WhatsApp Icon

Berita Terkini

BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi dengan Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalbar, Bahas Optimalisasi UPZ dan Potensi Zakat
BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi dengan Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalbar, Bahas Optimalisasi UPZ dan Potensi Zakat
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan audiensi dengan Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memperkuat sinergi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), serta mengoptimalkan peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan instansi. Rabu (15/04/2026) Dalam pertemuan tersebut, BAZNAS Kalbar menyampaikan komitmennya untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat hingga ke tingkat bawah melalui penguatan UPZ. BAZNAS juga menegaskan bahwa bagi pegawai yang belum mencapai nishab, dapat tetap berpartisipasi melalui sedekah dan infak sebagai bentuk kontribusi sosial. BAZNAS Kalbar turut memperkenalkan program Sahabat ZEMA (Zero Mustahik) sebagai upaya pembinaan dan optimalisasi UPZ agar lebih aktif, terstruktur, dan berdampak. Program ini juga diharapkan dapat melibatkan generasi muda, khususnya di tingkat sekolah seperti SMA, SMK, dan MA, dalam pengelolaan zakat serta kampanye sosial. Selain itu, BAZNAS Kalbar mengungkapkan bahwa potensi zakat di Provinsi Kalimantan Barat diperkirakan mencapai Rp2,3 triliun, sehingga diperlukan kolaborasi berbagai pihak untuk dapat mengoptimalkan pengelolaannya. Dalam audiensi tersebut, BAZNAS Kalbar juga meminta masukan dari Biro Perekonomian terkait penguatan dan pengelolaan UPZ di lingkungan biro, serta peluang sinergi program yang dapat dikembangkan bersama, khususnya dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Kalbar menyambut baik upaya kolaborasi yang ditawarkan oleh BAZNAS. Pihak biro menyampaikan bahwa seluruh program dapat diperkuat melalui publikasi di website dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar lebih mudah diakses dan dipahami oleh masyarakat. Selain itu, disampaikan pula pentingnya pendekatan dakwah dan syiar yang komunikatif agar pesan zakat dapat diterima dengan lebih luas. Biro Perekonomian juga memberikan masukan terkait pengembangan program produktif, seperti pembangunan apotek umum yang dapat menjadi salah satu sumber pendanaan operasional. Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Kalbar juga menyatakan kesiapannya untuk membantu mengomunikasikan program-program BAZNAS kepada instansi yang berada di bawah koordinasinya, guna memperkuat sinergi dan optimalisasi pengelolaan zakat di lingkungan pemerintah. Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalbar, sehingga potensi zakat yang besar dapat dikelola secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
15/04/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Kalbar Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Habibah, Anak Yatim dari Keluarga Kurang Mampu
BAZNAS Kalbar Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Habibah, Anak Yatim dari Keluarga Kurang Mampu
Kubu Raya - BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantuan pembayaran hutang SPP (gharimin) kepada Habibah, seorang anak yatim yang tengah menempuh pendidikan di MAS Al-Mustaqim. Rabu, (15/04/2026). Habibah merupakan anak dari keluarga kurang mampu. Ayahnya yang sebelumnya bekerja sebagai kuli bangunan telah meninggal dunia sekitar tiga bulan yang lalu. Sejak saat itu, tanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga kini diemban oleh sang ibu. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ibunya bekerja sebagai asisten rumah tangga di lingkungan sekitar rumahnya, dengan membantu pekerjaan rumah tangga seperti mencuci dan mengepel di rumah warga. Kondisi tersebut membuat Habibah mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban pembayaran SPP sekolahnya. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat hadir memberikan bantuan melalui program penyaluran zakat kepada golongan gharimin, yaitu mereka yang memiliki beban hutang dan membutuhkan bantuan. Kepala Sekolah MAS Al-Mustaqim, Bapak Mustaan, SH.I, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Kalbar. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat yang telah memberikan bantuan kepada ananda Habibah. Bantuan ini sangat berarti bagi kelangsungan pendidikan beliau,” ujarnya. Diharapkan, bantuan ini dapat meringankan beban keluarga serta memberikan semangat bagi Habibah untuk terus melanjutkan pendidikannya. BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat terus berkomitmen untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam bidang pendidikan, agar generasi muda tetap memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
15/04/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalbar, Dorong Kolaborasi Literasi dan Penguatan UPZ
BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalbar, Dorong Kolaborasi Literasi dan Penguatan UPZ
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan audiensi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memperkuat sinergi program zakat, infak, dan sedekah (ZIS), serta mengoptimalkan peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan instansi. Selasa (14/04/2026) Dalam pertemuan tersebut, BAZNAS Kalbar menyampaikan peran strategisnya sebagai regulator dalam pengelolaan zakat, dengan cakupan wilayah kerja UPZ yang meliputi tingkat sekolah, kampus, instansi vertikal provinsi, serta BUMN dan BUMD di tingkat provinsi. BAZNAS Provinsi Kalbar juga memperkenalkan program Sahabat ZEMA (Zero Mustahik) sebagai upaya untuk mengoptimalkan peran UPZ agar lebih aktif dan berdampak dalam pelaksanaan program sosial. Lebih lanjut dijelaskan, BAZNAS Provinsi Kalbar memaparkan program pengembangan talenta di tingkat sekolah. Program ini memberikan pembinaan kepada siswa sejak kelas 10, khususnya dalam bidang pengelolaan keuangan dan marketing communication (markom). Pada jenjang berikutnya, siswa akan melaksanakan praktik langsung di UPZ sekolah serta mendapatkan literasi tentang zakat. Memasuki kelas 2 semester 2, peserta program akan diberdayakan di instansi terdekat untuk memperoleh pengalaman lapangan. Program ini juga dilengkapi dengan pemberian sertifikat serta rekomendasi untuk magang atau dunia kerja, sehingga diharapkan mampu mencetak generasi muda yang peduli terhadap pengelolaan zakat dan pemberdayaan masyarakat. BAZNAS Provinsi Kalbar juga menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan berbagai instansi, termasuk Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, dalam menghadirkan program-program kolaboratif yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Setiap UPZ diharapkan dapat memiliki program unggulan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pengelolaan zakat. Menanggapi hal tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Barat menyambut baik peluang kerja sama yang ditawarkan. Pihak dinas menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi guna menghidupkan kembali peran UPZ di lingkungan instansi, termasuk dengan membentuk kepengurusan UPZ yang baru. Dinas juga menyampaikan dukungan terhadap program BAZNAS dalam mencerdaskan anak-anak dari keluarga kurang mampu, salah satunya melalui bantuan buku. Masyarakat maupun lembaga dapat mengajukan kebutuhan buku sesuai dengan kebutuhan, termasuk penyediaan mushaf Al-Qur’an untuk masyarakat di daerah pedalaman melalui kolaborasi bersama BAZNAS. Selain itu, terdapat peluang kerja sama dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dapat melibatkan mahasiswa untuk membantu masyarakat desa, baik dalam aspek pemenuhan kebutuhan dasar, kesehatan, maupun kegiatan keagamaan. Dalam kesempatan tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga memperkenalkan aplikasi SRIKANDI, yaitu sistem administrasi persuratan berbasis digital yang memudahkan proses pembuatan dan pengelolaan surat secara online. Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalbar, khususnya dalam meningkatkan literasi masyarakat, mengoptimalkan peran UPZ, serta menghadirkan program pemberdayaan yang berkelanjutan.
