Berita Terkini
BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi ke BPKP Kalbar, Perkuat Sinergi Tata Kelola dan Optimalisasi Zakat
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melakukan audiensi ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kalimantan Barat sebagai upaya memperkuat sinergi, tata kelola, serta optimalisasi pengelolaan zakat di Kalimantan Barat.
Audiensi tersebut dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.SI bersama jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar dan disambut oleh Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalbar, Rudy M. Harahap beserta jajaran.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.SI memperkenalkan struktur kepengurusan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat sekaligus menyampaikan harapan agar terjalin sinergi yang lebih kuat antara BAZNAS dan BPKP.
“Kami ingin bersinergi dengan program-program BAZNAS Provinsi Kalbar serta meminta saran dan kritik dari BPKP demi penguatan tata kelola dan pengelolaan zakat yang lebih baik,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam program pemberdayaan mustahik, BAZNAS Provinsi Kalbar telah berkolaborasi dengan Dinas Sosial menggunakan data DTSEN untuk melihat kategori desil 1 hingga 4 sebagai dasar penyaluran bantuan agar tepat sasaran.
Selain itu, saat ini terdapat 16 Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang telah terdaftar dan menjadi mitra BAZNAS dalam pengelolaan zakat di Kalimantan Barat.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Kalbar, Rudy M. Harahap menyampaikan bahwa pengelolaan zakat memiliki potensi besar apabila dibangun dengan tata kelola dan branding yang baik.
“BAZNAS punya potensi besar. Program-program yang ada harus lebih banyak dipromosikan dan ditampakkan kepada masyarakat,” katanya.
Ia juga menilai bahwa pendekatan melalui generasi muda seperti program Gen Z dan Sahabat Zema dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat branding dan literasi zakat di tengah masyarakat.
Rudy turut memberikan masukan agar BAZNAS memperkuat sistem tata kelola dan pengawasan dengan melibatkan berbagai unsur strategis.
“BAZNAS harus memiliki komite yang di dalamnya terdapat unsur Polda, BPKP, dan keuangan agar tata kelolanya semakin kuat dan terpercaya,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Bagian SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.B.A menjelaskan bahwa audiensi dilakukan sebagai bagian dari silaturahmi dan optimalisasi UPZ di berbagai instansi.
“Kami datang bukan untuk collect, tetapi untuk collab. Kami ingin membangun kolaborasi dan memperkuat tata kelola bersama berbagai institusi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa BAZNAS Provinsi Kalbar setiap hari melakukan roadshow ke OPD, instansi, badan, dan biro dalam rangka optimalisasi UPZ. Namun demikian, masih terdapat tantangan dalam kedisiplinan pelaporan dari UPZ dan LAZ.
“Kami memiliki tantangan dalam tata kelola laporan. Karena itu kami membutuhkan dukungan dan masukan terkait pengawasan agar pengelolaan zakat semakin akuntabel,” ungkapnya.
Sementara itu, Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Kalbar, Jaki Azmi, S.E menjelaskan bahwa zakat memiliki fleksibilitas yang tinggi dalam membantu masyarakat, khususnya untuk kebutuhan sosial yang tidak seluruhnya dapat terakomodir melalui APBD Darurat.
“Penggunaan APBD Tidak Terduga dalam APBD hanya difokuskan pada bencana alam, padahal banyak hal kebutuhan mendesak masyarakat lainnya misalnya biaya pengobatan, modal usaha kecil, kebutuhan kependidikan, kebutuhan pokok. Karena saat ada kebutuhan mendesak di masyarakat , tetapi tidak dianggarkan dan tidak bisa menggunakan pos tidak terduga, maka pos apa yang bisa digunakan? Jika sembarangan nanti berhadapan sengan APH". tuturnya.
Melalui audiensi ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan BPKP Provinsi Kalbar dalam mendukung tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan berdampak bagi masyarakat.
11/05/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Provinsi Kalbar dan Pondok Tahfidz Ashqaf Bangun Sinergi untuk Umat dan Generasi Qur’ani
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melakukan audiensi dan silaturahmi ke Pondok Tahfidz Ashqaf & Maryam College sebagai upaya memperkuat sinergi dalam pengembangan dakwah, pendidikan Al-Qur’an, serta optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ).
