WhatsApp Icon

BAZNAS Kalbar Hadiri Pertemuan Penguatan Program TBC Lintas Sektoral di Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar

29/04/2026  |  Penulis: Helmi Anshari

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS Kalbar Hadiri Pertemuan Penguatan Program TBC Lintas Sektoral di Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar

BAZNAS Kalbar Hadiri Pertemuan Penguatan Program TBC Lintas Sektoral di Dinkes Provinsi Kalbar

Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat menghadiri kegiatan Pertemuan Implementasi dan Penguatan Public Private Mix (PPM) Program Tuberkulosis (TBC) melalui koordinasi lintas sektoral yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. Rabu (29/04/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai instansi dan pemangku kepentingan, di antaranya Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalbar, Dinas Sosial, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, BPJS Kesehatan, serta perguruan tinggi seperti Universitas Tanjungpura, UMP, ITEKES Muhammadiyah Pontianak, dan Poltekkes Kemenkes Pontianak.

Dari BAZNAS Provinsi Kalbar, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si, bersama Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iswardani, SE.I.

Dalam sambutannya, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Endang Maman Sudirman, S.KM., MAP, menyampaikan bahwa capaian penanggulangan TBC di Kalimantan Barat masih belum mencapai target nasional. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dan kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan capaian menuju target eliminasi TBC pada tahun 2030.

“Kalbar masih perlu meningkatkan capaian penemuan dan penanganan kasus TBC. Kami berharap dukungan dari berbagai pihak agar target nasional bebas TBC tahun 2030 dapat tercapai,” ujarnya.

Dalam paparannya, Endang Maman juga menjelaskan bahwa secara global, TBC masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi. Dalam kurun waktu 200 tahun terakhir, tercatat sekitar 1 miliar kematian akibat penyakit ini.

Untuk situasi di Kalimantan Barat, jumlah temuan kasus TBC pada tahun 2024 mencapai 14.359 kasus atau sekitar 77 persen dari target. Sementara pada tahun 2025 terjadi penurunan angka kasus, namun hal tersebut disebabkan oleh masih rendahnya temuan kasus dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia juga menambahkan bahwa pengobatan TBC telah menunjukkan hasil yang cukup baik di beberapa daerah seperti Sambas, Singkawang, dan Sintang, meskipun capaian keberhasilan pengobatan masih perlu ditingkatkan.

“Permasalahan TBC tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran lembaga seperti BAZNAS, dalam mendukung penanganan dan pencegahan TBC di masyarakat,” tambahnya.

Kehadiran BAZNAS Provinsi Kalbar dalam kegiatan ini menjadi bentuk komitmen dalam mendukung program kesehatan masyarakat, khususnya melalui pendekatan sosial dan pemberdayaan. Peran zakat, infak, dan sedekah diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen pendukung dalam membantu masyarakat yang terdampak, baik dari sisi pengobatan, pemenuhan gizi, maupun pemulihan ekonomi keluarga.

 

Melalui sinergi lintas sektor ini, diharapkan upaya penanggulangan TBC di Kalimantan Barat dapat berjalan lebih optimal, terintegrasi, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kalimantan Barat.

Lihat Daftar Rekening →