WhatsApp Icon

BAZNAS Provinsi Kalbar Hadiri Rapat Komitmen Lintas Sektor Percepatan Eliminasi Tuberkulosis

23/07/2026  |  Penulis: Helmi Anshari

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS Provinsi Kalbar Hadiri Rapat Komitmen Lintas Sektor Percepatan Eliminasi Tuberkulosis

BAZNAS Provinsi Kalbar Hadiri Rapat Komitmen Lintas Sektor Percepatan Eliminasi Tuberkulosis

Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat turut menghadiri kegiatan Sosialisasi  dan Pengembangan Program Desa Sehat Siaga TBC (DAHSAT) di Provinsi Kalimantan Barat, yang diselenggarakan sebagai tindak lanjut penguatan kolaborasi lintas sektor dalam upaya percepatan eliminasi TB. Kegiatan ini mengacu pada Peraturan Presiden tentang Optimalisasi Penanggulangan Tuberkulosis, Peraturan Gubernur Kalimantan Barat tentang Penanggulangan Tuberkulosis, serta Surat Keputusan Gubernur mengenai Tim Percepatan Penanggulangan TB Kalimantan Barat.

Ketua Panitia, Endang Maman Sudirman, S.KM., M.AP, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan lintas sektor yang telah dilaksanakan pada 29 April 2026. Pada pertemuan sebelumnya telah terbangun kesamaan persepsi mengenai pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam percepatan penanggulangan TB serta disepakati berbagai langkah yang perlu ditindaklanjuti bersama.

Menurutnya, pertemuan kali ini tidak hanya bertujuan melakukan evaluasi terhadap capaian yang telah dilaksanakan, tetapi juga mengidentifikasi berbagai tantangan yang masih dihadapi serta menyusun langkah-langkah strategis agar program penanggulangan TB dapat berjalan lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa tujuan kegiatan adalah memperkuat komitmen lintas sektor di Kalimantan Barat, menyampaikan perkembangan hasil tindak lanjut pasca pertemuan April 2026, mengidentifikasi tantangan dan kebutuhan dalam penanggulangan TB, serta memperkuat peran setiap pemangku kepentingan sesuai tugas dan fungsinya dalam mendukung percepatan eliminasi TB.

Peserta kegiatan terdiri dari anggota Tim Percepatan Penanggulangan TB yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Barat, perangkat daerah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, mitra pembangunan, serta berbagai lembaga terkait dengan jumlah peserta sekitar 55 orang

Dalam kesempatan tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menyampaikan bahwa BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang mengelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) memiliki peran strategis dalam mendukung penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui pendekatan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan. Menurutnya, peran tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mewujudkan target eliminasi TBC di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa penanggulangan TBC bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Melalui pengelolaan dana ZIS yang tepat sasaran, BAZNAS dapat memberikan dukungan berupa bantuan nutrisi, pendampingan pengobatan, pemberdayaan ekonomi keluarga penyintas, hingga penguatan edukasi kesehatan di tengah masyarakat.

"BAZNAS siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat aspek sosial, ekonomi, dan spiritual bagi para penyintas TBC. Dengan optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ), kolaborasi lintas sektor, serta pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang tepat sasaran, kami berharap dapat berkontribusi mempercepat terwujudnya Indonesia Bebas TBC sekaligus meningkatkan kesejahteraan para mustahik," ujar Hamzah Tawil..

Dalam sambutan pembukaan yang dibacakan oleh dr. Antonius Decky mewakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, disampaikan bahwa sumber daya manusia yang sehat merupakan prioritas utama pembangunan daerah, sehingga penanganan Tuberkulosis menjadi salah satu program prioritas nasional yang memerlukan dukungan seluruh pihak.

Ia menegaskan bahwa percepatan eliminasi TB bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen pemerintah, lembaga, dunia pendidikan, tempat kerja, organisasi masyarakat, hingga masyarakat secara luas.

"TB tidak mengenal batas usia maupun profesi. Anak-anak, pekerja, hingga masyarakat umum memiliki risiko yang sama. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan melalui perluasan skrining di lingkungan kerja, sekolah, perguruan tinggi, tempat ibadah, dan lingkungan masyarakat. Semakin cepat kasus ditemukan, maka semakin cepat pula pengobatan dapat dilakukan," ujarnya.

Berdasarkan data Sistem Informasi Tuberkulosis hingga Juli 2026, jumlah kasus TB yang berhasil ditemukan di Kalimantan Barat baru mencapai sekitar 6.350 kasus, sementara diperkirakan masih terdapat sekitar 12 ribu kasus yang belum teridentifikasi.

Ia menambahkan bahwa meskipun pengobatan TB saat ini telah semakin maju dan vaksin telah tersedia, tantangan terbesar masih terletak pada keberhasilan pengobatan karena memerlukan waktu yang relatif panjang serta kedisiplinan pasien dalam menjalani terapi hingga tuntas.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai unsur lintas sektor, di antaranya perwakilan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, LAZISMU, Yayasan Bina Asri, Organisasi Penyintas TB Khatulistiwa, serta berbagai mitra lainnya yang memiliki komitmen bersama dalam mendukung percepatan eliminasi Tuberkulosis di Kalimantan Barat.

BAZNAS juga mengajak masyarakat untuk turut mengambil bagian dalam ikhtiar ini dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui : Program Bantuan bagi Penyintas Tuberkulosis (TB)

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kalimantan Barat.

Lihat Daftar Rekening →