WhatsApp Icon

BAZNAS Kalbar dan DPMD Perkuat Sinergi Pemberdayaan Desa

22/06/2026  |  Penulis: Helmi Anshari

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS Kalbar dan DPMD Perkuat Sinergi Pemberdayaan Desa

BAZNAS Kalbar dan DPMD Perkuat Sinergi Pemberdayaan Desa

Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan audiensi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memperkuat sinergi program pemberdayaan masyarakat desa, optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta kolaborasi dalam mendukung berbagai program pembangunan desa.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalimantan Barat, Hendra Bachtiar, S.T., M.T., menyampaikan bahwa saat ini desa menghadapi sejumlah tantangan baru, salah satunya persoalan anak tidak sekolah. Selain itu, DPMD juga memiliki tanggung jawab menjaga 1.045 desa mandiri di Kalimantan Barat yang masih menghadapi berbagai persoalan, baik dari sisi ekonomi maupun tata kelola.

Ia menjelaskan bahwa salah satu program yang sedang dijalankan adalah Gema Membangun Desa (GMD), yang diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas desa, termasuk mendorong UMKM desa agar mampu naik kelas.

Dalam kesempatan itu, Hendra Bachtiar juga memaparkan peluang kolaborasi antara DPMD dan BAZNAS Provinsi Kalbar dalam program Gema Membangun Desa, khususnya di Desa Teluk Batang. Menurutnya, BAZNAS diharapkan dapat berperan sebagai mitra kolaborasi dalam membantu keluarga miskin dan rentan melalui program yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan terukur.

“BAZNAS kami harapkan hadir sebagai mitra kolaborasi, bukan sumber pembiayaan kegiatan seremonial GMD. Peran BAZNAS lebih kepada menilai mustahik, menetapkan program dan penerima, kemudian menyalurkan dana secara akuntabel,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat tujuh sentuhan program BAZNAS yang dapat diintegrasikan dalam Gema Membangun Desa di Teluk Batang, yakni bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), akses air bersih untuk mustahik, penguatan usaha pesisir, dukungan agar anak tetap sekolah, penguatan kesehatan keluarga, pemulihan sosial-ekonomi yang lebih cepat, serta bantuan modal dan pendampingan usaha.

Selain itu, BAZNAS juga diharapkan berperan dalam melakukan asesmen, verifikasi asnaf, penetapan program dan penerima, hingga mekanisme penyaluran bantuan agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh mustahik.

Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, menyampaikan apresiasi atas paparan dan rencana kolaborasi yang telah disiapkan oleh DPMD Provinsi Kalbar. Ia juga memperkenalkan kepengurusan BAZNAS Provinsi Kalbar periode 2025–2030 beserta tugas masing-masing pimpinan.

Dalam audiensi tersebut, Hamzah Tawil turut menjelaskan salah satu skema pengelolaan zakat melalui payroll ASN, di mana dana yang terkumpul akan dikembalikan manfaatnya kepada ASN golongan II ke bawah, salah satunya dalam bentuk bantuan pendidikan.

Ia juga menyampaikan program Tumpuk Tengah sebagai salah satu model intervensi BAZNAS yang dirancang untuk membantu menyelesaikan persoalan masyarakat secara lebih terarah dan kolaboratif, termasuk rencana turun langsung ke desa-desa yang menjadi lokasi program.

Sementara itu, Pimpinan Bagian SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.B.A, menegaskan bahwa audiensi yang dilakukan BAZNAS ke berbagai OPD dan instansi bertujuan untuk membangun kolaborasi, bukan semata-mata pengumpulan zakat.

“Kami datang ke instansi dan OPD bukan hanya untuk collect, tetapi untuk collab. Kami yakin setiap UPZ memiliki mata dan telinga sendiri untuk melihat kebutuhan masyarakat di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Ali Rohman juga menjelaskan sejumlah program unggulan BAZNAS Provinsi Kalbar, di antaranya Optimalisasi UPZ, Sahabat ZEMA, dan Tumpuk Tengah. Ia turut menyampaikan potensi zakat di Kalimantan Barat yang sangat besar dan pentingnya memastikan kebermanfaatan UPZ dapat dirasakan langsung di lingkungan UPZ tersebut.

Selain itu, ia menjelaskan kerja sama BAZNAS dengan Pengadilan Tinggi Agama untuk membantu perempuan rentan pasca perceraian, serta pemanfaatan platform digital BAZNAS dalam mendukung pengumpulan zakat dan penguatan UPZ.

Pimpinan Bidang Perencanaan, Keuangan dan Pelaporan BAZNAS Provinsi Kalbar, Luthfiah, M.Pd.I, menambahkan bahwa pada momentum MTQ mendatang, BAZNAS juga berencana turun ke desa-desa di Kabupaten Kayong Utara untuk menerapkan program Tumpuk Tengah sebagai bagian dari upaya membantu menyelesaikan persoalan masyarakat desa secara lebih komprehensif.

Ia berharap, konsep program yang tengah disusun dapat semakin disempurnakan melalui sinergi dengan program-program yang telah dimiliki oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalbar.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kalimantan Barat.

Lihat Daftar Rekening →