Pimpinan Bagian Administrasi SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.B.A menyampaikan rasa bangganya dapat hadir langsung di Pondok Tahfidz Ashqaf. Dalam kesempatan tersebut, ia memperkenalkan struktur kepengurusan BAZNAS Provinsi Kalbar sekaligus menjelaskan berbagai program strategis yang tengah dijalankan.
“Kami hadir untuk colabs, bukan collect. BAZNAS dibantu oleh UPZ dan LAZ dalam mengelola ZIS. Bahkan kebijakan pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar periode ini membolehkan UPZ mengelola dana hingga 100 persen, dan apabila kurang akan kami bantu,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa salah satu fokus utama BAZNAS saat ini adalah optimalisasi UPZ sebagai ujung tombak dalam membantu menyelesaikan persoalan sosial di lingkungan masing-masing.
“UPZ menjadi mata dan telinga kami di lapangan. Kami ingin keberadaan UPZ bukan menjadi beban, tetapi menjadi support system yang membantu menyelesaikan persoalan umat,” tambahnya.
Ali Rohman juga mendorong agar SK UPZ Ashqaf dapat diperpanjang dan dioptimalkan kembali agar kebermanfaatannya dapat semakin dirasakan oleh santri maupun masyarakat sekitar.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.SI menyampaikan bahwa kehadiran BAZNAS bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga membangun sinergi nyata bersama pesantren.
“Kami melihat Pondok Ashqaf berkembang dengan kesungguhan dan telah melahirkan generasi Qur’an. Banyak hal yang bisa kita sinergikan, baik secara formal maupun nonformal,” tuturnya.
Ia juga menyebutkan bahwa BAZNAS memiliki program Kampung Zakat di Kalimantan Barat yang bersinergi bersama Kementerian Agama dan diharapkan dapat dikembangkan bersama berbagai lembaga pendidikan Islam.
Dari pihak pondok pesantren, pimpinan Pondok Tahfidz Ashqaf menyampaikan rasa syukur atas perkembangan pondok yang kini semakin maju. Ia menegaskan bahwa sejak awal pondok dibangun dengan semangat dakwah dan pendidikan Al-Qur’an.
“Santri kami diajarkan untuk menjadi tangan di atas, agar kelak mampu memberi kepada orang lain. Adapun UPZ di pondok ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi santri untuk memahami dan mengelola zakat,” jelasnya.
Pihak pondok juga berharap adanya dukungan BAZNAS untuk membantu program-program sosial yang dijalankan, termasuk pembinaan kampung mualaf di daerah terpencil serta program “Sejuk” atau Sejahterakan Guru Ngaji.
“Kami yakin BAZNAS bisa mewarnai banyak hal dengan program-program yang lebih luas untuk membantu umat,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Kalbar, Jaki Azmi, S.E menyampaikan tiga fokus utama program BAZNAS Provinsi Kalbar, yakni optimalisasi UPZ, penguatan Sahabat Zema atau Generasi Zakat (Gen Z), serta Forum Tumpuk Tengah sebagai ruang kolaborasi antara BAZNAS dan LAZ di Kalimantan Barat.
11/05/2026 | Helmi Anshari
Audiensi ke Dishub Kalbar, BAZNAS Kalbar Dorong Optimalisasi UPZ
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat terus memperkuat sinergi lintas sektor melalui audiensi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Kalbar. Pertemuan ini membahas optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), hingga peluang kolaborasi program sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi Kalbar, Rudi, menyambut baik audiensi tersebut. Ia mengaku penjelasan terkait zakat dan sedekah memberikan pemahaman baru bagi pihaknya.
“Terkait ZIS yang disampaikan secara langsung, kami berharap ada informasi penyaluran zakat yang jelas. Penjelasan ini membuka pemikiran kami terkait ZIS, dan semoga ke depan kita dapat menjalin kolaborasi antara Dinas Perhubungan dan BAZNAS Provinsi Kalbar,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan beberapa pertanyaan terkait pengelolaan zakat, mulai dari mekanisme pemotongan bagi ASN pensiun, konsultasi zakat, hingga kewajiban membayar zakat yang sempat terlupa.