14/04/2026 | Helmi Anshari

Berita Pendistribusian

Di Tengah Musibah Kebakaran, BAZNAS Provinsi Kalbar Hadir Bantu Warga Terdampak
Di Tengah Musibah Kebakaran, BAZNAS Provinsi Kalbar Hadir Bantu Warga Terdampak
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak musibah kebakaran di Kota Baru, Gang Sumber Agung 1. Peristiwa tersebut menghanguskan lima unit rumah, namun seluruh penghuni dilaporkan selamat. Kamis (16/04/2026) Sebagai bentuk kepedulian terhadap musibah yang terjadi, BAZNAS Provinsi Kalbar hadir langsung ke lokasi kejadian untuk menyerahkan bantuan kepada para korban. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako guna membantu memenuhi kebutuhan dasar para warga terdampak. Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung di kediaman korban sebagai upaya memberikan dukungan moral sekaligus meringankan beban yang dialami akibat musibah kebakaran. BAZNAS Provinsi Kalbar menyampaikan bahwa kehadiran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen dalam membantu masyarakat yang tertimpa musibah, khususnya dalam kondisi darurat. “Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban para korban dan menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap sesama,” ujar Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar di lokasi. Musibah kebakaran ini menyebabkan kerugian materiil yang cukup besar, namun tidak menimbulkan korban jiwa. Semoga warga yang terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas seperti sediakala. BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan bantuan kepada korban bencana, sebagai bagian dari upaya penyaluran zakat, infak, dan sedekah yang tepat sasaran.
16/04/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Kalbar Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Habibah, Anak Yatim dari Keluarga Kurang Mampu
BAZNAS Kalbar Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Habibah, Anak Yatim dari Keluarga Kurang Mampu
Kubu Raya - BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantuan pembayaran hutang SPP (gharimin) kepada Habibah, seorang anak yatim yang tengah menempuh pendidikan di MAS Al-Mustaqim. Rabu, (15/04/2026). Habibah merupakan anak dari keluarga kurang mampu. Ayahnya yang sebelumnya bekerja sebagai kuli bangunan telah meninggal dunia sekitar tiga bulan yang lalu. Sejak saat itu, tanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga kini diemban oleh sang ibu. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ibunya bekerja sebagai asisten rumah tangga di lingkungan sekitar rumahnya, dengan membantu pekerjaan rumah tangga seperti mencuci dan mengepel di rumah warga. Kondisi tersebut membuat Habibah mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban pembayaran SPP sekolahnya. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat hadir memberikan bantuan melalui program penyaluran zakat kepada golongan gharimin, yaitu mereka yang memiliki beban hutang dan membutuhkan bantuan. Kepala Sekolah MAS Al-Mustaqim, Bapak Mustaan, SH.I, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh BAZNAS Kalbar. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat yang telah memberikan bantuan kepada ananda Habibah. Bantuan ini sangat berarti bagi kelangsungan pendidikan beliau,” ujarnya. Diharapkan, bantuan ini dapat meringankan beban keluarga serta memberikan semangat bagi Habibah untuk terus melanjutkan pendidikannya. BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat terus berkomitmen untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam bidang pendidikan, agar generasi muda tetap memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
15/04/2026 | Helmi Anshari

Artikel Terbaru

Manfaat Berkurban di Idul Adha Tidak Hanya Untuk Dunia, Tapi Juga Akhirat
Manfaat Berkurban di Idul Adha Tidak Hanya Untuk Dunia, Tapi Juga Akhirat
Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Pada hari yang penuh berkah ini, umat Muslim melaksanakan ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus wujud kepedulian terhadap sesama. Namun, ibadah kurban tidak hanya memiliki manfaat yang bersifat duniawi. Lebih dari itu, kurban juga memberikan dampak yang besar bagi kehidupan akhirat. Oleh karena itu, memahami manfaat berkurban secara menyeluruh dapat meningkatkan keimanan dan kesungguhan dalam menjalankannya. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT Manfaat utama dari berkurban adalah sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah ini merupakan bentuk ketaatan atas perintah-Nya, sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Allah SWT berfirman: "Daging dan darah hewan kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu." (QS. Al-Hajj: 37) Ayat ini menegaskan bahwa esensi dari kurban bukan terletak pada fisiknya, melainkan pada keikhlasan dan ketakwaan seorang hamba. Menghapus Dosa dan Menambah Pahala Berkurban juga menjadi salah satu amalan yang memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa setiap bagian dari hewan kurban akan menjadi pahala bagi orang yang berkurban. Hal ini menunjukkan bahwa ibadah kurban tidak hanya berdampak di dunia, tetapi juga menjadi bekal berharga di akhirat kelak. Menumbuhkan Keikhlasan dan Jiwa Pengorbanan Ketika seseorang rela mengeluarkan harta terbaiknya untuk berkurban, ia sedang melatih dirinya untuk menjadi pribadi yang ikhlas dan tidak terikat pada dunia. Ibadah kurban mengajarkan bahwa harta hanyalah titipan, dan sebagian darinya harus dibagikan kepada yang membutuhkan. Nilai pengorbanan ini menjadi salah satu pelajaran penting dalam membentuk karakter seorang Muslim. Meningkatkan Kepedulian Sosial Manfaat berkurban juga dirasakan secara langsung oleh masyarakat, khususnya mereka yang kurang mampu. Daging kurban yang dibagikan menjadi sumber kebahagiaan dan kecukupan bagi banyak orang, terutama pada hari raya. Melalui ibadah kurban, tercipta rasa kebersamaan, kepedulian, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat. Menjadi Wujud Syukur atas Nikmat Allah Berkurban juga merupakan bentuk rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan oleh Allah SWT. Dengan menyisihkan sebagian harta untuk berkurban, seorang Muslim menunjukkan bahwa ia menyadari segala nikmat berasal dari Allah. Rasa syukur ini tidak hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata. Mempererat Ukhuwah Islamiyah Ibadah kurban yang dilaksanakan secara bersama-sama di lingkungan masyarakat juga mempererat hubungan antar sesama Muslim. Proses penyembelihan, pembagian, hingga penyaluran daging kurban menciptakan interaksi sosial yang positif. Hal ini menjadikan kurban sebagai sarana memperkuat persaudaraan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Berkurban bukan sekadar ibadah tahunan, melainkan amalan yang memiliki makna dan manfaat yang sangat luas, baik untuk kehidupan dunia maupun akhirat. Melalui kurban, umat Islam diajarkan tentang keikhlasan, pengorbanan, kepedulian, serta rasa syukur kepada Allah SWT. Oleh karena itu, mari manfaatkan momen Idul Adha untuk melaksanakan ibadah kurban dengan penuh keimanan dan ketakwaan. Semoga setiap amal yang kita lakukan diterima oleh Allah SWT dan menjadi bekal kebaikan di akhirat kelak.
16/04/2026 | Helmi Anshari
Memahami Makna Kurban dalam Islam: Ibadah Pengorbanan dan Ketakwaan kepada Allah
Memahami Makna Kurban dalam Islam: Ibadah Pengorbanan dan Ketakwaan kepada Allah
Setiap memasuki bulan Dzulhijjah, umat Islam di seluruh dunia bersiap menyambut salah satu ibadah penting dalam Islam, yaitu ibadah kurban. Ibadah ini dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha dan hari-hari tasyrik sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Namun, sebagian orang masih memandang kurban hanya sebagai kegiatan menyembelih hewan semata. Padahal, dalam Islam kurban memiliki makna yang jauh lebih dalam. Kurban tidak hanya tentang penyembelihan hewan, tetapi juga tentang keikhlasan, pengorbanan, serta bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Memahami makna kurban secara benar akan membuat ibadah ini tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, melainkan menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Makna Kurban dalam Islam Secara bahasa, kata kurban berasal dari bahasa Arab qurban yang berakar dari kata qaruba, yang berarti dekat. Dalam konteks ibadah, kurban berarti menyembelih hewan ternak tertentu pada Hari Raya Idul Adha sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan demikian, kurban merupakan ibadah yang