WhatsApp Icon
BAZNAS kota Singkawang Bantu Korban Kebakaran di Setapuk Besar

SINGKAWANG - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Singkawang menunjukkan wujud kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah. BAZNAS menyalurkan bantuan paket sembako kepada Ibu Kartini, warga Jalan Ma'had Usman, Kelurahan Setapuk Besar, yang rumahnya ludes terbakar. Senin (12/10/2026)

Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Singkawang, H. Mahmudi, S.Ag, didampingi oleh para relawan zakat BAZNAS Kota Singkawang di lokasi kediaman korban.

Kebakaran yang menimpa rumah Ibu Kartini menyisakan duka mendalam. Sebagai bentuk respon cepat terhadap musibah tersebut, BAZNAS hadir untuk memberikan dukungan moril dan bantuan kebutuhan pokok.

Ketua BAZNAS Kota Singkawang, H. Mahmudi, S.Ag menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan amanah dari para muzaki yang harus segera disalurkan kepada mereka yang membutuhkan, terutama korban musibah.

"Ini adalah salah satu tugas dan fungsi BAZNAS, yaitu hadir di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Musibah kebakaran yang dialami Ibu Kartini adalah duka kita bersama. Semoga bantuan sembako ini dapat sedikit meringankan beban beliau dan keluarga. Kami juga mendoakan agar Ibu Kartini diberikan ketabahan dan kesabaran menghadapi cobaan ini," ujar H. Mahmudi.

Lebih lanjut, H. Mahmudi mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Singkawang yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kota Singkawang.

"Terima kasih kepada para muzaki. Berkat zakat, infak, dan sedekah yang Anda titipkan, kami bisa bergerak cepat membantu sesama. Mari terus kita kuatkan kepedulian dan solidaritas sosial di Kota Singkawang," tambahnya.

Sementara itu, Ibu Kartini menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BAZNAS Kota Singkawang yang telah peduli dan datang langsung memberikan bantuan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program BAZNAS Kota Singkawang Peduli yang fokus pada penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaan.

15/10/2026 | Kontributor: Andini
BAZNAS Sanggau Salurkan Dana Fidyah kepada 23 Fakir Miskin

SANGGAU — BAZNAS Kabupaten Sanggau menyalurkan dana fidyah kepada 23 orang fakir miskin di sekitar Kota Sanggau. Penyaluran berlangsung di Gedung Kantor BAZNAS Kabupaten Sanggau, Selasa, 29 September 2026.

Dana yang disalurkan merupakan fidyah dari beberapa muzaki yang menunaikan kewajiban fidyah melalui BAZNAS Kabupaten Sanggau pada bulan Ramadan lalu. Dana tersebut kemudian dihimpun dan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid.

Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp300.000, dengan total dana fidyah yang disalurkan mencapai Rp6.900.000. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian untuk membantu meringankan kebutuhan masyarakat fakir miskin.

Kegiatan penyaluran turut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sanggau, yang memberikan sambutan sekaligus pembinaan. Hadir pula Ketua, Komisioner, dan staf BAZNAS Kabupaten Sanggau.

Melalui penyaluran dana fidyah ini, BAZNAS Kabupaten Sanggau memastikan amanah yang dititipkan oleh para muzaki dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Penyaluran melalui UPZ Masjid juga menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan manfaat dana fidyah agar dapat diterima oleh masyarakat yang tepat.

BAZNAS Kabupaten Sanggau terus berkomitmen untuk mengelola dan menyalurkan dana keagamaan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

08/10/2026 | Kontributor: Andini
BAZNAS Kabupaten Sanggau Salurkan Bantuan kepada 36 Petugas Fardhu Kifayah

SANGGAU, 12 Agustus 2026 — BAZNAS Kabupaten Sanggau menyalurkan bantuan kepada 36 petugas fardhu kifayah sebagai bentuk kepedulian terhadap para mustahik yang turut menjalankan tugas sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.

Kegiatan penyaluran bantuan berlangsung di Gedung BAZNAS Kabupaten Sanggau pada Rabu, 12 Agustus 2026. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp500.000, sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai Rp18.000.000.

Bantuan tersebut diberikan untuk membantu meringankan kebutuhan sehari-hari para petugas fardhu kifayah. Dalam penyaluran ini, penerima bantuan termasuk dalam kategori fi sabilillah, sebagai salah satu kelompok yang berhak menerima zakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sanggau, Bapak H. Nasri H. Rajali, S.Ag., perwakilan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag), penyelenggara zakat dan wakaf, serta Ketua, komisioner, dan staf BAZNAS Kabupaten Sanggau.

Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kabupaten Sanggau dalam mendistribusikan dana zakat kepada masyarakat yang berhak menerima. Dukungan kepada petugas fardhu kifayah diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mereka sekaligus mendukung keberlangsungan pelayanan sosial dan keagamaan di lingkungan masyarakat.

Melalui penyaluran tersebut, BAZNAS Kabupaten Sanggau terus berkomitmen agar dana zakat dapat memberikan manfaat dan membantu meringankan kebutuhan para mustahik secara tepat sasaran.

06/10/2026 | Kontributor: Andini
BAZNAS Singkawang Paparkan Inovasi Fiqih Zakat untuk Kesehatan dalam Workshop ADINKES

Singkawang – BAZNAS Kota Singkawang menjadi narasumber dalam kegiatan Penguatan Kemitraan Strategis OPD Non-Dinkes, Swasta/CSR, dan Dana Desa untuk Pencegahan dan Pengendalian AIDS, TBC, dan Malaria (ATM) yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dinas Kesehatan (ADINKES) di Dayang Resort Singkawang.

Selasa (29/9/2026)

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan se-Kalimantan Barat, Kepala Puskesmas, serta sejumlah mitra di bidang kesehatan. Kegiatan dibuka oleh Wakil Wali Kota Singkawang, Muhammadin, S.E., M.H.

Dalam sambutannya, Muhammadin menyampaikan apresiasi terhadap peran BAZNAS Kota Singkawang sebagai salah satu mitra strategis Pemerintah Kota Singkawang dalam mendukung upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.

“BAZNAS adalah organisasi yang dibentuk pemerintah dan telah terbukti menjadi salah satu mitra penting Pemkot dalam pengentasan kemiskinan ekstrem, mulai dari bantuan RTLH hingga bantuan modal usaha bagi dhuafa. Kolaborasi dengan Dinas Kesehatan dalam penanganan TBC ini merupakan langkah maju,” ujar Muhammadin.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua IV BAZNAS Kota Singkawang, Malik Moh Said, memaparkan kontribusi BAZNAS dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit menular, khususnya tuberkulosis (TBC).

Malik menjelaskan bahwa dukungan BAZNAS tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan ekonomi, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

“BAZNAS Kota Singkawang telah berkontribusi melalui penyaluran bantuan sembako dan nutrisi berupa beras, telur, susu, dan vitamin bagi penderita TBC. Selain itu, kami juga mendukung upaya penanggulangan stunting serta pengadaan jamban sehat bagi keluarga tidak mampu sebagai bagian dari upaya pencegahan penularan TBC,” jelas Malik.

Menurutnya, program tersebut dilaksanakan dengan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai pengelolaan zakat, termasuk Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014, serta Peraturan BAZNAS Nomor 3 Tahun 2018 tentang Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat.

Dalam forum tersebut, BAZNAS Kota Singkawang juga memperkenalkan konsep Fiqih Zakat untuk Kesehatan, sebagai pendekatan dalam mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat untuk mendukung kebutuhan kesehatan mustahik.

Malik menjelaskan, konsep tersebut dikembangkan dengan pendekatan Maqashid Syariah, khususnya prinsip Hifzhun Nafs atau menjaga jiwa.

“Pasien TBC yang berasal dari keluarga fakir miskin dan membutuhkan dukungan nutrisi untuk menunjang kepatuhan menjalani pengobatan selama enam bulan dapat menjadi bagian dari penerima manfaat zakat sesuai ketentuan asnaf. Begitu juga keluarga tidak mampu yang membutuhkan jamban sehat untuk mengurangi risiko penularan penyakit,” paparnya.

Pendekatan tersebut, lanjut Malik, menjadi bagian dari upaya BAZNAS untuk memastikan pendistribusian zakat tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan ekonomi, tetapi juga mendukung keberlangsungan hidup dan kualitas kesehatan masyarakat yang membutuhkan.

Dalam diskusi workshop, model kolaborasi antara BAZNAS dengan sektor kesehatan juga menjadi salah satu perhatian peserta. Melalui mekanisme by name by address, Dinas Kesehatan dan Puskesmas dapat menyediakan data calon penerima manfaat, sementara BAZNAS melakukan verifikasi sesuai ketentuan mustahik serta menyalurkan bantuan sesuai program yang tersedia.

Ke depan, BAZNAS Kota Singkawang merencanakan penguatan program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi pasien TBC dengan sasaran 50–100 pasien per tahun. Selain itu, direncanakan pengembangan program Rumah Sehat melalui perbaikan sirkulasi udara, pembangunan 30 jamban sehat, serta penguatan integrasi data antara sistem informasi BAZNAS dan data kesehatan yang dikelola Dinas Kesehatan.

