Berita Terkini
BAZNAS Provinsi Kalbar Salurkan Bantuan Tunggakan SPP untuk Siswi MI Bawari Pontianak
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantuan pembayaran tunggakan SPP kepada Deska Aulia, siswi kelas 4 MI Bawari Pontianak, melalui dukungan pada bidang pendidikan .
Bantuan tersebut diberikan untuk membantu Deska agar tetap dapat mengikuti kegiatan belajar dan ujian sekolah. Sebelumnya, pihak keluarga mengalami kesulitan ekonomi sehingga belum mampu melunasi tunggakan biaya sekolah.
Ibu Deska, Yulia, menceritakan bahwa selama kurang lebih tujuh tahun dirinya bersama keluarga tinggal menumpang di rumah orang lain. Sang suami hanya bekerja serabutan membantu pemilik rumah tempat mereka tinggal.
“Kadang suami saya bantu-bantu dan diberi upah sekitar 60 sampai 80 ribu rupiah. Alhamdulillah bisa buat beli beras, Indomie, dan telur untuk makan sehari-hari,” ujarnya.
Yulia sendiri sehari-hari berada di rumah untuk mengurus anak bungsunya yang masih berusia tiga tahun. Ia memiliki tiga orang anak yang semuanya masih membutuhkan biaya pendidikan dan kebutuhan sehari-hari.
Anak pertamanya saat ini duduk di kelas 5 sekolah negeri, sementara Deska, anak keduanya, harus bersekolah di sekolah swasta karena tidak lolos saat mendaftar di sekolah negeri bersama kakaknya.
“Waktu masuk sekolah dulu Alhamdulillah dapat bantuan potongan biaya dari pemerintah dan sekolah, jadi uang masuk bisa dicicil. Tapi sekarang tidak ada bantuan lagi selain BPJS gratis,” jelasnya.
Kondisi ekonomi yang terbatas membuat Yulia kesulitan membayar SPP sekolah Deska. Bahkan untuk membeli buku dan LKS, terkadang ia harus menunggu memiliki uang terlebih dahulu.
“Kalau ada uang baru bisa fotokopi LKS, kalau tidak ada terpaksa anak saya menyalin di buku,” katanya.
Ia mengaku sempat khawatir karena salah satu syarat mengikuti ulangan sekolah adalah melunasi tunggakan SPP. Namun karena takut tidak mampu membayar jika meminjam uang, Yulia akhirnya mengajukan bantuan kepada BAZNAS Provinsi Kalbar.
Melalui program bantuan pendidikan, BAZNAS Provinsi Kalbar hadir membantu pembayaran tunggakan SPP Deska Aulia agar ia dapat terus melanjutkan pendidikan tanpa hambatan.
Yulia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diberikan.
“Saya sangat berterima kasih telah membantu pembayaran uang sekolah anak saya. Bantuan ini sangat membantu kami. Mudah-mudahan Allah membalas semua kebaikan bapak dan ibu yang sudah membantu, diberikan kesehatan dan dilancarkan rezekinya,” ungkapnya penuh haru.
BAZNAS Provinsi Kalbar berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga serta memberikan semangat bagi Deska untuk terus belajar dan meraih cita-citanya.
19/05/2026 | Helmi Anshari
Audiensi BAZNAS Kalbar ke Kanwil KEMENKUM Kalbar Dorong Optimalisasi UPZ
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melakukan audiensi ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memperkuat sinergi program, optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta meningkatkan literasi zakat di lingkungan instansi pemerintahan.
Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.SI menyampaikan bahwa audiensi tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi yang lebih luas antara BAZNAS dan Kemenkum Kalbar.
“Ada beberapa hal yang akan kami kolaborasikan. Tugas kami adalah membantu pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan. Kami hadir untuk penguatan dan optimalisasi UPZ, dan kedepannya diharapkan akan ada sinergi antara Kemenkum dan BAZNAS,” ujarnya.
Pimpinan Bagian SDM Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.B.A menjelaskan bahwa BAZNAS menjalankan tugas sesuai amanah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan Peraturan BAZNAS.
Ia menyampaikan bahwa BAZNAS Provinsi Kalbar terus mendorong optimalisasi pengumpulan zakat melalui UPZ dengan pendekatan kolaboratif.
