WhatsApp Icon
banner

Berita Terkini

BAZNAS Provinsi Kalbar Hadiri Rapat Komitmen Lintas Sektor Percepatan Eliminasi Tuberkulosis
BAZNAS Provinsi Kalbar Hadiri Rapat Komitmen Lintas Sektor Percepatan Eliminasi Tuberkulosis
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat turut menghadiri kegiatan Sosialisasi dan Pengembangan Program Desa Sehat Siaga TBC (DAHSAT) di Provinsi Kalimantan Barat, yang diselenggarakan sebagai tindak lanjut penguatan kolaborasi lintas sektor dalam upaya percepatan eliminasi TB. Kegiatan ini mengacu pada Peraturan Presiden tentang Optimalisasi Penanggulangan Tuberkulosis, Peraturan Gubernur Kalimantan Barat tentang Penanggulangan Tuberkulosis, serta Surat Keputusan Gubernur mengenai Tim Percepatan Penanggulangan TB Kalimantan Barat. Ketua Panitia, Endang Maman Sudirman, S.KM., M.AP, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan lintas sektor yang telah dilaksanakan pada 29 April 2026. Pada pertemuan sebelumnya telah terbangun kesamaan persepsi mengenai pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam percepatan penanggulangan TB serta disepakati berbagai langkah yang perlu ditindaklanjuti bersama. Menurutnya, pertemuan kali ini tidak hanya bertujuan melakukan evaluasi terhadap capaian yang telah dilaksanakan, tetapi juga mengidentifikasi berbagai tantangan yang masih dihadapi serta menyusun langkah-langkah strategis agar program penanggulangan TB dapat berjalan lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa tujuan kegiatan adalah memperkuat komitmen lintas sektor di Kalimantan Barat, menyampaikan perkembangan hasil tindak lanjut pasca pertemuan April 2026, mengidentifikasi tantangan dan kebutuhan dalam penanggulangan TB, serta memperkuat peran setiap pemangku kepentingan sesuai tugas dan fungsinya dalam mendukung percepatan eliminasi TB. Peserta kegiatan terdiri dari anggota Tim Percepatan Penanggulangan TB yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Barat, perangkat daerah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, mitra pembangunan, serta berbagai lembaga terkait dengan jumlah peserta sekitar 55 orang Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menyampaikan bahwa BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) memiliki peran strategis dalam mendukung penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui pendekatan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan. Menurutnya, peran tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mewujudkan target eliminasi TBC di Indonesia. Ia menegaskan bahwa penanggulangan TBC bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Melalui pengelolaan dana ZIS yang tepat sasaran, BAZNAS dapat memberikan dukungan berupa bantuan nutrisi, pendampingan pengobatan, pemberdayaan ekonomi keluarga penyintas, hingga penguatan edukasi kesehatan di tengah masyarakat. "BAZNAS siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat aspek sosial, ekonomi, dan spiritual bagi para penyintas TBC. Dengan optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ), kolaborasi lintas sektor, serta pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang tepat sasaran, kami berharap dapat berkontribusi mempercepat terwujudnya Indonesia Bebas TBC sekaligus meningkatkan kesejahteraan para mustahik," ujar Hamzah Tawil.. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan oleh dr. Antonius Decky mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, disampaikan bahwa sumber daya manusia yang sehat merupakan prioritas utama pembangunan daerah, sehingga penanganan Tuberkulosis menjadi salah satu program prioritas nasional yang memerlukan dukungan seluruh pihak. Ia menegaskan bahwa percepatan eliminasi TB bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen pemerintah, lembaga, dunia pendidikan, tempat kerja, organisasi masyarakat, hingga masyarakat secara luas. "TB tidak mengenal batas usia maupun profesi. Anak-anak, pekerja, hingga masyarakat umum memiliki risiko yang sama. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan melalui perluasan skrining di lingkungan kerja, sekolah, perguruan tinggi, tempat ibadah, dan lingkungan masyarakat. Semakin cepat kasus ditemukan, maka semakin cepat pula pengobatan dapat dilakukan," ujarnya. Berdasarkan data Sistem Informasi Tuberkulosis hingga Juli 2026, jumlah kasus TB yang berhasil ditemukan di Kalimantan Barat baru mencapai sekitar 6.350 kasus, sementara diperkirakan masih terdapat sekitar 12 ribu kasus yang belum teridentifikasi. Ia menambahkan bahwa meskipun pengobatan TB saat ini telah semakin maju dan vaksin telah tersedia, tantangan terbesar masih terletak pada keberhasilan pengobatan karena memerlukan waktu yang relatif panjang serta kedisiplinan pasien dalam menjalani terapi hingga tuntas. Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai unsur lintas sektor, di antaranya perwakilan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, LAZISMU, Yayasan Bina Asri, Organisasi Penyintas TB Khatulistiwa, serta berbagai mitra lainnya yang memiliki komitmen bersama dalam mendukung percepatan eliminasi Tuberkulosis di Kalimantan Barat. BAZNAS juga mengajak masyarakat untuk turut mengambil bagian dalam ikhtiar ini dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui : Program Bantuan bagi Penyintas Tuberkulosis (TB).