Menanggapi hal tersebut, Pimpinan Bagian Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.B.A, menjelaskan bahwa BAZNAS hadir bukan sekadar untuk pengumpulan dana, tetapi membangun kolaborasi dalam membantu menyelesaikan persoalan umat.
“Zakat merupakan instrumen Allah untuk membantu menyelesaikan persoalan sosial umat. Kami hadir bukan untuk collect, tetapi untuk collaboration,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan zakat di BAZNAS berlandaskan tiga prinsip utama, yakni aman syariah, aman regulasi, dan aman NKRI. Selain itu, sistem pengumpulan zakat dilakukan berdasarkan asas kerelaan dan disalurkan melalui amil resmi.
“Khusus payroll ASN, 100 persen dana akan dikembalikan untuk ASN golongan II ke bawah dalam bentuk bantuan dan beasiswa,” tambahnya.
Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Kalbar, Jaki Azmi, S.E, turut memaparkan dasar hukum zakat dalam Al-Qur’an serta potensi besar zakat di Kalimantan Barat.
“Potensi zakat di Kalbar mencapai Rp2,345 triliun, namun yang terealisasi baru sekitar Rp7 miliar atau 0,31 persen. Karena itu, perlu penguatan ekosistem zakat melalui optimalisasi UPZ, UPZ tematik, Sahabat ZEMA, dan kolaborasi antar lembaga,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa BAZNAS telah memanfaatkan data DTSEN untuk memverifikasi mustahik dan muzaki agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menegaskan bahwa BAZNAS bukan hanya lembaga pengelola zakat, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan.
“Kami merupakan lembaga filantropi plat merah yang dapat bergerak cepat membantu masyarakat selama 24 jam. Payroll ASN juga merupakan ikhtiar pemerintah daerah agar keberkahan zakat dapat dirasakan masyarakat luas,” ujarnya.
Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iswardani, SE.I, menambahkan bahwa pola pendistribusian zakat saat ini lebih diarahkan pada pemberdayaan masyarakat.
“Sebanyak 60 persen dana zakat diarahkan untuk pendayagunaan, seperti pelatihan dan modal usaha bagi mustahik agar mereka bisa mandiri secara ekonomi,” jelasnya.
Ia juga melihat Dinas Perhubungan sebagai mitra strategis karena memiliki ruang lingkup yang luas di sektor transportasi. BAZNAS pun membuka peluang kerja sama melalui pemasangan media sosialisasi zakat di area transportasi hingga pengembangan program berbasis kebutuhan Dinas Perhubungan.
“UPZ di Dinas Perhubungan nantinya dapat membantu menyelesaikan persoalan sosial di lingkungan instansi itu sendiri. Bahkan pengelolaan dana bisa dilakukan secara mandiri selama laporan tetap disampaikan kepada BAZNAS,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Provinsi Kalbar juga mengajak jajaran Dinas Perhubungan untuk berpartisipasi dalam program kurban yang tengah dijalankan menjelang Hari Raya Iduladha.
08/05/2026 | Helmi Anshari
Berita Pendistribusian

BAZNAS Provinsi Kalbar Salurkan Bantuan Modal Usaha Mesin Press Minuman
Pontianak - BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantuan melalui program Kalbar Mandiri pada tanggal 28 April 2026, di Kantor BAZNAS Provinsi Kalbar. Penyaluran ini diberikan kepada Ibu Ermita dari kategori miskin.
Adapun bantuan yang diberikan berupa Pembelian Mesin Minuman dengan total nilai mencapai Rp. 725.000, yang bersumber dari dana Zakat. Bantuan ini diharapkan dapat membantu usaha beliau dalam menjual minuman usaha keliling serta meningkatkan ekonomi pada usahanya.
