WhatsApp Icon

Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?

08/06/2026  |  Penulis: Helmi Anshari

Bagikan:URL telah tercopy
Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?

Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?

Setiap memasuki bulan Muharram, umat Islam di seluruh dunia memperingati datangnya Tahun Baru Hijriah. Namun, pernahkah kita bertanya mengapa Muharram ditetapkan sebagai bulan pertama dalam kalender Islam, padahal peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah tidak terjadi tepat pada bulan Muharram?

Penetapan kalender Hijriah bermula pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab RA. Saat itu, wilayah Islam semakin luas dan kebutuhan akan sistem penanggalan yang baku menjadi sangat penting untuk administrasi pemerintahan, surat-menyurat, serta berbagai urusan sosial kemasyarakatan.

Setelah bermusyawarah dengan para sahabat, diputuskan bahwa peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah dijadikan titik awal penanggalan Islam. Hijrah dipilih karena menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam. Peristiwa tersebut bukan hanya perpindahan tempat, tetapi juga awal terbentuknya masyarakat Islam yang mandiri, berdaulat, dan mampu menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.

Lalu mengapa Muharram yang dipilih sebagai bulan pertama?

Para ulama menjelaskan bahwa meskipun hijrah Nabi SAW terjadi pada bulan Rabiul Awal, tekad dan persiapan hijrah sebenarnya telah dimulai setelah peristiwa Baiat Aqabah yang berlangsung pada bulan Dzulhijjah. Setelah musim haji berakhir, Muharram menjadi bulan pertama yang menandai dimulainya fase baru bagi umat Islam. Karena itulah para sahabat sepakat menjadikan Muharram sebagai awal tahun dalam kalender Hijriah.

Muharram sendiri merupakan salah satu dari empat bulan mulia (Asyhurul Hurum) yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Pada bulan ini umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, memperbanyak istighfar, bersedekah, berpuasa sunnah, dan melakukan berbagai kebaikan lainnya.

Tahun Baru Hijriah bukanlah perayaan yang identik dengan kemeriahan semata. Lebih dari itu, momen ini menjadi waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Sebagaimana hijrah Rasulullah SAW membawa perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, setiap Muslim juga diajak untuk berhijrah dari kebiasaan buruk menuju akhlak yang lebih mulia, dari kemalasan menuju produktivitas, serta dari kelalaian menuju ketaatan kepada Allah SWT.

Makna hijrah yang sesungguhnya adalah perubahan menuju kebaikan. Oleh karena itu, pergantian tahun Hijriah hendaknya menjadi momentum memperbarui niat, memperkuat keimanan, dan meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama.

Semoga datangnya Tahun Baru Hijriah menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperbaiki diri, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan meningkatkan amal saleh demi meraih keberkahan hidup di dunia dan akhirat.

Bagikan:URL telah tercopy

Artikel Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kalimantan Barat.

Lihat Daftar Rekening →