“Kami hadir bukan untuk collect, tetapi untuk collab. Kami ingin membantu terkait pengumpulan zakat dan penguatan program sosial. BAZNAS merupakan filantropi plat merah yang diatur dalam undang-undang untuk membantu masyarakat,” jelasnya.
Ali Rohman juga menjelaskan bahwa program payroll ASN yang dijalankan BAZNAS dikembalikan 100 persen kepada ASN golongan II ke bawah melalui berbagai bantuan sosial dan pendidikan. Ia turut mengingatkan bahwa zakat juga dapat mengurangi pajak sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Kalbar, Jaki Azmi, S.E menyampaikan bahwa BAZNAS memiliki fleksibilitas dalam membantu masyarakat, terutama untuk kebutuhan mendesak di luar skema bantuan bencana alam yang diakomodasi APBD.
Ia menambahkan bahwa berdasarkan Peraturan BAZNAS, dana zakat wajib disalurkan paling lambat 30 hari setelah diterima. Selain itu, BAZNAS Provinsi Kalbar juga sedang membangun dashboard digital yang akan menampilkan program-program tematik dari setiap UPZ.
“Potensi zakat di Kalbar mencapai 2,345 triliun rupiah. Karena itu, UPZ harus diperkuat agar mampu membantu menyelesaikan persoalan yang ada di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Jaki Azmi juga memperkenalkan program Sahabat Zema yang bertujuan membantu UPZ dalam pengumpulan dan pelaporan zakat di wilayah masing-masing. Saat ini BAZNAS Provinsi Kalbar juga telah berkolaborasi bersama 16 LAZ se-Kalimantan Barat.
Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iswardani, SE.I menegaskan bahwa zakat merupakan kewajiban umat Islam yang sejajar dengan ibadah sholat, puasa, dan haji.
Ia berharap Kemenkum Kalbar dapat berkolaborasi dalam literasi zakat dan sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai platform yang dimiliki.
“Kemenkum bisa berkolaborasi terkait literasi zakat atau sosialisasi yang masuk dalam dashboard Kemenkum sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS,” ungkapnya.
Selain itu, Iswardani juga mendorong agar UPZ Kemenkum diperpanjang sehingga hasil pengumpulan zakat dapat disalurkan kepada delapan golongan asnaf, termasuk masyarakat yang membutuhkan di lingkungan Kemenkum.
Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kementerian Hukum Kalbar, Farida, S.Pt., S.A.P., M.Si menyambut baik audiensi tersebut dan mengapresiasi langkah BAZNAS Provinsi Kalbar dalam membangun kolaborasi lintas sektor.
“Ini merupakan himbauan yang bagus karena kami memiliki banyak lembaga dan organisasi perangkat yang dapat berkolaborasi bersama. Terkait dashboard yang telah disampaikan, kami sangat menyambut baik dan akan kami sampaikan kepada Bapak Kakanwil,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya memiliki Pos Bantuan Hukum (Posbankum) yang dapat menjadi sarana untuk mendukung kolaborasi bersama BAZNAS.
Sementara itu, Kakanwil Kemenkum Provinsi Kalbar, Jonny Pesta Simamora, S.IP menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung program-program BAZNAS, termasuk penguatan UPZ dan sosialisasi zakat.
“Kami siap untuk bekerja sama dan mendukung UPZ. Kami juga tertarik pada masyarakat yang belum berdaya secara hukum untuk dapat dikolaborasikan bersama BAZNAS,” katanya.
Ia juga menilai BAZNAS dapat menjadi mitra strategis dalam membantu pengelolaan sosial masyarakat di lapangan.
Pada kesempatan yang sama, Badar dari Kemenkum Provinsi Kalbar menyarankan agar dalam kegiatan sosialisasi zakat nantinya BAZNAS turut menghadirkan motivator agar penyampaian materi lebih menarik dan mudah diterima masyarakat.