23/07/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Kalbar Hadiri Rapat Penguatan Sinergi Program Desa Sakti
BAZNAS Kalbar Hadiri Rapat Penguatan Sinergi Program Desa Sakti
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menghadiri Rapat Penguatan Kolaborasi dan Sinergitas Program Desa Sakti (Desa Bebas Anak Tidak Sekolah) sebagai bentuk komitmen mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penanganan anak-anak yang tidak mengenyam pendidikan. Pertemuan ini melibatkan berbagai perangkat daerah, lembaga pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menyusun langkah strategis dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Kepala BAPPERIDA Provinsi Kalimantan Barat, Dra. Linda Purnama, M.Si, menyampaikan bahwa rapat ini merupakan tindak lanjut dari audiensi yang sebelumnya dilakukan bersama BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat. Menurutnya, seluruh pihak perlu terus memperkuat kolaborasi dalam menjalankan tugas besar meningkatkan kualitas pembangunan manusia di Kalimantan Barat. Ia menjelaskan bahwa Program Desa Sakti bertujuan menangani persoalan anak-anak yang putus sekolah melalui pendekatan lintas sektor. Dalam kesempatan tersebut, Linda mengungkapkan bahwa BAZNAS Provinsi Kalbar akan menjadi salah satu mitra strategis dalam mendukung program tersebut melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bagi masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa Program Desa Sakti direncanakan akan diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat pada kegiatan Gerakan Masyarakat Desa (GMD), dengan BAZNAS Provinsi Kalbar turut menghadirkan layanan dan program ZIS dalam rangkaian kegiatan tersebut. Sementara itu, Pimpinan Bidang Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.B.A, menegaskan bahwa sejak dilantik, jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar berkomitmen menghadirkan program-program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dalam paparannya, Ali Rohman memperkenalkan platform baznaskalbar.com beserta konsep UPZ Tematik, yaitu pengelolaan zakat yang manfaatnya dikembalikan kepada lingkungan atau instansi tempat zakat tersebut dihimpun. Ia juga menjelaskan kerja sama yang telah dilakukan bersama Pengadilan Tinggi Agama Pontianak dalam memberikan bantuan kepada perempuan rentan dan anak-anak pasca perceraian. Menurutnya, BAZNAS siap berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), melalui penyusunan nota kesepahaman (MoU), proses verifikasi calon penerima manfaat, hingga optimalisasi peran BAZNAS kabupaten/kota dalam mendukung penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). "Kami ingin hadir bukan hanya sebagai lembaga penghimpun zakat, tetapi juga sebagai mitra kolaborasi yang membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial, termasuk mendukung anak-anak agar kembali memperoleh akses pendidikan," ujarnya. Dalam sesi diskusi, Dewan Pendidikan Kalimantan Barat mengusulkan pentingnya pemetaan (mapping) berdasarkan karakteristik penyebab anak tidak sekolah, baik karena faktor ekonomi maupun rendahnya motivasi belajar. Dengan pemetaan tersebut, diharapkan intervensi yang diberikan dapat lebih tepat sasaran sesuai tingkat prioritas. Selain itu, peserta rapat juga menyoroti pentingnya pemutakhiran data Anak Tidak Sekolah tahun 2026, khususnya pada lima kabupaten dengan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih rendah, yaitu Kayong Utara, Sekadau, Kapuas Hulu, Melawi, dan Landak. Perwakilan PKBM Kalimantan Barat menyampaikan perlunya sinkronisasi data lintas instansi melalui surat edaran, penguatan kolaborasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta dukungan BAZNAS dalam pembiayaan pendidikan bagi kelompok rentan, termasuk warga binaan perempuan. Sementara itu, perwakilan Pemerintah Desa dan Biro Pemerintahan Provinsi Kalimantan Barat menekankan pentingnya penyusunan nota kesepahaman beserta rencana kerja yang jelas sebagai dasar pelaksanaan kolaborasi lintas sektor, sehingga implementasi Program Desa Sakti dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS mengajak masyarakat, para muzaki, dan seluruh pihak untuk turut berpartisipasi dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui. Program Desa Sakti (Desa Bebas Anak Putus Sekolah)
23/07/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Provinsi Kalbar Berikan Bantuan kepada Penyintas Disabilitas di Kubu Raya
BAZNAS Provinsi Kalbar Berikan Bantuan kepada Penyintas Disabilitas di Kubu Raya
Kubu Raya – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, bantuan diberikan kepada Muhammad Thamrin, warga Kabupaten Kubu Raya yang mengalami disabilitas permanen akibat kecelakaan kerja dan kini hidup dalam keterbatasan. Rabu (22/07/2026). Muhammad Thamrin diketahui mengalami kecelakaan kerja sekitar sembilan bulan yang lalu. Sebelum musibah tersebut, ia menjalani kehidupan dengan normal sejak tahun 1998 hingga 2024. Namun setelah mengalami cedera serius yang berawal dari bagian kaki hingga berdampak pada organ dalam, ia tidak lagi dapat berjalan dan harus menjalani operasi. Saat ini, Thamrin hidup sebatang kara setelah ibu dan kakaknya meninggal dunia, sementara ayah kandungnya telah lama berpisah dengan ibunya. Kondisi tersebut membuatnya tidak memiliki keluarga yang mendampingi, sehingga kebutuhan sehari-harinya banyak bergantung pada kepedulian warga sekitar. Meski memiliki rumah sendiri, keterbatasan fisik membuatnya sulit beraktivitas. Untuk memenuhi kebutuhan makan, ia hanya dapat mengonsumsi makanan bertekstur lembut seperti bubur dan buah-buahan. Tidak jarang ia harus menahan lapar ketika tidak ada bantuan dari warga. Di tengah keterbatasan tersebut, kepedulian masyarakat sekitar terus hadir. Beberapa tetangga dan seorang ayah angkat secara bergantian menemani dan membantu kebutuhannya, terutama pada malam hari. Sebelumnya, Thamrin masih sempat berjalan menggunakan tongkat sebelum kondisinya semakin menurun. Selain berjuang menghadapi kondisi kesehatannya, Thamrin juga memiliki seorang anak yang saat ini duduk di bangku kelas II Sekolah Dasar dan menempuh pendidikan di MI yang berada di lingkungan panti asuhan. Mari bersama hadirkan harapan baru bagi saudara kita yang sedang berjuang. Salurkan zakat, infak, dan sedekah terbaik Anda melalui Program Bantu Muhammad Thamrin, Penyintas Disabilitas di Kubu Raya.