Melalui penguatan kemitraan tersebut, BAZNAS Kota Singkawang berharap kolaborasi dengan pemerintah daerah dan sektor kesehatan dapat terus dikembangkan untuk membantu masyarakat kurang mampu sekaligus mendukung upaya pencegahan dan pengendalian TBC di Kota Singkawang.

Kegiatan workshop ini menjadi salah satu ruang untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam penanganan persoalan kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan sosial dan ekonomi.

30/09/2026 | Kontributor: Andini
BAZNAS Kalbar dan Yayasan Generasi Harapan Khatulistiwa Hadirkan Akses Air Bersih melalui SARI-KASI di Masjid Baitul Makmur.

PONTIANAK — Upaya menghadirkan akses air bersih terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat bersama Yayasan Generasi Harapan Khatulistiwa (GEN-HK) menghadirkan Program Air Bersih melalui penyerahan alat filter air SARI-KASI kepada Masjid Baitul Makmur, Kampung Bansir, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak. 25 September 2026

Penyerahan alat filter air tersebut menjadi bagian dari sinergi dalam mendukung ketersediaan air bersih bagi jamaah masjid dan masyarakat di lingkungan sekitar. Kehadiran SARI-KASI diharapkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan serta mendukung kebutuhan air bersih di kawasan tersebut.

Kegiatan penyerahan dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, Jaki Azmi dan Ali Rohman, Lurah Bansir Laut Yusuf Panyungan, Ketua Pengurus Masjid Baitul Makmur, jajaran Ketua RW dan RT setempat, serta unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

SARI-KASI merupakan teknologi filter air yang dirancang untuk membantu menghasilkan air yang lebih jernih dan bersih. Teknologi ini menggabungkan Synthetic Fabric Filter (SF) dengan sistem Ultrafiltrasi (UF) modifikasi dan tidak menggunakan bahan kimia dalam proses penyaringannya.

Dengan ditempatkannya fasilitas SARI-KASI di Masjid Baitul Makmur, air bersih tidak hanya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan jamaah, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar masjid.

Lurah Bansir Laut, Yusuf Panyungan, menyambut baik hadirnya program air bersih tersebut. Dukungan dari pemerintah kelurahan, pengurus masjid, masyarakat, serta unsur terkait diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan dan perawatan fasilitas agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Kolaborasi BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan Yayasan GEN-HK melalui Program Air Bersih SARI-KASI menjadi salah satu bentuk ikhtiar bersama dalam menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat. Tidak hanya menyediakan fasilitas, program ini juga mendorong pemanfaatan sumber daya yang dapat menunjang kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

