WhatsApp Icon
Audiensi BAZNAS Provinsi Kalbar dengan Biro Hukum Setda Provinsi Kalbar

Isi Agenda Pimpinan

Audiensi BAZNAS Provinsi Kalbar dengan Biro Hukum Setda Provinsi Kalbar
Jumat, 24 April 2026

  • Audiensi dengan Biro Hukum Setda Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memperkuat sinergi dan penguatan aspek regulasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).
  • Koordinasi mengenai penyusunan dan penguatan produk hukum sebagai landasan pengelolaan zakat di daerah.
  • Penyampaian program optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebagai upaya mendukung pengentasan kemiskinan melalui pengelolaan ZIS.
  • Pembahasan potensi dukungan Pemerintah Provinsi Kalbar terhadap optimalisasi pengumpulan zakat, khususnya di lingkungan ASN.
  • Pemaparan wilayah kerja UPZ BAZNAS Provinsi Kalbar yang mencakup OPD, instansi vertikal, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, perbankan, sekolah, dan perguruan tinggi.
  • Sosialisasi Program Generasi Zakat (Gen Z/ZEMA) untuk meningkatkan literasi dan kesadaran zakat di kalangan pelajar dan mahasiswa.
  • Pembahasan strategi peningkatan kualitas pelaporan UPZ melalui pendekatan berbasis program dan kearifan lokal.
  • Usulan dukungan penguatan regulasi, sosialisasi ZIS, serta pemanfaatan infrastruktur digital untuk mendukung sistem informasi dan publikasi BAZNAS.
  • Diskusi mengenai peluang penyusunan regulasi daerah dan kolaborasi dengan penyuluh hukum dalam meningkatkan literasi zakat di Kalimantan Barat.
  • Penguatan komitmen sinergi antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan Biro Hukum Setda Provinsi Kalbar dalam mewujudkan tata kelola zakat yang profesional, transparan, akuntabel, dan berlandaskan regulasi yang kuat.
13-07-2026 | Kontributor: Helmi Anshari
Rapat Persiapan Wawancara Pengusulan Kota Wakaf Pontianak

NOTULEN RAPAT PERSIAPAN WAWANCARA PENGUSULAN KOTA WAKAF KOTA PONTIANAK

Hari/Tanggal: Menyesuaikan pelaksanaan rapat
Agenda: Persiapan Wawancara Pengusulan Kota Wakaf Kota Pontianak bersama Kementerian Agama RI

Latar Belakang

Rapat dilaksanakan dalam rangka persiapan tahapan wawancara pengusulan Kota Pontianak sebagai Kota Wakaf sesuai surat edaran Kementerian Agama RI.

Disampaikan bahwa usulan Kota Pontianak telah diajukan dan dinyatakan lolos pada tahap administrasi. Berkas dinilai lengkap dan telah diterima pada 26 Juni 2026. Setelah melalui tahapan verifikasi administrasi dan visitasi secara daring, selanjutnya akan dilaksanakan tahapan wawancara secara langsung dengan tim Kementerian Agama RI.

Untuk mendukung kesiapan tersebut, dilakukan koordinasi bersama seluruh unsur yang tergabung dalam struktur pengelolaan Kota Wakaf, meliputi Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Kementerian Agama Kota Pontianak, BWI Provinsi Kalbar, BAZNAS Provinsi Kalbar, LKS PWU, Bank Kalbar Syariah, Bank Syariah Indonesia (BSI), Pemerintah Kota Pontianak, serta para nazhir.

Peserta yang Hadir

  • Perwakilan Wali Kota Pontianak (Kabag Kesra Kota Pontianak)

  • Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak

  • Ketua BWI Provinsi Kalimantan Barat

  • Penyelenggara Zakat dan Wakaf

  • Kasi Bimbingan Masyarakat Islam

  • BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat

  • Bank Kalbar Syariah

  • Bank Syariah Indonesia (BSI)

  • Pengurus Masjid Nurul Jannah

  • Unsur terkait lainnya

Pokok Pembahasan

1. Arahan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak (Ruslan)

  • Pengusulan Kota Pontianak sebagai Kota Wakaf merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan.

  • Program ini merupakan amanah besar karena hanya 10 kota di Indonesia yang ditunjuk mengikuti program Kota Wakaf.

  • Seluruh pihak diminta menyukseskan program ini sebagai amal jariyah dan bentuk pengabdian kepada masyarakat.

  • Diperlukan koordinasi yang intensif agar komunikasi antar lembaga berjalan efektif menjelang proses wawancara.

2. Sambutan Perwakilan Wali Kota Pontianak (Kabag Kesra, Yasin)

  • Pemerintah Kota Pontianak memberikan dukungan penuh terhadap program Kota Wakaf.

  • Sebagian besar rumah ibadah dan lembaga pendidikan di Kota Pontianak berdiri di atas tanah wakaf yang masih memiliki berbagai persoalan administrasi maupun pengelolaan.

  • Program Kota Wakaf diharapkan mampu memperbaiki tata kelola administrasi aset wakaf sekaligus meningkatkan pemanfaatannya bagi kesejahteraan masyarakat.

  • Pemerintah Kota berkomitmen terus mendukung BWI, termasuk melalui dukungan hibah dan sinergi lintas instansi.

3. Arahan Ketua BWI Provinsi Kalbar (Brigjen Pol. (Purn.) Drs. H. Andi Musa, S.H., M.H.)

  • Kota Pontianak diproyeksikan menjadi role model Kota Wakaf di Indonesia.

  • Persiapan telah dilakukan sejak tahun sebelumnya hingga akhirnya Kota Pontianak lolos sebagai salah satu dari 10 lokasi program nasional.

  • Tahapan selanjutnya adalah wawancara bersama Kementerian Agama RI.

  • Seluruh unsur diminta mempersiapkan jawaban sesuai tugas dan fungsi masing-masing agar mampu menunjukkan kesiapan Kota Pontianak sebagai Kota Wakaf.

  • Sinergi BWI dan BAZNAS telah berjalan dengan baik dan menjadi modal penting dalam penguatan ekosistem ZISWAF.

4. Arahan Kepala Bidang Penais Zawa Kanwil Kemenag Kalbar (H. Rohadi)

  • Setiap peserta diminta menjelaskan sesuai bidang tugas masing-masing saat wawancara.

  • Literasi dan edukasi mengenai wakaf uang perlu terus ditingkatkan.

  • Wakaf uang yang telah dihimpun saat ini masih ditempatkan melalui Bank Kalbar Syariah sehingga ke depan perlu dikembangkan menjadi wakaf yang lebih produktif.

  • Diperlukan komitmen seluruh pihak dalam pengembangan program wakaf.

5. Penyampaian Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Kalbar (Iswardani, S.E.I.)

  • Kesadaran berwakaf telah menjadi budaya masyarakat Pontianak sejak masa Kesultanan Kadriyah, terutama melalui pembangunan masjid dan fasilitas keagamaan.

  • BAZNAS bersama BWI telah mengidentifikasi berbagai potensi pemanfaatan tanah wakaf yang belum produktif.

  • Salah satu gagasan yang dikembangkan adalah penyediaan pangkalan ojek online di atas lahan wakaf yang dipadukan dengan program pemberdayaan BAZNAS.

  • BAZNAS Provinsi Kalbar bersama BAZNAS Kota Pontianak telah memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pengemudi ojek online selama satu tahun.

  • BAZNAS juga siap mendukung kebutuhan konsumsi di lokasi pangkalan, sedangkan BWI mendukung melalui penyediaan lahan wakaf.

  • BAZNAS bersama BWI dan Bank Kalbar Syariah juga telah menginisiasi Pojok Zakat, sehingga masyarakat dapat menunaikan zakat maupun wakaf dalam satu layanan.

  • Disampaikan pula bahwa dana zakat wajib segera disalurkan sesuai ketentuan syariah, sedangkan aset wakaf harus tetap terjaga keberlangsungannya dan dimanfaatkan secara produktif.

6. Penyampaian Bank Kalbar Syariah

  • Bank Kalbar Syariah telah menjadi LKS PWU sejak tahun 2010.

  • Kolaborasi dengan BAZNAS telah berjalan dalam berbagai program ZISWAF.

  • Bank Kalbar Syariah siap mendukung seluruh program pengembangan zakat dan wakaf.

  • Hingga saat ini nilai penghimpunan wakaf uang melalui Bank Kalbar Syariah telah mencapai sekitar Rp600 juta.

7. Penyampaian Pengurus Masjid Nurul Jannah

  • Masjid Nurul Jannah saat ini menjadi salah satu contoh nazhir wakaf produktif.

  • Pengurus meminta arahan mengenai materi yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi wawancara.