bertujuan memperkuat hubungan antara seorang hamba dengan Tuhannya. Melalui kurban, seorang Muslim menunjukkan ketaatan serta kesediaan untuk berkorban demi menjalankan perintah Allah. Lebih dari itu, ibadah kurban juga mengandung makna spiritual yang sangat dalam. Ketika seseorang berkurban, ia tidak hanya mengorbankan harta untuk membeli hewan, tetapi juga berusaha menghilangkan sifat egois, menumbuhkan keikhlasan, serta memperkuat rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: "Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya." (QS. Al-Hajj: 37) Ayat ini menegaskan bahwa yang dinilai oleh Allah bukanlah daging atau darah hewan kurban, melainkan ketakwaan dan keikhlasan dari orang yang melaksanakannya. Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sebagai Teladan Kurban Ibadah kurban tidak dapat dipisahkan dari kisah Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Kisah ini menjadi dasar disyariatkannya ibadah kurban dalam Islam. Dikisahkan bahwa Nabi Ibrahim menerima perintah melalui mimpi untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail. Perintah tersebut tentu merupakan ujian yang sangat berat. Namun Nabi Ibrahim tetap menjalankannya dengan penuh ketaatan kepada Allah SWT. Ketika Nabi Ibrahim menyampaikan perintah tersebut kepada Ismail, putranya menjawab dengan penuh kesabaran: "Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar." (QS. As-Saffat: 102) Karena keikhlasan dan ketaatan mereka, Allah SWT kemudian mengganti Nabi Ismail dengan seekor sembelihan sebagai bentuk rahmat dan penghargaan atas ketaatan mereka. Peristiwa inilah yang kemudian menjadi teladan bagi umat Islam dalam melaksanakan ibadah kurban setiap tahun pada tanggal 10 Dzulhijjah. Jenis Hewan Kurban dan Ketentuannya Dalam pelaksanaan ibadah kurban, terdapat beberapa ketentuan yang harus diperhatikan agar kurban yang dilakukan sah menurut syariat Islam. Hewan yang diperbolehkan untuk dijadikan kurban adalah hewan ternak seperti unta, sapi, kerbau, kambing, dan domba. Selain itu, hewan tersebut harus memenuhi syarat tertentu, seperti usia minimal dan kondisi kesehatan yang baik. Misalnya, kambing atau domba minimal berusia satu tahun, sedangkan sapi atau kerbau minimal berusia dua tahun. Hewan yang akan dijadikan kurban juga tidak boleh cacat, sakit, atau terlalu kurus. Hal ini menunjukkan bahwa dalam beribadah kepada Allah, umat Islam dianjurkan untuk memberikan yang terbaik, bukan sesuatu yang kurang layak. Setelah disembelih, daging kurban kemudian dibagikan kepada masyarakat. Sebagian dapat dikonsumsi oleh orang yang berkurban, sebagian diberikan kepada kerabat, dan sebagian lagi dibagikan kepada fakir miskin agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas. Nilai-Nilai Spiritual dalam Ibadah Kurban Ibadah kurban mengandung banyak nilai spiritual yang dapat membentuk karakter seorang Muslim. Pertama, kurban mengajarkan keikhlasan dalam beribadah. Seseorang yang berkurban melakukannya semata-mata karena Allah, bukan untuk mencari pujian atau pengakuan dari manusia. Kedua, kurban menumbuhkan kepedulian sosial. Melalui pembagian daging kurban, masyarakat yang kurang mampu dapat merasakan kebahagiaan dan kecukupan pangan pada hari raya. Ketiga, kurban melatih pengorbanan dan kesabaran. Seperti teladan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, umat Islam diajarkan untuk rela berkorban demi menjalankan perintah Allah. Keempat, kurban menjadi bentuk rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan Allah SWT. Kelima, ibadah kurban juga memperkuat ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan antar sesama Muslim, karena pelaksanaannya sering dilakukan secara bersama-sama di lingkungan masyarakat. Ibadah kurban bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan salah satu bentuk ibadah yang sarat dengan makna spiritual dan sosial. Melalui kurban, umat Islam diajarkan tentang keikhlasan, pengorbanan, kepedulian, serta rasa syukur kepada Allah SWT. Dengan memahami makna kurban secara lebih mendalam, diharapkan setiap Muslim dapat menjalankan ibadah ini dengan penuh kesadaran dan ketakwaan. Semoga ibadah kurban yang kita lakukan menjadi amal yang diterima oleh Allah SWT serta membawa manfaat bagi sesama.
