WhatsApp Icon

BAZNAS Kalbar dan BKKBN Perkuat Sinergi Penanganan Stunting Melalui Optimalisasi UPZ

17/06/2026  |  Penulis: Helmi Anshari

Bagikan:URL telah tercopy
BAZNAS Kalbar dan BKKBN Perkuat Sinergi Penanganan Stunting Melalui Optimalisasi UPZ

BAZNAS Kalbar dan BKKBN Perkuat Sinergi Penanganan Stunting Melalui Optimalisasi UPZ

Pontianak – BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan audiensi dengan Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memperkuat sinergi program serta mengoptimalkan peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya percepatan penanganan stunting di Kalimantan Barat. Rabu (17/06/2026).

Kegiatan audiensi tersebut diterima langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, Dr. Nyigit Wudi Amini, S.Sos., M.Sc., bersama jajaran di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat.

Dalam sambutannya, Dr. Nyigit Wudi Amini menyampaikan apresiasi atas kunjungan Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar. Menurutnya, terdapat banyak program yang dapat disinergikan antara BKKBN dan BAZNAS dalam mendukung pembangunan keluarga dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa salah satu program prioritas nasional tahun 2026 adalah GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta keluarga yang berisiko mengalami stunting.

"Kami berharap BAZNAS Provinsi Kalbar dapat menjadi bagian dari keluarga asuh bagi keluarga berisiko stunting. Program ini juga menjadi perhatian pemerintah pusat dan akan terus dipantau pelaksanaannya," ujarnya.

Selain itu, BKKBN juga menyatakan kesiapan untuk mendukung pengembangan Program Kampung Zakat melalui sinergi dengan Program Kampung Keluarga Berkualitas yang selama ini telah berjalan. Dalam kesempatan tersebut juga dibahas penyusunan draft Memorandum of Understanding (MoU) sebagai dasar penguatan kerja sama kedua lembaga.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si., memperkenalkan kepengurusan baru BAZNAS Provinsi Kalbar serta berbagai program yang tengah dikembangkan.

Ia menyampaikan bahwa BAZNAS Provinsi Kalbar saat ini sedang mengusulkan pembentukan lima titik Kampung Zakat di Kalimantan Barat. Selain itu, BAZNAS juga secara rutin menyalurkan bantuan kepada keluarga dan anak yang mengalami risiko stunting.

"Program-program yang dimiliki BKKBN sangat selaras dengan program BAZNAS. Kami juga memiliki program pemberdayaan ekonomi melalui skema Qardhul Hasan yang dapat mendukung keluarga penerima manfaat, termasuk keluarga yang terdampak stunting," ungkapnya.

Hamzah Tawil juga menyatakan kesiapan BAZNAS Provinsi Kalbar untuk berkolaborasi dalam memberikan edukasi terkait penguatan peran ayah dalam keluarga sebagai bagian dari upaya membangun keluarga yang berkualitas.

Pada kesempatan yang sama, Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Kalbar, Jaki Azmi, S.E., menjelaskan bahwa BAZNAS merupakan lembaga yang menjalankan amanah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Ia memaparkan bahwa dalam menjalankan tugas penghimpunan zakat, BAZNAS didukung oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ). Adapun wilayah kerja BAZNAS Provinsi Kalbar meliputi Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMN, BUMD, perguruan tinggi, hingga masjid raya.

Jaki Azmi juga menjelaskan sejumlah program unggulan BAZNAS Provinsi Kalbar, seperti UPZ Tematik, Sahabat ZEMA, Program Tumpuk Tengah, serta platform digital fundraising yang tengah dikembangkan untuk memperluas manfaat zakat, infaq dan sedekah kepada masyarakat.

Sementara itu, Pimpinan Bagian SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.BA, menegaskan bahwa kehadiran BAZNAS dalam audiensi tersebut bertujuan membangun kolaborasi dan sinergi yang lebih luas.

"Kami datang bukan hanya untuk collect, tetapi untuk collab. Kami meyakini ada banyak program yang dapat dikolaborasikan antara BAZNAS dan BKKBN," ujarnya.

Ali Rohman juga menjelaskan berbagai bentuk kerja sama yang telah dijalankan BAZNAS Provinsi Kalbar dengan sejumlah lembaga, termasuk kerja sama dengan Pengadilan Tinggi Agama Pontianak dalam membantu masyarakat yang terdampak persoalan pasca perceraian.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa Program GENTING yang dijalankan BKKBN memiliki peluang untuk diintegrasikan ke dalam program tematik UPZ BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat. Menurutnya, kolaborasi berbasis program yang terintegrasi akan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat, khususnya dalam mendukung percepatan penurunan stunting, penguatan keluarga, optimalisasi UPZ, serta pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan zakat yang profesional dan berkelanjutan.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kalimantan Barat.

Lihat Daftar Rekening →