Pemprov Jateng dan BAZNAS Jateng Serahkan Modal Usaha Untuk Kurangi Kemiskinan

Semarang (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jateng menyerahkan bantuan berupa modal usaha produktif kepada puluhan mustahik sebagai salah satu upaya mempercepat pengurangan kemiskinan.

“Bantuan modal usaha yang masuk pada program pemberdayaan masyarakat tersebut dilakukan sebagai upaya percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di Jateng,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sumarno di Semarang, Rabu.

Sebelum memberikan bantuan modal usaha, Pemprov Jateng bersama Baznas menggandeng Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jateng telah memberikan pembekalan berbagai keterampilan, antara lain pelatihan bidang kuliner, usaha binatu, dan menjahit pakaian.

“Jadi kami memberikan bantuan kepada masyarakat, tidak hanya diberikan, tapi juga memfasilitasi. Kami melatih, dan menyiapkan supaya bantuan yang diberikan bisa sesuai tujuannya dan berkembang,” ujarnya.

Menurut dia, bantuan usaha produktif dan pelatihan berbagai keterampilan wirausaha ini bisa dimanfaatkan masyarakat dalam mengembangkan usahanya masing-masing.

Bahkan apabila usahanya lancar dan semakin maju serta berkembang, lanjut dia, akan membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitarnya.

“Sehingga program ini ‘multiplier effect’-nya (dampak ganda) jauh lebih banyak. Inilah yang dilakukan Baznas dan Pemprov Jateng, pemberdayaan masyarakat. Jadi pemberdayaan ini kuncinya adalah mereka supaya berdaya, punya usaha, dan punya penghasilan,” katanya.

Ketua Baznas Jateng K.H. Ahmad Darodji menambahkan bantuan pembekalan dan bantuan modal usaha produktif yang diberikan kepada 99 mustahik kali ini senilai sekitar Rp247 juta yang merupakan hasil pengumpulan zakat dari para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jateng.

Mustahik penerima bantuan merupakan warga Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Demak dengan rincian Dinas Koperasi dan UKM Jateng sebanyak 38 mustahik, Disnakertrans 44 mustahik, dan DP3AKB 17 mustahik.

“Hingga saat ini, warga yang sudah kita latih bekerja ada lebih dari 10 ribu orang, demikian juga penerima bantuan modal usaha produktif sudah lebih dari 10 ribu orang. Seperti yang disampaikan Bapak Gubernur juga Pak Sekda, bahwa (penanganan, red.) kemiskinan harus dikeroyok bareng-bareng,” ujarnya.

Pewarta : Wisnu Adhi Nugroho
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2023