22/07/2026 | Helmi Anshari

Agenda Pimpinan

Audiensi BAZNAS Provinsi Kalbar ke Bank Syariah Nasional (BSN) KC Pontianak Agenda
Audiensi BAZNAS Provinsi Kalbar ke Bank Syariah Nasional (BSN) KC Pontianak Agenda
Audiensi BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dengan Bank Syariah Nasional (BSN) Kantor Cabang Pontianak. Waktu : Selasa, (14/07/2026). Tempat : Bank Syariah Nasional (BSN) Kantor Cabang Pontianak Pembahasan 1. Kepala BSN KC Pontianak, Bapak Imron - Menyampaikan ucapan selamat datang kepada jajaran BAZNAS Provinsi Kalbar. - Memperkenalkan jajaran pengurus BSN KC Pontianak. - Menyampaikan perlunya BAZNAS Provinsi Kalbar menyusun proposal dan katalog program sebagai bahan pengajuan kepada kantor pusat BSN. - Mengusulkan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BSN agar penghimpunan zakat dapat dikelola dan dimanfaatkan di daerah masing-masing. - Proposal program dari BAZNAS akan diteruskan kepada kantor pusat sebagai dasar penyaluran dana zakat di Provinsi Kalimantan Barat. - Akan mengajukan kajian kepada kantor pusat terkait kemungkinan penyusunan Nota Kesepahaman (MoU) antara BSN dan BAZNAS Provinsi Kalbar. - Akan menindaklanjuti peluang kerja sama dengan pihak developer agar dapat menyalurkan zakat sebesar 2,5% atau sesuai ketentuan yang disepakati. - Mengusulkan agar katalog program tematik dimasukkan dalam proposal yang diajukan ke kantor pusat. - Menyampaikan apresiasi terhadap berbagai program BAZNAS Provinsi Kalbar. - Menyatakan kesiapan BSN untuk berkolaborasi serta meminta agar katalog program segera disampaikan untuk proses koordinasi lebih lanjut dengan kantor pusat. 2. Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si. - Menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan dan kesempatan audiensi. - Memperkenalkan jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar. - Menjelaskan bahwa tujuan audiensi adalah mempererat silaturahmi dan membangun sinergi dalam pelaksanaan program-program BAZNAS. - Menyampaikan bahwa seluruh pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar telah mengikuti dan lulus Sertifikasi Kompetensi Pimpinan BAZNAS Daerah. - Memaparkan beberapa program unggulan BAZNAS Provinsi Kalbar, di antaranya Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB). - Menjelaskan bahwa selain zakat, masyarakat dan mitra juga dapat berpartisipasi melalui infak muqayyad untuk mendukung program-program tertentu. - Pimpinan Bagian Administrasi, SDM, Umum dan Hukum, Ali Rohman, S.Kom., M.B.A. - Menjelaskan kerja sama (MoU) yang telah dilaksanakan BAZNAS Provinsi Kalbar dengan Pengadilan Tinggi Agama Pontianak. - Menyampaikan bahwa manfaat penghimpunan dana melalui UPZ akan dikembalikan kepada lingkungan UPZ dalam bentuk program-program pemberdayaan. - Menyampaikan harapan agar dana zakat dari berbagai proyek dan tender di Kalimantan Barat dapat tetap disalurkan melalui BAZNAS Kalbar sehingga manfaatnya dirasakan masyarakat Kalimantan Barat. - Menegaskan bahwa BAZNAS hadir untuk membangun kolaborasi, bukan sekadar menghimpun dana (collaboration, not collection). - Mengusulkan pembentukan Program UPZ Tematik BSN sesuai kebutuhan dan kesepakatan kedua belah pihak. - Menjelaskan skema kontribusi zakat sebesar 2,5% sesuai ketentuan syariat. - Menyampaikan bahwa terdapat banyak potensi kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama BSN. - Menegaskan komitmen BAZNAS dalam mendukung peningkatan indeks capaian dan program-program sosial mitra melalui kolaborasi. 3. Pimpinan Bidang Pengumpulan, Jaki Azmi, S.E. - Menampilkan platform digital BAZNAS untuk pengelolaan Program Tematik UPZ. - Menjelaskan mekanisme pembukaan rekening UPZ melalui pengajuan surat resmi dengan melampirkan Surat Keputusan (SK) pembentukan UPZ. Hasil Audiensi 1. BSN KC Pontianak menyambut positif rencana kolaborasi dengan BAZNAS Provinsi Kalbar. 2. BAZNAS Provinsi Kalbar akan menyusun dan menyampaikan proposal beserta katalog program tematik kepada BSN KC Pontianak. 3. BSN KC Pontianak akan meneruskan proposal tersebut kepada kantor pusat untuk dikaji sebagai dasar kerja sama dan penyaluran program di Kalimantan Barat. 4. Kedua belah pihak sepakat menjajaki pembentukan UPZ BSN serta peluang penyusunan MoU sebagai dasar kerja sama ke depan. 5. BSN akan mengkaji peluang penghimpunan zakat dari developer dan mitra usaha sebagai bagian dari penguatan ekosistem zakat di Kalimantan Barat.