18/05/2026 | Helmi Anshari
Gerakan Sosial Bedah Rumah Kubu Raya Libatkan Pemerintah, Swasta, dan Organisasi
Kubu Raya – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menggelar Rapat Kolaborasi Bedah Rumah Penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dengan mengusung jargon “1 Kolaborasi 1000 Harapan” pada Rabu, 13 Mei 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah, lembaga sosial, organisasi profesi, perbankan, hingga pelaku usaha sebagai bentuk sinergi bersama dalam mempercepat penanganan rumah tidak layak huni di Kabupaten Kubu Raya.
Dalam pemaparannya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah menyampaikan bahwa berdasarkan data pemetaan kawasan kumuh dan perumahan tahun 2025, sejumlah wilayah seperti Sungai Raya, Ambawang, dan Rasau Jaya masih memiliki persoalan RTLH yang perlu menjadi perhatian bersama.
Disebutkan pula bahwa berdasarkan data BPS Kubu Raya tahun 2026 terdapat sekitar 21.435 keluarga desil 1–4 yang tinggal di rumah tidak layak huni. Sementara data dari Dinas PUPR mencatat terdapat 12.928 rumah yang masuk kategori RTLH.
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya selama ini telah melakukan berbagai intervensi program, baik melalui dana APBN dengan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), maupun melalui APBD Kabupaten Kubu Raya dan dukungan Pemerintah Provinsi.
Namun demikian, masih diperlukan kolaborasi yang lebih luas untuk mempercepat penanganan rumah tidak layak huni.
“Kami menawarkan konsep kolaborasi yang melibatkan berbagai unsur, termasuk lembaga sosial keagamaan, organisasi profesi, ASN, dan pihak swasta agar percepatan penanganan RTLH dapat terlaksana lebih optimal,” disampaikan dalam forum tersebut.
Output yang diharapkan dari program ini adalah percepatan penurunan RTLH yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara turun-temurun.
Sementara itu, Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, S.E., M.Sos.. dalam arahannya menyampaikan bahwa pertemuan tersebut bukan hanya sekadar rapat, tetapi juga menjadi bentuk silaturahmi dan langkah awal pembentukan kepanitiaan penanganan RTLH.
Sujiwo menjelaskan bahwa Kabupaten Kubu Raya sejauh ini telah merehabilitasi lebih dari 20 ribu rumah tidak layak huni melalui berbagai program pemerintah.
Namun masih terdapat persoalan besar, khususnya rumah-rumah warga yang berada di bantaran Sungai Kapuas yang masuk kawasan jalur hijau sehingga tidak dapat diintervensi menggunakan APBD karena terbentur regulasi.
“Di satu sisi, wilayah tersebut merupakan kantong-kantong kemiskinan masyarakat Kubu Raya. Mudah-mudahan di masa kepemimpinan saya rumah-rumah yang sangat tidak layak huni bisa kita selesaikan,” ujarnya.
Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iswardani, SE.I menyampaikan bahwa persoalan RTLH merupakan masalah sosial yang harus diselesaikan secara bersama-sama.
“Kita harus mencari solusi untuk saudara-saudara kita yang nasibnya belum seberuntung kita. BAZNAS saat ini sedang membangun platform fundraising, sehingga program RTLH ini nantinya bisa dimasukkan ke dalam dashboard dan dikeroyok bersama-sama oleh BAZNAS, LAZ, dan berbagai pihak lainnya,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan dokumentasi rumah-rumah prioritas yang akan dimasukkan ke dalam dashboard secara transparan.
Dukungan juga datang dari Bank Kalbar yang menyatakan kesiapan untuk ikut terlibat dalam program bedah rumah tersebut.
“Kami siap mendukung dan menggaungkan program mulia ini hingga ke kantor pusat agar peran Bank Kalbar dalam membantu masyarakat semakin besar,” ujar perwakilan Bank Kalbar.
Perwakilan PGRI Kubu Raya turut menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. Dengan jumlah anggota ribuan ASN dan non-ASN, PGRI berkomitmen mengajak anggotanya untuk ikut peduli terhadap masyarakat kurang mampu tanpa membedakan suku maupun agama.
Senada dengan itu, KORPRI Kubu Raya juga menyatakan siap membantu, termasuk apabila dibutuhkan tenaga relawan dalam pelaksanaan program bedah rumah.