28/09/2026 | Kontributor: Andini

Berita Terbaru

TEKAN ANGKA ANAK TIDAK SEKOLAH
TEKAN ANGKA ANAK TIDAK SEKOLAH
PONTIANAK – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama BAZNAS Kalbar memperkuat kolaborasi strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Program Desa SAKTI (Desa Bebas Anak Tidak Sekolah). Penandatanganan ini berlangsung di Ruang Rapat Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kalbar, Kamis (20/8/2026). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sekaligus memulihkan hak pendidikan anak-anak yang putus sekolah di Kalbar. Ketua BAZNAS Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si., menegaskan bahwa kerja sama ini tidak boleh berhenti sekadar di atas kertas. Ia mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengoptimalkan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) lewat BAZNAS. "Bukan hanya sekadar MoU, tetapi akan kita gerakkan," tegas Hamzah. Sementara itu, perwakilan BAPPERIDA dan Biro Kesra Setda Kalbar menyambut baik sinergi lintas sektor ini. Program Desa SAKTI nantinya akan diperluas melalui Gerakan Masuk Desa (GMD), dengan skema bantuan yang disesuaikan langsung dengan kebutuhan sekolah agar lebih tepat sasaran. Wakil Ketua Bidang Distribusi dan Pendayagunaan BAZNAS Kalbar, Iswardani, S.E., menambahkan, pengelolaan dana ZIS yang terintegrasi akan mempercepat proses penyaluran. Pihaknya mengimbau OPD yang memiliki program sosial agar menyalurkan dananya melalui rekening resmi BAZNAS. Melalui sinergi ini, Pemprov dan BAZNAS Kalbar berkomitmen menekan angka anak tidak sekolah demi mendongkrak kualitas sumber daya manusia di Kalbar.
BERITA21/08/2026 | Andini
Baznas Ketapang Salurkan Sarana Air Bersih untuk Santri TPQ Al- Mujahidin
Baznas Ketapang Salurkan Sarana Air Bersih untuk Santri TPQ Al- Mujahidin
KETAPANG — BAZNAS Kabupaten Ketapang bersama BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantuan fasilitas penampungan air bersih berupa tong air kepada Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Al-Mujahidin. Penyerahan bantuan ini dilaksanakan di Jalan Muhammad Thohir, Kanalisasi, Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan di Kantor BAZNAS Kabupaten Ketapang, yang dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat serta Ketua BAZNAS Kabupaten Ketapang, H. Uti Mahmud, S.Ag Ketua BAZNAS Kabupaten Ketapang, H. Uti Mahmud, S.Ag, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dengan jajaran pengurus provinsi. Kehadiran Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar menjadi momentum penting untuk menyerahkan langsung bantuan fasilitas pendukung ibadah tersebut ke TPQ Al- Mujahidin. “Tentunya saya selaku Ketua BAZNAS Kabupaten Ketapang memberikan penghargaan kepada beliau, dan beliau ini yang akan menyerahkannya langsung kepada Taman Pendidikan Al-Qur'an Al-Mujahidin untuk memberikan penghargaan langsung paket air ini untuk di mushola TPQ.” — H. Uti Mahmud, S.Ag, Ketua BAZNAS Kabupaten Ketapang Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Hamzah Tawil, M.SI., menyampaikan bahwa program pendistribusian ini dirancang secara terstruktur dan berbasis kebutuhan riil di lapangan. Bantuan tong air wudu ini diharapkan tidak hanya meringankan operasional TPQ, tetapi juga bernilai jariyah bagi para muzaki dan munfik yang telah menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS. “Alhamdulillah, ini membuktikan bahwa BAZNAS Ketapang kembali memberikan distribusi yang berbasis program. Artinya, ini insyaallah menjadi amal jariah para muzaki, para munfik, orang yang berzakat, berinfak, dan bersedekah melalui BAZNAS Kabupaten Ketapang.” — Dr H. Hamzah Tawil, M.SI., Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat Ia juga menambahkan bahwa fasilitas penampungan air bersih ini memiliki dampak langsung bagi anak-anak santri dalam menjaga kebersihan dan kesucian beribadah sehari-hari di lingkungan lembaga pendidikan Al- Qur'an tersebut. Pihak pengurus TPQ Al-Mujahidin selaku mustahik atau penerima manfaat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih mendalam atas kepedulian yang diberikan oleh BAZNAS. “Semoga Allah subhanahu wa ta'ala memberikan rahmat hidayah kepada kita semua dan kepada muzaki, kepada yang menyumbang, kami doakan semoga Allah subhanahu wa ta'ala memberikan keselamatan, kesejahteraan, sehat badannya, dilancarkan rezekinya.” — Perwakilan Mustahik / Pengurus TPQ Al-Mujahidin. (ist)
BERITA19/08/2026 | Andini
Sinergi ZISWAF dan Layanan Halal Warnai Pembukaan MTQ XXXIV Kalbar di Kayong Utara
Sinergi ZISWAF dan Layanan Halal Warnai Pembukaan MTQ XXXIV Kalbar di Kayong Utara
KAYONG UTARA — Ajang syiar Islam terbesar di Provinsi Kalimantan Barat, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV Tahun 2026, resmi dibuka di Pelataran Eks Sail Selat Karimata, Pantai Pulau Datok, Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. Di tengah kemeriahan pembukaan pesta akbar tersebut, kehadiran stan Pojok ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf) dan Layanan Halal Center menarik perhatian khusus dari Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., bersama Ibu Gubernur selaku Ketua PKK Kalbar, Dr. Hajjah Erlina, S.H., M.H. Dalam kunjungan ke stan kolaboratif tersebut, Gubernur Kalbar memberikan apresiasi tinggi atas sinergi luar biasa yang terjalin antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalbar, Badan Wakaf Indonesia (BWI), serta dukungan penuh dari mitra strategis seperti Bank Indonesia dan Bank Kalbar Syariah. Menurut Gubernur, kolaborasi lintas sektor ini sangat strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah serta memperluas jangkauan layanan pengumpulan dan pendistribusian dana umat di Kalimantan Barat. Peninjauan stan ini juga turut dihadiri langsung oleh Ketua BWI Kalbar, Brigjen Pol. (Purn.) Drs. H. Andi Musa, S.H., M.H., bersama jajaran pimpinan BAZNAS. Kehadiran pimpinan BWI dan BAZNAS ini memperkuat komitmen bersama dalam mengoptimalkan literasi serta penguatan instrumen keuangan sosial Islam di tengah masyarakat. Gubernur mengimbau masyarakat agar senantiasa menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS serta menyalurkan wakaf melalui Badan Wakaf Indonesia. Seruan serupa disampaikan oleh Ibu Gubernur, Dr. Hajjah Erlina, yang mengajak masyarakat berkunjung ke arena MTQ untuk memanfaatkan stan layanan guna meningkatkan kesadaran pentingnya pengelolaan ZISWAF yang produktif demi kesejahteraan mustahik. Momen kunjungan tersebut turut diwarnai aksi nyata oleh Gubernur secara langsung menunaikan wakaf sambil menikmati seduhan kopi gratisan di lokasi stan. Kesiapan dan kesuksesan pelayanan di arena MTQ ini memang dikawal langsung oleh pimpinan inti lembaga keagamaan. Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si., hadir membersamai bersama Wakil Ketua II Iswardani, S.E.I., serta Ketua BAZNAS Kabupaten Kayong Utara beserta jajaran. Dalam keterangannya, Ketua BAZNAS Kalbar menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh mitra strategis mulai dari Bank Indonesia, Bank Kalbar Syariah, lembaga layanan halal, hingga jajaran Pemkab Kayong Utara yang telah totalitas mendukung kelancaran program ini. Pihaknya berharap kolaborasi serta kebaikan para dermawan, muzakki, dan wakif mendapat balasan terbaik dari Allah SWT, sehingga semakin banyak kaum dhuafa serta mustahik yang terbantu melalui peningkatan penghimpunan dana umat. Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kalbar, Iswardani, S.E.I., menjelaskan bahwa stan kolaborasi ini dirancang untuk memberikan pelayanan prima yang interaktif dan edukatif bagi pengunjung. Berbagai fasilitas unggulan dihadirkan, mulai dari kemudahan pembayaran ZISWAF secara modern menggunakan QRIS maupun offline, layanan konsultasi halal, hingga penyediaan suvenir menarik bagi para donatur. Selain itu, stan ini juga memamerkan produk-produk unggulan UMKM mustahik oleh binaan BAZNAS Kabupaten Kayong Utara seperti kerupuk udang, lempok durian, kopi lokal, amplang, minyak kelapa, hingga madu kelulut serta fasilitas _artisan coffee_ gratis bagi masyarakat yang berzakat, berinfak, bersedekah, maupun berwakaf. (Ist)
BERITA19/08/2026 | Andini
BAZNAS Bangun Pipanisasi Sepanjang 2 Kilometer dari Bukit Stegar untuk Pesantren Darul Hikam
BAZNAS Bangun Pipanisasi Sepanjang 2 Kilometer dari Bukit Stegar untuk Pesantren Darul Hikam
KAYONG UTARA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) secara resmi merampungkan dan meninjau langsung proyek pipanisasi air bersih dari sumber mata air perbukitan Bukit Stegar, Desa Sutra, Kecamatan Sukadana, Senin (3/8). Peresmian dan peninjauan infrastruktur air bersih ini dihadiri langsung Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat Dr.H.Hamzah Tawil, M.Si didampingi Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan (Iswardani, S.E.I), serta Ketua BAZNAS Kabupaten Kayong Utara H.Zulkaslim dilakukan secara khidmat di tengah suasana alam pedesaan yang asri dan rimbun. Proyek strategis hasil kolaborasi BAZNAS RI,BAZNAS Kalbar, BAZNAS Kayong Utara, program ini dirancang untuk menjawab tantangan ketersediaan air bersih yang layak, suci, dan berkelanjutan di lingkungan pesantren. Peninjauan di sertai peresmian ini disambut hangat oleh Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Darul Hikam, Kiai Mas Rofik. Rombongan menyempatkan diri berjalan kaki melintasi jembatan kayu di tengah rimbunnya hutan untuk meninjau langsung jalur pipa sejauh ± 2 kilometer yang mengalirkan air dari mata air gunung Bukit Stegar menuju bak penampungan pesantren bagi ± 200 santri dan santriwati serta para ustaz-ustazah. Dalam keterangannya, Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menyampaikan apresiasi mendalam kepada para muzakki yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya kepada lembaga. "Alhamdulillah pada hari ini kami menyaksikan bagian daripada proses yang sedang berjalan untuk air bersih kebutuhan para santri-santriwati. Tentu pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada para muzakki, para munfik yang sudah berzakat, berinfak, dan bersedekah di BAZNAS Provinsi Kalbar maupun BAZNAS Republik Indonesia dan BAZNAS Kayong Utara yang sudah membersamai ini. Insyaallah ini menjadi amal jariyah buat Bapak, Ibu semua sehingga para santri anak-anak kita di Pondok Pesantren Darul Hikam bisa mendapatkan air yang bersih, air yang layak, dan air yang suci