  • Saat ini pengelolaan wakaf masih berbentuk wakaf perseorangan dan sedang berproses menuju pembentukan yayasan agar tata kelolanya semakin baik.

Kesimpulan

  1. Kota Pontianak telah lolos tahap administrasi pengusulan Kota Wakaf dan akan mengikuti tahapan wawancara bersama Kementerian Agama RI.

  2. Seluruh unsur diminta mempersiapkan materi sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.

  3. Sinergi antar lembaga menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan Kota Pontianak sebagai Kota Wakaf.

  4. Penguatan literasi wakaf, pengembangan wakaf produktif, serta kolaborasi ZISWAF menjadi fokus utama yang akan ditampilkan dalam proses wawancara.

  5. Seluruh peserta menyatakan komitmen untuk mendukung penuh program Kota Wakaf sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan wakaf yang profesional, produktif, dan berkelanjutan.

07-07-2026 | Kontributor: Helmi Anshari
Kemenag Provinsi Kalbar, BAZNAS Provinsi Kalbar dan FOZ

Hari / Tanggal : Kamis, 23 April 2026

1. Kepala Bidang Penais Zawa Kanwil Kemenag Kalbar, H. Rohadi, S.Ag., M.Si

  • Menyampaikan pentingnya memperkuat kolaborasi antar lembaga pengelola zakat dalam menghadapi persoalan umat yang semakin kompleks.
  • Menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci agar lembaga-lembaga zakat tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling menguatkan.
  • Menyoroti berbagai persoalan sosial di masyarakat seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, pernikahan dini, dan tingginya angka perceraian.
  • Menyampaikan bahwa persoalan umat tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan kerja sama antara Kemenag, pemerintah daerah, BAZNAS, LAZ, dan elemen masyarakat lainnya.
  • Berharap kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, penguatan ukhuwah, serta lahirnya langkah kolaboratif yang bermanfaat bagi umat.

2. Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iswardani, S.E.I

  • Menyampaikan tausiyah tentang pentingnya menjaga keikhlasan dalam beramal.
  • Mengingatkan agar setiap amal kebaikan tidak diiringi dengan riya, sum’ah, maupun keinginan untuk dipuji.
  • Menekankan bahwa orang yang beruntung adalah mereka yang tidak melupakan kesalahan diri, tidak mengungkit kebaikan, dan menjaga hati dari kesombongan.
  • Mengajak seluruh peserta agar terus berbuat baik dengan ikhlas serta menjadikan zakat sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

3. Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si

  • Menyampaikan rencana penguatan kolaborasi lintas sektor antara BAZNAS, Kemenag, FOZ, lembaga keuangan, dan stakeholder lainnya.
  • Menjelaskan pentingnya sinergi antara Kemenag sebagai regulator, BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural, dan LAZ sebagai mitra strategis dalam pengelolaan zakat.
  • Menyampaikan rencana pengembangan program Relawan Generasi Zakat (ZEMA) sebagai upaya jangka panjang menuju zero mustahik.
  • Mendorong penguatan kolaborasi dengan Bank Indonesia, OJK, serta perbankan syariah dalam pengembangan ekosistem zakat dan ekonomi syariah di Kalimantan Barat.
  • Berharap pertemuan ini menghasilkan langkah konkret dalam memperkuat pengelolaan zakat yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.

4. Pimpinan Bidang Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.BA

  • Menyoroti dampak sosial dari tingginya angka perceraian yang berpotensi melahirkan mustahik baru, khususnya anak-anak yang terkendala akses pendidikan.
  • Menyampaikan perlunya kolaborasi untuk menangani dampak sosial tersebut melalui program-program zakat yang tepat sasaran.
  • Mendorong adanya kegiatan rutin sebagai wadah silaturahmi, evaluasi program, dan penguatan sinergi antar lembaga pengelola zakat.
  • Menekankan pentingnya melibatkan generasi muda melalui program edukasi zakat di sekolah dan kampus.
  • Menjelaskan bahwa program Generasi Zakat (ZEMA) diharapkan menjadi ruang pembinaan generasi muda agar berkontribusi aktif dalam pengelolaan zakat di masa depan.

5. Ketua Tim Zakat Kemenag Kanwil Kalbar, Emmy Jumartina, M.Si

  • Menekankan pentingnya pengelolaan zakat berbasis data, baik data muzaki maupun mustahik.
  • Menyampaikan bahwa setiap program zakat harus didukung dengan data yang akurat agar penyalurannya tepat sasaran dan terukur.
  • Berharap BAZNAS Provinsi Kalbar dapat menjadi motor penggerak dalam pengelolaan data zakat di Kalimantan Barat.
  • Mendorong adanya penguatan sistem pendataan zakat sebagai fondasi dalam menyusun program-program kolaboratif ke depan.

6. Hasil/Harapan Pertemuan

  • Terjalinnya sinergi yang lebih kuat antara Kanwil Kemenag Kalbar, BAZNAS Provinsi Kalbar, FOZ, dan LAZ.
  • Penguatan kolaborasi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah berbasis data.
  • Dorongan pembentukan program bersama yang menyasar persoalan sosial umat secara lebih terukur.
  • Pengembangan peran generasi muda dalam literasi dan gerakan zakat melalui program ZEMA.
  • Terciptanya langkah nyata untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat Kalimantan Barat.
24-06-2026 | Kontributor: Helmi Anshari
Silaturahmi BAZNAS Sambas Ke BAZNAS Provinsi Kalbar

Hari / Tanggal : Rabu, 22 April 2026

1. Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si

  • Menyambut kunjungan silaturahmi BAZNAS Kabupaten Sambas ke BAZNAS Provinsi Kalbar.
  • Menyampaikan pentingnya memperkuat koordinasi dan sinergi antar BAZNAS kabupaten/kota dengan BAZNAS Provinsi.
  • Menekankan perlunya optimalisasi program, khususnya di wilayah perbatasan seperti Kabupaten Sambas.
  • Mendorong penguatan branding program unggulan, terutama Rumah Sehat BAZNAS, agar dapat menjadi ikon layanan sosial yang terintegrasi dengan BAZNAS Provinsi.
  • Berharap silaturahmi ini dapat melahirkan inovasi dan kolaborasi program yang lebih berdampak bagi masyarakat.

2. Ketua BAZNAS Kabupaten Sambas, Ahmad Hainani

  • Menyampaikan terima kasih atas sambutan BAZNAS Provinsi Kalbar.
  • Mengucapkan selamat kepada pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar yang telah terpilih.
  • Menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahmi, berbagi pengalaman, dan memperkuat koordinasi program.
  • Menyampaikan program utama BAZNAS Kabupaten Sambas, yaitu:
    • BAZNAS Pintar
    • BAZNAS Sehat
    • BAZNAS Peduli
  • Menjelaskan salah satu program unggulan BAZNAS Sambas, yaitu Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Sambas yang terwujud dengan dukungan pemerintah daerah.
  • Menyampaikan inovasi program yang telah dijalankan, salah satunya pembangunan sumur bor sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat.
  • Berharap kunjungan ini dapat meningkatkan kualitas program pengelolaan zakat di Kabupaten Sambas.

3. Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Kalbar, Jaki Azmi, S.E.

  • Menyampaikan berbagai inovasi yang dikembangkan BAZNAS Provinsi Kalbar dalam pengelolaan zakat.
  • Memperkenalkan layanan KAK NAS sebagai customer service berbasis AI untuk memudahkan akses informasi masyarakat terkait BAZNAS.
  • Menjelaskan program Sahabat Zakat (ZEMA) sebagai upaya membangun Generasi Zakat (Gen Z).
  • Menyampaikan pentingnya pemanfaatan data berbasis desil dalam menentukan sasaran mustahik dan muzakki secara lebih tepat.
  • Mendorong penguatan sistem pengelolaan zakat yang berbasis data, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

4. Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Provinsi Kalbar, Iswardani, S.E.

  • Menekankan pentingnya pencatatan dan publikasi program secara baik dan berkelanjutan.
  • Menyampaikan bahwa setiap prestasi dan program yang dijalankan tidak hanya perlu dicatat, tetapi juga dipublikasikan agar manfaatnya diketahui masyarakat luas.
  • Menyatakan kesiapan BAZNAS Provinsi Kalbar untuk membantu BAZNAS kabupaten/kota, termasuk Sambas, dalam memperkuat publikasi program.
  • Mendorong pengembangan program kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal, seperti:
    • sektor perikanan
    • perkebunan
    • peternakan
  • Menyampaikan bahwa potensi lokal Kabupaten Sambas dapat dioptimalkan menjadi program pemberdayaan mustahik yang berkelanjutan.