17-07-2026 | Helmi Anshari

Audiensi BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dengan Kantor Pos Pontianak
Audiensi BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dengan Kantor Pos Pontianak
Audiensi BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dengan Kantor Pos Pontianak Waktu : Rabu, 6 Mei 2026 Pembahasan 1. Pimpinan Bagian Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar – Ali Rohman, S.Kom., M.B.A Menyampaikan bahwa tujuan audiensi adalah mempererat silaturahmi sekaligus membangun kolaborasi dengan Kantor Pos Pontianak. BAZNAS hadir bukan hanya untuk menghimpun zakat, tetapi juga mengoptimalkan peran UPZ melalui berbagai program pemberdayaan. Menjelaskan konsep optimalisasi UPZ agar menjadi "mata dan telinga" BAZNAS dalam mengidentifikasi permasalahan sosial di lingkungan masing-masing. Memperkenalkan program Sahabat ZEMA (Zero Mustahik) sebagai pendamping UPZ dalam penguatan program, pelaporan, dan tata kelola. Menawarkan peluang pembentukan layanan ZIS di lingkungan Kantor Pos. 2. Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Kalbar – Jaki Azmi, S.E. Menjelaskan struktur dan kewenangan BAZNAS sebagai lembaga resmi pengelola zakat dari tingkat pusat hingga daerah. Menyampaikan bahwa pengelolaan zakat didukung oleh LAZ dan UPZ dalam penghimpunan serta pendistribusian dana. Menjelaskan peran zakat sebagai instrumen pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menyampaikan bahwa dana zakat memiliki fleksibilitas dalam penyaluran, khususnya untuk kebutuhan mendesak, dan harus disalurkan paling lambat 30 hari sejak diterima. Memaparkan program penguatan ekosistem zakat melalui optimalisasi UPZ, Generasi Zakat (Gen Z), dan Sahabat ZEMA. 3. Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Provinsi Kalbar – Iswardani, S.E.I Menyampaikan potensi kolaborasi antara BAZNAS dan Kantor Pos dalam pemberdayaan mustahik. Mengusulkan pemanfaatan aset maupun jaringan Kantor Pos sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Menawarkan konsep pengembangan sentra UMKM bagi mustahik melalui kerja sama kedua belah pihak. Menyampaikan harapan agar sinergi tidak hanya berfokus pada penghimpunan zakat, tetapi juga pemberdayaan ekonomi. 4. Kepala Kantor Pos Pontianak – Kokoh Handoko Menyambut baik rencana kolaborasi bersama BAZNAS Provinsi Kalbar. Menjelaskan bahwa Kantor Pos telah bekerja sama dengan BAZNAS RI melalui platform PosPay. Menyampaikan bahwa Kantor Pos secara rutin melaksanakan program Jumat Berkah melalui aplikasi PosPay. Menginformasikan bahwa Kantor Pos memiliki 32 Kantor Cabang Pembantu serta jaringan agen pos yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung program BAZNAS. Membuka peluang integrasi pembayaran zakat melalui QRIS di seluruh outlet Kantor Pos. Menyatakan kesiapan mendukung publikasi program-program BAZNAS, termasuk penyediaan media promosi seperti spanduk program kurban. Hasil Pertemuan Terjalin komitmen awal untuk memperkuat sinergi antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan Kantor Pos Pontianak. Dibuka peluang kerja sama dalam layanan pembayaran ZIS melalui QRIS dan jaringan Kantor Pos. Akan dilakukan pembahasan lanjutan mengenai pembentukan layanan ZIS di lingkungan Kantor Pos. Kedua pihak sepakat menjajaki kolaborasi dalam program pemberdayaan ekonomi mustahik melalui pemanfaatan aset dan jaringan Kantor Pos. Kolaborasi diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan zakat, meningkatkan literasi ZIS, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kalimantan Barat.

13-07-2026 | Helmi Anshari

Audiensi dan Silaturahmi BAZNAS Provinsi Kalbar dengan BAZNAS Kota Pontianak
Audiensi dan Silaturahmi BAZNAS Provinsi Kalbar dengan BAZNAS Kota Pontianak
Isi Agenda Pimpinan Audiensi dan Silaturahmi BAZNAS Provinsi Kalbar dengan BAZNAS Kota Pontianak Jumat, 1 Mei 2026 1. Audiensi dan silaturahmi dengan BAZNAS Kota Pontianak dalam rangka memperkuat sinergi dan kolaborasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). 2. Pembahasan penguatan koordinasi antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan BAZNAS Kota Pontianak dalam mendukung program pemberdayaan umat dan pengentasan kemiskinan. 3. Evaluasi dan penguatan peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan masjid, instansi pemerintah, dan berbagai lembaga sebagai ujung tombak penghimpunan zakat. 4. Diskusi mengenai pengembangan dan sinkronisasi program strategis, seperti bantuan pendidikan, bedah rumah, program ASN Berzakat, sedekah Jumat, penguatan UPZ, dan program kurban. 5. Pembahasan strategi peningkatan penghimpunan zakat melalui penguatan literasi zakat, perluasan jaringan UPZ, dan peningkatan partisipasi masyarakat. 6. Sosialisasi Program Generasi Zakat (Gen Z) dan Sahabat ZEMA (Zero Mustahik) sebagai upaya membangun kesadaran zakat di kalangan generasi muda. 7. Pembahasan peluang kolaborasi dalam program pemberdayaan ekonomi mustahik melalui BAZNAS Microfinance Desa (BMD) dan program pemberdayaan UMKM. 8. Koordinasi pengelolaan data penghimpunan dan pendistribusian zakat, termasuk penguatan sistem pendataan mustahik serta sinergi dalam penanganan kebencanaan dan permasalahan sosial. 9. Diskusi mengenai pembentukan klaster binaan mustahik untuk meningkatkan efektivitas program pendayagunaan zakat secara berkelanjutan. 10. Penguatan komitmen bersama antara BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan BAZNAS Kota Pontianak dalam membangun tata kelola zakat yang profesional, kolaboratif, dan berdampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

13-07-2026 | Helmi Anshari

Artikel Terbaru

Keutamaan Membayar Zakat: Membersihkan Harta, Menambah Keberkahan, dan Mewujudkan Kepedulian Sosial