untuk kebutuhan sehari-hari." — Dr. H. Hamzah Tawil, M.SI (Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat) Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Darul Hikam, Kiai Mas Rofik, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya yang mendalam atas terealisasinya proyek penampungan dan pipanisasi air bersih yang dibiayai sepenuhnya melalui program BAZNAS. Beliau menegaskan bahwa air yang mengalir dari Bukit Stegar memiliki kualitas yang sangat baik dan memenuhi standar higienis. "Alhamdulillah saat ini saya berada di proyek penampungan air bersih yang pembangunan ini keseluruhannya dibiayai oleh program BAZNAS. Dan alhamdulillah sebagaimana yang kita lihat, air di sini sangat layak, tidak hanya bisa digunakan untuk mandi dan bersih-bersih, tetapi juga untuk minum. Air sangat menjadi kebutuhan yang sangat urgen. Maka saya doakan semoga Bapak Ibu semua, para donatur, dan pihak yang terlibat senantiasa diberikan keberkahan hidup, barokah daripada infak pembangunan dan pipanisasi air bersih kepada pondok pesantren kami." — Kiai Rofik (Pengasuh Ponpes Tahfidzul Qur'an Darul Hikam) Selain kepada para donatur, ucapan terima kasih khusus juga disampaikan kepada Gubernur Provinsi Kalimantan Barat, Bupati Kayong Utara, Kepala Kantor Kementerian Agama wilayah provinsi, Kantor Agama Kabupaten Kayong Utara, serta seluruh stakeholder yang telah membersamai program BAZNAS selama ini. Melalui program infrastruktur air bersih ini, BAZNAS kembali menegaskan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat dan lembaga pendidikan keagamaan di daerah agar terus tumbuh dengan fasilitas dasar yang memadai dan berdaya guna tinggi. (Ist)
BERITA19/08/2026 | Andini
Pemprov Kalbar dan BAZNAS Kalbar, Salurkan Program Kalbar Pintar di Pondok Pesantren Nur Hasani Teluk Batang.
Pemprov Kalbar dan BAZNAS Kalbar, Salurkan Program Kalbar Pintar di Pondok Pesantren Nur Hasani Teluk Batang.
TELUK BATANG, — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menunjukkan komitmen nyata dalam memajukan dunia pendidikan melalui penyaluran program bantuan pendidikan "Kalbar Pintar". Gema Membangun Desa yang ke-3 ini dipusatkan di Pondok Pesantren Nur Hasani, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, Sabtu, 01/08/2026 Penyaluran bantuan pendidikan yang menyasar pelajar dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi ini dihadiri dan diserahkan langsung secara simbolis oleh Gubernur Kalimantan Barat bersama pimpinan BAZNAS Provinsi dan Kabupaten. Kehadiran para tokoh penting ini disambut dengan penuh antusias oleh para santri, dewan guru, serta pengasuh Pondok Pesantren Nur Hasani. Program "Kalbar Pintar" merupakan bentuk sinergi berkelanjutan antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dengan BAZNAS dalam mengoptimalkan pengumpulan dan pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Melalui kolaborasi ini, dana umat yang dikelola secara profesional disalurkan secara tepat sasaran kepada para pelajar dari keluarga kurang mampu namun memiliki semangat belajar yang tinggi. Pengasuh Pondok Pesantren Nur Hasani menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini di lembaga pendidikan yang mereka pimpin. Bantuan pendidikan ini dinilai sangat membantu meringankan beban finansial para santri sekaligus menjadi motivasi kuat bagi mereka untuk terus mengukir prestasi akademik maupun keagamaan. Acara penyerahan bantuan pendidikan yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting yang berperan aktif dalam pembangunan kesejahteraan sosial dan keagamaan di Kalimantan Barat, antara lain. Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si., Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, Iswardani, S.E.I., Ketua BAZNAS Kabupaten Kayong Utara, H. Zulkaslim Pebrata Tamura, S.Pd., Serta jajaran pengurus yayasan, tokoh masyarakat, dan wali santri setempat. Dalam sambutannya, pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.SI., menegaskan bahwa program bantuan pendidikan ini tidak hanya sekadar memberikan bantuan finansial semata, melainkan sebagai investasi jangka panjang dalam mencetak generasi muda Kalimantan Barat yang cerdas, berakhlak mulia, dan berdaya saing tinggi. Hal ini sejalan dengan semangat pembangunan daerah untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari tingkat desa hingga perkotaan. (Ist)
BERITA19/08/2026 | Andini
Kalbar Mandiri, BAZNAS Kalbar Salurkan Bantuan Gerobak Artco kepada Bapak Agus Suwandi
Kalbar Mandiri, BAZNAS Kalbar Salurkan Bantuan Gerobak Artco kepada Bapak Agus Suwandi
Kalbar Mandiri, BAZNAS Kalbar Salurkan Bantuan Gerobak Artco kepada Bapak Agus Suwandi Pontianak - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantuan Gerobak Artco kepada Bapak Agus Suwandi sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Rabu ( 12/08/2026 ) Bantuan ini diberikan untuk membantu meringankan kebutuhan Agus Suwandi, yang dalam kesehariannya berkebun dan bertani. Bantuan Gerobak Artco ini bersumber dari amanah para muzaki dan donatur yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Kalbar. Penyaluran ini dilakukan dengan tujuan memastikan bantuan tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak menerima. ini merupakan bagian dari komitmen dalam menghadirkan manfaat zakat secara nyata di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat. Agus Suwandi selaku penerima manfaat menyampaikan rasa terima kasih kepada para muzaki dan donatur yang telah menitipkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Kalbar. Ia mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat membantu dalam mendukung pekerjaannya di bidang pertanian. BAZNAS Kalbar berharap lebih banyak lagi bantuan serupa yang dapat diberikan kepada Mustahik penerima manfaat sehingga zakat, infak, shadaqah yang diberikan oleh para muzaki menjadi sumber keberkahan dalam harta yang mereka miliki.
BERITA14/08/2026 | Andini
BAZNAS Provinsi Kalbar Salurkan Bantuan untuk 10 Guru Honorer SMK Muhammadiyah 2 Pontianak
BAZNAS Provinsi Kalbar Salurkan Bantuan untuk 10 Guru Honorer SMK Muhammadiyah 2 Pontianak
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan melalui penyaluran bantuan kepada 10 guru honorer di SMK Muhammadiyah 2 Pontianak. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap para tenaga pendidik yang telah mengabdikan diri, khususnya guru honorer yang belum memperoleh sertifikasi. Rabu (29/07/2026) Kepala SMK Muhammadiyah 2 Pontianak, Suratno, S.T., menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas perhatian yang diberikan BAZNAS Provinsi Kalbar kepada para guru honorer di sekolahnya. "Guru-guru kami yang belum tersertifikasi tentu sangat terbantu dengan adanya bantuan ini. Mudah-mudahan apa yang diberikan BAZNAS membawa manfaat dan keberkahan bagi para penerima," ujarnya. Sementara itu, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Provinsi Kalbar, Iswardani, S.E.I., menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS terhadap kesejahteraan guru honorer. "Melalui bantuan ini kami ingin menunjukkan bahwa BAZNAS turut peduli terhadap nasib para guru honorer, khususnya yang belum tersertifikasi. Kami berharap ke depan para guru honorer dapat memperoleh kesempatan menjadi aparatur sipil negara maupun mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik," ungkapnya. Ia menjelaskan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari masyarakat dapat disalurkan kepada berbagai program yang memberikan manfaat luas, termasuk mendukung sektor pendidikan. "BAZNAS Kalbar menghimpun dana umat agar kebermanfaatannya dapat dirasakan lebih luas. Semakin banyak masyarakat yang menunaikan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS, semakin banyak pula guru, pelajar, dan masyarakat yang dapat menerima manfaat," jelasnya. Menurut Iswardani, penyaluran bantuan kepada 10 guru honorer di SMK Muhammadiyah 2 Pontianak merupakan langkah awal yang diharapkan dapat terus berkembang. "Program ini masih merupakan tahap perintisan. Hari ini kami menyalurkan bantuan kepada 10 guru honorer, dan ke depan kami berharap dapat menjangkau lebih banyak guru secara bertahap di berbagai sekolah di Kalimantan Barat," tambahnya. Selain itu, ia menyampaikan bahwa BAZNAS Provinsi Kalbar terus mendorong program pendayagunaan zakat yang tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif, sehingga mampu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan para penerima manfaat. Dalam kesempatan tersebut juga dibahas peluang kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan SMK Muhammadiyah 2 Pontianak, khususnya melalui Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), untuk mendukung publikasi dan peliputan berbagai kegiatan sosial serta pemberdayaan yang dilaksanakan BAZNAS. Melalui program ini, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat berharap kepedulian terhadap para guru honorer dapat terus tumbuh, sehingga mereka semakin termotivasi dalam menjalankan tugas mulia mencerdaskan generasi bangsa sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Kalimantan Barat. Mari bersama mendukung kesejahteraan para guru honorer melalui Program Insentif Guru Honorer BAZNAS Kalbar
BERITA29/07/2026 | Helmi Anshari
Menguatkan Senyum Anak Yatim, BAZNAS Provinsi Kalbar Salurkan Bantuan untuk Azmi
Menguatkan Senyum Anak Yatim, BAZNAS Provinsi Kalbar Salurkan Bantuan untuk Azmi