Dukungan serupa disampaikan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kubu Raya yang menyebut pihaknya sangat memahami kondisi masyarakat di desa-desa dan siap mendukung program penanganan RTLH.
Sementara itu, Inspektorat Kubu Raya mengingatkan pentingnya tata kelola dan pengawasan dalam pelaksanaan program agar tetap sesuai regulasi. Disampaikan bahwa apabila program bersumber murni dari pihak swasta, maka kepanitiaannya juga harus berasal dari unsur swasta dan tidak melibatkan ASN maupun pejabat pemerintah.
Dalam forum tersebut, pelaku usaha Hendro juga menyatakan kesiapannya untuk membantu dan mendukung pembentukan perkumpulan sosial bedah rumah sebagai bagian dari gerakan bersama membantu masyarakat miskin di Kabupaten Kubu Raya.
Melalui semangat “1 Kolaborasi 1000 Harapan”, seluruh pihak berharap program penanganan rumah tidak layak huni di Kabupaten Kubu Raya dapat berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan memberikan harapan baru bagi masyarakat yang membutuhkan
13/05/2026 | Helmi Anshari
Berita Pendistribusian

BAZNAS Provinsi Kalbar Salurkan Bantuan Modal Usaha Mesin Press Minuman
Pontianak - BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantuan melalui program Kalbar Mandiri pada tanggal 28 April 2026, di Kantor BAZNAS Provinsi Kalbar. Penyaluran ini diberikan kepada Ibu Ermita dari kategori miskin.
Adapun bantuan yang diberikan berupa Pembelian Mesin Minuman dengan total nilai mencapai Rp. 725.000, yang bersumber dari dana Zakat. Bantuan ini diharapkan dapat membantu usaha beliau dalam menjual minuman usaha keliling serta meningkatkan ekonomi pada usahanya.
28/04/2026 | Helmi Anshari

Dukung Pendidikan Penghafal Al-Qur’an, BAZNAS Kalbar Berikan Beasiswa kepada Dua Siswi
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat kembali menunjukkan dukungan pada pendidikan generasi muda melalui penyaluran bantuan beasiswa kepada siswi di Yayasan Pendidikan Baitul Qur’an SMP-SMA Islam Tahfidzul Qur’an. Senin (20/04/2026)
Bantuan beasiswa tersebut diberikan kepada dua orang siswi, yakni Siti Humairoh Malqa, siswi SMP Islam Tahfidzul Qur’an, serta Zivana Thalita Salsabila, siswi kelas 3 SMA.
Siti Humairoh Malqa merupakan salah satu siswi yang berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai pekerja bangunan, sementara ibunya merupakan ibu rumah tangga. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga serta mendukung kelanjutan pendidikan dan hafalan Al-Qur’an yang sedang ditempuh.
Selain itu, bantuan juga diberikan kepada Zivana Thalita Salsabila yang saat ini duduk di bangku kelas 12 SMA. Zivana memiliki kisah perjuangan yang cukup menginspirasi. Pada awalnya, kondisi ekonomi keluarganya tergolong cukup baik. Namun, sejak memasuki jenjang SMA, usaha orang tuanya mengalami kendala hingga menyebabkan penurunan kondisi ekonomi keluarga.
Meski demikian, Zivana tetap memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan dan menghafal Al-Qur’an. Saat ini, orang tuanya sedang berupaya memperbaiki kondisi ekonomi dengan merintis kembali usaha di luar daerah.
Perwakilan Yayasan, Qiroatul Khasanah selaku guru sekaligus bendahara sekolah, menyampaikan bahwa pihak yayasan berupaya menjaga keberlangsungan pendidikan siswa, termasuk dalam hal administrasi.
“Kami berusaha menyesuaikan kebijakan yayasan, khususnya terkait administrasi pendidikan. Hal ini penting agar para siswa, terutama kelas 12 yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, tidak mengalami kendala dalam pengambilan ijazah,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa bantuan seperti ini sangat berarti bagi para siswa yang sedang mengalami kesulitan ekonomi, sehingga mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan dengan baik.
Melalui program beasiswa ini, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat berharap dapat terus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, serta mendukung lahirnya generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan mandiri.