28/04/2026 | Helmi Anshari

Dukung Pendidikan Penghafal Al-Qur’an, BAZNAS Kalbar Berikan Beasiswa kepada Dua Siswi
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat kembali menunjukkan dukungan pada pendidikan generasi muda melalui penyaluran bantuan beasiswa kepada siswi di Yayasan Pendidikan Baitul Qur’an SMP-SMA Islam Tahfidzul Qur’an. Senin (20/04/2026)
Bantuan beasiswa tersebut diberikan kepada dua orang siswi, yakni Siti Humairoh Malqa, siswi SMP Islam Tahfidzul Qur’an, serta Zivana Thalita Salsabila, siswi kelas 3 SMA.
Siti Humairoh Malqa merupakan salah satu siswi yang berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai pekerja bangunan, sementara ibunya merupakan ibu rumah tangga. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga serta mendukung kelanjutan pendidikan dan hafalan Al-Qur’an yang sedang ditempuh.
Selain itu, bantuan juga diberikan kepada Zivana Thalita Salsabila yang saat ini duduk di bangku kelas 12 SMA. Zivana memiliki kisah perjuangan yang cukup menginspirasi. Pada awalnya, kondisi ekonomi keluarganya tergolong cukup baik. Namun, sejak memasuki jenjang SMA, usaha orang tuanya mengalami kendala hingga menyebabkan penurunan kondisi ekonomi keluarga.
Meski demikian, Zivana tetap memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan dan menghafal Al-Qur’an. Saat ini, orang tuanya sedang berupaya memperbaiki kondisi ekonomi dengan merintis kembali usaha di luar daerah.
Perwakilan Yayasan, Qiroatul Khasanah selaku guru sekaligus bendahara sekolah, menyampaikan bahwa pihak yayasan berupaya menjaga keberlangsungan pendidikan siswa, termasuk dalam hal administrasi.
“Kami berusaha menyesuaikan kebijakan yayasan, khususnya terkait administrasi pendidikan. Hal ini penting agar para siswa, terutama kelas 12 yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, tidak mengalami kendala dalam pengambilan ijazah,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa bantuan seperti ini sangat berarti bagi para siswa yang sedang mengalami kesulitan ekonomi, sehingga mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan dengan baik.
Melalui program beasiswa ini, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat berharap dapat terus hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, serta mendukung lahirnya generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan mandiri.
20/04/2026 | Helmi Anshari

Lima Tahun Melawan Kanker, Bantuan BAZNAS Provinsi Kalbar Hadir untuk Nurali
Pontianak — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui program penyaluran zakat, bantuan biaya kemoterapi kepada salah satu warga, Nurali (52), yang berdomisili di Jalan Pal 5, Gang H Achmad. Jumat, (17/04/2026)
Nurali sebelumnya bekerja sebagai kuli bangunan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Namun, sejak menderita penyakit, ia tidak lagi mampu bekerja. Saat ini, peran sebagai tulang punggung keluarga diambil alih oleh sang istri yang berjualan kue-kue, pakaian, bros dan kerudung untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Nurali diketahui telah mengidap kanker paru-paru selama kurang lebih lima tahun. Dalam satu tahun terakhir, kondisi kesehatannya semakin memburuk hingga penyakit tersebut telah menyebar ke saraf. Saat ini, ia dijadwalkan untuk menjalani kemoterapi sebagai upaya pengobatan lanjutan.
Keterbatasan biaya menjadi kendala utama dalam proses pengobatan yang harus dijalani. Oleh karena itu, melalui dana zakat yang dihimpun dari para muzaki, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat memberikan bantuan biaya kemoterapi kepada Nurali yang termasuk dalam kategori asnaf miskin.
Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh perwakilan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat di kediaman keluarga Nurali yang beralamat di Jalan Pal 5, Gang H. Achmad.
BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban penerima manfaat serta memberikan semangat dan harapan dalam menjalani proses pengobatan.
Selain itu, BAZNAS juga mengajak masyarakat untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar semakin banyak masyarakat yang terbantu.
17/04/2026 | Helmi Anshari
Artikel Terbaru
Kurban: Belajar Melepaskan untuk Mendapatkan Keberkahan
Setiap datangnya Iduladha, umat Islam diingatkan pada satu ibadah yang penuh makna, yaitu kurban. Di balik prosesi penyembelihan hewan, tersimpan pelajaran besar tentang kehidupan: bagaimana manusia belajar melepaskan sesuatu yang dicintai demi ketaatan kepada Allah SWT.