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantuan kepada Azmi, seorang anak berusia 6 tahun yang kehilangan ayahnya, Muhammad Nur Arifin, pada April 2025. Azmi yang tinggal di Gang Tenaga Baru, Sungai Jawi, harus menghadapi kehilangan sosok ayah di usia yang masih sangat belia. Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Provinsi Kalbar, Iswardani, S.E.I., menyampaikan bahwa perhatian terhadap anak yatim merupakan bagian dari nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW. "Rasulullah mengajarkan bahwa mengusap kepala anak yatim merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Makna mengusap kepala anak yatim bukan sekadar sentuhan fisik, tetapi juga menghadirkan perhatian, kepedulian, kasih sayang, dan empati kepada mereka yang harus kehilangan sosok ayah di usia yang belum siap menerima kenyataan tersebut," ujarnya. Ia menjelaskan bahwa BAZNAS Provinsi Kalbar menaruh perhatian besar terhadap kesejahteraan anak-anak yatim sebagai bagian dari amanah pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Melalui berbagai program kepedulian, BAZNAS berupaya memastikan mereka tetap memiliki kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik. "Karena itu, BAZNAS Provinsi Kalbar mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Barat untuk bersama-sama menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yatim. Caranya sangat sederhana, cukup menyisihkan sebagian rezeki atau sisa uang belanja yang kita miliki. Insya Allah, dari kepedulian kecil tersebut, mereka dapat terus tersenyum, melanjutkan pendidikan, dan tidak lagi merasa khawatir akan kebutuhan hidup sehari-hari," tambahnya. Melalui bantuan ini, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim. Sebab, kepedulian yang diberikan hari ini dapat menjadi harapan besar bagi masa depan mereka sekaligus menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi para dermawan. Mari bersama hadirkan senyum dan harapan bagi anak-anak yatim serta saudara-saudara penyandang disabilitas melalui Program Peduli Disabilitas dan Anak Yatim BAZNAS Provinsi Kalbar
BERITA29/07/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Provinsi Kalbar Salurkan Bantuan Sarana dan Prasarana untuk Surau Al-Ikhlas
BAZNAS Provinsi Kalbar Salurkan Bantuan Sarana dan Prasarana untuk Surau Al-Ikhlas
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menyalurkan bantuan sarana dan prasarana untuk mendukung aktivitas ibadah masyarakat. Kali ini, bantuan diberikan kepada Surau Al-Ikhlas sebagai bentuk kepedulian terhadap rumah ibadah yang telah lama menjadi pusat pembinaan keagamaan dan pendidikan Al-Qur'an bagi masyarakat sekitar. Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Provinsi Kalbar, Iswardani, S.E.I., menyampaikan bahwa Surau Al-Ikhlas merupakan salah satu surau yang telah berdiri cukup lama dan telah melahirkan banyak generasi yang belajar mengaji melalui Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA). Namun, keberadaannya sering kali luput dari perhatian sehingga masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam operasional sehari-hari. "Dari sekian banyak masjid dan surau yang ada di Kota Pontianak, Surau Al-Ikhlas merupakan salah satu yang terkadang luput dari perhatian umat. Surau ini telah berdiri cukup lama dan telah melahirkan banyak lulusan TPA. Namun, untuk membayar tagihan listrik dan PDAM saja terkadang harus terlambat karena belum memiliki kas yang mencukupi," ujarnya. Ia berharap bantuan yang berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah masyarakat Kalimantan Barat dapat membantu memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana surau, sehingga aktivitas ibadah dan pembinaan keagamaan dapat terus berjalan dengan baik. "Mudah-mudahan melalui bantuan yang dihimpun dari zakat, infak, dan sedekah masyarakat Kalimantan Barat ini, Surau Al-Ikhlas dapat terus memberikan penerangan, kenyamanan, dan menjadi tempat ibadah yang semakin bermanfaat bagi masyarakat sekitar," tambahnya. Sementara itu, Ust. H. Solihin selaku imam Surau Al-Ikhlas menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat. Melalui program ini, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat terus berkomitmen menyalurkan amanah zakat, infak, dan sedekah secara tepat sasaran, termasuk mendukung keberlangsungan rumah-rumah ibadah yang menjadi pusat pembinaan umat dan syiar Islam di Kalimantan Barat. Mari bersama hadirkan keberkahan bagi para dai, guru ngaji, dan marbot masjid yang telah mengabdikan diri untuk umat. Salurkan zakat, infak, dan sedekah terbaik Anda melalui Program Bantuan Sembako untuk Dai, Guru Ngaji, dan Marbot Masjid
BERITA29/07/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Provinsi Kalbar Kembali Perkuat UMKM Ibu Lisdiana Melalui Program Pemberdayaan Ekonomi
BAZNAS Provinsi Kalbar Kembali Perkuat UMKM Ibu Lisdiana Melalui Program Pemberdayaan Ekonomi
Pontianak – Semangat pantang menyerah menjadi gambaran perjuangan Ibu Lisdiana, seorang ibu yang harus menjalani peran ganda setelah kepergian sang suami. Selain menjadi ibu bagi anak-anaknya, ia juga menjadi tulang punggung keluarga dengan mengandalkan usaha warung mie ayam yang dikelolanya setiap hari. Setiap dini hari, Ibu Lisdiana memulai aktivitasnya dengan menyiapkan bahan dagangan. Semua dilakukan demi memastikan kebutuhan keluarga tetap terpenuhi dan agar anaknya yang masih menempuh pendidikan di bangku kuliah dapat terus melanjutkan cita-citanya tanpa harus terhenti karena keterbatasan ekonomi. Melihat semangat dan kegigihan tersebut, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat terus memberikan pendampingan melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Mustahik. Sebelumnya, pada 24 Februari 2026, BAZNAS Provinsi Kalbar telah menyalurkan bantuan berupa payung tenda jualan untuk menunjang aktivitas usaha Ibu Lisdiana. Bantuan tersebut menjadi langkah awal dalam meningkatkan kenyamanan dan daya tarik usahanya. Seiring berkembangnya usaha dan meningkatnya jumlah pelanggan, Kamis (23/07/2026) BAZNAS Provinsi Kalbar kembali menyalurkan bantuan lanjutan berupa 10 kursi besi, 1 meja kecil, dan 1 meja sedang guna meningkatkan kapasitas pelayanan warung mie ayam milik Ibu Lisdiana. Bantuan ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS Provinsi Kalbar dalam mendukung keberlangsungan usaha para mustahik agar mampu berkembang secara bertahap, meningkatkan pendapatan keluarga, serta mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi. Melalui program pemberdayaan ekonomi, BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga berupaya menghadirkan solusi berkelanjutan agar para penerima manfaat dapat meningkatkan taraf hidupnya dan perlahan bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki. BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat berharap bantuan yang diberikan dapat semakin memperkuat usaha Ibu Lisdiana, memperluas kesempatan memperoleh penghasilan, serta menjadi penyemangat untuk terus berjuang demi masa depan keluarganya. Sebagai bagian dari ikhtiar memberdayakan pelaku usaha kecil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi melalui : Program Bantuan Modal Usaha UMKM BAZNAS Kalbar. Setiap zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan akan menjadi modal harapan bagi para pelaku UMKM mustahik agar mampu mengembangkan usahanya, mandiri secara ekonomi, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi keluarga serta masyarakat.
BERITA24/07/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Kalbar Hadiri Rapat Penguatan Sinergi Program Desa Sakti
BAZNAS Kalbar Hadiri Rapat Penguatan Sinergi Program Desa Sakti
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menghadiri Rapat Penguatan Kolaborasi dan Sinergitas Program Desa Sakti (Desa Bebas Anak Tidak Sekolah) sebagai bentuk komitmen mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penanganan anak-anak yang tidak mengenyam pendidikan. Pertemuan ini melibatkan berbagai perangkat daerah, lembaga pendidikan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menyusun langkah strategis dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Kepala BAPPERIDA Provinsi Kalimantan Barat, Dra. Linda Purnama, M.Si, menyampaikan bahwa rapat ini merupakan tindak lanjut dari audiensi yang sebelumnya dilakukan bersama BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat. Menurutnya, seluruh pihak perlu terus memperkuat kolaborasi dalam menjalankan tugas besar meningkatkan kualitas pembangunan manusia di Kalimantan Barat. Ia menjelaskan bahwa Program Desa Sakti bertujuan menangani persoalan anak-anak yang putus sekolah melalui pendekatan lintas sektor. Dalam kesempatan tersebut, Linda mengungkapkan bahwa BAZNAS Provinsi Kalbar akan menjadi salah satu mitra strategis dalam mendukung program tersebut melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) bagi masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa Program Desa Sakti direncanakan akan diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat pada kegiatan Gerakan Masyarakat Desa (GMD), dengan BAZNAS Provinsi Kalbar turut menghadirkan layanan dan program ZIS dalam rangkaian kegiatan tersebut. Sementara itu, Pimpinan Bidang Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.B.A, menegaskan bahwa sejak dilantik, jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar berkomitmen menghadirkan program-program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dalam paparannya, Ali Rohman memperkenalkan platform baznaskalbar.com beserta konsep UPZ Tematik, yaitu pengelolaan zakat yang manfaatnya dikembalikan kepada lingkungan atau instansi tempat zakat tersebut dihimpun. Ia juga menjelaskan kerja sama yang telah dilakukan bersama Pengadilan Tinggi Agama Pontianak dalam memberikan bantuan kepada perempuan rentan dan anak-anak pasca perceraian. Menurutnya, BAZNAS siap berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), melalui penyusunan nota kesepahaman (MoU), proses verifikasi calon penerima manfaat, hingga optimalisasi peran BAZNAS kabupaten/kota dalam mendukung penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). "Kami ingin hadir bukan hanya sebagai lembaga penghimpun zakat, tetapi juga sebagai mitra kolaborasi yang membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial, termasuk mendukung anak-anak agar kembali memperoleh akses pendidikan," ujarnya. Dalam sesi diskusi, Dewan Pendidikan Kalimantan Barat mengusulkan pentingnya pemetaan (mapping) berdasarkan karakteristik penyebab anak tidak sekolah, baik karena faktor ekonomi maupun rendahnya motivasi belajar. Dengan pemetaan tersebut, diharapkan intervensi yang diberikan dapat lebih tepat sasaran sesuai tingkat prioritas. Selain itu, peserta rapat juga menyoroti pentingnya pemutakhiran data Anak Tidak Sekolah tahun 2026, khususnya pada lima kabupaten dengan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih rendah, yaitu Kayong Utara, Sekadau, Kapuas Hulu, Melawi, dan Landak. Perwakilan PKBM Kalimantan Barat menyampaikan perlunya sinkronisasi data lintas instansi melalui surat edaran, penguatan kolaborasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta dukungan BAZNAS dalam pembiayaan pendidikan bagi kelompok rentan, termasuk warga binaan perempuan. Sementara itu, perwakilan Pemerintah Desa dan Biro Pemerintahan Provinsi Kalimantan Barat menekankan pentingnya penyusunan nota kesepahaman beserta rencana kerja yang jelas sebagai dasar pelaksanaan kolaborasi lintas sektor, sehingga implementasi Program Desa Sakti dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi ini, BAZNAS mengajak masyarakat, para muzaki, dan seluruh pihak untuk turut berpartisipasi dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui. Program Desa Sakti (Desa Bebas Anak Putus Sekolah)
