WhatsApp Icon

Apa Itu Desil? Cara Pemerintah Mengelompokkan Tingkat Ekonomi Masyarakat

10/04/2026  |  Penulis: Helmi Anshari

Bagikan:URL telah tercopy
Apa Itu Desil? Cara Pemerintah Mengelompokkan Tingkat Ekonomi Masyarakat

Apa Itu Desil? Cara Pemerintah Mengelompokkan Tingkat Ekonomi Masyarakat

Dalam berbagai program bantuan sosial, termasuk penyaluran zakat, sering muncul istilah desil. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami apa itu desil dan bagaimana penggunaannya dalam menentukan penerima bantuan.

Memahami konsep desil sangat penting agar masyarakat mengetahui bagaimana pemerintah dan lembaga seperti BAZNAS menentukan kelompok yang berhak menerima bantuan.

Pengertian Desil

Secara sederhana, desil adalah metode pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi yang dibagi menjadi 10 kelompok.

Kata “desil” berasal dari pembagian data statistik menjadi sepuluh bagian yang sama besar. Dalam konteks ekonomi, desil digunakan untuk mengelompokkan masyarakat dari yang paling miskin hingga yang paling sejahtera.

Pembagian Desil dalam Masyarakat

Kelompok desil dibagi menjadi 10 tingkatan, yaitu:

  • Desil 1 → Kelompok masyarakat paling miskin
  • Desil 2 → Sangat rentan miskin
  • Desil 3–4 → Rentan atau hampir miskin
  • Desil 5–6 → Menengah
  • Desil 7–9 → Menengah ke atas
  • Desil 10 → Kelompok paling sejahtera

Semakin kecil angka desil, maka semakin rendah tingkat kesejahteraannya.

Fungsi Desil dalam Program Bantuan

Desil digunakan oleh pemerintah untuk menentukan siapa yang berhak menerima bantuan sosial. Data ini biasanya bersumber dari pendataan kesejahteraan masyarakat seperti DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial).

Dalam praktiknya:

  • Bantuan sosial umumnya diberikan kepada Desil 1–4
  • Program pemberdayaan bisa menyasar Desil 1–6
  • Desil atas biasanya tidak menjadi prioritas penerima bantuan

Peran Desil dalam Penyaluran Zakat

Dalam konteks zakat, konsep desil membantu lembaga seperti BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dalam menentukan prioritas mustahik (penerima zakat).

Meskipun dalam Islam penerima zakat ditentukan berdasarkan 8 asnaf, penggunaan data desil dapat membantu:

  • Mengidentifikasi masyarakat yang benar-benar membutuhkan
  • Memastikan zakat tepat sasaran
  • Mendukung program pengentasan kemiskinan

Dengan demikian, zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga dapat diarahkan untuk program pemberdayaan ekonomi.

Pentingnya Memahami Desil bagi Masyarakat

Dengan memahami desil, masyarakat dapat:

  • Mengetahui posisi tingkat kesejahteraannya
  • Memahami alasan menerima atau tidak menerima bantuan
  • Mendukung transparansi program sosial

Hal ini juga membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penyaluran bantuan, baik dari pemerintah maupun lembaga zakat.

Zakat dan Kepedulian Sosial

Zakat tidak hanya berfungsi sebagai ibadah, tetapi juga sebagai solusi dalam mengurangi kesenjangan sosial. Dengan didukung data seperti desil, penyaluran zakat dapat menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.

Melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, zakat dapat dikelola secara profesional untuk membantu masyarakat yang berada pada kelompok ekonomi terbawah.

Mari bersama-sama meningkatkan kepedulian sosial dan menyalurkan zakat melalui lembaga resmi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.

Bagikan:URL telah tercopy
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kalimantan Barat.

Lihat Daftar Rekening →