada ketenangan hati dan keberkahan hidup di dunia. Allah SWT menjanjikan banyak kebaikan bagi hamba-Nya yang senantiasa menata niat agar amalnya murni karena Allah semata. Rasulullah SAW pun menegaskan dalam hadis yang masyhur, “Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Keutamaan beramal secara ikhlas juga mencerminkan kesempurnaan iman seseorang. Orang yang beramal tanpa pamrih dunia akan mendapatkan ganjaran berlipat dari Allah SWT. Bahkan, banyak ulama mengatakan bahwa keikhlasan adalah ruh dari setiap amal saleh. Tanpa keikhlasan, amal sebesar apa pun menjadi sia-sia.
Dalam artikel ini, kita akan membahas delapan keutamaan beramal secara ikhlas yang bukan hanya membuka pintu pahala, tetapi juga membuka pintu rezeki bagi siapa saja yang menjaganya dengan hati bersih dan niat tulus.
1. Amal yang Diterima Allah SWT
Keutamaan beramal secara ikhlas yang pertama adalah bahwa amal tersebut diterima di sisi Allah SWT. Dalam Al-Qur’an surat Al-Bayyinah ayat 5, Allah berfirman:“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.”
Ayat ini menunjukkan bahwa keikhlasan adalah syarat utama diterimanya amal ibadah. Tanpa niat ikhlas, amal yang dilakukan tidak akan sampai kepada Allah. Keutamaan beramal secara ikhlas terletak pada kemurnian niat, yakni semata-mata karena mencari ridha Allah, bukan karena ingin dipuji atau dianggap dermawan.
Seorang mukmin yang memahami keutamaan beramal secara ikhlas akan selalu introspeksi diri sebelum beramal. Ia akan memastikan bahwa niatnya tidak tercampur oleh keinginan duniawi. Dengan demikian, amal yang dilakukan menjadi ringan dan penuh makna, karena ia tidak mengharap balasan selain dari Sang Pencipta.
Selain itu, Allah SWT menjanjikan pahala yang berlipat bagi amal yang dilakukan dengan ikhlas. Keutamaan beramal secara ikhlas juga membuat seseorang terhindar dari sifat riya’ (pamer), yang dapat menghapus pahala amal sebagaimana api memakan kayu kering. Oleh karena itu, menjaga keikhlasan adalah bentuk penjagaan terhadap nilai ibadah itu sendiri.
2. Membuka Pintu Rezeki yang Tak Terduga
Keutamaan beramal secara ikhlas yang kedua adalah terbukanya pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Allah SWT berfirman dalam surat At-Talaq ayat 2-3:“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka.”
Ketika seseorang beramal dengan hati yang ikhlas, Allah akan melapangkan jalannya dan mencukupkan kebutuhannya. Keutamaan beramal secara ikhlas tidak hanya menenangkan batin, tetapi juga mengundang keberkahan dalam hidup. Banyak kisah para salaf saleh yang mendapatkan rezeki melimpah setelah beramal tanpa pamrih, hanya karena Allah SWT melihat ketulusan mereka.
Beramal dengan ikhlas membuat seseorang lebih tenang dan tidak takut kehilangan. Ia sadar bahwa rezeki sejatinya datang dari Allah, bukan dari manusia. Inilah salah satu bentuk keutamaan beramal secara ikhlas yang nyata dirasakan oleh banyak orang beriman: keajaiban rezeki yang datang tanpa perhitungan manusia.
Selain itu, amal yang dilakukan dengan niat tulus sering kali menjadi sebab datangnya bantuan Allah pada waktu yang tidak disangka. Keutamaan beramal secara ikhlas menjadikan seseorang dicintai Allah dan dimudahkan dalam segala urusan, baik dunia maupun akhirat.
3. Menumbuhkan Ketenangan dan Kebahagiaan Hati
Salah satu keutamaan beramal secara ikhlas yang sangat dirasakan adalah lahirnya ketenangan batin. Amal yang dilakukan dengan niat karena Allah tidak membebani hati. Orang yang ikhlas beramal tidak peduli dengan komentar atau penilaian orang lain, karena yang ia cari hanyalah ridha Allah SWT.
Dalam kehidupan modern yang serba kompetitif, banyak orang kehilangan ketenangan karena mengejar pengakuan. Namun, seorang mukmin yang memahami keutamaan beramal secara ikhlas akan merasa cukup dengan penilaian Allah. Ia tidak haus akan pujian, dan tidak kecewa ketika amalnya tidak diketahui orang lain.