BERITA23/07/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Provinsi Kalbar Hadiri Rapat Komitmen Lintas Sektor Percepatan Eliminasi Tuberkulosis
BAZNAS Provinsi Kalbar Hadiri Rapat Komitmen Lintas Sektor Percepatan Eliminasi Tuberkulosis
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat turut menghadiri kegiatan Sosialisasi dan Pengembangan Program Desa Sehat Siaga TBC (DAHSAT) di Provinsi Kalimantan Barat, yang diselenggarakan sebagai tindak lanjut penguatan kolaborasi lintas sektor dalam upaya percepatan eliminasi TB. Kegiatan ini mengacu pada Peraturan Presiden tentang Optimalisasi Penanggulangan Tuberkulosis, Peraturan Gubernur Kalimantan Barat tentang Penanggulangan Tuberkulosis, serta Surat Keputusan Gubernur mengenai Tim Percepatan Penanggulangan TB Kalimantan Barat. Ketua Panitia, Endang Maman Sudirman, S.KM., M.AP, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan lintas sektor yang telah dilaksanakan pada 29 April 2026. Pada pertemuan sebelumnya telah terbangun kesamaan persepsi mengenai pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam percepatan penanggulangan TB serta disepakati berbagai langkah yang perlu ditindaklanjuti bersama. Menurutnya, pertemuan kali ini tidak hanya bertujuan melakukan evaluasi terhadap capaian yang telah dilaksanakan, tetapi juga mengidentifikasi berbagai tantangan yang masih dihadapi serta menyusun langkah-langkah strategis agar program penanggulangan TB dapat berjalan lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa tujuan kegiatan adalah memperkuat komitmen lintas sektor di Kalimantan Barat, menyampaikan perkembangan hasil tindak lanjut pasca pertemuan April 2026, mengidentifikasi tantangan dan kebutuhan dalam penanggulangan TB, serta memperkuat peran setiap pemangku kepentingan sesuai tugas dan fungsinya dalam mendukung percepatan eliminasi TB. Peserta kegiatan terdiri dari anggota Tim Percepatan Penanggulangan TB yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Barat, perangkat daerah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, mitra pembangunan, serta berbagai lembaga terkait dengan jumlah peserta sekitar 55 orang Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menyampaikan bahwa BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) memiliki peran strategis dalam mendukung penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui pendekatan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan. Menurutnya, peran tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mewujudkan target eliminasi TBC di Indonesia. Ia menegaskan bahwa penanggulangan TBC bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Melalui pengelolaan dana ZIS yang tepat sasaran, BAZNAS dapat memberikan dukungan berupa bantuan nutrisi, pendampingan pengobatan, pemberdayaan ekonomi keluarga penyintas, hingga penguatan edukasi kesehatan di tengah masyarakat. "BAZNAS siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat aspek sosial, ekonomi, dan spiritual bagi para penyintas TBC. Dengan optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ), kolaborasi lintas sektor, serta pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang tepat sasaran, kami berharap dapat berkontribusi mempercepat terwujudnya Indonesia Bebas TBC sekaligus meningkatkan kesejahteraan para mustahik," ujar Hamzah Tawil.. Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan oleh dr. Antonius Decky mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, disampaikan bahwa sumber daya manusia yang sehat merupakan prioritas utama pembangunan daerah, sehingga penanganan Tuberkulosis menjadi salah satu program prioritas nasional yang memerlukan dukungan seluruh pihak. Ia menegaskan bahwa percepatan eliminasi TB bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen pemerintah, lembaga, dunia pendidikan, tempat kerja, organisasi masyarakat, hingga masyarakat secara luas. "TB tidak mengenal batas usia maupun profesi. Anak-anak, pekerja, hingga masyarakat umum memiliki risiko yang sama. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan melalui perluasan skrining di lingkungan kerja, sekolah, perguruan tinggi, tempat ibadah, dan lingkungan masyarakat. Semakin cepat kasus ditemukan, maka semakin cepat pula pengobatan dapat dilakukan," ujarnya. Berdasarkan data Sistem Informasi Tuberkulosis hingga Juli 2026, jumlah kasus TB yang berhasil ditemukan di Kalimantan Barat baru mencapai sekitar 6.350 kasus, sementara diperkirakan masih terdapat sekitar 12 ribu kasus yang belum teridentifikasi. Ia menambahkan bahwa meskipun pengobatan TB saat ini telah semakin maju dan vaksin telah tersedia, tantangan terbesar masih terletak pada keberhasilan pengobatan karena memerlukan waktu yang relatif panjang serta kedisiplinan pasien dalam menjalani terapi hingga tuntas. Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai unsur lintas sektor, di antaranya perwakilan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, LAZISMU, Yayasan Bina Asri, Organisasi Penyintas TB Khatulistiwa, serta berbagai mitra lainnya yang memiliki komitmen bersama dalam mendukung percepatan eliminasi Tuberkulosis di Kalimantan Barat. BAZNAS juga mengajak masyarakat untuk turut mengambil bagian dalam ikhtiar ini dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui : Program Bantuan bagi Penyintas Tuberkulosis (TB).
BERITA23/07/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Provinsi Kalbar Berikan Bantuan kepada Penyintas Disabilitas di Kubu Raya
BAZNAS Provinsi Kalbar Berikan Bantuan kepada Penyintas Disabilitas di Kubu Raya
Kubu Raya – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, bantuan diberikan kepada Muhammad Thamrin, warga Kabupaten Kubu Raya yang mengalami disabilitas permanen akibat kecelakaan kerja dan kini hidup dalam keterbatasan. Rabu (22/07/2026). Muhammad Thamrin diketahui mengalami kecelakaan kerja sekitar sembilan bulan yang lalu. Sebelum musibah tersebut, ia menjalani kehidupan dengan normal sejak tahun 1998 hingga 2024. Namun setelah mengalami cedera serius yang berawal dari bagian kaki hingga berdampak pada organ dalam, ia tidak lagi dapat berjalan dan harus menjalani operasi. Saat ini, Thamrin hidup sebatang kara setelah ibu dan kakaknya meninggal dunia, sementara ayah kandungnya telah lama berpisah dengan ibunya. Kondisi tersebut membuatnya tidak memiliki keluarga yang mendampingi, sehingga kebutuhan sehari-harinya banyak bergantung pada kepedulian warga sekitar. Meski memiliki rumah sendiri, keterbatasan fisik membuatnya sulit beraktivitas. Untuk memenuhi kebutuhan makan, ia hanya dapat mengonsumsi makanan bertekstur lembut seperti bubur dan buah-buahan. Tidak jarang ia harus menahan lapar ketika tidak ada bantuan dari warga. Di tengah keterbatasan tersebut, kepedulian masyarakat sekitar terus hadir. Beberapa tetangga dan seorang ayah angkat secara bergantian menemani dan membantu kebutuhannya, terutama pada malam hari. Sebelumnya, Thamrin masih sempat berjalan menggunakan tongkat sebelum kondisinya semakin menurun. Selain berjuang menghadapi kondisi kesehatannya, Thamrin juga memiliki seorang anak yang saat ini duduk di bangku kelas II Sekolah Dasar dan menempuh pendidikan di MI yang berada di lingkungan panti asuhan. Mari bersama hadirkan harapan baru bagi saudara kita yang sedang berjuang. Salurkan zakat, infak, dan sedekah terbaik Anda melalui Program Bantu Muhammad Thamrin, Penyintas Disabilitas di Kubu Raya.
BERITA22/07/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Kalbar Salurkan Santunan bagi Keluarga yang Tengah Berduka
BAZNAS Kalbar Salurkan Santunan bagi Keluarga yang Tengah Berduka
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat mendatangi salah satu keluarga yang sedang mengalami musibah dengan menyalurkan bantuan santunan kepada Maiya Ananda Citra Lestari (19) di RSUD dr. Soedarso Pontianak. Selasa (21/07/2026). Bantuan diserahkan sebagai bentuk kepedulian BAZNAS Provinsi Kalbar untuk membantu meringankan beban keluarga yang sedang menghadapi cobaan. Maiya Ananda Citra Lestari (19) merupakan seorang ibu muda asal Jalan Yos Sudarso Gang Kelapa Emas, Desa Kuala, Kecamatan Singkawang Barat, Kota Singkawang. Ia bersama suaminya, Dendy (24), tengah menghadapi duka setelah kehilangan bayi perempuan mereka yang meninggal dunia pada usia 21 hari. Menurut penuturan Maiya, bayinya lahir dalam kondisi sehat melalui proses operasi sesar dan ia sempat menjalani transfusi darah sebanyak dua kantong. Namun, saat waktu salat Zuhur, keluarga menerima kabar duka bahwa sang bayi telah meninggal dunia. "Kami masih tidak percaya, Pak. Sebelumnya kondisinya saat lahiran sehat. Pas waktu azan Zuhur, kami mendapat kabar anak kami sudah tidak ada," tutur Ibu dari Maiya dengan haru. Ibu dari Maiya juga mengungkapkan bahwa selama menjalani pengobatan di Pontianak, keluarganya mengalami kesulitan ekonomi. Selama kurang lebih satu minggu mereka terpaksa menginap di Masjid Sudarso karena tidak memiliki tempat tinggal maupun keluarga di Pontianak. Suaminya yang merupakan seorang mualaf bekerja sebagai buruh serabutan, sementara Maiya merupakan ibu rumah tangga. Kondisi ekonomi yang terbatas membuat keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan selama proses pengobatan. Bahkan, upaya meminjam biaya kepada keluarga juga belum membuahkan hasil. Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat hadir memberikan santunan sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga dhuafa yang sedang tertimpa musibah. Bantuan ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga sekaligus menjadi wujud nyata bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dititipkan para muzaki dapat menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA21/07/2026 | Helmi Anshari
Workshop Integrasi ATM Kalbar, BAZNAS Soroti Peran Zakat dalam Mendukung Program Kesehatan
Workshop Integrasi ATM Kalbar, BAZNAS Soroti Peran Zakat dalam Mendukung Program Kesehatan