Kurban bukan hanya tentang mampu atau tidaknya seseorang membeli hewan terbaik. Lebih dari itu, kurban adalah tentang kesiapan hati untuk berbagi dan berkorban. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering kali terikat dengan harta, kenyamanan, dan kepentingan pribadi. Melalui kurban, kita dilatih untuk mengurangi keterikatan tersebut.
Makna Pengorbanan yang Sesungguhnya
Kisah Nabi Ibrahim AS mengajarkan bahwa pengorbanan sejati bukan sekadar kehilangan, melainkan bentuk kepercayaan penuh kepada Allah. Ketika seseorang berani mengorbankan apa yang ia miliki, di situlah letak keimanan diuji.
Nilai ini relevan hingga saat ini. Tidak semua pengorbanan berbentuk materi, tetapi juga waktu, tenaga, bahkan kepedulian kepada sesama.
Kurban dan Kepedulian Sosial
Di sisi lain, kurban menjadi jembatan kebahagiaan bagi mereka yang jarang merasakan kecukupan. Daging kurban yang dibagikan menjadi simbol bahwa dalam Islam, kesejahteraan tidak hanya dinikmati sendiri, tetapi juga harus dirasakan bersama.
Banyak saudara kita yang mungkin hanya bisa menikmati daging setahun sekali, yaitu saat Iduladha. Dari sini, kurban menjadi sarana nyata untuk menghadirkan senyum dan harapan.
Membangun Kepekaan di Tengah Kesibukan
Di era modern yang serba cepat, manusia sering lupa untuk berhenti sejenak dan melihat sekitar. Kurban hadir sebagai pengingat bahwa di balik kesibukan, ada tanggung jawab sosial yang tidak boleh diabaikan.
Ibadah ini mengajarkan bahwa keberkahan tidak hanya datang dari apa yang kita kumpulkan, tetapi juga dari apa yang kita berikan.
Kurban sebagai Investasi Akhirat
Apa yang dikurbankan di dunia sejatinya bukanlah kehilangan, melainkan investasi. Setiap tetes darah hewan kurban menjadi saksi atas keikhlasan seorang hamba. Allah SWT menilai niat dan ketakwaan, bukan semata besar kecilnya hewan yang disembelih.
Dengan demikian, kurban menjadi salah satu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memperluas manfaat bagi sesama manusia.
06/05/2026 | Helmi Anshari
Kurban: Ibadah yang Menghidupkan Kepedulian Sosial Umat
Hari Raya Idul Adha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga momentum penting untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan memperkuat solidaritas umat. Ibadah kurban mengandung nilai spiritual sekaligus sosial yang sangat dalam, karena di dalamnya terdapat perintah untuk berbagi dan membantu sesama.
Makna Kurban dalam Islam
Secara bahasa, kurban berasal dari kata qarraba yang berarti mendekatkan diri. Dalam konteks syariat, kurban adalah ibadah menyembelih hewan ternak pada hari Idul Adha dan hari tasyrik sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
Perintah berkurban telah dijelaskan dalam Al-Qur’an:
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2)
Ayat ini menunjukkan bahwa kurban merupakan ibadah yang sangat dianjurkan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
Kurban Bukan Sekadar Ritual
Seringkali kurban dipahami hanya sebagai rutinitas tahunan. Padahal, kurban mengajarkan nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial.
Allah SWT berfirman:
“Daging dan darah hewan kurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.” (QS. Al-Hajj: 37)
Ayat ini menegaskan bahwa esensi kurban bukan pada fisik hewan, melainkan pada niat dan ketakwaan orang yang melaksanakannya.
Dimensi Sosial Ibadah Kurban
Salah satu keistimewaan kurban adalah dampaknya yang langsung dirasakan masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan. Daging kurban didistribusikan kepada fakir miskin, sehingga mereka juga dapat merasakan kebahagiaan di hari raya.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak ada amalan yang dilakukan pada hari Nahr (Idul Adha) yang lebih dicintai Allah selain mengalirkan darah (hewan kurban).” (HR. Tirmidzi)
Selain itu, kurban juga menjadi sarana pemerataan pangan, mempererat hubungan sosial, dan mengurangi kesenjangan ekonomi di masyarakat.
