WhatsApp Icon

BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalbar, Dorong Pemberdayaan Masyarakat Pesisir

21/04/2026  |  Penulis: Helmi Anshari

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalbar, Dorong Pemberdayaan Masyarakat Pesisir

BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalbar, Dorong Pemberdayaan

Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan audiensi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memperkuat sinergi, khususnya dalam optimalisasi pengumpulan zakat serta pemberdayaan masyarakat pesisir. Selasa (21/04/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar Bidang Pengumpulan, Jaki Azmi, SE, menyampaikan pentingnya optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) agar tidak hanya berfungsi sebagai penghimpun dana, tetapi juga berbasis program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di lingkungan sekitar instansi.

“UPZ perlu dioptimalkan agar dapat berkontribusi dalam upaya pengentasan kemiskinan. BAZNAS juga siap mendampingi melalui Sahabat Zakat (ZEMA) dalam hal pelaporan dan pencatatan agar pengelolaannya lebih efektif,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa potensi zakat di Provinsi Kalimantan Barat mencapai Rp2,3 triliun, sehingga diperlukan dukungan dan kolaborasi dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Kelautan dan Perikanan.

Sementara itu, Pimpinan Bidang Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.BA, menjelaskan bahwa BAZNAS memiliki cakupan kerja yang luas, meliputi OPD, instansi vertikal, BUMN, BUMD, hingga satuan pendidikan.

Ia juga menyampaikan perlunya pembaruan kepengurusan UPZ di lingkungan Dinas Kelautan dan Perikanan serta mendorong penerapan sistem payroll zakat bagi ASN. Dana yang dihimpun nantinya akan dikembalikan kepada ASN, khususnya golongan II ke bawah, dalam bentuk program beasiswa.

Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iswardani, SE.I, memaparkan bahwa BAZNAS mengalokasikan sekitar 60 persen dana untuk program pendayagunaan dan 40 persen untuk pendistribusian.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam pemberdayaan masyarakat pesisir, seperti:

  • Pelatihan pengolahan hasil laut
  • Bantuan modal usaha bagi nelayan
  • Pengembangan budidaya perikanan
  • Pendampingan usaha berbasis rumah tangga

“Melalui program ini, diharapkan masyarakat pesisir dapat bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalbar menyambut baik rencana kolaborasi yang ditawarkan oleh BAZNAS. Mereka menyatakan kesiapan untuk berkoordinasi terkait pembaruan kepengurusan UPZ serta mendukung program pemberdayaan masyarakat pesisir.

Dinas juga menilai bahwa program BAZNAS dapat disinergikan dengan kegiatan yang telah berjalan, seperti pelatihan pengolahan hasil perikanan, pemberdayaan UMKM berbasis keluarga nelayan, serta pengembangan budidaya ikan dan rumput laut.

 

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi yang lebih kuat antara BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan Dinas Kelautan dan Perikanan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kalimantan Barat.

Lihat Daftar Rekening →