20/04/2026 | Helmi Anshari

Lima Tahun Melawan Kanker, Bantuan BAZNAS Provinsi Kalbar Hadir untuk Nurali
Pontianak — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui program penyaluran zakat, bantuan biaya kemoterapi kepada salah satu warga, Nurali (52), yang berdomisili di Jalan Pal 5, Gang H Achmad. Jumat, (17/04/2026)
Nurali sebelumnya bekerja sebagai kuli bangunan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Namun, sejak menderita penyakit, ia tidak lagi mampu bekerja. Saat ini, peran sebagai tulang punggung keluarga diambil alih oleh sang istri yang berjualan kue-kue, pakaian, bros dan kerudung untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Nurali diketahui telah mengidap kanker paru-paru selama kurang lebih lima tahun. Dalam satu tahun terakhir, kondisi kesehatannya semakin memburuk hingga penyakit tersebut telah menyebar ke saraf. Saat ini, ia dijadwalkan untuk menjalani kemoterapi sebagai upaya pengobatan lanjutan.
Keterbatasan biaya menjadi kendala utama dalam proses pengobatan yang harus dijalani. Oleh karena itu, melalui dana zakat yang dihimpun dari para muzaki, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat memberikan bantuan biaya kemoterapi kepada Nurali yang termasuk dalam kategori asnaf miskin.
Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh perwakilan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat di kediaman keluarga Nurali yang beralamat di Jalan Pal 5, Gang H. Achmad.
BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban penerima manfaat serta memberikan semangat dan harapan dalam menjalani proses pengobatan.
Selain itu, BAZNAS juga mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar semakin banyak masyarakat yang terbantu.
17/04/2026 | Helmi Anshari
Artikel Terbaru
Semangat Berbagi di Hari Raya Iduladha
Kurban dan Kepedulian terhadap Sesama
Iduladha bukan hanya menjadi perayaan hari besar umat Islam, tetapi juga momentum untuk memperkuat rasa kepedulian terhadap sesama. Salah satu bentuk kepedulian tersebut diwujudkan melalui ibadah kurban, di mana umat Islam menyisihkan sebagian hartanya untuk membeli hewan kurban dan membagikannya kepada masyarakat yang membutuhkan.
Di banyak daerah, daging kurban menjadi makanan yang sangat dinantikan oleh masyarakat kurang mampu. Tidak sedikit keluarga yang hanya dapat menikmati daging saat Hari Raya Iduladha tiba. Karena itu, kurban memiliki makna sosial yang sangat besar dalam membantu masyarakat dan menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.
Kurban juga mengajarkan bahwa rezeki yang dimiliki bukan hanya untuk diri sendiri. Di dalam setiap harta terdapat hak orang lain yang perlu diperhatikan. Dengan berbagi melalui kurban, umat Islam diajak untuk menumbuhkan rasa empati, solidaritas, dan semangat gotong royong.
Selain membantu masyarakat secara langsung, ibadah kurban mampu mempererat hubungan antarwarga. Proses penyembelihan, pengemasan, hingga pendistribusian daging dilakukan bersama-sama dengan semangat kebersamaan. Hal ini menjadi cerminan bahwa Islam mengajarkan nilai persatuan dan saling membantu.
Melalui ibadah kurban, umat Islam tidak hanya mendapatkan pahala ibadah, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Semangat berbagi inilah yang menjadikan Iduladha sebagai momentum untuk memperkuat nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
18/05/2026 | Helmi Anshari
Kurban, Wujud Syukur dan Kepedulian kepada Sesama
Hari Raya Iduladha menjadi momentum istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Pada hari yang penuh keberkahan ini, umat Muslim melaksanakan ibadah kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus wujud kepedulian terhadap sesama.
Kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan ternak seperti sapi, kambing, atau domba. Lebih dari itu, kurban mengajarkan nilai keikhlasan, pengorbanan, dan rasa syukur atas nikmat yang telah Allah SWT berikan.
Ibadah ini meneladani kisah Nabi Ibrahim AS yang dengan penuh ketaatan bersedia menjalankan perintah Allah SWT untuk mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS. Dari peristiwa tersebut, umat Islam belajar bahwa cinta kepada Allah harus ditempatkan di atas segalanya.