Keutamaan beramal secara ikhlas juga menjaga seseorang dari stres dan rasa iri. Orang yang ikhlas tidak akan membandingkan dirinya dengan orang lain. Ia menikmati proses berbuat baik sebagai bentuk cinta kepada Allah, bukan sebagai ajang pembuktian diri. Itulah yang membuat hidupnya terasa damai dan penuh berkah.
Bahkan, ulama sufi mengatakan bahwa keikhlasan adalah sumber kebahagiaan sejati. Keutamaan beramal secara ikhlas membuat hati selalu ringan dalam memberi dan berkorban. Ia merasa cukup dengan balasan Allah, bukan dengan pujian manusia.
4. Amal yang Bernilai Abadi
Keutamaan beramal secara ikhlas berikutnya adalah amal tersebut menjadi bernilai abadi, meskipun pelakunya telah tiada. Amal yang dilakukan dengan keikhlasan akan terus mengalir pahalanya, seperti sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau doa anak saleh.
Rasulullah SAW bersabda:“Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim).
Keutamaan beramal secara ikhlas menjadikan amal tersebut kekal di sisi Allah. Allah menjaga amal orang-orang yang tulus karena Dia mencintai keikhlasan hamba-Nya. Sebaliknya, amal yang disertai riya’ akan hilang pahalanya meski tampak besar di mata manusia.
Oleh sebab itu, keutamaan beramal secara ikhlas menjadi dorongan bagi setiap muslim untuk selalu meluruskan niat sebelum beramal. Ia sadar bahwa yang dinilai Allah bukan seberapa banyak amalnya, tetapi seberapa tulus hatinya ketika berbuat kebaikan.
5. Ditinggikan Derajat oleh Allah SWT
Keutamaan beramal secara ikhlas juga terlihat dari bagaimana Allah meninggikan derajat orang-orang yang tulus dalam amalnya. Dalam hadis riwayat Ahmad disebutkan:“Barang siapa merendahkan diri karena Allah, maka Allah akan mengangkat derajatnya.”
Seseorang yang beramal dengan ikhlas tidak mencari kehormatan dunia, namun Allah justru memberinya kehormatan yang sejati. Keutamaan beramal secara ikhlas menjadikan pelakunya dikenal di langit sebelum dikenal di bumi. Para malaikat mencatatnya sebagai hamba yang mulia karena ketulusan hatinya.
Orang yang menjaga keikhlasan dalam amalnya juga akan dimuliakan dalam pandangan manusia tanpa ia memintanya. Ini adalah bukti nyata keutamaan beramal secara ikhlas: Allah-lah yang menanamkan cinta di hati manusia terhadap hamba-hamba-Nya yang ikhlas.
Keutamaan beramal secara ikhlas adalah rahasia besar yang membuka banyak pintu kebaikan dalam hidup seorang muslim. Dengan niat yang lurus, amal kecil bisa menjadi besar di sisi Allah, sementara amal besar tanpa keikhlasan bisa menjadi sia-sia. Oleh karena itu, menjaga keikhlasan dalam setiap perbuatan menjadi kunci agar amal kita diterima dan diberkahi.
Dalam kehidupan yang penuh ujian, godaan untuk beramal karena pujian atau keuntungan duniawi selalu ada. Namun, seorang mukmin sejati memahami bahwa keutamaan beramal secara ikhlas bukan hanya mendatangkan pahala, tetapi juga membuka pintu rezeki, ketenangan hati, dan derajat yang tinggi di sisi Allah SWT.
Semoga kita termasuk hamba-hamba yang senantiasa ikhlas dalam beramal, agar setiap langkah dan perbuatan kita menjadi ibadah yang diridhai Allah SWT.
12/06/2026 | Habibi Zein
Kisah Umar bin Khattab : Kepemimpinan dan Kebijaksanaan yang Mengagumkan
Dalam sejarah Islam, ada banyak sosok yang menjadi inspirasi tentang bagaimana seorang pemimpin seharusnya hadir bagi rakyatnya. Salah satunya adalah Umar bin Khattab RA, khalifah kedua setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Umar memiliki peran penting dalam memperluas wilayah Islam dan membangun sistem pemerintahan yang adil. Umar bukan hanya pemimpin yang kuat, tetapi juga pribadi yang penuh kebijaksanaan. Keberanian, ketegasan, dan kepeduliannya membuat ia dikenang sebagai teladan kepemimpinan hingga hari ini.