5. Pimpinan Bidang Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.B.A

  • Memaparkan struktur organisasi dan penguatan sistem kelembagaan BAZNAS Provinsi Kalbar.
  • Menjelaskan bahwa pengelolaan BAZNAS Provinsi didukung oleh beberapa departemen dan amil pelaksana.
  • Menyampaikan arah digitalisasi kelembagaan melalui pemanfaatan aplikasi Srikandi dan penggunaan Tanda Tangan Elektronik (TTE).
  • Menjelaskan bahwa BAZNAS Provinsi Kalbar tengah mengembangkan platform fundraising berbasis program tematik yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh BAZNAS kabupaten/kota dan UPZ.
  • Mendorong penguatan tata kelola kelembagaan yang lebih modern, tertib administrasi, dan terintegrasi secara digital.

6. Wakil Ketua Bidang Keuangan BAZNAS Kabupaten Sambas, Ir. H. Ilhamsyah, M.M

  • Menyampaikan potensi dan tantangan pengelolaan zakat di Kabupaten Sambas.
  • Menjelaskan bahwa Kabupaten Sambas memiliki sejumlah capaian positif, di antaranya:
    • Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang tinggi
    • Program Kampung Zakat yang menjadi percontohan nasional
  • Mengungkapkan beberapa tantangan sosial yang perlu menjadi perhatian bersama, seperti:
    • tingginya angka perceraian
    • persoalan penyalahgunaan narkoba
  • Menyampaikan harapan adanya dukungan dari BAZNAS Provinsi Kalbar untuk keberlangsungan Rumah Sehat BAZNAS Sambas, khususnya dalam pembiayaan operasional ke depan.

7. Kesimpulan / Pokok Bahasan Audiensi

  • Memperkuat silaturahmi dan koordinasi antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan BAZNAS Kabupaten Sambas.
  • Mendorong penguatan program unggulan BAZNAS Sambas, khususnya Rumah Sehat BAZNAS.
  • Berbagi inovasi program pengelolaan zakat, termasuk digitalisasi layanan dan fundraising.
  • Mendorong pengembangan program kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal Kabupaten Sambas.
  • Menguatkan pencatatan, publikasi program, serta tata kelola kelembagaan yang profesional dan modern.
  • Membuka peluang kolaborasi lanjutan antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan BAZNAS Kabupaten Sambas dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
22-04-2026 | Kontributor: Helmi Anshari
Audiensi BAZNAS Kalbar dan Biro Pemerintahan Setda Provinsi Kalbar

Hari / Tanggal : 21 April 2026

Audiensi BAZNAS Provinsi Kalbar dengan Biro Pemerintahan Setda Provinsi Kalbar

  • Audiensi BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dengan Biro Pemerintahan Setda Provinsi Kalbar dalam rangka memperkuat sinergi program pengentasan kemiskinan berbasis zakat.
  • Penyampaian potensi zakat Kalimantan Barat yang mencapai Rp2,3 triliun sebagai peluang besar untuk mendukung program kesejahteraan masyarakat.
  • Dorongan optimalisasi pengelolaan zakat, khususnya untuk mendukung penyaluran kepada delapan golongan asnaf secara lebih tepat sasaran.
  • Diskusi mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program pengentasan kemiskinan berbasis zakat.
  • Pembahasan tantangan program bantuan pemerintah, terutama terkait regulasi dan ketepatan sasaran penerima manfaat.
  • Penekanan pentingnya penggunaan data kemiskinan yang akurat dan pendekatan langsung kepada masyarakat agar bantuan lebih efektif.
  • Dukungan terhadap optimalisasi zakat melalui sistem payroll ASN sebagai instrumen pemerataan kesejahteraan.
  • Penegasan komitmen BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat yang profesional, amanah, dan berorientasi pada kebermanfaatan masyarakat.
  • Penyampaian prinsip pengelolaan program BAZNAS yang aman syar’i, aman regulasi, dan aman bagi NKRI.
  • Harapan terbangunnya kolaborasi berkelanjutan antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan Pemerintah Provinsi Kalbar dalam menghadirkan program yang tepat sasaran dan berdampak bagi pengurangan angka kemiskinan.
21-04-2026 | Kontributor: Helmi Anshari
BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalbar

Hari / Waktu : 21 April 2026

Audiensi BAZNAS Provinsi Kalbar ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalbar

  • Audiensi dilaksanakan dalam rangka memperkuat sinergi antara BAZNAS Provinsi Kalbar dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalbar, khususnya terkait optimalisasi pengumpulan zakat serta pengembangan program pemberdayaan masyarakat pesisir.
  • BAZNAS Provinsi Kalbar menyampaikan pentingnya optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) agar tidak hanya berfungsi sebagai penghimpun dana zakat, tetapi juga menjadi UPZ berbasis program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di lingkungan sekitar instansi.
  • Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Kalbar, Jaki Azmi, SE, menyampaikan bahwa potensi zakat di Kalimantan Barat mencapai Rp2,3 triliun, sehingga perlu dukungan dan kolaborasi dari berbagai OPD, termasuk Dinas Kelautan dan Perikanan, untuk memaksimalkan pengelolaan zakat.
  • BAZNAS juga memperkenalkan program Sahabat Zakat (ZEMA) sebagai upaya pendampingan kepada UPZ, khususnya dalam aspek pelaporan, pencatatan, dan penguatan tata kelola agar pengelolaan zakat lebih efektif dan terukur.
  • Pimpinan Bagian Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.BA, menyampaikan perlunya pembaruan kepengurusan UPZ di lingkungan Dinas Kelautan dan Perikanan serta mendorong penerapan sistem payroll zakat ASN.
  • Dana zakat yang dihimpun melalui payroll ASN direncanakan dikembalikan manfaatnya kepada ASN, khususnya golongan II ke bawah, dalam bentuk program beasiswa dan bantuan sosial lainnya.
  • Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Provinsi Kalbar, Iswardani, SE.I, memaparkan arah program pemberdayaan masyarakat pesisir, antara lain:
    • pelatihan pengolahan hasil laut,
    • bantuan modal usaha bagi nelayan,
    • pengembangan budidaya perikanan,
    • pendampingan usaha berbasis rumah tangga.
  • Program pemberdayaan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, sehingga secara bertahap dapat bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki.
  • Pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalbar menyambut baik audiensi dan rencana kolaborasi yang ditawarkan BAZNAS, serta menyatakan kesiapan untuk berkoordinasi terkait pembaruan kepengurusan UPZ dan dukungan terhadap program pemberdayaan masyarakat pesisir.
  • Dinas Kelautan dan Perikanan menilai program BAZNAS dapat disinergikan dengan program yang telah berjalan, seperti pelatihan pengolahan hasil perikanan, pemberdayaan UMKM keluarga nelayan, serta pengembangan budidaya ikan dan rumput laut.
  • Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi yang lebih kuat antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalbar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.
21-04-2026 | Kontributor: Helmi Anshari
BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalbar

Hari/Tanggal: Selasa, 14 April 2026
Agenda: Audiensi dan Penguatan Sinergi Program Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) serta Optimalisasi UPZ

Pokok Bahasan Audiensi:

  1. Penguatan sinergi BAZNAS dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalbar dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), serta pengembangan program pemberdayaan masyarakat.
  2. Penyampaian peran strategis BAZNAS Provinsi Kalbar sebagai regulator pengelolaan zakat di wilayah provinsi, dengan cakupan pembinaan UPZ pada sekolah, kampus, instansi vertikal, BUMN, dan BUMD.
  3. Sosialisasi program Sahabat ZEMA (Zero Mustahik) sebagai upaya optimalisasi peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) agar lebih aktif, terstruktur, dan berdampak dalam pengelolaan zakat serta pelaksanaan program sosial.
  4. Pemaparan program pengembangan talenta di tingkat sekolah, meliputi:
    • pembinaan siswa sejak kelas 10,
    • pelatihan pengelolaan keuangan dan marketing communication,
    • praktik di UPZ sekolah,
    • literasi zakat,
    • pemberdayaan siswa di instansi terdekat,
    • pemberian sertifikat dan rekomendasi magang/kerja.
  5. Dorongan agar setiap UPZ memiliki program unggulan sebagai bentuk kontribusi nyata dan kebermanfaatan langsung di lingkungan masing-masing.
  6. Pembahasan rencana pengaktifan kembali UPZ di lingkungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, termasuk kemungkinan pembentukan atau pembaruan kepengurusan UPZ.
  7. Peluang kolaborasi dalam peningkatan literasi dan bantuan pendidikan, termasuk:
    • bantuan buku bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,
    • penyediaan mushaf Al-Qur’an untuk masyarakat pedalaman,
    • dukungan literasi melalui sinergi program BAZNAS dan dinas.
  8. Peluang kolaborasi program pengabdian masyarakat/KKN, dengan melibatkan mahasiswa dalam membantu masyarakat desa, baik pada aspek pendidikan, kebutuhan dasar, kesehatan, maupun kegiatan keagamaan.
  9. Pengenalan aplikasi SRIKANDI oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan sebagai sistem administrasi persuratan digital yang dapat mendukung tata kelola administrasi yang lebih efektif.
  10. Harapan bersama agar audiensi ini menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalbar, khususnya dalam peningkatan literasi, optimalisasi UPZ, dan pelaksanaan program pemberdayaan yang berkelanjutan.
14-04-2026 | Kontributor: Helmi Anshari
BAZNAS Kalbar Audiensi dengan Dinas Sosial Provinsi Kalbar

Hari/Tanggal: 13 April 2026
Tempat: Kantor Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat
Peserta: Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan jajaran Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat

1. Audiensi dan Penguatan Sinergi Program ZIS

Disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat:

  • Penyampaian maksud dan tujuan audiensi BAZNAS Provinsi Kalbar dengan Dinas Sosial Provinsi Kalbar.