Keutamaan Membayar Zakat: Membersihkan Harta, Menambah Keberkahan, dan Mewujudkan Kepedulian Sosial
Keutamaan membayar zakat tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat, tetapi juga oleh setiap Muslim yang menunaikannya dengan ikhlas. Dalam Islam, zakat merupakan rukun Islam yang keempat dan menjadi kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat nisab dan haul. Melalui zakat, seorang Muslim tidak hanya menjalankan perintah Allah SWT, tetapi juga berkontribusi dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Lalu, apa saja keutamaan membayar zakat yang dijanjikan dalam ajaran Islam? Berikut ulasannya. Apa Itu Zakat? Secara bahasa, zakat berasal dari kata zaka yang berarti suci, bersih, tumbuh, dan berkah. Sementara secara istilah, zakat adalah sejumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh seorang Muslim kepada golongan yang berhak menerimanya (mustahik) sesuai ketentuan syariat. Allah SWT berfirman: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka..."(QS. At-Taubah: 103) Ayat tersebut menunjukkan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban finansial, tetapi juga sarana penyucian jiwa dan harta. 1. Membersihkan Harta dan Jiwa Salah satu keutamaan membayar zakat adalah membersihkan harta dari hak orang lain sekaligus menyucikan jiwa dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan. Seorang Muslim yang berzakat belajar untuk ikhlas berbagi serta menyadari bahwa seluruh rezeki yang dimiliki merupakan titipan Allah SWT. Dengan mengeluarkan zakat, seorang muzaki menumbuhkan rasa syukur sekaligus meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT. 2. Mendatangkan Keberkahan Rezeki Banyak orang mengira bahwa mengeluarkan zakat akan mengurangi harta. Padahal, Islam mengajarkan bahwa zakat justru menjadi sebab datangnya keberkahan. Keberkahan tidak selalu diukur dari bertambahnya nominal harta, tetapi juga dari ketenangan hidup, kemudahan dalam mencari rezeki, kesehatan, serta perlindungan Allah SWT atas harta yang dimiliki. Inilah makna "bertambah" dalam konsep zakat, yaitu bertambah nilai manfaat dan keberkahannya. 3. Menjalankan Salah Satu Rukun Islam Zakat merupakan salah satu dari lima rukun Islam. Rasulullah SAW bersabda: "Islam dibangun atas lima perkara: bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, berpuasa Ramadan, dan berhaji bagi yang mampu."(HR. Bukhari dan Muslim) Karena itu, menunaikan zakat bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga wujud ketaatan seorang Muslim kepada Allah SWT. 4. Membantu Mengurangi Kemiskinan Keutamaan membayar zakat juga dirasakan secara luas oleh masyarakat. Dana zakat yang dikelola secara amanah dapat disalurkan kepada delapan golongan penerima (asnaf), seperti fakir, miskin, amil, mualaf, gharimin, fisabilillah, ibnu sabil, dan riqab. Melalui pengelolaan yang profesional, zakat tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, hingga program pengembangan usaha bagi masyarakat kurang mampu. Dengan demikian, zakat menjadi instrumen penting dalam mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan umat. 5. Menumbuhkan Kepedulian dan Solidaritas Sosial Zakat mengajarkan bahwa di dalam setiap harta terdapat hak orang lain. Kesadaran ini membangun rasa empati terhadap sesama, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih harmonis. Ketika zakat ditunaikan secara optimal, roda perekonomian umat menjadi lebih sehat karena terjadi distribusi kekayaan yang lebih merata. Hal ini sejalan dengan tujuan syariat Islam yang mengedepankan keadilan dan kemaslahatan bersama. " data-assistant-grouped-webpages-trigger=""> 6. Menjadi Investasi Amal Jangka Panjang Harta yang dizakatkan bukanlah harta yang hilang. Sebaliknya, zakat menjadi investasi amal yang akan kembali kepada pemiliknya dalam bentuk pahala di sisi Allah SWT. Selain memberikan manfaat bagi penerima zakat, amal tersebut menjadi bekal yang bernilai di akhirat. Oleh karena itu, zakat bukan sekadar transaksi materi, melainkan ibadah yang memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial. Salurkan Zakat Melalui Lembaga Resmi Agar zakat tersalurkan secara tepat sasaran, umat Islam dianjurkan menunaikannya melalui lembaga amil zakat resmi yang memiliki legalitas dan sistem pengelolaan yang transparan. Lembaga resmi akan memastikan zakat disalurkan kepada para mustahik sesuai ketentuan syariat sekaligus dikelola menjadi berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan. Keutamaan membayar zakat tidak hanya terbatas pada penyucian harta, tetapi juga menghadirkan keberkahan hidup, memperkuat kepedulian sosial, dan membantu menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera. Sebagai salah satu rukun Islam, zakat merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus wujud nyata kepedulian terhadap sesama. Mari tunaikan zakat tepat waktu melalui BAZNAS agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Dengan zakat, harta menjadi lebih berkah, jiwa semakin bersih, dan kehidupan masyarakat menjadi lebih adil serta penuh kebermanfaatan.
23/07/2026 | Helmi Anshari
Keutamaan Amal Jariyah di Bulan Safar yang Tak Terputus Pahalanya
Keutamaan Amal Jariyah di Bulan Safar yang Tak Terputus Pahalanya
Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah yang sering kali disalahpahami oleh sebagian masyarakat. Masih ada anggapan bahwa bulan ini membawa kesialan atau musibah, padahal keyakinan tersebut tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW justru menegaskan bahwa tidak ada kesialan yang melekat pada bulan Safar. Oleh karena itu, umat Islam hendaknya mengisi bulan ini dengan berbagai amal saleh, termasuk keutamaan amal jariyah bulan safar yang pahalanya terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia. Memahami keutamaan amal jariyah bulan safar menjadi penting agar setiap Muslim mampu memanfaatkan waktu dengan amalan yang bernilai ibadah. Bulan Safar sama seperti bulan-bulan Hijriah lainnya yang merupakan kesempatan untuk memperbanyak kebaikan, mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan menanam investasi akhirat melalui amal jariyah. Apa Itu Amal Jariyah? Amal jariyah adalah amal yang manfaatnya terus berlangsung sehingga pahala dari amalan tersebut tetap mengalir kepada pelakunya, bahkan setelah ia wafat. Konsep ini menjadi salah satu bentuk kasih sayang Allah SWT kepada hamba-Nya karena memberikan kesempatan memperoleh pahala yang berkelanjutan. Rasulullah SAW bersabda: "Apabila manusia meninggal dunia maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim No. 1631) Hadis ini menjadi landasan utama mengenai pentingnya amal jariyah dalam kehidupan seorang Muslim. Benarkah Bulan Safar Membawa Kesialan? Sebelum membahas lebih jauh mengenai keutamaan amal jariyah bulan safar, penting untuk meluruskan pemahaman yang keliru mengenai bulan Safar. Rasulullah SAW bersabda: "Tidak ada penyakit menular dengan sendirinya, tidak ada thiyarah (anggapan sial), tidak ada burung hantu pembawa sial dan tidak ada kesialan pada bulan Safar." (HR. Bukhari No. 5757 dan Muslim No. 2220) Hadis tersebut menjelaskan bahwa Islam menolak segala bentuk keyakinan tentang kesialan yang dikaitkan dengan waktu tertentu, termasuk bulan Safar. Semua bulan adalah ciptaan Allah SWT dan memiliki nilai yang sama sebagai kesempatan untuk beribadah. Dengan demikian, daripada mempercayai mitos, umat Islam sebaiknya memperbanyak amal saleh, memperkuat keimanan, dan memperbanyak amal jariyah. Keutamaan Amal Jariyah Bulan Safar yang Perlu Diketahui Mengapa seorang Muslim dianjurkan memperbanyak amal jariyah pada bulan Safar? Berikut beberapa keutamaannya. 1. Menjadi Investasi Akhirat yang Tidak Pernah Terputus Setiap amal jariyah yang dilakukan dengan ikhlas akan terus menghasilkan pahala selama manfaatnya masih dirasakan oleh orang lain. Beberapa bentuk amal jariyah yang dapat dilakukan antara lain: Membangun masjid. Wakaf Al-Qur'an. Wakaf sumur. Menanam pohon yang menghasilkan buah. Membangun pesantren. Menyediakan fasilitas pendidikan Islam. Semua bentuk amal tersebut akan menjadi bekal yang terus mengalir hingga Hari Kiamat. 2. Mengisi Bulan Safar dengan Amal Saleh Alih-alih mempercayai mitos, keutamaan amal jariyah bulan safar justru mengajarkan bahwa setiap hari adalah peluang memperbanyak pahala. Allah SWT berfirman: "Dan berbuatlah kebaikan agar kamu beruntung." (QS. Al-Hajj: 77) Ayat ini menjadi motivasi bahwa seluruh waktu adalah kesempatan berbuat baik. 3. Mendatangkan Keberkahan dalam Kehidupan Orang yang gemar bersedekah akan memperoleh keberkahan dari Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda: "Sedekah tidak akan mengurangi harta." (HR. Muslim No. 2588) Amal jariyah bukan hanya mendatangkan pahala, tetapi juga membuka pintu rezeki dan keberkahan dalam kehidupan sehari-hari. 4. Menjadi Bukti Keimanan Seorang Muslim Seorang Muslim yang memahami hakikat kehidupan dunia akan berusaha meninggalkan warisan kebaikan. Warisan tersebut tidak hanya berupa harta, tetapi juga amal yang terus memberikan manfaat kepada masyarakat. Bentuk Amal Jariyah yang Dapat Dilakukan di Bulan Safar Berikut beberapa contoh keutamaan amal jariyah bulan safar yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Sedekah Pembangunan Masjid Masjid merupakan pusat ibadah umat Islam. Setiap orang yang salat, membaca Al-Qur'an, berdzikir, atau mengikuti kajian di dalamnya akan menjadi sumber pahala bagi orang yang ikut membangunnya. Wakaf Al-Qur'an Memberikan mushaf Al-Qur'an kepada masjid, pesantren, sekolah Islam, maupun rumah tahfiz merupakan salah satu amal jariyah terbaik. Selama mushaf tersebut dibaca, pahala akan terus mengalir kepada pewakafnya. Membantu Pendidikan Santri Memberikan bantuan biaya pendidikan kepada santri termasuk bentuk sedekah yang manfaatnya sangat besar. Ilmu yang dipelajari kemudian diamalkan dan diajarkan kembali akan menjadi pahala yang terus bertambah. Membangun Sumur Air Bersih Air merupakan kebutuhan pokok manusia. Membangun sumur atau menyediakan sarana air bersih menjadi salah satu amal jariyah yang manfaatnya terus dirasakan oleh masyarakat. Menanam Pohon Dalam Islam, menanam pohon juga bernilai sedekah. Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah seorang Muslim menanam pohon lalu dimakan manusia, burung atau hewan, melainkan menjadi sedekah baginya." (HR. Bukhari No. 2320 dan Muslim No. 1552) Mengapa Amal Jariyah Sebaiknya Tidak Ditunda? Salah satu pelajaran penting dari keutamaan amal jariyah bulan safar adalah bahwa kesempatan beramal belum tentu datang dua kali. Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan ajal menjemput. Allah SWT berfirman: "Dan tidak seorang pun mengetahui di bumi mana dia akan mati." (QS. Luqman: 34) Karena itu, selama Allah masih memberikan kesehatan, rezeki, dan kesempatan hidup, hendaknya seorang Muslim segera memperbanyak amal jariyah. Tips Memaksimalkan Amal Jariyah di Bulan Safar Agar amal semakin bernilai di sisi Allah SWT, berikut beberapa tips yang dapat diterapkan. Niatkan Ikhlas karena Allah SWT Setiap amal bergantung kepada niatnya. Jangan sampai amal jariyah dilakukan demi pujian manusia. Pilih Amal yang Bermanfaat Jangka Panjang Utamakan amal yang manfaatnya terus dirasakan masyarakat. Contohnya: Wakaf tanah. Wakaf Al-Qur'an. Membangun masjid. Membangun sumur. Mendukung pendidikan Islam. Menyebarkan ilmu yang bermanfaat. Ajak Keluarga Berpartisipasi Melibatkan pasangan dan anak-anak dalam amal jariyah akan menumbuhkan budaya berbagi sejak dini sekaligus