14/04/2026 | Helmi Anshari
5 Tips Memilih Hewan Kurban yang Baik
5 Tips Memilih Hewan Kurban yang Baik
1. Pastikan Termasuk Hewan Ternak yang Diperbolehkan Dalam Islam, hewan yang sah untuk dijadikan kurban adalah hewan ternak tertentu, yaitu: Unta Sapi Kerbau Kambing Domba Hewan-hewan tersebut telah memenuhi ketentuan syariat sebagai hewan yang boleh dikurbankan. 2. Perhatikan Umur Hewan Kurban Umur hewan menjadi salah satu syarat penting dalam ibadah kurban. Setiap jenis hewan memiliki ketentuan umur minimal, yaitu: Kambing atau domba minimal berumur 1 tahun Sapi atau kerbau minimal berumur 2 tahun Untuk memastikan usia hewan, dapat dilihat dari catatan ternak yang dimiliki penjual. Selain itu, cara sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan memeriksa gigi hewan. Jika dua gigi susu bagian depan telah tanggal, biasanya menandakan hewan tersebut telah cukup umur untuk dijadikan kurban. 3. Pastikan Hewan dalam Kondisi Sehat dan Tidak Cacat Hewan kurban harus dalam kondisi sehat dan tidak memiliki cacat yang dapat mengurangi kesempurnaan kurban. Beberapa ciri hewan sehat antara lain: Nafsu makan baik Aktif dan lincah Mata cerah dan bersih Bulu bersih dan mengkilap Hidung lembap (bukan karena sakit) Hindari memilih hewan yang menunjukkan tanda-tanda sakit seperti demam, diare, lemas, mata cekung, atau bulu kusam. Selain itu, hewan kurban tidak sah jika mengalami cacat berat seperti buta, pincang parah, atau kondisi lain yang jelas mengurangi kelayakannya. Akan lebih baik jika hewan dilengkapi dengan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebagai jaminan kesehatannya. 4. Pilih Hewan yang Tidak Kurus Kondisi fisik hewan juga perlu diperhatikan. Hewan kurban yang baik adalah hewan yang memiliki tubuh proporsional, tidak kurus, dan terlihat sehat. Ciri-cirinya antara lain: Tubuh berisi atau gemuk Gerakan aktif Mata bersinar Tidak tampak lemas Hewan yang sehat umumnya memiliki nafsu makan yang baik sehingga kondisi tubuhnya terjaga. 5. Pilih Tempat Pembelian yang Terpercaya Lokasi dan tempat membeli hewan kurban juga sangat penting. Pastikan hewan diternakkan di lingkungan yang bersih, sehat, dan jauh dari sumber pencemaran seperti tempat pembuangan sampah. Hewan yang dipelihara di lingkungan yang tidak sehat berisiko terpapar penyakit atau zat berbahaya yang dapat membahayakan konsumen. Sebagai solusi, masyarakat dapat memilih hewan kurban dari lembaga terpercaya seperti Balai Ternak BAZNAS yang telah menerapkan standar pengelolaan ternak secara profesional. Balai Ternak BAZNAS yang tersebar di berbagai daerah menjalankan prosedur ketat untuk menjaga kualitas hewan, antara lain: Pencatatan (recording) ternak secara berkala Penimbangan bobot ternak Perawatan rutin seperti pencukuran bulu dan pemandian Pemberian vitamin dan pakan berkualitas Pendampingan kesehatan ternak Dengan pengelolaan tersebut, hewan ternak yang dihasilkan lebih terjamin kualitas dan kesehatannya. Memilih Hewan Terbaik untuk Ibadah yang Lebih Sempurna Memilih hewan kurban bukan hanya soal memenuhi kewajiban, tetapi juga bentuk kesungguhan dalam beribadah kepada Allah SWT. Dengan memilih hewan yang sehat, cukup umur, dan tidak cacat, ibadah kurban dapat dilaksanakan dengan lebih sempurna sesuai syariat.
13/04/2026 | Helmi Anshari

BAZNAS TV