  • Penguatan sinergi program zakat, infak, dan sedekah (ZIS), khususnya dalam mendukung pemberdayaan sosial masyarakat.

  • Penjajakan kolaborasi program BAZNAS dan Dinas Sosial agar lebih terintegrasi dan tepat sasaran.

2. Optimalisasi Peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ)

Disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat:

  • Pembahasan pentingnya optimalisasi peran UPZ di lingkungan instansi, tidak hanya sebagai pengumpul dana, tetapi juga sebagai pelaksana program sosial.

  • Upaya sinkronisasi program UPZ dengan program sosial yang telah berjalan di lingkungan Dinas Sosial.

  • Gagasan pemberdayaan Masjid Al-Furqon di lingkungan Dinas Sosial Provinsi Kalbar sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial.

3. Sinkronisasi Data Mustahik Berbasis Desil

Disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan pihak Dinas Sosial Provinsi Kalbar:

  • Pembahasan pentingnya penggunaan data berbasis desil dalam penentuan penerima manfaat (mustahik) agar bantuan lebih tepat sasaran.

  • Kebutuhan akses terhadap data resmi pemerintah sebagai dasar pelaksanaan program pengentasan kemiskinan BAZNAS.

  • Diskusi mengenai mekanisme memperoleh akses data mustahik, integrasi sistem, dan kebutuhan surat resmi untuk konektivitas data.

  • Pembahasan mekanisme perbaikan data desil yang tidak sesuai di lapangan serta proses pengajuan perubahan data kepada pihak berwenang.

4. Penanganan Masyarakat Rentan di Luar Sistem Data

Disampaikan dalam forum audiensi bersama:

  • Pembahasan penanganan masyarakat rentan yang belum terdata dalam sistem desil, seperti lansia sebatang kara dan kelompok rentan lainnya.

  • Diskusi terkait mekanisme pengusulan masyarakat rentan untuk memperoleh layanan sosial, termasuk layanan panti jompo.

  • Pembahasan pentingnya asesmen lapangan, surat keterangan dari kelurahan, dan koordinasi dengan Dinas Sosial kabupaten/kota.

5. Paparan Program Bantuan Sosial dan Mekanisme Layanan

Disampaikan oleh pihak Dinas Sosial Provinsi Kalbar:

  • Penjelasan mengenai sistem pendataan berbasis desil yang digunakan secara nasional.

  • Pemaparan prioritas penerima bantuan sosial berdasarkan desil 1 sampai 4, serta bantuan tertentu bagi desil 5.

  • Penjelasan prosedur perubahan data melalui pendamping lapangan seperti petugas Program Keluarga Harapan (PKH) dan persetujuan pemerintah pusat.

  • Paparan program bantuan sosial yang telah berjalan, meliputi bantuan untuk lansia, anak, penyandang disabilitas, korban bencana, kebutuhan pangan, sandang, dan dukungan psikologis.

  • Penjelasan mekanisme layanan panti sosial dan alternatif rujukan ke panti swasta jika kapasitas panti pemerintah terbatas.

6. Diskusi dan Tindak Lanjut

  • Penyampaian masukan dan saran dari peserta audiensi.

  • Pembahasan langkah tindak lanjut kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan Dinas Sosial Provinsi Kalbar.

  • Penguatan komitmen bersama dalam pengelolaan data mustahik, optimalisasi UPZ, dan pelaksanaan program pemberdayaan sosial yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

24-06-2026 | Kontributor: Helmi Anshari
BAZNAS Kalbar Audiensi dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura

Hari/Tanggal: Senin, (13/04/2026)
Tempat: Kantor Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat
Peserta: Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan jajaran Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat

1. Audiensi dan Penguatan Sinergi Pengelolaan ZIS

Disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat:

  • Penyampaian maksud dan tujuan audiensi BAZNAS Provinsi Kalbar ke Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar.

  • Penguatan sinergi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di lingkungan instansi.

  • Penjajakan peluang kolaborasi program pemberdayaan masyarakat berbasis ketahanan pangan.

2. Pemaparan Program Sahabat ZEMA dan Penguatan UPZ

Disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat:

  • Perkenalan program Sahabat ZEMA (Zero Mustahik) sebagai upaya pembinaan dan penguatan peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

  • Dorongan agar UPZ di lingkungan instansi lebih aktif, terkoordinasi, dan optimal dalam pelaporan maupun pelaksanaan program.

  • Penguatan kelembagaan UPZ sebagai garda terdepan pengumpulan dan penyaluran manfaat zakat di lingkungan instansi.

3. Pembahasan Potensi Kolaborasi Ketahanan Pangan

Disampaikan oleh pihak Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar:

  • Pemaparan peran strategis sektor tanaman pangan dan hortikultura dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat.

  • Pembahasan peluang kolaborasi program pemberdayaan berbasis pertanian dan ketahanan pangan.

  • Penekanan bahwa kegiatan bertani tidak hanya dilakukan di lahan persawahan, tetapi juga dapat dimulai dari pemanfaatan pekarangan rumah yang produktif.

4. Pembahasan Kendala dan Penguatan Kelembagaan UPZ

Disampaikan dalam forum audiensi bersama:

  • Pembahasan kendala pembaruan Surat Keputusan (SK) UPZ di lingkungan dinas.

  • Identifikasi persoalan pada aspek keanggotaan UPZ yang perlu segera ditindaklanjuti.

  • Komitmen bersama untuk memperkuat kelembagaan dan keberlanjutan peran UPZ di lingkungan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura.

5. Diskusi dan Tindak Lanjut

  • Penyampaian masukan dan saran dari peserta audiensi.

  • Pembahasan langkah tindak lanjut kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar.

  • Penguatan komitmen bersama untuk menghadirkan program produktif, berkelanjutan, dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.

24-06-2026 | Kontributor: Helmi Anshari
BAZNAS Kalbar Lakukan Audiensi ke Disporapar Provinsi Kalbar

Hari/Tanggal: Senin, (13/04/2026)
Tempat: Kantor Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Kalimantan Barat
Peserta: Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan jajaran Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat

1. Audiensi dan Penguatan Sinergi Program ZISWAF

Disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat:

  • Penyampaian maksud dan tujuan audiensi BAZNAS Provinsi Kalbar ke Disporapar Provinsi Kalbar.

  • Penguatan sinergi dan kolaborasi program zakat, infak, sedekah, wakaf, serta pemberdayaan masyarakat di lingkungan instansi.

  • Penjelasan peran strategis BAZNAS dalam pengelolaan dana ZISWAF secara amanah, profesional, dan berdampak bagi masyarakat.

2. Penguatan Peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ)

Disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat:

  • Pemaparan pentingnya optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan instansi.

  • Pengenalan program Sahabat ZEMA (Zakat Era Milenial/Gen Z) sebagai upaya meningkatkan kualitas pelaporan dan aktivitas UPZ.

  • Dorongan agar UPZ dapat lebih aktif, terstruktur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di sekitar lingkungan instansi.

3. Pembahasan Peluang Kolaborasi Program Sosial

Disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan pihak Disporapar Provinsi Kalbar:

  • Pembahasan peluang kolaborasi dalam penyaluran zakat kepada mustahik dari kalangan mantan atlet.

  • Upaya pemberian dukungan sosial dan ekonomi kepada mantan atlet yang membutuhkan bantuan.

  • Penjajakan program bersama yang dapat dikolaborasikan antara BAZNAS dan Disporapar dalam bidang kepemudaan, olahraga, pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat.

