Artikel Terbaru
Mengenal Jenis-Jenis Infak dalam Islam dan Keutamaannya
Infak merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam sebagai bentuk kepedulian sosial dan ketaatan kepada Allah SWT. Melalui infak, seorang muslim dapat membantu sesama serta berkontribusi dalam berbagai kegiatan kebaikan.
Berbeda dengan zakat yang memiliki ketentuan tertentu, infak bersifat lebih luas dan tidak dibatasi oleh jumlah maupun waktu. Infak dapat dilakukan kapan saja sesuai dengan kemampuan seseorang.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
"Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli, tidak ada lagi persahabatan, dan tidak ada lagi syafaat." (QS. Al-Baqarah: 254)
Ayat ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk gemar berinfak sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT.
Pengertian Infak
Infak secara bahasa berasal dari kata “anfaqa” yang berarti membelanjakan atau mengeluarkan harta.
Secara istilah, infak adalah mengeluarkan sebagian harta untuk kepentingan yang diperintahkan dalam ajaran Islam, baik untuk membantu sesama, kegiatan sosial, maupun untuk kepentingan dakwah.
Jenis-Jenis Infak dalam Islam
Dalam praktiknya, infak dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan tujuan dan kondisi pemberiannya.
1. Infak Wajib
Infak wajib adalah pengeluaran harta yang diwajibkan dalam syariat Islam.
Contohnya:
Nafkah kepada keluarga (istri, anak, dan orang tua)
Kafarat atau denda dalam beberapa ketentuan syariat
Nazar yang wajib ditunaikan
Memberikan nafkah kepada keluarga termasuk infak yang sangat dianjurkan.
Rasulullah SAW bersabda:
"Satu dinar yang engkau infakkan di jalan Allah, satu dinar yang engkau infakkan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang engkau sedekahkan kepada orang miskin, dan satu dinar yang engkau nafkahkan kepada keluargamu, maka yang paling besar pahalanya adalah yang engkau nafkahkan kepada keluargamu." (HR. Muslim)
2. Infak Sunnah
Infak sunnah adalah pengeluaran harta yang dilakukan secara sukarela untuk kebaikan.
Contohnya:
Membantu fakir miskin
Mendukung kegiatan dakwah
Membantu pembangunan masjid
Memberikan bantuan kepada korban bencana
Infak jenis ini sangat dianjurkan karena dapat mendatangkan pahala yang besar.
3. Infak Mubah
Infak mubah adalah pengeluaran harta untuk hal-hal yang diperbolehkan dalam kehidupan sehari-hari.
Contohnya:
Membeli makanan
Membeli pakaian
Membiayai kebutuhan pribadi
Selama tidak berlebihan dan tetap dalam batas yang wajar, pengeluaran ini termasuk hal yang diperbolehkan.
4. Infak Haram
Infak haram adalah pengeluaran harta untuk hal-hal yang dilarang dalam Islam.
Contohnya:
Menggunakan harta untuk berjudi
Membiayai perbuatan maksiat
Mendukung kegiatan yang merugikan orang lain
Infak jenis ini tentu tidak diperbolehkan karena bertentangan dengan ajaran Islam.
Keutamaan Berinfak
Infak memiliki banyak keutamaan yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadits.
Allah SWT berfirman:
"Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir terdapat seratus biji." (QS. Al-Baqarah: 261)
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah SWT akan melipatgandakan pahala bagi orang-orang yang gemar berinfak.
Infak sebagai Bentuk Kepedulian Sosial
Infak menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Dengan berinfak, seorang muslim dapat membantu meringankan beban saudara-saudara yang membutuhkan.
Melalui lembaga resmi seperti BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat, infak yang disalurkan dapat dikelola secara amanah dan tepat sasaran sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Mari jadikan infak sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari agar harta yang dimiliki menjadi lebih berkah dan bermanfaat bagi sesama.
ARTIKEL08/04/2026 | Helmi Anshari
Keutamaan Sedekah di 10 hari Terakhir
Oleh: K.H.Didik Imam Wahyudi S.E, Ak. M.E
RAMADAN merupakan bulan yang penuh dengan kemuliaan. Di bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan melakukan amalan-amalan kebaikan salah satunya adalah bersedekah. Sedekah merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Di bulan Ramadan, amalan sedekah memiliki keutamaan yang lebih besar. Terutama pada 10 malam terakhir, di mana pahala dari setiap amalan yang kita lakukan akan dilipatgandakan oleh Allah SWT.
Sedekah 10 malam terakhir Ramadan memiliki ke istimewaan. Pada malam-malam ini, terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu malam Lailatul Qadar. Rasulullah SAW bersabda, "Carilah malam Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di 10 malam terakhir Ramadan." (HR. Bukhari dan Muslim). Sedekah yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda, setara dengan amalan yang dilakukan selama lebih dari 83 tahun.
Untuk melaksanakan sedekah 10 malam terakhir Ramadan dengan optimal, ada beberapa tips dan trik yang dapat kita terapkan. Pertama, persiapkan niat dan hati kita sebelum bersedekah. Pastikan niat kita adalah untuk meraih ridha Allah SWT dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Dengan niat yang ikhlas, sedekah yang kita berikan akan lebih bermanfaat dan membawa berkah.
Kedua, tentukan jumlah sedekah yang akan kita berikan. Sesuaikan jumlah sedekah dengan kemampuan dan rezeki yang kita miliki. Ingatlah bahwa Allah SWT melihat keikhlasan hati kita, bukan jumlah harta yang kita berikan. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, "Takutlah kepada api neraka walaupun hanya dengan (sedekah) sebutir kurma." (HR. Bukhari dan Muslim).
Ketiga, pilihlah waktu yang tepat untuk bersedekah. Pada 10 malam terakhir Ramadan, cobalah untuk menyisihkan waktu setiap malam untuk bersedekah. Dengan demikian, kita dapat meraih keberkahan dan pahala dari malam Lailatul Qadar serta mendapatkan ridha Allah SWT.
Keempat, manfaatkan teknologi untuk bersedekah. Di era digital ini, kita dapat dengan mudah bersedekah melalui berbagai platform online, seperti website Baznas Provinsi Kalbar. Dengan bersedekah secara online, kita dapat memastikan bahwa bantuan kita sampai kepada mereka yang benar-benar membutuhkan dengan lebih cepat dan efisien. Atau bisa langsung datang ke Kantor Baznas Provinsi Kalbar yang berada di Masjid Raya Mujahidin.
Kelima, ajak keluarga dan teman-teman untuk bersama-sama bersedekah. Dengan melibatkan orang-orang terdekat, kita dapat saling mendukung dan memotivasi dalam menjalankan sedekah 10 malam terakhir Ramadan. Kebersamaan ini juga dapat mempererat hubungan kita dengan keluarga dan teman-teman.
Dari uraian di atas, semoga kita bisa meraih Lailatur Qadar dengan kita istiqomah beribadah pada malam-malam 10 terakhir dibarengi dengan memberikan sedekah yang ikhlas. Wallahu a'lam bishshawab. *
ARTIKEL26/03/2025 | Helmi Anshari

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kalimantan Barat.
Lihat Daftar Rekening →