Pontianak – Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menjadi salah satu narasumber dalam Workshop Evaluasi dan Penjabaran Petunjuk Teknis Integrasi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) serta Kebijakan Nasional Terkait ATM Tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat, Senin (20/07/2026). Dalam paparannya, Hamzah Tawil menyampaikan apresiasi kepada ADINKES Kalbar atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, upaya penguatan sinergi dalam penanganan penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria sejalan dengan peran BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang turut mendukung pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan. "Atas nama BAZNAS Provinsi Kalbar, kami mengucapkan terima kasih kepada ADINKES Kalbar yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Hal ini sejalan dengan tugas kemanusiaan BAZNAS dalam membantu pemerintah, khususnya pemerintah daerah, termasuk mendampingi para mustahik yang terdampak penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria," ujarnya. Hamzah menegaskan bahwa zakat bukan hanya merupakan instrumen ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai instrumen pembangunan sosial dan kesehatan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan Surah At-Taubah ayat 60, sebagian besar penyintas AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria berasal dari kelompok masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi dan termasuk dalam kategori fakir maupun miskin. Kondisi tersebut sering kali menyebabkan mereka kesulitan menjalani pengobatan secara berkelanjutan akibat keterbatasan dukungan sosial dan finansial. "Insya Allah dana zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi instrumen pendukung program kesehatan. Dana umat ini hadir untuk bersinergi dengan pemerintah, bukan menggantikan pembiayaan utama yang telah disediakan pemerintah," jelasnya. Dalam kesempatan tersebut, Hamzah juga memaparkan sejumlah bentuk optimalisasi pemanfaatan dana ZIS untuk mendukung penyintas penyakit ATM, antara lain melalui bantuan sembako dan nutrisi, layanan Rumah Sehat BAZNAS (RSB), pendampingan pemberdayaan ekonomi, program perbaikan rumah layak huni, hingga edukasi kesehatan berbasis masjid. Selain itu, ia mengusulkan agar ADINKES Kalbar dapat menginisiasi pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) berbasis komunitas sebagai sarana penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah yang nantinya dapat disalurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya penyintas penyakit ATM. Di akhir pemaparannya, Hamzah Tawil turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh muzaki yang telah mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat. "Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh muzaki yang telah menunaikan ZIS melalui BAZNAS Provinsi Kalbar. Semoga Allah SWT memberikan keberkahan, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat menerima manfaat dari dana zakat yang dihimpun," tuturnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sintang, Totok Agus Sudono, M.M.Pd, menyampaikan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam program penanggulangan Tuberkulosis telah dimulai sejak tahun 2025. Menurutnya, kegiatan workshop ini merupakan kali kedua BAZNAS kabupaten/kota di Kalimantan Barat mengikuti kegiatan serupa. Ia menjelaskan bahwa pada November 2025 BAZNAS Kabupaten Sintang telah meluncurkan program BAZNAS Peduli Penderita Tuberkulosis sebagai bentuk dukungan terhadap program kesehatan pemerintah di daerah. Workshop ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Dinas Kesehatan Kota Singkawang, Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sintang, Kabupaten Ketapang, serta perwakilan BAZNAS Kota Pontianak, BAZNAS Kabupaten Sintang, BAZNAS Kabupaten Sanggau, dan BAZNAS Kota Singkawang. Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, sektor kesehatan, dan BAZNAS dalam mendukung penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria, sehingga program kesehatan masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara berkelanjutan.
BERITA21/07/2026 | Helmi Anshari
Audiensi ke BSN KC Pontianak, BAZNAS Kalbar Dorong Pembentukan UPZ dan Program Tematik
Audiensi ke BSN KC Pontianak, BAZNAS Kalbar Dorong Pembentukan UPZ dan Program Tematik
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan audiensi dengan Bank Syariah Nasional (BSN) Kantor Cabang Pontianak dalam rangka memperkuat sinergi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), mendorong pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta menjajaki berbagai program kolaborasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat Kalimantan Barat. Selasa (14/07/2026) Kepala BSN KC Pontianak, Imron, menyambut langsung kedatangan jajaran BAZNAS Provinsi Kalbar. Dalam kesempatan tersebut, ia memperkenalkan jajaran pengurus BSN sekaligus menyampaikan apresiasi atas berbagai program yang dijalankan BAZNAS. Imron menyampaikan harapannya agar BAZNAS Provinsi Kalbar dapat menyiapkan katalog program dan proposal tematik yang nantinya akan diteruskan kepada kantor pusat BSN sebagai bahan kajian kerja sama. "Kami sangat senang dengan berbagai program yang ditawarkan BAZNAS Provinsi Kalbar. Silakan sampaikan proposal dan katalog program kepada kami agar dapat kami koordinasikan dengan kantor pusat. Kami juga akan mengkaji kemungkinan kerja sama melalui MoU serta mendorong pembentukan UPZ agar penghimpunan zakat dapat memberikan manfaat langsung bagi daerah," ujarnya. Selain itu, pihak BSN juga akan menjajaki peluang kerja sama dengan para developer agar dapat berpartisipasi dalam penghimpunan dana zakat maupun infak, termasuk skema kontribusi sebesar 2,5 persen atau sesuai kesepakatan yang nantinya akan dibahas bersama kantor pusat. Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh BSN KC Pontianak. Ia memperkenalkan jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar serta menjelaskan berbagai program unggulan yang telah dijalankan. Menurutnya, audiensi ini bertujuan mempererat silaturahmi sekaligus membangun sinergi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan zakat yang profesional. Ia juga menyampaikan bahwa seluruh pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar telah memiliki sertifikasi kompetensi amil zakat. Selain itu, BAZNAS terus menjalankan berbagai program unggulan, salah satunya Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB) yang telah memberikan manfaat bagi masyarakat kurang mampu di berbagai daerah. Hamzah Tawil turut menjelaskan bahwa selain zakat, masyarakat maupun mitra juga dapat berpartisipasi melalui infak muqayyad untuk mendukung berbagai program sosial yang telah disiapkan BAZNAS. Pimpinan Bagian Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.B.A, memaparkan berbagai bentuk kolaborasi yang telah dilakukan BAZNAS bersama sejumlah instansi, salah satunya melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pengadilan Tinggi Agama Pontianak. Ia menegaskan bahwa BAZNAS hadir bukan sekadar menghimpun dana, melainkan membangun kolaborasi yang memberikan manfaat nyata. "Kami datang untuk collaboration, bukan collection. Kami ingin membangun UPZ tematik bersama BSN sehingga manfaat yang dihasilkan dapat kembali dirasakan oleh lingkungan dan masyarakat sekitar," jelasnya. Ali Rohman juga menyampaikan harapan agar potensi zakat dari berbagai proyek dan kegiatan usaha di Kalimantan Barat dapat tetap disalurkan melalui BAZNAS di daerah sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kalimantan Barat. Selain itu, BAZNAS berkomitmen mendukung peningkatan indeks capaian berbagai instansi melalui program-program kolaboratif yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Kalbar, Jaki Azmi, S.E, mempresentasikan platform digital BAZNAS yang mendukung pengelolaan program tematik berbasis UPZ. Ia juga menjelaskan mekanisme pembukaan rekening UPZ yang dilakukan melalui pengajuan surat resmi disertai lampiran Surat Keputusan (SK) pembentukan UPZ. Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal terjalinnya kerja sama yang lebih erat antara BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan BSN KC Pontianak, khususnya dalam memperkuat ekosistem zakat, mendorong pembentukan UPZ, serta menghadirkan berbagai program pemberdayaan yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat.
BERITA17/07/2026 | Helmi Anshari
Usai Bentuk UPZ, BAZNAS dan PA Sanggau Langsung Realisasikan Bantuan bagi Korban Perceraian
Usai Bentuk UPZ, BAZNAS dan PA Sanggau Langsung Realisasikan Bantuan bagi Korban Perceraian
Sanggau – BAZNAS Kabupaten Sanggau bersama Pengadilan Agama (PA) Sanggau resmi menandatangani Surat Keputusan (SK) Pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan Pengadilan Agama Sanggau sekaligus menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam penyaluran bantuan kepada ibu dan anak korban perceraian, Jumat (10/07/2026). Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dengan Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Barat mengenai pembentukan UPZ di lingkungan Pengadilan Agama Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat. Pada hari yang sama, kesepakatan tersebut langsung diwujudkan melalui penyaluran santunan kepada lima penerima manfaat, yaitu ibu dan anak korban perceraian yang perkaranya telah berkekuatan hukum tetap. Bantuan ini menjadi bentuk kepedulian dalam meringankan beban ekonomi para penerima manfaat. Ketua BAZNAS Kabupaten Sanggau, Hamka Surkati, S.E., menyampaikan apresiasi kepada Pengadilan Agama Sanggau yang tidak hanya membentuk UPZ, tetapi juga langsung merealisasikan hasil kerja sama melalui penyaluran bantuan. "Alhamdulillah, setelah penandatanganan SK pembentukan UPZ dan PKS pada pagi hari, sore harinya bantuan kepada ibu dan anak korban perceraian sudah langsung disalurkan. Ini merupakan bentuk nyata implementasi kerja sama antara BAZNAS dan Pengadilan Agama Sanggau. Semoga kolaborasi ini tidak hanya terbatas pada bantuan korban perceraian, tetapi juga dapat diperluas untuk berbagai program kemaslahatan umat di Kabupaten Sanggau," ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa Kabupaten Sanggau menjadi salah satu daerah pertama yang langsung menindaklanjuti kerja sama tersebut dengan pembentukan UPZ sekaligus pelaksanaan program bantuan kepada masyarakat. Dalam mekanisme pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang telah disepakati, 30 persen dana yang dihimpun melalui UPZ Pengadilan Agama Sanggau akan disetorkan kepada BAZNAS Kabupaten Sanggau, sedangkan 70 persen dikelola oleh Pengadilan Agama Sanggau untuk program sosial di lingkungan instansi. Pengelolaan dana tersebut tetap dilakukan secara transparan dengan pelaporan kepada BAZNAS, serta setiap kegiatan penyaluran akan melibatkan BAZNAS Kabupaten Sanggau. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sanggau Hamka Surkati, S.E., Wakil Ketua III Diky Zulkarnain, S.P., dan Wakil Ketua IV Ade Syafari, S. Hut Sementara dari Pengadilan Agama Sanggau hadir Ketua Pengadilan Agama Sanggau H. Helman Fajry, S.H.I., M.H.I., para hakim, serta seluruh pejabat di lingkungan Pengadilan Agama Sanggau. Melalui pembentukan UPZ dan kerja sama ini, diharapkan sinergi antara BAZNAS Kabupaten Sanggau dan Pengadilan Agama Sanggau semakin kuat dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