4. Diskusi dan Tindak Lanjut

  • Penyampaian masukan dan saran dari pihak Disporapar Provinsi Kalbar.

  • Pembahasan langkah tindak lanjut kerja sama antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan Disporapar Provinsi Kalbar.

  • Penguatan komitmen bersama untuk menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

24-06-2026 | Kontributor: Helmi Anshari
Audiensi BAZNAS Provinsi Kalbar dengan Biro Hukum Setda Provinsi Kalbar
Audiensi BAZNAS Provinsi Kalbar dengan Biro Hukum Setda Provinsi Kalbar
Isi Agenda Pimpinan Audiensi BAZNAS Provinsi Kalbar dengan Biro Hukum Setda Provinsi Kalbar Jumat, 24 April 2026 Audiensi dengan Biro Hukum Setda Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka memperkuat sinergi dan penguatan aspek regulasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Koordinasi mengenai penyusunan dan penguatan produk hukum sebagai landasan pengelolaan zakat di daerah. Penyampaian program optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) sebagai upaya mendukung pengentasan kemiskinan melalui pengelolaan ZIS. Pembahasan potensi dukungan Pemerintah Provinsi Kalbar terhadap optimalisasi pengumpulan zakat, khususnya di lingkungan ASN. Pemaparan wilayah kerja UPZ BAZNAS Provinsi Kalbar yang mencakup OPD, instansi vertikal, BUMN, BUMD, perusahaan swasta, perbankan, sekolah, dan perguruan tinggi. Sosialisasi Program Generasi Zakat (Gen Z/ZEMA) untuk meningkatkan literasi dan kesadaran zakat di kalangan pelajar dan mahasiswa. Pembahasan strategi peningkatan kualitas pelaporan UPZ melalui pendekatan berbasis program dan kearifan lokal. Usulan dukungan penguatan regulasi, sosialisasi ZIS, serta pemanfaatan infrastruktur digital untuk mendukung sistem informasi dan publikasi BAZNAS. Diskusi mengenai peluang penyusunan regulasi daerah dan kolaborasi dengan penyuluh hukum dalam meningkatkan literasi zakat di Kalimantan Barat. Penguatan komitmen sinergi antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan Biro Hukum Setda Provinsi Kalbar dalam mewujudkan tata kelola zakat yang profesional, transparan, akuntabel, dan berlandaskan regulasi yang kuat.

13-07-2026 | Helmi Anshari

Rapat Persiapan Wawancara Pengusulan Kota Wakaf Pontianak
Rapat Persiapan Wawancara Pengusulan Kota Wakaf Pontianak
NOTULEN RAPAT PERSIAPAN WAWANCARA PENGUSULAN KOTA WAKAF KOTA PONTIANAK Hari/Tanggal: Menyesuaikan pelaksanaan rapatAgenda: Persiapan Wawancara Pengusulan Kota Wakaf Kota Pontianak bersama Kementerian Agama RI Latar Belakang Rapat dilaksanakan dalam rangka persiapan tahapan wawancara pengusulan Kota Pontianak sebagai Kota Wakaf sesuai surat edaran Kementerian Agama RI. Disampaikan bahwa usulan Kota Pontianak telah diajukan dan dinyatakan lolos pada tahap administrasi. Berkas dinilai lengkap dan telah diterima pada 26 Juni 2026. Setelah melalui tahapan verifikasi administrasi dan visitasi secara daring, selanjutnya akan dilaksanakan tahapan wawancara secara langsung dengan tim Kementerian Agama RI. Untuk mendukung kesiapan tersebut, dilakukan koordinasi bersama seluruh unsur yang tergabung dalam struktur pengelolaan Kota Wakaf, meliputi Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Kementerian Agama Kota Pontianak, BWI Provinsi Kalbar, BAZNAS Provinsi Kalbar, LKS PWU, Bank Kalbar Syariah, Bank Syariah Indonesia (BSI), Pemerintah Kota Pontianak, serta para nazhir. Peserta yang Hadir Perwakilan Wali Kota Pontianak (Kabag Kesra Kota Pontianak) Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak Ketua BWI Provinsi Kalimantan Barat Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kasi Bimbingan Masyarakat Islam BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat Bank Kalbar Syariah Bank Syariah Indonesia (BSI) Pengurus Masjid Nurul Jannah Unsur terkait lainnya Pokok Pembahasan 1. Arahan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak (Ruslan) Pengusulan Kota Pontianak sebagai Kota Wakaf merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan. Program ini merupakan amanah besar karena hanya 10 kota di Indonesia yang ditunjuk mengikuti program Kota Wakaf. Seluruh pihak diminta menyukseskan program ini sebagai amal jariyah dan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Diperlukan koordinasi yang intensif agar komunikasi antar lembaga berjalan efektif menjelang proses wawancara. 2. Sambutan Perwakilan Wali Kota Pontianak (Kabag Kesra, Yasin) Pemerintah Kota Pontianak memberikan dukungan penuh terhadap program Kota Wakaf. Sebagian besar rumah ibadah dan lembaga pendidikan di Kota Pontianak berdiri di atas tanah wakaf yang masih memiliki berbagai persoalan administrasi maupun pengelolaan. Program Kota Wakaf diharapkan mampu memperbaiki tata kelola administrasi aset wakaf sekaligus meningkatkan pemanfaatannya bagi kesejahteraan masyarakat. Pemerintah Kota berkomitmen terus mendukung BWI, termasuk melalui dukungan hibah dan sinergi lintas instansi. 3. Arahan Ketua BWI Provinsi Kalbar (Brigjen Pol. (Purn.) Drs. H. Andi Musa, S.H., M.H.) Kota Pontianak diproyeksikan menjadi role model Kota Wakaf di Indonesia. Persiapan telah dilakukan sejak tahun sebelumnya hingga akhirnya Kota Pontianak lolos sebagai salah satu dari 10 lokasi program nasional. Tahapan selanjutnya adalah wawancara bersama Kementerian Agama RI. Seluruh unsur diminta mempersiapkan jawaban sesuai tugas dan fungsi masing-masing agar mampu menunjukkan kesiapan Kota Pontianak sebagai Kota Wakaf. Sinergi BWI dan BAZNAS telah berjalan dengan baik dan menjadi modal penting dalam penguatan ekosistem ZISWAF. 4. Arahan Kepala Bidang Penais Zawa Kanwil Kemenag Kalbar (H. Rohadi) Setiap peserta diminta menjelaskan sesuai bidang tugas masing-masing saat wawancara. Literasi dan edukasi mengenai wakaf uang perlu terus ditingkatkan. Wakaf uang yang telah dihimpun saat ini masih ditempatkan melalui Bank Kalbar Syariah sehingga ke depan perlu dikembangkan menjadi wakaf yang lebih produktif. Diperlukan komitmen seluruh pihak dalam pengembangan program wakaf. 5. Penyampaian Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Kalbar (Iswardani, S.E.I.) Kesadaran berwakaf telah menjadi budaya masyarakat Pontianak sejak masa Kesultanan Kadriyah, terutama melalui pembangunan masjid dan fasilitas keagamaan. BAZNAS bersama BWI telah mengidentifikasi berbagai potensi pemanfaatan tanah wakaf yang belum produktif. Salah satu gagasan yang dikembangkan adalah penyediaan pangkalan ojek online di atas lahan wakaf yang dipadukan dengan program pemberdayaan BAZNAS. BAZNAS Provinsi Kalbar bersama BAZNAS Kota Pontianak telah memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pengemudi ojek online selama satu tahun. BAZNAS juga siap mendukung kebutuhan konsumsi di lokasi pangkalan, sedangkan BWI mendukung melalui penyediaan lahan wakaf. BAZNAS bersama BWI dan Bank Kalbar Syariah juga telah menginisiasi Pojok Zakat, sehingga masyarakat dapat menunaikan zakat maupun wakaf dalam satu layanan. Disampaikan pula bahwa dana zakat wajib segera disalurkan sesuai ketentuan syariah, sedangkan aset wakaf harus tetap terjaga keberlangsungannya dan dimanfaatkan secara produktif. 6. Penyampaian Bank Kalbar Syariah Bank Kalbar Syariah telah menjadi LKS PWU sejak tahun 2010. Kolaborasi dengan BAZNAS telah berjalan dalam berbagai program ZISWAF. Bank Kalbar Syariah siap mendukung seluruh program pengembangan zakat dan wakaf. Hingga saat ini nilai penghimpunan wakaf uang melalui Bank Kalbar Syariah telah mencapai sekitar Rp600 juta. 7. Penyampaian Pengurus Masjid Nurul Jannah Masjid Nurul Jannah saat ini menjadi salah satu contoh nazhir wakaf produktif. Pengurus meminta arahan mengenai materi yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi wawancara. Saat ini pengelolaan wakaf masih berbentuk wakaf perseorangan dan sedang berproses menuju pembentukan yayasan agar tata kelolanya semakin baik. Kesimpulan Kota Pontianak telah lolos tahap administrasi pengusulan Kota Wakaf dan akan mengikuti tahapan wawancara bersama Kementerian Agama RI. Seluruh unsur diminta mempersiapkan materi sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing. Sinergi antar lembaga menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan Kota Pontianak sebagai Kota Wakaf. Penguatan literasi wakaf, pengembangan wakaf produktif, serta kolaborasi ZISWAF menjadi fokus utama yang akan ditampilkan dalam proses wawancara. Seluruh peserta menyatakan komitmen untuk mendukung penuh program Kota Wakaf sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan wakaf yang profesional, produktif, dan berkelanjutan.