Kurban Sebagai Wujud Kepedulian Nyata
Melalui kurban, umat Islam diajak untuk tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga peduli terhadap kondisi sekitar. Bagi sebagian masyarakat, daging merupakan makanan yang jarang dikonsumsi. Oleh karena itu, kurban menjadi momen istimewa yang membawa kebahagiaan bagi mereka.
Lebih dari itu, kurban juga melatih keikhlasan dalam berbagi dan menumbuhkan rasa empati terhadap sesama.
Peran Lembaga dalam Pengelolaan Kurban
Di era modern, pengelolaan kurban semakin berkembang dengan melibatkan lembaga resmi seperti BAZNAS. Hal ini bertujuan agar distribusi kurban lebih merata, tepat sasaran, dan menjangkau daerah-daerah yang membutuhkan.
Dengan pengelolaan yang baik, kurban tidak hanya menjadi ibadah tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi umat.
28/04/2026 | Helmi Anshari
Menggali Hikmah Kurban: Dari Ketakwaan hingga Kepedulian Sosial
Ibadah kurban merupakan salah satu amalan utama yang dilaksanakan umat Islam pada Hari Raya Idul Adha. Lebih dari sekadar menyembelih hewan, kurban mengandung berbagai hikmah yang menyentuh aspek spiritual, sosial, hingga kemanusiaan.
Allah SWT berfirman:
"Daging-daging dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu." (QS. Al-Hajj: 37)
Ayat ini menegaskan bahwa esensi utama dari ibadah kurban adalah ketakwaan, bukan sekadar ritual fisik semata.
1. Meningkatkan Ketakwaan kepada Allah SWT
Hikmah utama dari ibadah kurban adalah melatih keikhlasan dan ketaatan kepada Allah SWT. Ibadah ini meneladani kisah Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS, sebagai bentuk kepatuhan kepada perintah Allah.
Dari peristiwa tersebut, umat Islam diajarkan untuk menempatkan perintah Allah di atas segala-galanya.
2. Menumbuhkan Kepedulian Sosial
Kurban memiliki dimensi sosial yang sangat kuat. Daging kurban didistribusikan kepada masyarakat, khususnya fakir miskin, sehingga mereka juga dapat merasakan kebahagiaan di Hari Raya Idul Adha.
Hal ini mempererat hubungan antar sesama dan menumbuhkan rasa empati terhadap mereka yang membutuhkan.
3. Melatih Keikhlasan dan Pengorbanan
Berkurban mengajarkan bahwa dalam hidup, ada hal-hal yang harus dikorbankan demi kebaikan yang lebih besar. Tidak hanya dalam bentuk materi, tetapi juga waktu, tenaga, dan kepentingan pribadi.
Dengan berkurban, seorang muslim dilatih untuk ikhlas dalam memberi tanpa mengharapkan balasan.
4. Menghapus Sifat Cinta Dunia Berlebihan
Ibadah kurban juga menjadi sarana untuk mengurangi kecintaan berlebihan terhadap harta. Dengan mengeluarkan sebagian rezeki untuk berkurban, seseorang belajar bahwa harta hanyalah titipan yang harus dimanfaatkan di jalan kebaikan.
5. Menguatkan Persatuan dan Ukhuwah
Momentum Idul Adha menghadirkan kebersamaan di tengah masyarakat, mulai dari proses penyembelihan hingga pembagian daging kurban.
Kegiatan ini menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah serta membangun solidaritas sosial.
6. Menjadi Sarana Pemerataan Gizi
Bagi sebagian masyarakat, daging merupakan makanan yang jarang dikonsumsi. Melalui kurban, mereka dapat memperoleh asupan protein yang bermanfaat bagi kesehatan.
Hal ini menjadikan kurban tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
27/04/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS TV
Jangan Lewatkan Sedekah di Hari Jumat melalui BAZNAS
Penulis: admin
Sedekah Subuh, Membuka Pintu Rezeki
Penulis: admin