BERITA13/07/2026 | Helmi Anshari
Kolaborasi BAZNAS Sanggau, Kemenag, dan BMI Hadirkan Kebahagiaan Lebaran Yatim
Kolaborasi BAZNAS Sanggau, Kemenag, dan BMI Hadirkan Kebahagiaan Lebaran Yatim
Sanggau – BAZNAS Kabupaten Sanggau berkolaborasi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau, BMI Munzalan, dan UPZ Masjid Al-Muhajirin Kecamatan Parindu menggelar kegiatan Lebaran Yatim Muharram 1448 H di Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau. Kegiatan mengusung tema "Menebar Maslahat, Menguatkan Umat, dan Harmonis di Tengah Keberagaman." Selasa (07/07/2026). Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Sanggau menyalurkan santunan sebesar Rp200.000 kepada masing-masing penerima manfaat dengan total bantuan Rp8.000.000. Bantuan disalurkan kepada 40 penerima manfaat, yang terdiri dari 30 anak yatim dan fakir miskin, 5 penyandang disabilitas, serta 5 kaum dhuafa. Ketua BAZNAS Kabupaten Sanggau, Hamka Surkati, S.E., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program rutin Lebaran Yatim Muharram yang dilaksanakan melalui kolaborasi berbagai pihak. "Alhamdulillah, dalam pelaksanaan Lebaran Yatim tahun ini BAZNAS Kabupaten Sanggau kembali berkolaborasi dengan Kementerian Agama, BMI Munzalan, serta para donatur untuk berbagi kebahagiaan kepada anak yatim, penyandang disabilitas, dhuafa, dan fakir miskin. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para penerima manfaat sekaligus mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan kepedulian dan semangat berbagi di tahun-tahun mendatang," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan kali ketiga BAZNAS Kabupaten Sanggau berpartisipasi dalam pelaksanaan Lebaran Yatim sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sanggau, H. Madrais, S.Pd., S.Ag., Kapolsek Parindu AKP Sutono, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kabupaten Sanggau Fatkhur Rohman, Kasi Bimas Islam Ayi Yusup Muhidin, Kasubbag Tata Usaha H. Mustaan, S.Ag., M.Pd., Kasi Pendidikan Madrasah Bawanta Ari Santosa, Kasi Pendidikan Agama Islam Samad Harianto, S.Ag., perwakilan BMI Munzalan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para donatur. Dari BAZNAS Kabupaten Sanggau hadir Ketua BAZNAS Kabupaten Sanggau Hamka Surkati, S.E., Wakil Ketua I M. Fatris Babara, S.E., Wakil Ketua II H. Abdurokhman, beserta jajaran amil. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara BAZNAS, Kementerian Agama, lembaga zakat, para donatur, dan masyarakat dapat terus terjalin sehingga semakin banyak anak yatim, penyandang disabilitas, dhuafa, dan fakir miskin yang merasakan manfaat dari zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara amanah dan profesional.
BERITA09/07/2026 | Helmi Anshari
Saudara Seiman Academy Diluncurkan, Siapkan Generasi Berilmu, Berakhlak, dan Berprestasi
Saudara Seiman Academy Diluncurkan, Siapkan Generasi Berilmu, Berakhlak, dan Berprestasi
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menghadiri launching Saudara Seiman Academy (SSA) yang mengusung tema "Mencetak Generasi Berilmu, Berakhlak, dan Berprestasi." Program yang diinisiasi oleh Yayasan Baitul Saudara Seiman (BSS) ini bertujuan membekali santri, mualaf, dan masyarakat muslim di wilayah pedalaman dengan keterampilan di bidang konten kreatif dan komunikasi. Direktur Program Saudara Seiman Academy, Ustadz Condro, menjelaskan bahwa SSA merupakan program pelatihan intensif selama tiga bulan yang berfokus pada pengembangan kemampuan multimedia, pembuatan konten digital, dan public speaking. Program ini ditujukan bagi santri dari pesantren di daerah pedalaman agar mampu mengelola media sosial dan kanal YouTube secara mandiri sebagai sarana dakwah dan publikasi kegiatan pesantren. "Harapannya setelah kembali ke pesantren masing-masing, para peserta dapat mengembangkan akun media sosial dan kanal YouTube pesantren sehingga dapat menjadi media dakwah sekaligus membuka peluang kolaborasi pendanaan program pesantren," ujarnya. Peserta angkatan perdana dibatasi maksimal 10 orang. Pada tahap awal, program diikuti oleh santri dari Pesantren Darul Hikam, Kabupaten Kayong Utara, serta Islamic Center Al Azhar Balai Karangan. Seluruh biaya pelatihan sebesar Rp350.000 per bulan didukung melalui kolaborasi bersama mitra dan lembaga yang bekerja sama. Ustadz Condro juga menjelaskan bahwa Yayasan Baitul Saudara Seiman berdiri sejak tahun 2021 dan sebelumnya merupakan bagian dari Munzalan. Saat ini yayasan telah menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat. Ke depan, SSA akan terus dikembangkan dengan menambah program pelatihan Bahasa Inggris dan Bahasa Arab guna memperluas kompetensi para peserta. Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si., mengapresiasi hadirnya program tersebut sebagai langkah nyata dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan teknologi digital, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk dakwah dan kemaslahatan umat. "Kami berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat memberikan manfaat bagi pesantren dan masyarakat di daerah masing-masing. Gunakan kemampuan membuat konten untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan, amar ma'ruf nahi munkar, serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan media sosial secara positif," ujarnya. Ia juga mengajak lembaga pendidikan, pesantren, dan berbagai pihak, khususnya di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal), untuk berpartisipasi dalam program tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Launching Saudara Seiman Academy turut dihadiri oleh perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Syaiful Rizan, S.EI., serta perwakilan LAZISMU Wilayah Kalimantan Barat dan YBM PLN Kalimantan Barat sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kapasitas generasi muda muslim. Melalui program ini, Yayasan Baitul Saudara Seiman bersama BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat berharap dapat melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, berprestasi, serta mampu menjadi agen dakwah digital di daerahnya masing-masing sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi umat.
BERITA09/07/2026 | Helmi Anshari
BAZNAS Kalbar Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat melalui Audiensi dengan BKD Provinsi Kalbar
BAZNAS Kalbar Perkuat Sinergi Pengelolaan Zakat melalui Audiensi dengan BKD Provinsi Kalbar
Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan audiensi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memperkuat sinergi pengelolaan zakat, optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta mendukung program pengentasan kemiskinan melalui kolaborasi dengan Aparatur Sipil Negara (ASN). Rabu (08/07/2026). Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada BKD Provinsi Kalbar yang telah menerima kunjungan audiensi. Dalam kesempatan tersebut, ia memperkenalkan struktur kelembagaan BAZNAS Provinsi Kalbar serta menyampaikan komitmen BAZNAS untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam mendukung visi pengentasan kemiskinan. Selain itu, BAZNAS Kalbar juga memaparkan manfaat penerapan sistem payroll zakat, khususnya dalam meningkatkan kebermanfaatan bagi ASN golongan II ke bawah, serta mengusulkan perpanjangan Surat Keputusan (SK) UPZ BKD Provinsi Kalbar sebagai upaya memperkuat pengelolaan zakat di lingkungan BKD. Kepala BKD Provinsi Kalimantan Barat, Eko Ardianto, S.IP., M.Si., menyambut baik audiensi tersebut dan menyatakan kesiapan BKD untuk mendukung penguatan pengelolaan zakat di lingkungan ASN. BKD juga membuka peluang kerja sama dalam penyediaan data kepegawaian, khususnya data ASN golongan II ke bawah, dengan mekanisme surat resmi dari BAZNAS sebagai dasar administrasi. Dalam pertemuan tersebut, BKD juga menyampaikan kesiapan untuk berkoordinasi dengan BAPPERIDA terkait data kesejahteraan sosial, serta mendukung optimalisasi pengumpulan zakat di lingkungan ASN. Tercatat terdapat sekitar 12.200 ASN beragama Islam di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat yang berpotensi menjadi bagian dari penguatan pengelolaan zakat. Sementara itu, Pimpinan Bidang Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.B.A., menjelaskan bahwa audiensi ini merupakan bagian dari upaya transformasi kelembagaan BAZNAS melalui penguatan fungsi UPZ sebagai mitra strategis dalam mendeteksi kebutuhan masyarakat sekaligus mengoptimalkan penyaluran manfaat zakat di lingkungan instansi. Ia juga menyampaikan bahwa BAZNAS terus mendorong kolaborasi dengan berbagai instansi pemerintah, termasuk dalam penyusunan publikasi, peningkatan literasi zakat, serta mendukung pencapaian Indeks Zakat Nasional di Provinsi Kalimantan Barat. Ketua UPZ BKD Provinsi Kalbar, Ipunk Wijaya, menjelaskan bahwa UPZ BKD telah dibentuk sejak tahun 2009 dan mengalami peningkatan penghimpunan zakat sejak adanya surat edaran pemerintah pada tahun 2015. Menurutnya, sosialisasi yang dilakukan BAZNAS serta penguatan regulasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan partisipasi ASN dalam menunaikan zakat melalui BAZNAS. Melalui audiensi ini, BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan BKD Provinsi Kalbar berkomitmen memperkuat sinergi dalam optimalisasi pengelolaan zakat di lingkungan ASN, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Barat.
BERITA08/07/2026 | Helmi Anshari
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kalimantan Barat.

Lihat Daftar Rekening →