07-07-2026 | Helmi Anshari

Kemenag Provinsi Kalbar, BAZNAS Provinsi Kalbar dan FOZ
Kemenag Provinsi Kalbar, BAZNAS Provinsi Kalbar dan FOZ
Hari / Tanggal : Kamis, 23 April 2026 1. Kepala Bidang Penais Zawa Kanwil Kemenag Kalbar, H. Rohadi, S.Ag., M.Si Menyampaikan pentingnya memperkuat kolaborasi antar lembaga pengelola zakat dalam menghadapi persoalan umat yang semakin kompleks. Menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci agar lembaga-lembaga zakat tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling menguatkan. Menyoroti berbagai persoalan sosial di masyarakat seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, pernikahan dini, dan tingginya angka perceraian. Menyampaikan bahwa persoalan umat tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan kerja sama antara Kemenag, pemerintah daerah, BAZNAS, LAZ, dan elemen masyarakat lainnya. Berharap kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi, penguatan ukhuwah, serta lahirnya langkah kolaboratif yang bermanfaat bagi umat. 2. Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Iswardani, S.E.I Menyampaikan tausiyah tentang pentingnya menjaga keikhlasan dalam beramal. Mengingatkan agar setiap amal kebaikan tidak diiringi dengan riya, sum’ah, maupun keinginan untuk dipuji. Menekankan bahwa orang yang beruntung adalah mereka yang tidak melupakan kesalahan diri, tidak mengungkit kebaikan, dan menjaga hati dari kesombongan. Mengajak seluruh peserta agar terus berbuat baik dengan ikhlas serta menjadikan zakat sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. 3. Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si Menyampaikan rencana penguatan kolaborasi lintas sektor antara BAZNAS, Kemenag, FOZ, lembaga keuangan, dan stakeholder lainnya. Menjelaskan pentingnya sinergi antara Kemenag sebagai regulator, BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural, dan LAZ sebagai mitra strategis dalam pengelolaan zakat. Menyampaikan rencana pengembangan program Relawan Generasi Zakat (ZEMA) sebagai upaya jangka panjang menuju zero mustahik. Mendorong penguatan kolaborasi dengan Bank Indonesia, OJK, serta perbankan syariah dalam pengembangan ekosistem zakat dan ekonomi syariah di Kalimantan Barat. Berharap pertemuan ini menghasilkan langkah konkret dalam memperkuat pengelolaan zakat yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat. 4. Pimpinan Bidang Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.BA Menyoroti dampak sosial dari tingginya angka perceraian yang berpotensi melahirkan mustahik baru, khususnya anak-anak yang terkendala akses pendidikan. Menyampaikan perlunya kolaborasi untuk menangani dampak sosial tersebut melalui program-program zakat yang tepat sasaran. Mendorong adanya kegiatan rutin sebagai wadah silaturahmi, evaluasi program, dan penguatan sinergi antar lembaga pengelola zakat. Menekankan pentingnya melibatkan generasi muda melalui program edukasi zakat di sekolah dan kampus. Menjelaskan bahwa program Generasi Zakat (ZEMA) diharapkan menjadi ruang pembinaan generasi muda agar berkontribusi aktif dalam pengelolaan zakat di masa depan. 5. Ketua Tim Zakat Kemenag Kanwil Kalbar, Emmy Jumartina, M.Si Menekankan pentingnya pengelolaan zakat berbasis data, baik data muzaki maupun mustahik. Menyampaikan bahwa setiap program zakat harus didukung dengan data yang akurat agar penyalurannya tepat sasaran dan terukur. Berharap BAZNAS Provinsi Kalbar dapat menjadi motor penggerak dalam pengelolaan data zakat di Kalimantan Barat. Mendorong adanya penguatan sistem pendataan zakat sebagai fondasi dalam menyusun program-program kolaboratif ke depan. 6. Hasil/Harapan Pertemuan Terjalinnya sinergi yang lebih kuat antara Kanwil Kemenag Kalbar, BAZNAS Provinsi Kalbar, FOZ, dan LAZ. Penguatan kolaborasi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah berbasis data. Dorongan pembentukan program bersama yang menyasar persoalan sosial umat secara lebih terukur. Pengembangan peran generasi muda dalam literasi dan gerakan zakat melalui program ZEMA. Terciptanya langkah nyata untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat Kalimantan Barat.

24-06-2026 | Helmi Anshari

Silaturahmi BAZNAS Sambas Ke BAZNAS Provinsi Kalbar
Silaturahmi BAZNAS Sambas Ke BAZNAS Provinsi Kalbar
Hari / Tanggal : Rabu, 22 April 2026 1. Ketua BAZNAS Provinsi Kalbar, Dr. H. Hamzah Tawil, M.Si Menyambut kunjungan silaturahmi BAZNAS Kabupaten Sambas ke BAZNAS Provinsi Kalbar. Menyampaikan pentingnya memperkuat koordinasi dan sinergi antar BAZNAS kabupaten/kota dengan BAZNAS Provinsi. Menekankan perlunya optimalisasi program, khususnya di wilayah perbatasan seperti Kabupaten Sambas. Mendorong penguatan branding program unggulan, terutama Rumah Sehat BAZNAS, agar dapat menjadi ikon layanan sosial yang terintegrasi dengan BAZNAS Provinsi. Berharap silaturahmi ini dapat melahirkan inovasi dan kolaborasi program yang lebih berdampak bagi masyarakat. 2. Ketua BAZNAS Kabupaten Sambas, Ahmad Hainani Menyampaikan terima kasih atas sambutan BAZNAS Provinsi Kalbar. Mengucapkan selamat kepada pimpinan BAZNAS Provinsi Kalbar yang telah terpilih. Menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahmi, berbagi pengalaman, dan memperkuat koordinasi program. Menyampaikan program utama BAZNAS Kabupaten Sambas, yaitu: BAZNAS Pintar BAZNAS Sehat BAZNAS Peduli Menjelaskan salah satu program unggulan BAZNAS Sambas, yaitu Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Sambas yang terwujud dengan dukungan pemerintah daerah. Menyampaikan inovasi program yang telah dijalankan, salah satunya pembangunan sumur bor sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat. Berharap kunjungan ini dapat meningkatkan kualitas program pengelolaan zakat di Kabupaten Sambas. 3. Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Kalbar, Jaki Azmi, S.E. Menyampaikan berbagai inovasi yang dikembangkan BAZNAS Provinsi Kalbar dalam pengelolaan zakat. Memperkenalkan layanan KAK NAS sebagai customer service berbasis AI untuk memudahkan akses informasi masyarakat terkait BAZNAS. Menjelaskan program Sahabat Zakat (ZEMA) sebagai upaya membangun Generasi Zakat (Gen Z). Menyampaikan pentingnya pemanfaatan data berbasis desil dalam menentukan sasaran mustahik dan muzakki secara lebih tepat. Mendorong penguatan sistem pengelolaan zakat yang berbasis data, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. 4. Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Provinsi Kalbar, Iswardani, S.E. Menekankan pentingnya pencatatan dan publikasi program secara baik dan berkelanjutan. Menyampaikan bahwa setiap prestasi dan program yang dijalankan tidak hanya perlu dicatat, tetapi juga dipublikasikan agar manfaatnya diketahui masyarakat luas. Menyatakan kesiapan BAZNAS Provinsi Kalbar untuk membantu BAZNAS kabupaten/kota, termasuk Sambas, dalam memperkuat publikasi program. Mendorong pengembangan program kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal, seperti: sektor perikanan perkebunan peternakan Menyampaikan bahwa potensi lokal Kabupaten Sambas dapat dioptimalkan menjadi program pemberdayaan mustahik yang berkelanjutan. 5. Pimpinan Bidang Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.B.A Memaparkan struktur organisasi dan penguatan sistem kelembagaan BAZNAS Provinsi Kalbar. Menjelaskan bahwa pengelolaan BAZNAS Provinsi didukung oleh beberapa departemen dan amil pelaksana. Menyampaikan arah digitalisasi kelembagaan melalui pemanfaatan aplikasi Srikandi dan penggunaan Tanda Tangan Elektronik (TTE). Menjelaskan bahwa BAZNAS Provinsi Kalbar tengah mengembangkan platform fundraising berbasis program tematik yang dapat dimanfaatkan oleh seluruh BAZNAS kabupaten/kota dan UPZ. Mendorong penguatan tata kelola kelembagaan yang lebih modern, tertib administrasi, dan terintegrasi secara digital. 6. Wakil Ketua Bidang Keuangan BAZNAS Kabupaten Sambas, Ir. H. Ilhamsyah, M.M Menyampaikan potensi dan tantangan pengelolaan zakat di Kabupaten Sambas. Menjelaskan bahwa Kabupaten Sambas memiliki sejumlah capaian positif, di antaranya: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang tinggi Program Kampung Zakat yang menjadi percontohan nasional Mengungkapkan beberapa tantangan sosial yang perlu menjadi perhatian bersama, seperti: tingginya angka perceraian persoalan penyalahgunaan narkoba Menyampaikan harapan adanya dukungan dari BAZNAS Provinsi Kalbar untuk keberlangsungan Rumah Sehat BAZNAS Sambas, khususnya dalam pembiayaan operasional ke depan. 7. Kesimpulan / Pokok Bahasan Audiensi Memperkuat silaturahmi dan koordinasi antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan BAZNAS Kabupaten Sambas. Mendorong penguatan program unggulan BAZNAS Sambas, khususnya Rumah Sehat BAZNAS. Berbagi inovasi program pengelolaan zakat, termasuk digitalisasi layanan dan fundraising. Mendorong pengembangan program kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal Kabupaten Sambas. Menguatkan pencatatan, publikasi program, serta tata kelola kelembagaan yang profesional dan modern. Membuka peluang kolaborasi lanjutan antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan BAZNAS Kabupaten Sambas dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

