Workshop Integrasi ATM Kalbar, BAZNAS Soroti Peran Zakat dalam Mendukung Program Kesehatan
21/07/2026 | Penulis: Helmi Anshari
Workshop Integrasi ATM Kalbar, BAZNAS Soroti Peran Zakat dalam Mendukung Program Kesehatan
Pontianak – Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menjadi salah satu narasumber dalam Workshop Evaluasi dan Penjabaran Petunjuk Teknis Integrasi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) serta Kebijakan Nasional Terkait ATM Tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) Perwakilan Provinsi Kalimantan Barat, Senin (20/07/2026).
Dalam paparannya, Hamzah Tawil menyampaikan apresiasi kepada ADINKES Kalbar atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, upaya penguatan sinergi dalam penanganan penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria sejalan dengan peran BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang turut mendukung pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan.
"Atas nama BAZNAS Provinsi Kalbar, kami mengucapkan terima kasih kepada ADINKES Kalbar yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Hal ini sejalan dengan tugas kemanusiaan BAZNAS dalam membantu pemerintah, khususnya pemerintah daerah, termasuk mendampingi para mustahik yang terdampak penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria," ujarnya.
Hamzah menegaskan bahwa zakat bukan hanya merupakan instrumen ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai instrumen pembangunan sosial dan kesehatan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan Surah At-Taubah ayat 60, sebagian besar penyintas AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria berasal dari kelompok masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi dan termasuk dalam kategori fakir maupun miskin. Kondisi tersebut sering kali menyebabkan mereka kesulitan menjalani pengobatan secara berkelanjutan akibat keterbatasan dukungan sosial dan finansial.
"Insya Allah dana zakat, infak, dan sedekah dapat menjadi instrumen pendukung program kesehatan. Dana umat ini hadir untuk bersinergi dengan pemerintah, bukan menggantikan pembiayaan utama yang telah disediakan pemerintah," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hamzah juga memaparkan sejumlah bentuk optimalisasi pemanfaatan dana ZIS untuk mendukung penyintas penyakit ATM, antara lain melalui bantuan sembako dan nutrisi, layanan Rumah Sehat BAZNAS (RSB), pendampingan pemberdayaan ekonomi, program perbaikan rumah layak huni, hingga edukasi kesehatan berbasis masjid.
Selain itu, ia mengusulkan agar ADINKES Kalbar dapat menginisiasi pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) berbasis komunitas sebagai sarana penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah yang nantinya dapat disalurkan kembali kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya penyintas penyakit ATM.
Di akhir pemaparannya, Hamzah Tawil turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh muzaki yang telah mempercayakan penyaluran zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh muzaki yang telah menunaikan ZIS melalui BAZNAS Provinsi Kalbar. Semoga Allah SWT memberikan keberkahan, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat menerima manfaat dari dana zakat yang dihimpun," tuturnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sintang, Totok Agus Sudono, M.M.Pd, menyampaikan bahwa keterlibatan BAZNAS dalam program penanggulangan Tuberkulosis telah dimulai sejak tahun 2025. Menurutnya, kegiatan workshop ini merupakan kali kedua BAZNAS kabupaten/kota di Kalimantan Barat mengikuti kegiatan serupa.
Ia menjelaskan bahwa pada November 2025 BAZNAS Kabupaten Sintang telah meluncurkan program BAZNAS Peduli Penderita Tuberkulosis sebagai bentuk dukungan terhadap program kesehatan pemerintah di daerah.
Workshop ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Dinas Kesehatan Kota Singkawang, Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sintang, Kabupaten Ketapang, serta perwakilan BAZNAS Kota Pontianak, BAZNAS Kabupaten Sintang, BAZNAS Kabupaten Sanggau, dan BAZNAS Kota Singkawang.
Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, sektor kesehatan, dan BAZNAS dalam mendukung penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria, sehingga program kesehatan masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara berkelanjutan.
Berita Lainnya
BAZNAS Kalbar dan Yayasan Generasi Harapan Khatulistiwa Hadirkan Akses Air Bersih melalui SARI-KASI di Masjid Baitul Makmur.
BAZNAS Kota Singkawang Kembali Salurkan Paket Sembako Plus Nutrisi untuk Penyandang Disabilitas
BAZNAS Singkawang Paparkan Inovasi Fiqih Zakat untuk Kesehatan dalam Workshop ADINKES
BAZNAS Salurkan Bantuan Pengobatan melalui Program BAZNAS Sehat
BAZNAS Kabupaten Mempawah Survei Bantuan Bedah Rumah untuk Ibu Julita, Pedagang Kue Keliling di Sungai Pinyuh
Tanggap Karhutla, BAZNAS Kalbar dan BTB Dirikan Dapur Air di Desa Rasau Jaya
BAZNAS Kabupaten Kapuas Hulu Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Sibau Hulu
BAZNAS Kabupaten Mempawah menyalurkan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) semester I tahun 2026 kepada 130 mustahik
Perkuat Pemenuhan Hak Perempuan Dan Anak Pasca Perceraian, Baznas Kalbar bersama Pengadilan Tinggi Agama Pontianak Gandeng BKKBN, KPPAD.
BAZNAS Kalbar Salurkan 25 Paket Bantuan bagi Pasien Penyintas TBC, Perkuat Kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Prov. Kalbar
BAZNAS Provinsi Kalbar Berikan Bantuan Pendidikan kepada Mahasiswa IAIN Pontianak
Jarak Api 10 Meter dari Rumah Warga, BTB Kalbar Padamkan Karhutla Manual
Pemprov dan BAZNAS Kalbar Salurkan Bantuan Lewat Gema Membangun Desa
BAZNAS Kabupaten Sanggau Salurkan Bantuan kepada 36 Petugas Fardhu Kifayah
BAZNAS Sanggau Salurkan Dana Fidyah kepada 23 Fakir Miskin

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kalimantan Barat.
Lihat Daftar Rekening →