Dari Penentang Menjadi Pembela Islam
Kisah hidup Umar bin Khattab memberi pelajaran besar tentang perubahan hati manusia. Ia lahir di Mekah pada tahun 584 M, tumbuh sebagai pribadi yang keras dan disegani. Bahkan sebelum masuk Islam, Umar dikenal sebagai salah satu penentang paling gigih ajaran Nabi Muhammad SAW hingga pernah berniat membunuh Rasulullah demi mempertahankan keyakinan leluhurnya.
Namun, takdir Allah begitu indah. Saat mendengar lantunan ayat Al-Qur’an di rumah Fatimah yang merupakan saudarinya, hatinya luluh. Umar yang awalnya berniat memusuhi Islam, justru memeluknya dengan sepenuh hati. Sejak saat itu, keberanian dan kekuatannya berpindah arah—dari menentang menjadi membela kebenaran. Nabi Muhammad SAW bahkan memberinya julukan Al-Faruq, yang berarti “pembeda antara yang benar dan yang salah”.
Pemimpin yang Mengutamakan Keadilan
Sebagai khalifah, Umar bin Khattab tidak hanya memperluas wilayah Islam hingga Persia, Mesir, Suriah, dan Palestina. Lebih dari itu, ia membangun sistem pemerintahan yang berkeadilan. Ia mendirikan Baitul Mal untuk memastikan harta negara digunakan bagi rakyat, membagi wilayah menjadi provinsi dengan pemimpin yang dipilih karena kemampuan, bukan karena kedekatan.
Salah satu hal yang paling dikenang adalah kebiasaannya berjalan di malam hari untuk memastikan rakyatnya tidak ada yang kelaparan. Umar tidak ingin hanya menerima laporan, ia ingin melihat langsung. Pernah suatu malam, ia mendapati seorang ibu yang menenangkan anaknya dengan panci kosong hanya agar sang anak bisa tertidur. Umar pun segera kembali membawa gandum di punggungnya sendiri, menyalakan api, dan memasak untuk keluarga itu. Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan bukan soal kekuasaan, melainkan soal pelayanan.
Beberapa pencapaian penting Umar Bin Khattab saat menjadi Khalifah :
1. Membagi Kekhalifahan menjadi Provinsi
Umar membagi kekhalifahan menjadi beberapa provinsi dan menunjuk gubernur yang cakap untuk mengelolanya. Ia memastikan bahwa para pemimpin ini dipilih berdasarkan kemampuan dan integritas mereka, bukan karena hubungan keluarga atau kekayaan.
2. Mendirikan Baitul Mal
Umar mendirikan Baitul Mal, atau perbendaharaan negara, yang mengelola keuangan negara. Melalui institusi ini, ia memastikan bahwa kekayaan negara digunakan untuk kepentingan rakyat, terutama yang miskin dan membutuhkan.
3. Menegakkan Keadilan Secara Adil
Ia tidak pernah ragu untuk menegakkan hukum secara adil. Bahkan jika keputusannya mendapat kritik, ia dengan rendah hati menerima masukan dan melakukan koreksi jika diperlukan.
Kebijaksanaan dalam Menghadapi Krisis
Ketika Madinah dilanda kekeringan panjang, Umar tidak hanya berdoa memohon hujan, tetapi juga bergerak cepat. Ia mengirim bantuan dari berbagai provinsi, memastikan rakyatnya tidak dibiarkan menderita. Sikap ini menunjukkan kebijaksanaannya: doa harus disertai ikhtiar nyata.
Selain itu, Umar memperkenalkan kalender Hijriyah dengan menjadikan peristiwa hijrah Nabi sebagai titik awal. Keputusan sederhana ini ternyata menjadi warisan besar yang masih kita gunakan hingga kini.
Teladan Bagi Pemimpin Sepanjang Masa
Kisah sahabat Umar bin Khattab bukan sekadar catatan sejarah. Ia adalah cermin kepemimpinan sejati: berani tapi lembut, tegas tapi penuh kasih, kuat tapi tetap rendah hati. Umar mengajarkan bahwa pemimpin sejati bukanlah yang hanya berpidato di depan rakyatnya, melainkan yang hadir, peduli, dan siap memikul beban rakyat dengan tangannya sendiri.
Dalam kehidupan modern, teladan Umar bin Khattab tetap relevan. Para pemimpin, baik dalam keluarga, organisasi, maupun negara, bisa belajar darinya bahwa kebijaksanaan dan keadilan adalah fondasi yang membuat kepemimpinan dihormati dan dicintai.
11/06/2026 | HUMAS BAZNAS JABAR
BAZNAS TV
Tebar Harapan Ramadhan 1447 H, Ribuan Paket Disalurkan untuk Mustahik
Penulis: Helmi Anshari