22-04-2026 | Helmi Anshari

Audiensi BAZNAS Kalbar dan Biro Pemerintahan Setda Provinsi Kalbar
Audiensi BAZNAS Kalbar dan Biro Pemerintahan Setda Provinsi Kalbar
Hari / Tanggal : 21 April 2026 Audiensi BAZNAS Provinsi Kalbar dengan Biro Pemerintahan Setda Provinsi Kalbar Audiensi BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dengan Biro Pemerintahan Setda Provinsi Kalbar dalam rangka memperkuat sinergi program pengentasan kemiskinan berbasis zakat. Penyampaian potensi zakat Kalimantan Barat yang mencapai Rp2,3 triliun sebagai peluang besar untuk mendukung program kesejahteraan masyarakat. Dorongan optimalisasi pengelolaan zakat, khususnya untuk mendukung penyaluran kepada delapan golongan asnaf secara lebih tepat sasaran. Diskusi mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program pengentasan kemiskinan berbasis zakat. Pembahasan tantangan program bantuan pemerintah, terutama terkait regulasi dan ketepatan sasaran penerima manfaat. Penekanan pentingnya penggunaan data kemiskinan yang akurat dan pendekatan langsung kepada masyarakat agar bantuan lebih efektif. Dukungan terhadap optimalisasi zakat melalui sistem payroll ASN sebagai instrumen pemerataan kesejahteraan. Penegasan komitmen BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat yang profesional, amanah, dan berorientasi pada kebermanfaatan masyarakat. Penyampaian prinsip pengelolaan program BAZNAS yang aman syar’i, aman regulasi, dan aman bagi NKRI. Harapan terbangunnya kolaborasi berkelanjutan antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan Pemerintah Provinsi Kalbar dalam menghadirkan program yang tepat sasaran dan berdampak bagi pengurangan angka kemiskinan.

21-04-2026 | Helmi Anshari

BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalbar
BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalbar
Hari / Waktu : 21 April 2026 Audiensi BAZNAS Provinsi Kalbar ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalbar Audiensi dilaksanakan dalam rangka memperkuat sinergi antara BAZNAS Provinsi Kalbar dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalbar, khususnya terkait optimalisasi pengumpulan zakat serta pengembangan program pemberdayaan masyarakat pesisir. BAZNAS Provinsi Kalbar menyampaikan pentingnya optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) agar tidak hanya berfungsi sebagai penghimpun dana zakat, tetapi juga menjadi UPZ berbasis program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di lingkungan sekitar instansi. Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS Provinsi Kalbar, Jaki Azmi, SE, menyampaikan bahwa potensi zakat di Kalimantan Barat mencapai Rp2,3 triliun, sehingga perlu dukungan dan kolaborasi dari berbagai OPD, termasuk Dinas Kelautan dan Perikanan, untuk memaksimalkan pengelolaan zakat. BAZNAS juga memperkenalkan program Sahabat Zakat (ZEMA) sebagai upaya pendampingan kepada UPZ, khususnya dalam aspek pelaporan, pencatatan, dan penguatan tata kelola agar pengelolaan zakat lebih efektif dan terukur. Pimpinan Bagian Administrasi, SDM, Umum dan Hukum BAZNAS Provinsi Kalbar, Ali Rohman, S.Kom., M.BA, menyampaikan perlunya pembaruan kepengurusan UPZ di lingkungan Dinas Kelautan dan Perikanan serta mendorong penerapan sistem payroll zakat ASN. Dana zakat yang dihimpun melalui payroll ASN direncanakan dikembalikan manfaatnya kepada ASN, khususnya golongan II ke bawah, dalam bentuk program beasiswa dan bantuan sosial lainnya. Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Provinsi Kalbar, Iswardani, SE.I, memaparkan arah program pemberdayaan masyarakat pesisir, antara lain: pelatihan pengolahan hasil laut, bantuan modal usaha bagi nelayan, pengembangan budidaya perikanan, pendampingan usaha berbasis rumah tangga. Program pemberdayaan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, sehingga secara bertahap dapat bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki. Pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalbar menyambut baik audiensi dan rencana kolaborasi yang ditawarkan BAZNAS, serta menyatakan kesiapan untuk berkoordinasi terkait pembaruan kepengurusan UPZ dan dukungan terhadap program pemberdayaan masyarakat pesisir. Dinas Kelautan dan Perikanan menilai program BAZNAS dapat disinergikan dengan program yang telah berjalan, seperti pelatihan pengolahan hasil perikanan, pemberdayaan UMKM keluarga nelayan, serta pengembangan budidaya ikan dan rumput laut. Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi yang lebih kuat antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalbar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.

21-04-2026 | Helmi Anshari

BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalbar
BAZNAS Provinsi Kalbar Audiensi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalbar
Hari/Tanggal: Selasa, 14 April 2026 Agenda: Audiensi dan Penguatan Sinergi Program Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) serta Optimalisasi UPZ Pokok Bahasan Audiensi: Penguatan sinergi BAZNAS dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalbar dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), serta pengembangan program pemberdayaan masyarakat. Penyampaian peran strategis BAZNAS Provinsi Kalbar sebagai regulator pengelolaan zakat di wilayah provinsi, dengan cakupan pembinaan UPZ pada sekolah, kampus, instansi vertikal, BUMN, dan BUMD. Sosialisasi program Sahabat ZEMA (Zero Mustahik) sebagai upaya optimalisasi peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) agar lebih aktif, terstruktur, dan berdampak dalam pengelolaan zakat serta pelaksanaan program sosial. Pemaparan program pengembangan talenta di tingkat sekolah, meliputi: pembinaan siswa sejak kelas 10, pelatihan pengelolaan keuangan dan marketing communication, praktik di UPZ sekolah, literasi zakat, pemberdayaan siswa di instansi terdekat, pemberian sertifikat dan rekomendasi magang/kerja. Dorongan agar setiap UPZ memiliki program unggulan sebagai bentuk kontribusi nyata dan kebermanfaatan langsung di lingkungan masing-masing. Pembahasan rencana pengaktifan kembali UPZ di lingkungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, termasuk kemungkinan pembentukan atau pembaruan kepengurusan UPZ. Peluang kolaborasi dalam peningkatan literasi dan bantuan pendidikan, termasuk: bantuan buku bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, penyediaan mushaf Al-Qur’an untuk masyarakat pedalaman, dukungan literasi melalui sinergi program BAZNAS dan dinas. Peluang kolaborasi program pengabdian masyarakat/KKN, dengan melibatkan mahasiswa dalam membantu masyarakat desa, baik pada aspek pendidikan, kebutuhan dasar, kesehatan, maupun kegiatan keagamaan. Pengenalan aplikasi SRIKANDI oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan sebagai sistem administrasi persuratan digital yang dapat mendukung tata kelola administrasi yang lebih efektif. Harapan bersama agar audiensi ini menjadi langkah awal penguatan kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalbar, khususnya dalam peningkatan literasi, optimalisasi UPZ, dan pelaksanaan program pemberdayaan yang berkelanjutan.