Di tengah kehidupan masyarakat saat ini, semangat kurban memiliki makna sosial yang sangat besar. Daging kurban yang dibagikan mampu menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang jarang menikmati makanan bergizi seperti daging.
Kurban juga mengajarkan bahwa rezeki yang dimiliki bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi ada hak orang lain di dalamnya. Dengan berbagi, tercipta rasa persaudaraan, kepedulian, dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Selain itu, ibadah kurban menjadi sarana membersihkan hati dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan. Ketika seseorang rela mengeluarkan hartanya untuk berkurban, maka ia sedang melatih diri untuk lebih ikhlas dan peduli terhadap keadaan sekitar.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hajj ayat 37:“Daging dan darah hewan kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang sampai kepada-Nya.”
Ayat tersebut mengingatkan bahwa inti dari kurban adalah ketakwaan dan keikhlasan hati dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Melalui momentum Iduladha, umat Islam diharapkan tidak hanya semangat berkurban saat hari raya saja, tetapi juga terus menanamkan nilai berbagi dan membantu sesama dalam kehidupan sehari-hari. Sebab sejatinya, keberkahan hidup tumbuh dari kepedulian terhadap orang lain.
11/05/2026 | Helmi Anshari
Kurban: Belajar Melepaskan untuk Mendapatkan Keberkahan
Setiap datangnya Iduladha, umat Islam diingatkan pada satu ibadah yang penuh makna, yaitu kurban. Di balik prosesi penyembelihan hewan, tersimpan pelajaran besar tentang kehidupan: bagaimana manusia belajar melepaskan sesuatu yang dicintai demi ketaatan kepada Allah SWT.
Kurban bukan hanya tentang mampu atau tidaknya seseorang membeli hewan terbaik. Lebih dari itu, kurban adalah tentang kesiapan hati untuk berbagi dan berkorban. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering kali terikat dengan harta, kenyamanan, dan kepentingan pribadi. Melalui kurban, kita dilatih untuk mengurangi keterikatan tersebut.
Makna Pengorbanan yang Sesungguhnya
Kisah Nabi Ibrahim AS mengajarkan bahwa pengorbanan sejati bukan sekadar kehilangan, melainkan bentuk kepercayaan penuh kepada Allah. Ketika seseorang berani mengorbankan apa yang ia miliki, di situlah letak keimanan diuji.
Nilai ini relevan hingga saat ini. Tidak semua pengorbanan berbentuk materi, tetapi juga waktu, tenaga, bahkan kepedulian kepada sesama.
Kurban dan Kepedulian Sosial
Di sisi lain, kurban menjadi jembatan kebahagiaan bagi mereka yang jarang merasakan kecukupan. Daging kurban yang dibagikan menjadi simbol bahwa dalam Islam, kesejahteraan tidak hanya dinikmati sendiri, tetapi juga harus dirasakan bersama.
Banyak saudara kita yang mungkin hanya bisa menikmati daging setahun sekali, yaitu saat Iduladha. Dari sini, kurban menjadi sarana nyata untuk menghadirkan senyum dan harapan.
Membangun Kepekaan di Tengah Kesibukan
Di era modern yang serba cepat, manusia sering lupa untuk berhenti sejenak dan melihat sekitar. Kurban hadir sebagai pengingat bahwa di balik kesibukan, ada tanggung jawab sosial yang tidak boleh diabaikan.
Ibadah ini mengajarkan bahwa keberkahan tidak hanya datang dari apa yang kita kumpulkan, tetapi juga dari apa yang kita berikan.
Kurban sebagai Investasi Akhirat
Apa yang dikurbankan di dunia sejatinya bukanlah kehilangan, melainkan investasi. Setiap tetes darah hewan kurban menjadi saksi atas keikhlasan seorang hamba. Allah SWT menilai niat dan ketakwaan, bukan semata besar kecilnya hewan yang disembelih.
Dengan demikian, kurban menjadi salah satu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memperluas manfaat bagi sesama manusia.
06/05/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS TV
Jangan Lewatkan Sedekah di Hari Jumat melalui BAZNAS
Penulis: admin
Sedekah Subuh, Membuka Pintu Rezeki
Penulis: admin