menjadi pendidikan karakter Islami di dalam keluarga. Istiqamah dalam Beramal Tidak harus bernilai besar. Amal yang dilakukan secara rutin meskipun sedikit lebih dicintai Allah SWT daripada amal yang besar tetapi hanya sesekali. Rasulullah SAW bersabda: "Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit." (HR. Bukhari No. 6464 dan Muslim No. 783) Hikmah Memahami Keutamaan Amal Jariyah Bulan Safar Memahami keutamaan amal jariyah bulan safar akan mengubah cara pandang seorang Muslim terhadap bulan ini. Bukan lagi dipenuhi rasa takut karena mitos yang tidak berdasar, melainkan dipenuhi semangat untuk memperbanyak amal saleh. Perlu dipahami bahwa tidak terdapat dalil yang menetapkan keutamaan khusus amal jariyah yang hanya berlaku pada bulan Safar. Keutamaan amal jariyah berlaku sepanjang waktu. Namun, menjadikan bulan Safar sebagai momentum untuk meningkatkan ibadah merupakan langkah yang baik selama tidak meyakini adanya keistimewaan syariat yang tidak memiliki dasar. Setiap hari dalam bulan Safar dapat menjadi ladang pahala apabila diisi dengan sedekah, wakaf, membantu sesama, mengajarkan ilmu, membangun sarana ibadah, dan berbagai bentuk amal jariyah lainnya. Semakin banyak manfaat yang dirasakan manusia, semakin besar pula pahala yang akan terus mengalir kepada pelakunya. Keutamaan amal jariyah bulan safar terletak pada semangat seorang Muslim dalam memanfaatkan setiap kesempatan untuk berbuat baik, bukan karena bulan Safar memiliki keutamaan khusus dalam syariat terkait amal jariyah. Islam mengajarkan bahwa semua waktu adalah kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui amal saleh yang ikhlas. Mari jadikan bulan Safar sebagai pengingat untuk memperbanyak sedekah, wakaf, menyebarkan ilmu yang bermanfaat, membantu sesama, dan mendukung berbagai kegiatan dakwah. Semoga setiap amal jariyah yang dilakukan menjadi pemberat timbangan kebaikan, terus mengalir pahalanya hingga setelah kita meninggal dunia, serta menjadi bekal terbaik ketika menghadap Allah SWT. Mari sempurnakan ibadah di Bulan Safar dengan berzakat melalui BAZNAS Provinsi Kalbar, cukup ke link berikut ini: baznaskalbar.com
21/07/2026 | Humas BAZNAS RI
Edukasi Zakat di Bulan Safar untuk Masyarakat Modern
Edukasi Zakat di Bulan Safar untuk Masyarakat Modern
Islam adalah agama yang mengatur kehidupan manusia secara menyeluruh, termasuk hubungan seorang muslim dengan Allah SWT dan hubungan dengan sesama manusia. Salah satu bentuk kepedulian sosial yang sangat ditekankan dalam Islam adalah zakat. Zakat bukan hanya kewajiban ibadah yang berkaitan dengan harta, tetapi juga menjadi sarana untuk membantu menciptakan keseimbangan sosial, mengurangi kesenjangan ekonomi, dan memperkuat rasa persaudaraan antarumat Islam. Dalam kehidupan masyarakat modern, pemahaman mengenai zakat perlu terus ditingkatkan agar umat Islam dapat menjalankan kewajibannya dengan benar. Salah satu bentuk pembelajaran yang penting adalah edukasi zakat bulan safar, yaitu upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai zakat yang dikaji dalam konteks bulan Safar, baik dari sisi hukum, pemahaman sejarah, maupun penerapan nilai-nilai zakat dalam kehidupan sehari-hari. Bulan Safar merupakan salah satu bulan dalam kalender Hijriah. Dalam tradisi sebagian masyarakat, bulan ini terkadang dikaitkan dengan berbagai anggapan tertentu yang tidak memiliki dasar kuat dalam ajaran Islam. Oleh karena itu, umat Islam perlu mendapatkan edukasi yang benar agar dapat memahami bahwa setiap bulan dalam kalender Islam memiliki kedudukan yang sama sebagai waktu yang Allah ciptakan, kecuali bulan-bulan yang memiliki keutamaan khusus berdasarkan dalil. Melalui pemahaman yang tepat, bulan Safar dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial dan memperbaiki kualitas ibadah, termasuk dalam hal menunaikan zakat. Memahami Makna Zakat dalam Islam Secara bahasa, zakat berarti tumbuh, berkembang, bersih, dan berkah. Secara istilah syariat, zakat adalah sejumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim yang telah memenuhi syarat tertentu untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya atau disebut mustahik. Kewajiban zakat memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman: “Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk.” (QS. Al-Baqarah: 43) Ayat tersebut menunjukkan bahwa zakat memiliki kedudukan penting dalam kehidupan seorang muslim. Zakat sering disebut berdampingan dengan salat karena keduanya menjadi bagian dari kewajiban utama umat Islam. Zakat juga memiliki tujuan sosial yang besar. Dengan zakat, seorang muslim tidak hanya membersihkan hartanya, tetapi juga membantu saudara muslim lainnya yang membutuhkan. Dana zakat dapat digunakan untuk membantu fakir, miskin, orang yang terlilit utang, dan golongan lain yang telah ditentukan dalam syariat. Edukasi zakat bulan safar sebagai Sarana Meningkatkan Pemahaman Umat Di era modern, masih banyak masyarakat yang memiliki pertanyaan mengenai waktu pembayaran zakat, termasuk kaitannya dengan bulan-bulan Hijriah seperti Safar. Pada dasarnya, zakat tidak memiliki ketentuan khusus bahwa bulan Safar adalah waktu wajib untuk membayar semua jenis zakat. Kewajiban zakat mal (zakat harta) bergantung pada terpenuhinya syarat seperti kepemilikan harta yang mencapai nisab dan telah melewati masa haul untuk jenis harta tertentu. Sementara itu, zakat fitrah memiliki waktu pelaksanaan yang berkaitan dengan bulan Ramadan dan Idulfitri. Namun, edukasi zakat bulan safar tetap penting karena dapat menjadi sarana mengingatkan umat Islam agar selalu memperhatikan kewajiban zakat kapan pun waktunya. Bulan Safar dapat dijadikan kesempatan untuk melakukan evaluasi keuangan pribadi, menghitung kewajiban zakat, serta meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat sekitar. Beberapa poin penting dalam edukasi zakat bulan safar antara lain: Edukasi zakat bulan safar membantu masyarakat memahami bahwa zakat merupakan kewajiban sepanjang kehidupan seorang muslim, bukan hanya dilakukan pada waktu tertentu saja. Edukasi zakat bulan safar memberikan pemahaman bahwa bulan Safar bukan bulan yang membawa kesialan, sehingga umat Islam dapat mengisinya dengan amal kebaikan seperti zakat, sedekah, dan membantu sesama. Edukasi zakat bulan safar mendorong masyarakat modern untuk menggunakan teknologi dalam pembayaran zakat melalui lembaga zakat terpercaya. Edukasi zakat bulan safar mengajarkan pentingnya pengelolaan harta secara Islami agar setiap rezeki yang diberikan Allah SWT memiliki keberkahan. Zakat dan Tantangan Masyarakat Modern Perkembangan zaman membawa banyak perubahan dalam kehidupan umat Islam. Saat ini, masyarakat memiliki berbagai cara dalam memperoleh penghasilan, mulai dari pekerjaan formal, bisnis digital, perdagangan online, hingga investasi. Kondisi tersebut membuat pemahaman tentang zakat menjadi semakin penting. Banyak masyarakat modern yang belum memahami bahwa beberapa jenis harta dan penghasilan dapat memiliki kewajiban zakat apabila memenuhi ketentuan syariat. Oleh sebab itu, literasi zakat perlu diperkuat melalui pendidikan agama, media digital, kajian Islam, dan lembaga pengelola zakat. Selain itu, masyarakat modern juga menghadapi tantangan berupa gaya hidup konsumtif. Sebagian orang lebih fokus mengumpulkan harta untuk kebutuhan pribadi tanpa menyadari adanya hak orang lain dalam sebagian hartanya. Padahal, Islam mengajarkan bahwa harta merupakan amanah dari Allah SWT. Allah SWT berfirman: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka...” (QS. At-Taubah: 103) Ayat ini menjelaskan bahwa zakat memiliki fungsi spiritual dan sosial. Zakat membersihkan jiwa dari sifat kikir sekaligus membantu menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih seimbang. Hikmah Membayar Zakat di Bulan Safar Walaupun bulan Safar tidak memiliki aturan khusus mengenai kewajiban zakat, seorang muslim tetap dapat mengambil berbagai hikmah dari bulan tersebut. Salah satunya adalah menjadikan setiap waktu sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan amal. Melalui edukasi zakat bulan safar, umat Islam dapat memahami bahwa keberkahan harta bukan hanya diukur dari jumlah yang dimiliki, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada orang lain. Beberapa hikmah zakat yang dapat diterapkan dalam kehidupan modern adalah: 1. Membersihkan Harta dan Jiwa Zakat membantu seorang muslim membersihkan hartanya dari hak orang lain. Selain itu, zakat juga melatih hati agar terhindar dari sifat kikir dan terlalu mencintai dunia. 2. Membantu Masyarakat yang Membutuhkan Zakat menjadi salah satu solusi Islam dalam mengatasi masalah sosial. Dengan pengelolaan yang baik, zakat dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu. 3. Memperkuat Persaudaraan Islam Ketika seorang muslim menunaikan zakat, ia menunjukkan kepedulian kepada sesama. Hal ini dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menciptakan hubungan sosial yang lebih baik. 4. Meningkatkan Kesadaran Finansial Islami Masyarakat modern perlu memiliki perencanaan keuangan yang sesuai dengan nilai Islam. Menghitung zakat secara rutin dapat membantu seseorang lebih bertanggung jawab dalam mengelola hartanya. Peran Teknologi dalam Pengelolaan Zakat Kemajuan teknologi memberikan peluang besar dalam meningkatkan kesadaran zakat. Saat ini, masyarakat dapat menghitung zakat menggunakan aplikasi digital, membayar zakat secara online, serta mendapatkan informasi mengenai program penyaluran zakat. Namun, umat Islam tetap perlu memastikan bahwa pembayaran zakat dilakukan melalui lembaga yang amanah dan memiliki sistem pengelolaan yang transparan. Hal ini penting agar zakat benar-benar sampai kepada pihak yang berhak menerimanya. Melalui edukasi zakat bulan safar, masyarakat dapat diarahkan untuk memanfaatkan teknologi secara positif. Digitalisasi zakat bukan hanya memberikan kemudahan, tetapi juga dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjalankan kewajiban agama. Cara Meningkatkan Kesadaran Zakat di Masyarakat Untuk membangun masyarakat yang lebih sadar zakat, diperlukan kerja sama antara individu, keluarga, tokoh agama, dan lembaga zakat. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain: Memperbanyak kajian dan edukasi tentang hukum serta manfaat zakat. Mengajarkan pentingnya zakat sejak usia dini. Menggunakan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi Islam yang benar. Mendorong umat Islam untuk berkonsultasi dengan ahli zakat ketika memiliki pertanyaan mengenai kewajiban zakat. Meningkatkan transparansi lembaga zakat agar masyarakat semakin percaya untuk menyalurkan hartanya. Zakat merupakan salah satu pilar penting dalam ajaran Islam yang memiliki manfaat besar bagi individu maupun masyarakat. Bulan Safar bukanlah bulan yang memiliki aturan khusus mengenai zakat, tetapi dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan memperbaiki pemahaman umat Islam tentang kewajiban berbagi. Melalui edukasi zakat bulan safar, masyarakat modern dapat memahami bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga bentuk kepedulian sosial yang membawa keberkahan. Dengan pemahaman yang benar, umat Islam dapat menjalankan zakat secara lebih tepat, amanah, dan memberikan manfaat luas bagi kehidupan bersama. Semoga setiap harta yang kita keluarkan melalui zakat menjadi jalan untuk mendapatkan keberkahan dari Allah SWT dan menjadi manfaat bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan.
17/07/2026 | Humas BAZNAS RI

BAZNAS TV