14-04-2026 | Helmi Anshari

BAZNAS Kalbar Audiensi dengan Dinas Sosial Provinsi Kalbar
BAZNAS Kalbar Audiensi dengan Dinas Sosial Provinsi Kalbar
Hari/Tanggal: 13 April 2026Tempat: Kantor Dinas Sosial Provinsi Kalimantan BaratPeserta: Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan jajaran Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat 1. Audiensi dan Penguatan Sinergi Program ZIS Disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat: Penyampaian maksud dan tujuan audiensi BAZNAS Provinsi Kalbar dengan Dinas Sosial Provinsi Kalbar. Penguatan sinergi program zakat, infak, dan sedekah (ZIS), khususnya dalam mendukung pemberdayaan sosial masyarakat. Penjajakan kolaborasi program BAZNAS dan Dinas Sosial agar lebih terintegrasi dan tepat sasaran. 2. Optimalisasi Peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat: Pembahasan pentingnya optimalisasi peran UPZ di lingkungan instansi, tidak hanya sebagai pengumpul dana, tetapi juga sebagai pelaksana program sosial. Upaya sinkronisasi program UPZ dengan program sosial yang telah berjalan di lingkungan Dinas Sosial. Gagasan pemberdayaan Masjid Al-Furqon di lingkungan Dinas Sosial Provinsi Kalbar sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial. 3. Sinkronisasi Data Mustahik Berbasis Desil Disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan pihak Dinas Sosial Provinsi Kalbar: Pembahasan pentingnya penggunaan data berbasis desil dalam penentuan penerima manfaat (mustahik) agar bantuan lebih tepat sasaran. Kebutuhan akses terhadap data resmi pemerintah sebagai dasar pelaksanaan program pengentasan kemiskinan BAZNAS. Diskusi mengenai mekanisme memperoleh akses data mustahik, integrasi sistem, dan kebutuhan surat resmi untuk konektivitas data. Pembahasan mekanisme perbaikan data desil yang tidak sesuai di lapangan serta proses pengajuan perubahan data kepada pihak berwenang. 4. Penanganan Masyarakat Rentan di Luar Sistem Data Disampaikan dalam forum audiensi bersama: Pembahasan penanganan masyarakat rentan yang belum terdata dalam sistem desil, seperti lansia sebatang kara dan kelompok rentan lainnya. Diskusi terkait mekanisme pengusulan masyarakat rentan untuk memperoleh layanan sosial, termasuk layanan panti jompo. Pembahasan pentingnya asesmen lapangan, surat keterangan dari kelurahan, dan koordinasi dengan Dinas Sosial kabupaten/kota. 5. Paparan Program Bantuan Sosial dan Mekanisme Layanan Disampaikan oleh pihak Dinas Sosial Provinsi Kalbar: Penjelasan mengenai sistem pendataan berbasis desil yang digunakan secara nasional. Pemaparan prioritas penerima bantuan sosial berdasarkan desil 1 sampai 4, serta bantuan tertentu bagi desil 5. Penjelasan prosedur perubahan data melalui pendamping lapangan seperti petugas Program Keluarga Harapan (PKH) dan persetujuan pemerintah pusat. Paparan program bantuan sosial yang telah berjalan, meliputi bantuan untuk lansia, anak, penyandang disabilitas, korban bencana, kebutuhan pangan, sandang, dan dukungan psikologis. Penjelasan mekanisme layanan panti sosial dan alternatif rujukan ke panti swasta jika kapasitas panti pemerintah terbatas. 6. Diskusi dan Tindak Lanjut Penyampaian masukan dan saran dari peserta audiensi. Pembahasan langkah tindak lanjut kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan Dinas Sosial Provinsi Kalbar. Penguatan komitmen bersama dalam pengelolaan data mustahik, optimalisasi UPZ, dan pelaksanaan program pemberdayaan sosial yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

24-06-2026 | Helmi Anshari

BAZNAS Kalbar Audiensi dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura
BAZNAS Kalbar Audiensi dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura
Hari/Tanggal: Senin, (13/04/2026)Tempat: Kantor Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan BaratPeserta: Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan jajaran Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat 1. Audiensi dan Penguatan Sinergi Pengelolaan ZIS Disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat: Penyampaian maksud dan tujuan audiensi BAZNAS Provinsi Kalbar ke Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar. Penguatan sinergi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di lingkungan instansi. Penjajakan peluang kolaborasi program pemberdayaan masyarakat berbasis ketahanan pangan. 2. Pemaparan Program Sahabat ZEMA dan Penguatan UPZ Disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat: Perkenalan program Sahabat ZEMA (Zero Mustahik) sebagai upaya pembinaan dan penguatan peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Dorongan agar UPZ di lingkungan instansi lebih aktif, terkoordinasi, dan optimal dalam pelaporan maupun pelaksanaan program. Penguatan kelembagaan UPZ sebagai garda terdepan pengumpulan dan penyaluran manfaat zakat di lingkungan instansi. 3. Pembahasan Potensi Kolaborasi Ketahanan Pangan Disampaikan oleh pihak Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar: Pemaparan peran strategis sektor tanaman pangan dan hortikultura dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat. Pembahasan peluang kolaborasi program pemberdayaan berbasis pertanian dan ketahanan pangan. Penekanan bahwa kegiatan bertani tidak hanya dilakukan di lahan persawahan, tetapi juga dapat dimulai dari pemanfaatan pekarangan rumah yang produktif. 4. Pembahasan Kendala dan Penguatan Kelembagaan UPZ Disampaikan dalam forum audiensi bersama: Pembahasan kendala pembaruan Surat Keputusan (SK) UPZ di lingkungan dinas. Identifikasi persoalan pada aspek keanggotaan UPZ yang perlu segera ditindaklanjuti. Komitmen bersama untuk memperkuat kelembagaan dan keberlanjutan peran UPZ di lingkungan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura. 5. Diskusi dan Tindak Lanjut Penyampaian masukan dan saran dari peserta audiensi. Pembahasan langkah tindak lanjut kolaborasi antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalbar. Penguatan komitmen bersama untuk menghadirkan program produktif, berkelanjutan, dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.

24-06-2026 | Helmi Anshari

BAZNAS Kalbar Lakukan Audiensi ke Disporapar Provinsi Kalbar
BAZNAS Kalbar Lakukan Audiensi ke Disporapar Provinsi Kalbar
Hari/Tanggal: Senin, (13/04/2026)Tempat: Kantor Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Kalimantan BaratPeserta: Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan jajaran Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat 1. Audiensi dan Penguatan Sinergi Program ZISWAF Disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat: Penyampaian maksud dan tujuan audiensi BAZNAS Provinsi Kalbar ke Disporapar Provinsi Kalbar. Penguatan sinergi dan kolaborasi program zakat, infak, sedekah, wakaf, serta pemberdayaan masyarakat di lingkungan instansi. Penjelasan peran strategis BAZNAS dalam pengelolaan dana ZISWAF secara amanah, profesional, dan berdampak bagi masyarakat. 2. Penguatan Peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat: Pemaparan pentingnya optimalisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan instansi. Pengenalan program Sahabat ZEMA (Zakat Era Milenial/Gen Z) sebagai upaya meningkatkan kualitas pelaporan dan aktivitas UPZ. Dorongan agar UPZ dapat lebih aktif, terstruktur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di sekitar lingkungan instansi. 3. Pembahasan Peluang Kolaborasi Program Sosial Disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS Provinsi Kalimantan Barat dan pihak Disporapar Provinsi Kalbar: Pembahasan peluang kolaborasi dalam penyaluran zakat kepada mustahik dari kalangan mantan atlet. Upaya pemberian dukungan sosial dan ekonomi kepada mantan atlet yang membutuhkan bantuan. Penjajakan program bersama yang dapat dikolaborasikan antara BAZNAS dan Disporapar dalam bidang kepemudaan, olahraga, pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat. 4. Diskusi dan Tindak Lanjut Penyampaian masukan dan saran dari pihak Disporapar Provinsi Kalbar. Pembahasan langkah tindak lanjut kerja sama antara BAZNAS Provinsi Kalbar dan Disporapar Provinsi Kalbar. Penguatan komitmen bersama untuk menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

24-06-2026 | Helmi Anshari

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Prov. Kalimantan Barat.

Lihat Daftar Rekening →